Kominfo Sleman Gelar Pelatihan Jurnalistik untuk Pegiat KIM Seyegan

Sleman – Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kabupaten Sleman menggelar Pelatihan Jurnalistik bagi Pegiat KIM (Kelompok Informasi Masyarakat) di wilayah Seyegan pada Senin (19/6/2023) di RM Joglo Narto Atmojo, Margokaton Seyegan.
Diikuti 40 peserta, pelatihan jurnalistik dimaksudkan membekali penulis berita pemula untuk dapat mewartakan kegiatan yang ada di wilayah masing-masing.
Agastya Dedy Kusuma, dari Diskominfo Sleman menyatakan bahwa KIM sebagai kontributor berita di Kalurahan maupun di Kapanewon dapat berperan dalam menyampaikan kegiatan pembangunan di wilayah.
“Ini artinya potensi lokal/pelosok bisa diliput dan diberitakan sehingga bisa diketahui publik. Peran KIM sangat strategis mengingat tidak semua berita dapat diliput oleh Kominfo,” ujar Agas.
Samino, Panewu Seyegan mendukung penuh peran KIM dalam menyampaikan informasi dari masyarakat agar dapat terekspose.
“Sebagai agen informasi, hasil pembangunan bisa diketahui oleh masyarakat, sekaligus pemerintah mendapat feedback untuk pembangunan yang telah dilaksanakan. Sebagai media sosial, KIM dapat memenuhi kebutuhan masyarakat banyak berkenaan dengan informasi,” ungkap Samino
Bimtek yang merupakan usulan dari PUPM Kapanewon seyegan ini menghadirkan 2 narasumber wartawan senior dalam pelatihan jurnalistik.
Abdul Hamid Jabar dari Harian Jogja memberikan materi pertama berkaitan dengan Dasar-Dasar Jurnalistil, seperti konsep dasar jurnalistik yang terdiri dari wawasan, skill dan etika.
Selain definisi jurnalistik, Hamid juga menerangkan tentang produk jurnalistik yaitu straight news, soft news, feature, investigative news, artikel opini, tajuk rencana dan surat pembaca.
Sebagai penulis berita pemula, Hamid juga membekali peserta dengan teknis pembuatan berita yaitu 5W 1 H. Dikenalkan juga dengan sumber berita bisa wawancara, observasi dan dokumentasi.
Secara Teknis juga diajarkan membuat kerangka berita yang terdiri dari teras berita, kelengkapan, dan penjelasan berita.
“Setelah isi berita, untuk menghindari kesalahan kesalahan penulisan informasi perlu dilakukan penyuntingan berita yang tujuannya sebelum publikasi tidak melanggar kode etik jurnalistik,” terang Hamid.
Widi Setiono, Redaktur Program Berita Kabar Yogya RBTV/Kompas TV Yogyakarta memberi materi komposisi foto/video konten pemerintah yang terdiri dari jurus komposisi dasar foto yaitu rule of third, keseimbangan, leading line, sudut pandang (view point), latar belakang, simetri dan pengulangan unsur pola garis, ruang tajam (depth of field), pembingkaian, dan cropping.
Widi juga menjelaskan tentang pembuatan video dan contoh berita televisi. (Sutarto Agus/KIM Seyegan)



