Pokja PAUD Kalasan Dikukuhkan

Sleman – Kelompok Kerja Ibu Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) Kapanewon Kalasan Masa Bakti Tahun 2023-2026, Rabu (12/7/2023) dikukuhkan oleh Panewu Kalasan Djoko Muljanto, di Ruang Rapat Sumanggem Kapanewon Kalasan. Berdasarkan Keputusan Panewu Kalasan nomor 16/KPNW/VI/2023, Kusriatmi terpilih sebagai Ketua I, serta Amilatul Fadhilah sebagai Ketua II. Sementara I Irma Laily Fajarwati dan Astutiningsih terpilih sebagai Sekretaris I dan II. Sedangkan bendahara adalah Nanik Tri Ismawati dan Farida Astuti.

Kepengurusan tersebut dilengkapi dengan Bidang-Bidang meliputi Bidang Pendidikan dan Sosial Budaya dengan Koordinator Karsini, Koodinator Bidang Kesehatan dan Gizi dr. Dini Threes Harjanti, serta Bidang Perlindungan dan Kesejahteraan serta Bidang Humas dan Publikasi sebagai koordinator masing-masing dijabat oleh Gunardi dan Budi Santosa.

Penewu Kalasan Djoko Muljanto dalam sambutanya mengatakan bahwa POKJA PAUD pengurusnya berasal dari berbagai komponen lembaga pemerintah maupun lembaga masyarakat yang ada di Kapanewon Kalasan.

“Mereka berasal dari PKK, Himpaudi, IGTKI, KUA, PKB, Puskesmas, Polsek, Koramil, PMI, Forum PAUD, Kader Bina Keluarga Balita serta Ketua KIM Kapanewon Kalasan,” ungkap Djoko Muljanto.

Djoko berharap agar pengurus  Pokja bekerja mendedikasikan tenaga dan pikiran untuk masa depan anak yang lebih baik. Organisasi berjalan dengan program yang realistik, mudah dilaksanan dan tepat sasaran.

Usai Pengukuhan yang juga dihadiri Kabid Pembinaan Pendidik dan Tenaga Kependidikan itu dilanjutkan denga Pembinaan dari Pokja PAUD Kabupaten Sleman. (Tri Joko S/KIM Kapanewon Kalasan)




Bangun Kepedulian Terhadap Lingkungan dengan Pelatihan Pengelolaan Sampah

Sleman – Sebagai upaya untuk membangun kesadaran dan keterampilan masyarakat dalam mengelola sampah secara efektif, Pemerintah Kalurahan Sumberrejo menggelar Pelatihan Pengelolaan Sampah di Dusun Sangularan RW 09, RT 05/06, Sumberrejo, Kapanewon Tempel, Selasa (11/7/2023). Pelatihan sendiri mengambil tema Peningkatan Kapasitas Pengolahan Sampah Kelompok Ekonomi Produktif dan mendatangkan para ahli dalam pengelolaan persampahan.

Dalam pelatihan ini, masyarakat diajarkan tentang bagaimana membuat tempat sampah yang sesuai, seperti pembuatan bak sampah organik dan anorganik serta pembuatan komposter. Mereka juga dilatih untuk mengenali jenis sampah yang bisa didaur ulang dan cara mengolahnya menjadi produk yang bernilai ekonomi, seperti kerajinan tangan dari sampah plastik atau pupuk organik dari sampah dapur.

 “Selain pengetahuan dan keterampilan praktis, pelatihan ini juga mengajarkan masyarakat tentang pentingnya perubahan perilaku dalam mengelola sampah,” ungkap Raudi Akmal, Wakil Ketua Komisi D DPRD Sleman yang berkesempatan hadir dalam kegiatan tersebut.

Raudi menuturkan, para peserta diajarkan untuk mengurangi penggunaan plastik sekali pakai, menggunakan kantong belanja reusable, dan mengadopsi gaya hidup zero waste. Pelatihan ini juga mengedukasi mereka tentang pentingnya menjaga kebersihan lingkungan, termasuk membersihkan saluran air dan menjaga keasrian alam sekitar.

“Setelah pelatihan, diharapkan masyarakat dusun dapat menerapkan pengetahuan dan keterampilan yang mereka peroleh dalam kehidupan sehari-hari. Mereka diharapkan dapat mengelola sampah dengan lebih baik, memilahnya dengan benar, mendaur ulang sampah yang bisa didaur ulang, dan mengurangi jumlah sampah yang dihasilkan. Dengan demikian, lingkungan dusun akan menjadi lebih bersih, sehat, dan berkelanjutan,” ujar Raudi.

Menurut Raudi, Pelatihan pengelolaan sampah di Dusun Sangularan, Sumberrejo, Tempel merupakan langkah awal yang penting dalam menciptakan kesadaran dan kepedulian masyarakat terhadap masalah sampah.

“Diharapkan pelatihan ini dapat menjadi contoh yang menginspirasi komunitas lain untuk mengadopsi praktik pengelolaan sampah yang berkelanjutan, sehingga kita dapat bersama-sama menjaga kelestarian lingkungan dan menciptakan masa depan yang lebih baik,” pungkasnya. (Arief Hartanto)




Promosikan Cagar Budaya, Pemkab Sleman Gelar Festival Seribu Candi

Sleman – Sebagai upaya mempromosikan cagar budaya Candi Prambanan yang merupakan Warisan Budaya Dunia yang ada di Kabupaten Sleman, Pemerintah Kabupaten Sleman melalui Dinas Kebudayaan Kabupaten Sleman menyelenggarakan Festival Seribu Candi. Event ini dibuka oleh Bupati Sleman, Kustini Sri Purnomo, Selasa (11/7), di komplek Candi Prambanan, Sleman.

Kustini mendukung rangkaian Festival Seribu Candi yang diinisiasi oleh Dinas Kebudayaan (Kundha Kabudayan) Kabupaten Sleman ini. Menurutnya, kekayaan budaya ini menjadi tanggung jawab kita bersama untuk menjaga dan mempromosikannya. Melalui penyelenggaraan acara ini diharapkan dapat memberikan dampak signifikan terhadap pengembangan, pelestarian dan juga upaya peningkatan apresiasi masyarakat terhadap seni dan warisan budaya yang ada di Sleman.

“Penyelenggaraan Festival Seribu Candi ini diharapkan dapat menggugah kesadaran masyarakat untuk terus mencintai budaya lokal sehingga dapat mewujudkan karakter luhur bagi masyarakat dan generasi budaya di tengah-tengah peradaban global,” kata Kustini.

Kepala Dinas Kebudayaan Kabupaten Sleman, Edy Winarya, menyebutkan event ini juga bertujuan untuk mempromosikan Warisan Budaya Tak Benda yang ada di Kabupaten Sleman yang telah ditetapkan oleh Kemendikbudristek. Diantaranya Seni Pertunjukan Langentoyo, Transportasi Tradisional Gerobak Sapi, Seni Pertunjukan Wayang Topeng Pedalangan, Seni Pertunjukan Wayang Wong Gaya Yogyakarta dan pameran Keris.

Festival ini bekerja sama dengan Balai Pelestarian Kebudayaan Wilayah X, Kemendikbudristek dan PT. Taman Wisata Candi Prambanan, Ratu Boko dan Borobudur. Festival Seribu Candi dilaksanakan pada tanggal 11 sampai 13 Juli 2023 mulai pukul hingga pukul WIB bertempat di Kompleks Candi Prambanan .

Dalam festival tersebut juga diadakan Gelar Apresiasi Budaya melalui Wayang Kulit kepada Siswa pada hari Kamis (13/7), pukul sampai pukul persembahan dari SD Negeri Malangrejo. Kegiatan ini bertujuan untuk menginformasikan falsafah-falsafah luhur budaya Jawa sebagai bentuk penanaman nilai luhur agar dapat diketahui oleh generasi muda saat ini, yang kemudian diharapkan dapat mempengaruhi perilaku di masyarakat.

Dalam acara tersebut, Bupati juga menyerahkan Surat Keputusan (SK) Bupati Cagar Budaya Peringkat Kabupaten tahun 2022 kepada sebanyak 25 cagar budaya yang ada di Kabupaten Sleman. Selain itu diserahkan pula Penghargaan Pembinaan Kebersihan dan Kerapihan Cagar Budaya Milik Pribadi kepada 4 orang dengan uang pembinaan masing-masing 15 juta rupiah.




Dorong Kesejahteraan Petani, Wabup Sleman Resmikan Unit Penelitian dan Pengembangan Jamur Konsumsi

Sleman – Wakil Bupati Sleman, Danang Maharsa, meresmikan Unit Penelitian dan Pengembangan Jamur Konsumsi Fakultas Kehutanan UGM, Selasa (11/7). Pusat penelitian tersebut merupakan hasil kerja sama dengan Nagoya University dan didukung oleh Japan International Cooperation Agency (JICA).

Wakil Bupati menyampaikan dukungan terhadap keberadaan Unit Penelitian dan Pengembangan Jamur Konsumsi kerja sama JICA, Nagoya University dan Fakultas Kehutanan UGM. Danang menilai inovasi tersebut menjadi wujud dukungan pemberdayaan petani jamur dan pembuatan baglog (media tanam jamur) di Kabupaten Sleman.

“Kami harap keberadaan unit penelitian dan pengembangan jamur konsumsi ini dapat menggugah dan meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya pengembangan pangan alternatif serta mencintai produk lokal, terutama jamur,” kata Danang.

Danang melanjutkan, pada tahun 2022, hanya terdapat sekitar 13 petani Kabupaten Sleman yang membudidayakan jamur, namun produksinya mencapai sekitar ,10 kwintal dalam setahun. Untuk itu, Danang menyebut hal ini memunculkan tantangan yaitu bagaimana menjadikan potensi produk jamur dapat diolah secara benar dan sehat.

“Oleh karena itu, keberadaan unit penelitian dan pengembangan jamur konsumsi saya harapkan juga dapat memberikan pengetahuan dan keterampilan bagi masyarakat Sleman dalam mengolah produk jamur kosumsi yang sehat dan memiliki manfaat ekonomis bagi masyarakat,” lanjut Danang.

Sementara itu, Dekan Fakultas UGM, Sigit Sunarta, mengucapkan terima kasih atas dukungan Pemerintah Kabupaten Sleman dalam meresmikan Unit Penelitian dan Pengembangan Jamur Konsumsi Fakultas Kehutanan UGM. Ia menambahkan, kehadiran laboratorium tersebut menjadi salah satu langkah pemanfaatan sumber daya Kabupaten Sleman.

“Hal ini menjadi aksi kepada rakyat dalam memanfaatkan sumber daya di Sleman yakni limbah pengolahan kayu untuk membudidayakan jamur konsumsi. Kami juga menyampaikan ucapan terima kasih kepada Pemerintah Kabupaten Sleman, JICA dan Nagoya University yang telah memberikan dukungan dalam mewujudkan Unit Penelitian dan Pengembangan Jamur Konsumsi. Semoga dengan adanya laboratorium ini dapat memberikan manfaat dan berkah untuk masyarakat luas,” ujar Sigit.

Ia pun mengajak seluruh pihak untuk bersama mempertahankan budidaya jamur konsumsi. Sebab, jika upaya ini didukung bersama, maka diharapkan dapat meningkatkan perekonomian dan kesejahteraan petani, khususnya di Kabupaten Sleman.




Lemhanas RI Kaji Potensi Ketahanan Nasional di Kabupaten Sleman

Sleman – Pemerintah Kabupaten Sleman menerima rombongan peserta Lembaga Ketahanan Nasional (Lemhanas) RI dalam rangka Studi Strategis Dalam Negeri (SSDN) Program Pendidikan Singkat Angkatan (PPSA) XXIV Tahun 2024 pada Selasa, (11/7). Bertempat di Aula Lantai 3 Pemkab Sleman, peserta diterima secara langsung oleh Bupati Sleman, Kustini Sri Purnomo.

Rombongan Lemhanas RI dipimpin secara langsung oleh Marsda TNI Kustono selaku ketua rombongan dan mewakili Gubernur Lemhanas RI, Andi Widjajanto

Kustini dalam sambutannya menyambut baik dan merupakan sebuah kehormatan bagi Kabupaten Sleman untuk dapat berdiskusi mengenai upaya mewujudkan kesejahteraan masyarakat. Kustini juga menyampaikan kepada peserta mengenai komitmen Pemkab Sleman untuk mewujudkan Sleman Sebagai Rumah Bersama yang Cerdas, Sejahtera, Berdaya Saing, Menghargai Perbedaan dan Memiliki Jiwa Gotong Royong yang tercantum dalam visi misi Pemkab Sleman.

“Sebuah kehormatan bagi Kabupaten Sleman untuk dapat menerima dan berdiskusi bersama dengan Lemhanas RI dalam mewujudkan kesejahteraan masyarakat,” ujarnya

Sementara itu, Ketua Rombongan Lemhanas RI, Marsda TNI Kustono menyampaikan PPSN adalah sebuah program pemantapan pimpinan tingkat nasional yang bermoral, beretika, berkarakter, berwawasan kebangsaan, berpikir strategis, dan terampil dalam memecahkan masalah pada lingkup nasional dan global. Komposisi peserta dimulai dari anggota TNI, Polri, ASN dan non ASN.

“Tujuannya adalah agar peserta dapat memahami, mempelajari, dan mengkaji potensi daerah dalam hal ini Kabupaten Sleman dan berbagai permasalahan yang ada di daerah ditinjau dari aspek Asta Gatra dalam sudut pandang ketahanan nasional,” ujarnya

Lebih lanjut, ia berharap melalui kegiatan ini peserta mendapatakan wawasan yang komprehensif untuk memperoleh pemimpin yang handal dan profesional serta memiliki gambaran mengenai tata kelola pemerintahan daerah dan kaitannya dengan ketahanan Nasional. Kegiatan ini dilaksanakan selama 5 hari di 4 Provinsi yakni Kalimantan Selatan, Bengkulu, DIY dan Papua Barat.

Kegiatan SSDN PPSA XXVI Lemhanas RI di Kabupaten Sleman dilanjutkan dengan paparan oleh Kepala Bappeda Sleman, Dwi Anta Sudibya mengenai RPJMD Kabupaten Sleman, Permasalahan dan Kendala dan penyerahan cinderamata dari masing-masing instansi.