Tamanmartani Berikan Pembekalan untuk Tingkatkan Kapasitas Jagawarga di Padukuhan

Sleman – Pemerintah Kalurahan Tamanmartani, Kapanewon Kalasan memberikan pembekalan terhadap Forum Jagawarga yang ada di wilayah Kalurahan Tamanmartani, Kamis (13/7/2023) di Balai Kurahan Tamanmartani. Kegiatan yang diikuti oleh perwakilan jagawarga dari 22 padukuhan di Kalurahan Tamanmartani ini dilakukan dalam rangka peningkatan kapasitas Jagawarga itu sendiri.

Plh Jagabaya Tamanmartani Awan Parades menuturkan, kegiatan peningkatan kapasitas Jagawarga menghadirkan narasumber dari Kejaksaan Negeri Sleman, Satpol PP DIY, Bagian Hukum Setda Kab. Sleman dari LBH Universitas Achmad Dahlan Yogyakarta.

“Pembekalan berlangsung sehari dengan methode ceramah paparan materi dan diskusi,” tuturnya.

Selama ini, menurut Awan, Jagawarga yang ada di setiap padukuhan telah berfungsi. “Tetapi agar peran dapat maksimal mereka diberikan pengetahuan tentang tugas pokok dan fungsi Jagawarga secara detail,” imbuh Awan.

Masih menurut Awan, Sosok Jagawarga diharapkan mampu menjadi pencipta dan penjaga perdamaian diwilayahnyan. Takoh masyarakat dimaksud juga mampu melakukan cegah dini dan deteksi dini terhadap terjadinya hal-hal yang mengganggu ketertiban dan ketentraman warga.

“Bila di masyarakat terjadi  gesekan, masalah dan keluhan, maka jagawarga mampu menyelesaikan dengan cara kekeluargaan tanpa meninggalkan luka. Bahkan hubungan dalam kehidupan sehari-hari makin guyub, rukun dan memiliki ketahanan tangguh,” tukas Awan.

“Di masing-masing Padukuhan saat ini telah terbentuk satuan jagawarga jumlahnya bervariasi, kisaranya berjumlah 5  hingga 20 orang. Hal ini tergantung jumlah RT dan letak geografisnya,” pungkas Awan.(Tri Joko S/KIM Kalasan)




Margomulyo Ikuti Epdeskel Tingkat Kabupaten

Mewakili Kapanewon Seyegan, Margomulyo mengikuti Evaluasi Perkembangan Desa/Kelurahan (EPDESKEL) tahun 2023 yang berlangsung pada hari Selasa (11/7/2023) di Gedung Serbaguna Kalurahan Margomulyo.

Dibuka dengan tarian Sesonderan dari sanggar Tari Mriyan X, tidak kurang 30 dewan juri dari OPD Kabupaten Sleman hadir dalam evaluasi yang secara kebetulan Margomulyo menjadi Kalurahan pertama yang dikunjungi untuk evaluasi.

Hadir dalam evaluasi tersebut, Kepala Dinas PMK Kabupaten Sleman, Panewu Seyegan dan jajarannya, Muspika Seyegan, Ketua BPKal dan anggotanya, Lurah dan pamong Kalurahan serta lembaga Kalurahan Margomulyo.

Eko Puji Mulyanto, Lurah Margomulyo selain mengucapkan selamat datang kepada dewan juri dan tamu undangan juga memohon dalam pelaksanaan epdeskel ini mendapat pengarahan untuk perbaikan berkaitan dengan administrasi Kalurahan.

Syamsul Bakri, Kepala Dinas PMK Kabupaten Sleman dalam sambutannya menyampaikan bahwa Epdeskel ini tidak hanya lomba, namun juga untuk mengetahui tahapan perkembangan di Kalurahan dalam semua aspek baik administrasi dan kelembagaan secara menyeluruh dan berjenjang.

“Secara administrasi sudah dilakukan karena beberapa waktu lalu Kalurahan Margomulyo sudah mengirim soft file profil Kalurahan ke PMK. Sehingga pada kesempatan jali ini tahapan yang akan dievaluasi adalah tahapan paparan dari Lurah dan klarifikasi lapangan,” jelas Syamsul Bakri.

Syamsul juga menuturkan bahwa Kabupaten Sleman belum pernah menjadi yang terbaik lomba Epdeskel di tingkat Provinsi yang sudah diadakan sejak tahun 2017.

“Sehingga lomba kali ini digunakan untuk memilih yang terbaik untuk mewakili Sleman pada tahun 2024 artinya masih ada waktu yang cukup untuk berbenah dalam rangka perbaikan,” terangnya.

Syamsul juga berpesan bahwa Epdeskel ini dalam rangka pembinaan dan mengevaluasi kegiatan administrasi di Kalurahan Margomulyo.

“Dan yang lebih penting lagi adalah apa yang akan dilakukan setelah dilakukan lomba tersebut dalam rangka perbaikan administrasi dan kelembagaan,” tegasnya.

Diakhir sambutannya, Syamsul memperkenalkan dewan juri yang akan mengevaluasi sesuai indikator masing masing OPD.

Kegiatan dilanjutkan dengan paparan dari Lurah Margomulyo, Eko Puji yang menggambarkan semua kegiatan baik administrasi maupun capaian kegiatan fisik dan non fisik yang sudah dilakukan selama ini. (Sutarto Agus/KIM Seyegan)




Bupati Sleman Ajak Tim TPK Sleman Tingkatkan Kapasitas untuk Tekan Angka Stunting

Sleman – Sebagai upaya peningkatan kapasitas, Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP3AP2KB) Sleman menyelenggarakan Bimbingan Teknis Tim Pendamping Keluarga, pada Rabu (12/7). Bupati Sleman, Kustini Sri Purnomo, hadir sekaligus memberikan arahan pada acara yang diselenggarakan di Prima SR Hotel.

Bupati Kustini Sri Purnomo, menyampaikan kegiatan tersebut menjadi momen tepat untuk mensinergikan langkah dalam percepatan penurunan stunting di Sleman. Kustini mengingatkan bahwa upaya penurunan stunting perlu dimulai dari calon pengantin, kehamilan, menyusui hingga anak usia 5 tahun. Sehingga dibutuhkan upaya komprehensif untuk meningkatkan cakupan pelayananan kepada kelompok sasaran.

“Maka dari itu, dibutuhkan pendekatan intervensi yang komprehensif bagi calon pengantin, pasangan usia subur, ibu hamil dan menyusui. Sehingga peran Tim Pendamping Keluarga dibutuhkan untuk memberikan edukasi yang tepat,” kata Kustini.

Kustini juga mengapresiasi keberhasilan TPK yang terus berupaya memberikan edukasi bagi warga sasaran risiko. Namun Kustini masih mendorong semangat unsur TPK agar terus ditingkatkan dalam melakukan pendampingan kepada seluruh kelompok sasaran.

Sekretaris Dinas P3AP2KB Sleman, Sri Budi Yantiningsih, melaporkan bahwa penyelenggaraan Bimbingan Teknis Tim Pendamping Keluarga dimaksudkan untuk meningkatkan kapasitas TPK dalam pencatatan dan pendampingan warga sasaran risiko. Sebanyak 391 peserta hadir mengikuti sesi diskusi tersebut.

“Agenda ini merupakan tindak lanjut dari monev TPK semester I tahun 2023. Melalui bintek ini diharapkan dapat meningkatkan kapasitas dan pemahaman Tim Pendamping Keluarga agar lebih baik dan lancar dalam memberikan edukasi kepada masyarakat,” sebut Sri Budi.

Pada kesempatan tersebut, Bupati Kustini juga menyerahkan bantuan CSR atau Tanggung Jawab Sosial Perusahaan Prenagen Group berupa susu kepada ibu hamil dan calon pengantin yang dilakukan secara simbolis kepada perwakilan 17 Kapanewon.




Pemkab Sleman Siap Berkolaborasi dengan Jogja Smart Province

Sleman – Wakil Bupati Sleman, Danang Maharsa, hadir dalam Kick-off Jogja Smart Province (JSP) 2.0 yang diadakan di Royal Ambarrukmo, Depok, Sleman, Rabu (12/7). Pada acara tersebut Wakil Bupati Sleman bersama Bupati/Wali Kota se-DIY dan sejumlah pihak lainnya juga menerima Surat Keputusan (SK) Gugus Tugas Smart Province yang diserahkan langsung oleh Gubernur DIY, Sri Sultan Hamengkubuwono X.

Tema yang diusung pada program ini adalah “Harmonisasi Manusia dan Teknologi. Rencana aksi daerah ini disusun berlandaskan nilai kearifan lokal. Sedangkan yang menjadi ruang lingkupnya adalah pemerintahan cerdas, kebudayaan cerdas, lingkungan cerdas, kehidupan cerdas, dan masyarakat cerdas.

Sri Sultan menjelaskan program JSP ini merupakan langkah untuk mendorong optimalisasi pemanfaatan teknologi informasi, baik di pemerintahan ataupun di tengah masyarakat. Seperti halnya yang telah dilakukan Pemda DIY dalam berinovasi dengan memanfaatkan teknologi, yang kemudian menghasilkan sejumlah prestasi di tingkat nasional.

“Ini berdampak pada kualitas tata kelola pemerintahan DIY yang tercermin dari capaian indeks sistem akuntabilitas kinerja instansi pemerintahan yakni AA, Reformasi Birokrasi A, Keterbukaan Informasi Publik pada klaster informatif, Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik (SPBE) pada kategori baik, Keamanan informasi terbaik se-indonesia dan elektronikasi transaksi keuangan Pemda 98,4%,” jelasnya.

Lebih lanjut dikatakan bahwa dibutuhkan komitmen dan kolaborasi dari berbagai pihak, diantaranya Pemda DIY, Kabupaten/Kota se-DIY, akademisi, pelaku usaha dan media guna menyukseskan program JSP ini. Diharapkan para stakeholder tersebut juga dapat mengedukasi masyarakat tentang pemanfaatan teknologi informasi dengan baik, sehingga nantinya dapat berguna bagi kehidupan masyarakat.

Ditemui usai acara, Wakil Bupati Sleman, Danang Maharsa, mendukung penuh program JSP ini. Hal ini menurutnya selaras dengan program Smart Regency yang dimiliki Pemerintah Kabupaten Sleman. Dengan begitu, diharapkan perkembangan teknologi ini dapat dimanfaatkan dengan sebaik-baiknya dalam melaksanakan program-program yang ada di Pemerintah Kabupaten Sleman.

“Harapannya tentu dapat mendorong pembangunan serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat di Kabupaten Sleman, dan DIY pada umumnya,” ucapnya.




TMMD Senkuyung Tahap II di Sleman Resmi Dibuka

Sleman – TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) Sengkuyung Tahap II TA 2023 Kodim 0732/Sleman resmi dibuka oleh Bupati Sleman, Kustini Sri Purnomo, pada Rabu (12/7). Upacara pembukaan yang dilaksanakan di Lapangan Nogotirto tersebut, ditandai dengan pemukulan kentongan oleh Bupati Sleman dengan didampingi jajaran Kodim 0732/Sleman.

Kustini menyampaikan, program TMMD Sengkuyung merupakan wujud sinergi dan kolaborasi antara Pemkab Sleman dan Forkompimda khususnya TNI dalam pembangunan dan upaya peningkatan kesejahteraan masyarakat di Kabupaten Sleman. Dengan keberhasilan pelaksanaan TMMD Sekuyung selama ini, Bupati yakin program ini dapat membantu menggerakkan pembangunan infrastruktur di desa sehingga dapat membantu roda perekonomian masyarakat Sleman.

“Dengan dukungan TMMD Sengkuyung dalam berbagai pembangunan kegiatan fisik dan non fisik disertai partisipasi masyarakat, saya yakin kegiatan ini dapat memberikan hasil nyata dalam membantu menggerakkan dan memulihkan perekonomian masyarakat,” kata Kustini.

Dilanjutkan Kustini, di tengah momen jelang peringatan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia, Bupati berharap kegiatan TMMD Sengkuyung ini dapat menumbuhkan kembali semangat nasionalisme dan patriotisme masyarakat melalui gotong-royong. Bupati juga mengimbau peningkatan kolaborasi antara TNI, POLRI, Pemkab Sleman dan masyarakat melalui program TMMD Sengkuyung, sehingga pelaksaanan program-program pembangunan bagi kemajuan Kabupaten Sleman dapat dipercepat.

Mendukung hal yang disampaikan bupati, Komandan Kodim 0732, Letkol (Arm) Danny Arianto Pardamean Girsang,. ., , menyampaikan bahwa inti kegiatan TMMD adalah kemanunggalan TNI dan rakyat. Danny menyebut, jangan sampai masyarakat lupa dengan budaya Indonesia yakni kegotongroyongan. Sehingga ia berharap, rasa kepedulian dan rasa gotong royong di antara pemerintah, TNI, dan masyarakat dapat terus terjalin dalam menciptakan kesejahteraan bersama.

“Kita membangun desa bukan dari TNI saja atau warga saja, namun juga dari seluruh komponen bersama-sama menjaga ciri khas bangsa, kegotongroyongan, manunggal bersama dalam membangun desa,” ucap Danny.

Pasiter Kodim 0732/Sleman, Kapten Arm Irwan Setio Wardhana, melaporkan untuk pelaksanaan TMMD Sengkuyung ke-117 dilaksanakan mulai dari 12 Juli-10 Agustus 2023. Pada program ini, terdapat beberapa sasaran fisik maupun non-fisik. Nantinya, pelaksanaan akan dikerjakan oleh tim TNI yang dibantu oleh warga Kalurahan Nogotirto.

“Untuk sasaran fisik, dilakukan pembangunan corblok jalan, perbaikan talud jalan, pelebaran dan pembuatan jembatan, rehab pos kamling, dan perbaikan Rumah Tak Layak Huni milik 2 orang warga. Sementara itu untuk sasaran non fisik dilakukan penyuluhan pencegahan stunting, penyuluhan wawasan kebangsaan, penyuluhan kamtibmas, kejahatan jalanan, dan bullying,” ujar Kapten Irwan.

Pada kesempatan tersebut, Bupati Sleman, Kustini beserta jajaran sekaligus menandatangani naskah penyerahan kegiatan pelaksanaan TMMD bersama Komandan Kodim 0732, Letkol (Arm) Danny Arianto Pardamean Girsang. Kemudian Kustini juga menyematkan tanda peserta satgas TMMD dan penyerahan alat peralatan kerja secara simbolis.