Gelar Potensi Sinduharjo Tampilkan Berbagai Kesenian Tradisional

Ngaglik – Kalurahan Mandiri Budaya Sinduharjo, Kapanewon Ngaglik Melaksanakan Gelar Potensi Budaya yang diikuti oleh UMKM dan kelompok binaan Desa Prima dari paguyuban seni yang ada di Sinduharjo, Ngaglik. Perhelatan yang berlangsung dari Minggu (9/7/2023) hingga Minggu (16/7/2023) tersebut diselenggarakan di Taman Budaya Loh Jinawi, Gentan, Kapanewon Ngaglik, Sleman.

Ketua Kalurahan Mandiri Budaya Sinduharjo, Astadi, menuturkan bahwa gelar Potensi yang dibiayai dengan Dana Keistimewaan mendapatkan sambutan yang baik dari masyarakat.

“Selain bazar UMKM serta kelompok binaan Desa Prima dengan konsep pasar tiban, setiap malam ditampilkan hiburan kesenian meliputi Kesenian Jathilan, Angklung Rumpun Gita Musika, Badui Wali Sanga, Karawitan Anak, remaja, PKK dan Kasepuan, Wayang Orang Anak, dan Kethoprak yang pemainya adalah perangkat Kalurahan,” terang Astadi.

“Selain itu juga kesenian moderen seperti Campursari dan Organ tunggal,” imbuhnya.

Menjelang berakhirnya penyelenggaraan, Jumat malam (14/7/2023), penampilan Kethoprak Perangkat Kalurahan dengan lakon Joko Tingkir Tundhung mendapat apresiasi masyarakat setempat. Panewu Ngaglik beserta jajaran Forkompim dan Pendamping Kalurahan Budayapun menyempatkan hadir dalam acara tersebut.

Gelar Potensi diakhiri Minggu (16/7/2023) dengan menggelar Jathilan Kudha Utama dari Padukuhan Jaban. (Tri Joko S/KIM Kalasan)




Kirab Pusaka dan Gunungan Meriahkan HUT ke 75 Kalurahan Donoharjo

Sleman – Sebagai puncak perayakan Hari Ulang Tahunnya yang ke 75, Pemerintah Kalurahan Donoharjo, Kapanewon Ngaglik  menggelar acara Kirab budaya Bedhol Projo  pada Minggu (16/7/2023).

Acara diawali dengan Bedol Pusaka di dalam joglo rumah lurah karanglo lama Soerodimedjo. Diiringi oleh Bergada dari Padukuhan Penen, pusaka diarak menuju Balai Kencono padukuhan Bakalan yang berjarak sekitar 1 km. Di Balai Kencono prosesi dimulai dengan Kenduri dan doa oleh para Rois se-kalurahan Donoharjo.

Pada kesempatan tersebut, Lurah donoharjo  Hadi Rintoko menyampaikan apresiasi yang sebesar-besarnya karena seluruh masyarakat yang telah menyumbangkan tenaga pikiran materi untuk menampilkan yang terbaik pada Kirab budaya ini sehingga berlangsung sangat meriah.

“Kirab budaya ini berhasil menggerakkan seluruh komponen masyarakat untuk bekerja bersama bergotong-royong nyengkuyung kegiatan memeriahkan hari ulang tahun donoharjo. Hal ini sekaligus sebagai  harapan dan  keyakinan bahwa donoharjo akan menjadi tempat yang menyenangkan sehingga visi misi Sri taman Sri gunung akan segera terwujud,” kata Hadi

Sejalan dengan hal tersebut, Bupati Sleman, Kustini Sri Purnomo menyampaikan bahwa pencanangan kapanewon sebagai pusat budaya  ternyata sangat berpengaruh untuk mengembangkkan potensi budaya dan perekonomian masyarakat.

“Hal ini perlu untuk selalu dilestarikan agar supaya gebyar meriahnya tidak hanya sekali terlaksana dan sebagai sarana untuk menggali potensi kebudayaan tradisional yang ada di Kelurahan donoharjo sebagai tindak lanjut membangun dan memberdayakan masyarakat yang ada,” kata Kustini.

Selanjutnya pusaka dan gunungan dikirab dari Balai Kencono menuju ke Kantor Kalurahan Donoharjo yang berjarak 4 km. Kirab budaya diiringi oleh Bergada Rakyat dan diikuti sekitar 1500 orang yang berasal dari 16 Padukuhan se-Kalurahan Donoharjo. Kirab diikuti juga oleh berbagai lapisan masyarakat tidak saja bernuansa Jawa, terlihat juga Ogoh-Ogoh Hanoman dari Bali ikut serta memeriahkan acara tersebut.

Sesampainya di Kantor Kalurahan Donoharjo, pusaka yang dibawa oleh Hadi Rintoko kemudian disimpan di gedung pusaka.

Untuk selanjutnya masyarakat menyaksikan tarian kolosal dari padukuhan Penen, dilanjutkan dengan rebutan gunungan yang berisi berbagai hasil bumi seperti sayur-sayuran dan buah-buahan sebagai simbol kemakmuran bagi masyarakat Kelurahan donoharjo.

Kirab Budaya ini sekaligus menandai berakhirnya rangkaian peringatan Hari Jadi Kalurahan Donoharjo, di mana sebelumnya telah dilaksanakan pertandingan olahraga, senam, lomba kebersihan kampung, bazar UMKM, lomba mewarnai dan berbagai macam pentas kesenian rakyat. (Upik Wahyuni/KIM Donoharjo)




Songsong Musyawarah Cabang, PCM Gamping Gelar Jalan Sehat

Sleman – Dalam rangka menyemarakkan Musyarawarah Cabang, Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) Gamping mengadakan acara songsong Musycab Muhammadiyah  Gamping ke-13 dan ‘Aisyiyah Gamping ke-12, salah satunya adalah jalan sehat pada Minggu (16/7/2023). Kegiatan yang diikuti oleh 2000 orang ini mengambil start dan finish di Masjid K.H. Sudja, komplek PKU Muhammadiyah Gamping.

Pelaksanaan Musycab Muhammadiyah Gamping sendiri dilaksanakan pada tanggal 19 Juli 2023 untuk pemilihan kepemimpinan baru periode 2022-2027.

“Tema yang diangkat dalam kegiatan Musycab kali ini adalah Membumikan Risalah Islam Berkemajuan, Mencerahkan Gampin,” ujar Syinta Brata.

Dalam kesempatan Acara songsong Musycab PCM PCA Gamping kali ini juga Nampak dihadiri oleh Ketua Pimpinan Wilayah Muhammadiyah DI Yogyakarta, Ikhwan Ahada, dan Direktur PKU Muhammadiyah Gamping dr Ahmad Faesol.

Selain jalan sehat, ada beberapa kegiatan yang dilaksanakan pada acara songsong musycab ini si antaranya adalah lomba mewarnai, cek kesehatan dan pengajian, yang tidak kalah menariknya acara ini dibanjiri puluhan doorprize baik sepeda maupun kulkas dan mesin cuci.

“Acara ini bertujuan untuk mensyiarkan dakwah Muhammadiyah, sarana mempererat silaturahim dan meningkatkan keakraban jamaah Muhammadiyah se-Gamping dan juga jalan sehat ini merupakan bagian dari upaya Muhammadiyah dan Aisyiyah dalam mengajak masyarakat untuk hidup sehat dan aktif,” ujar Syinta Brata.

Ia juga menambahkan bahwa jalan sehat ini tidak hanya menyediakan kesempatan bagi peserta untuk menjaga kesehatan fisik mereka, tetapi juga menjadi momen penting untuk berinteraksi dan menjalin silaturahmi dalam suasana yang penuh semangat kekeluargaan dalam payung persyarikatan Muhammadiyah. (Arief Hartanto)




Resmi Ditutup, Omzet PPD  Sleman Tahun 2023 Capai 1,7 Miliar

Sleman – Pameran Potensi Daerah (PPD) Kabupaten Sleman Tahun 2023 resmi ditutup oleh Wakil Bupati Sleman, Danang Maharsa pada Minggu (16/7) di Halaman Gedung Kesenian Kabupaten Sleman.

PPD Kabupaten Sleman tahun 2023 berlangsung selama 10 hari mulai 7 Juli 2023 sampai dengan 16 Juli 2023, menampilkan potensi daerah multi produk unggulan se-Kabupaten Sleman serta berbagai pertunjukan seni budaya, dan hiburan.

Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Sleman, Mae Rusmi Suryaningsih menuturkan sampai dengan hari terakhir, kegiatan PPD tahun 2023 diikuti sebanyak 217 peserta yang terdiri dari 17 Kecamatan, 16 OPD/Instansi, 4 BUMD, 30 Sekolah, 4 Perguruan Tinggi, 58 UMKM binaan dan 88 Swasta.

Mae Rusmi juga melaporkan, penyelenggaraan PPD tahun 2023 mendapat respon positif dari masyarakat. Hal tersebut dapat dilihat dari jumlah pengunjung lebih dari orang, dengan omzet lebih dari 1,7 miliar rupiah. Jumlah omzet tersebut melebihi target yang diperkirakan sebelumnya yaitu 1 miliar rupiah.

“Pameran ini (PPD 2023) berdampak positif terhadap shelter PKL Denggung yang mengalami kenaikan omzet penjulannya kurang lebih 50 persen dibanding hari biasa,” ungkapnya.

Sementara itu Wakil Bupati Sleman Danang Maharsa menyampaikan apresiasi atas penyelenggaraaan PPD tahun 2023. Menurutnya, Penyelenggaraan pameran ini merupakan bagian dari upaya Pemkab Sleman untuk memperkenalkan berbagai potensi yang dimiliki Sleman serta semakin meningkatkan dinamika perekonomian masyarakat Sleman.

“Pameran ini juga mejadi sarana informasi dan edukasi bagi masyarakat untuk semakin mencintai produk asal Sleman sekaligus menumbuhkan kecintaan terhadap budaya daerah,” katanya.

Danang berharap penyelenggaraan PPD tahun 2023 benar-benar dapat menjadi sarana promosi dan pengembangan potensi unggul, terutama para pengusaha dan perajin UMKM Sleman untuk lebih mengembangkan usahanya.

“Transaksi penjualan maupun pemesanan produk dalam pameran ini tentunya patut disyukuri karena merupakan bukti bahwa penyelenggaraan Pameran Potensi Daerah ini mendapatkan respon yang cukup positif dari masyarakat,” ujarnya.

Dalam penutupan PPD tahun 2023 ini juga diumumkan pemenang berbagai perlombaan yang dilaksanakan selama berlangsungnya PPD 2023, yaitu lomba stand dengan berbagai kategori, lomba pertunjukan rakyat dan lomba menggambar mewarnai. Piagam penghargaan bagi berbagai perlombaan tersebut diserahkan secara langsung oleh Wakil Bupati Sleman.




Kembangkan Potensi Pertanian, Pemkab Sleman Gandeng KWT Budidaya Timun Baby

Sleman – Pemerintah Kabupaten Sleman terus berupaya untuk meningkatkan kesejahteraan petani, salah satunya melalui pelaksanaan Lomba Tanam Timun Baby Cup Bagi Kelompok Wanita Tani (KWT). Kegiatan yang diselenggarakan oleh Dinas Pertanian, Pangan, dan Perikanan tersebut, dibuka oleh Bupati Sleman Kustini Sri Purnomo, pada Minggu (16/7).

Kepala Dinas Pertanian, Pangan, dan Perikanan, Suparmono, menyampaikan Lomba Tanam Timun Baby dilaksanakan sebagai salah satu bentuk pengembangan lahan pertanian di Kabupaten Sleman. Pram menambahkan timun baby dapat panen 20-35 kali dalam satu bulan. Untuk hasil panennya dapat mencapai kisaran 3 ton pada lahan meter persegi. Dengan potensi ini diharapkan dapat menjadi peluang baru bagi KWT dalam meningkatkan pendapatan.

“Penanaman dilaksanakan maksimal pada 25 Juli. Untuk proses penanaman berlangsung selama sekitar 1 bulan. Dan kami berusaha untuk menghubungkan KWT untuk pasar timun yang Insya Allah sangat potensial,” begitu jelasnya.

Bupati Sleman, Kustini Sri Purnom menyambut baik inisiatif yang dilakukan Dinas Pertanian, Pangan dan Perikanan Kabupaten Sleman. Gagasan tersebut dikatakan Bupati menjadi jalan baru untuk meningkatkan kesejahteraan petani. Tak hanya itu, dengan penyelenggaraan lomba ini, Bupati berharap dapat membuat kualitas produksi holtikultura Sleman semakin meningkat.

“Mari ibu-ibu semua kita jadikan kesempatan ini sebagai ajang untuk meningkatkan hasil produksi kita. Jadikan sebagai motivasi untuk menghasilkan produk yang sehat, berkualitas, dan nanti hasilnya bisa dirasakan ibu-ibu. Semoga hasilnya pun dapat meningkatkan kesejahteraan ibu-ibu semua,” jelas Kustini.

Kustini berharap agar inovasi ini juga dilakukan pada komoditas lain. Sehingga, semakin banyak peluang untuk meningkatkan kesejahteraan petani dan memakmurkan lahan pertanian Sleman. Untuk mecapai hal tersebut, Bupati mengajak KWT untuk berkolaborasi dengan kelompok petani milenial agar dapat melahirkan inovasi baru melalui teknologi terkini.

Lebih lanjut, Kustini didampingi Suparmono sekaligus menyerahkan bantuan sarana budidaya timun baby kepada perwakilan KWT yang hadir. Dinas Pertanian, Pangan, dan Perikanan Sleman juga memfasilitasi KWT dengan diskusi melalui kegiatan bimtek budidaya timun baby.