KSP Tamanmartani Sejahtera Berikan Pinjaman Modal Hingga 50 Juta untuk Anggotanya

Kalasan – Koperasi Simpan Pinjam Tamanmartani Sejahtera, Tamanmartani Kapanewon Kalasan mampu memberikan pinjaman modal kepada anggotanya hingga 50 juta rupiah per orang.

Manager KSP Tamanmartani Sejahtera Siti Maimunah, Kamis (20/7/2023), di Kantor BKM menuturkan, KSP Tamanmartani awalnya adalah UPK (Unit Pengelola Keuangan) BKM/PNPM Mandiri Perkotaan yang berdiri tahun 2000. “Dalam perkembangannya UPK pada tahun 2015 berbadan hukum koperasi,” ujar Siti.

Menurut Maimunah, hingga saat ini anggota koperasi jumlahnya lebih dari 500 orang. Kewajiban anggota adalah membayar simpanan pokok selama menjadi anggota dan simpanan wajib tiap bulan ,- keanggotaan koperasi ada yang bersifat kelompok maupun perorangan.

“Yang bersifat kelompok adalah limpahan dari program UPK BKM yaitu KSM (Kelompok Swadaya Masyarakat), sedang yang bersifat perorangan adalah anggota baru setelah UPK berbadan hukum koperasi,” terangnya.

Masih menurut Maimunah, selama ini pinjaman yang diberikan kepada kelompok besaranya mencapai 15-20 juta. Sedang perorangan bisa mencapai 50 juta rupiah per orang.  Pinjaman dimaksud merupakan pinjaman modal usaha atau investasi termasuk investasi bidang pendidikan.

“Sesuai tujuan koperasi untuk kesejahteraanasyarakat dan penanggulangan kemiskinan, maka SHU nya pun 40% dikelola oleh BKM untuk program sosial penanggulangan kemiskinan,” jelasnya lagi.

Sementara itu salah seorang anggota Eka Wahyuti menuturkan bahw keberadaan KSP Tamanmartani Sejahtera sangat dirasakan manfaatnya bagi masyarakat. Eka Wahyuti yang juga pelaku UMKM sangat terbantu permodalannya.

Ini saya pinjam atas nama kelompok yang anggotanya empat orang dan besar pinjaman empat belas juta untuk usaha,” tutur Eka yang dalam harinya menerima pesanan berbagai jenis kue, jahe instan, dan berbagai camilan. (Tri Joko S/KIM Kalasan)




Pelatihan dan Piloting Promosi Kesehatan Jiwa Bagi Kader Posyandu Untuk Sehatkan Mental Ibu

Sleman – Wakil Bupati Sleman, Danang Maharsa, menghadiri sekaligus membuka pelatihan dan piloting promosi kesehatan jiwa berbasis Posyandu dan pendamping keluarga, Kamis (20/7), di aula Bappeda Sleman. Kegiatan ini diinisiasi oleh Wanita Indonesia Keren (WIK) bekerjasama dengan Kementerian Kesehatan RI.

Kegiatan ini dihadiri oleh 75 orang kader Posyandu se-Kabupaten Sleman. Kegiatan dilaksanakan selama dua hari, yakni tanggal 20 dan 21 Juli 2023. Para peserta pelatihan akan mendapatkan materi terkait penanganan kesehatan mental pada ibu, pengenalan Self Reporting Questionnare (SRQ), piloting promosi kesehatan jiwa berbasis Posyandu, dan lainnya.

Wakil Bupati Sleman, Danang Maharsa, menyatakan sangat menyambut baik serta mengapresiasi kegiatan yang digagas oleh WIK ini. Diharapkan kegiatan ini dapat semakin memotivasi para kader Posyandu untuk berperan aktif dalam penanganan kesehatan mental dan jiwa ibu. Dengan begitu, ia berharap para ibu dapat mengasuh dan merawat anaknya dengan baik, sehingga kelak dapat menjadi generasi yang unggul dan berguna bagi sesama.

“Saya ucapkan terima kasih juga kepada WIK yang telah memilih Kabupaten Sleman untuk mengadakan acara ini. Semoga dengan pelatihan ini kesadaran masyarakat terhadap pentingnya kesehatan mental ibu semakin meningkat,” ucapnya.

Sementara ketua WIK, Maria Ekowati, menyebutkan Posyandu merupakan salah satu tempat yang jadi andalan para ibu untuk menerima informasi terkait tumbuh kembang anak. Untuk itu pihaknya bermaksud memasukkan program kegiatan ini dalam pelayanan Posyandu.

“Di posyandu biasanya mengukur perkembangan fisik. Tapi kesehatan jiwanya belum terukur. Itu keprihatinan kami, bagaimana kesehatan mental ibu bisa diperhatikan. Karena kesehatan mental ibu akan berpengaruh pada anak,” kata Maria.




Kabupaten Sleman Pamerkan Produk Unggulan di Apkasi AOE 2023

Sleman – Kabupaten Sleman kembali ikut serta dalam Asosiasi Pemerintah Kabupaten Seluruh Indonesia (APKASI) Otonomi Expo. APKASI Otonomi Expo (AOE) 2023 diselenggarakan di ICE Bumi Serpong Damai (BSD) Tangerang dan dibuka secara langsung oleh Wakil Presiden RI, Ma’ruf Amin, pada Kamis (20/7).

Kegiatan yang rutin digelar setiap tahun ini diikuti oleh sebanyak 139 Kabupaten, 1 Kementerian, 2 Provinsi dan 5 Swasta. Sementera Kabupaten Sleman menjadi salah satu Kabupaten yang secara konsisten ikut berpartisipasi sebagai peserta di setiap penyelenggaraannya.

Berbagai produk aneka olahan makanan, kerajinan, batik dan hasil pertanian yang dihasilkan UMKM Sleman dipamerkan dalam kegiatan ini. Tidak ketinggalan, Bupati Sleman Kustini Sri Purnomo juga hadir mendampingi perwakilan Kabupaten Sleman di APKASI Otonomi Expo 2023.

Bupati Sleman Kustini Sri Purnomo mengatakan APKASI Otonomi Expo 2023 ini menjadi ajang promosi untuk memperkenalkan lebih luas produk – produk UMKM unggulan Kabupaten Sleman. Ia menilai potensi yang dimiliki Kabupaten Sleman sangat beragam dan tidak kalah menarik dengan daerah lainnya bahkan mampu bersaing hingga kancah internasional.

Dalam menampilkan produk UMKM, Kustini menjelaskan Kabupaten Sleman mengusung konsep “Sleman Rumah Bersama” dengan bentuk stand berupa Pendopo Pringgodiningrat.

“Konsep tersebut dinilai selaras dengan semangat Pemkab Sleman untuk mewujudkan Sleman sebagai Rumah Bersama Yang Cerdas, Sejahtera, Berdaya Saing, Menghargai Perbedaan dan Memiliki Jiwa Gotong Royong,” ujar Kustini.

Ia berharap keikutsertaan produk – prosuk UMKM Kabupaten Sleman dalam kegiatan tersebut memberi dampak positif bagi para pelaku UMKM Sleman dan menjadi inspirasi para pelaku UMKM untuk terus berinovasi mengembangkan produknya.

Lebih lanjut Kustini juga menyebut Pemerintah Kabupaten Sleman terus berupaya mendukung pengembangan potensi – potensi yang ada di Sleman baik di sektor perekonomian maupun sektor lainnya yang berorientasi pada kesejahteraan masyarakat Sleman.

Selain menampilkan produk UMKM, Kabupaten Sleman juga berpartisipasi menampilkan kesenian budaya Sleman yaitu Sitran yang terdiri permainan alat musik siter, alat musik gender dan sinden. Kemudian, ditampikan juga drama tari Sang Pelopor oleh 25 penari Sleman.




Bupati Sambut Kedatangan Jamaah Haji Asal Sleman

Sleman – Rombongan jamaah haji Indonesia asal Kabupaten Sleman kloter 44 SOC telah tiba di Tanah Air pada Rabu, (19/7). Kedatangan 360 jamaah haji di sambut oleh pihak keluarga di Masjid Agung Dr. Wahidin Soedirohoesoedo Sleman setelah melalui perjalanan dari Asrama Haji Donohudan Boyolali. Bupati Sleman, Kustini Sri Purnomo turut menyambut secara langsung rombongan kloter 44 SOC dan menjadi pertama yang tiba di Kabupaten Sleman.

Pada kesempatan itu, jamaah diarahkan untuk berkumpul terlebih dahulu di Masjid Agung Sleman untuk memastikan keamanan dan keselamatan. Selain itu, untuk menghindari kerumunan penjemput, pihak keluarga yang hadir pun diwajibkan datang membawa surat undangan yang telah dibagikan sebelumnya.

Bupati Sleman turut menyapa jamaah haji yang datang dengan mengucapkan selamat datang kepada jamaah haji yang telah menyelesaikan ibadah haji. Ia berharap melalui pelaksanaan Ibadah Haji ini, dapat meningkatkan Ukhuwah Islamiah serta menjalin hubungan yang baik antar umat beragama.

“Atas nama pribadi dan Pemerintah Kabupaten Sleman kami mengucapkan selamat datang kepada bapak ibu semua. Alhamdulillah bapak ibu semua telah kembali dalam keadaan selamat dan sehat. Semuanya dalam kondisi sehat walafiat, dengan rona wajah yang memancarkan cahaya kebahagiaan dan keimanan,” jelasnya

Pada tahun 2023, sebanyak jamaah haji Kabupaten Sleman telah diberangkatkan dengan terbagi dalam 5 kelompok terbang. Rencananya, pemulangan jamaah selanjutnya setelah kloter 44 SOC yakni kloter 46 SOC pada tanggal 19 Juli malam. Selanjutnya kloter 49 SOC, 51 SOC, dan kloter 52 SOC pada Jumat 21 Juli.




Sambut Hari Koperasi, Bupati Sleman Dorong Insan Koperasi Tingkatkan Kapasitas

Sleman – Bupati Sleman, Kustini Sri Purnomo menutup Workshop Modernisasi Koperasi Dalam Rangka Hari Koperasi pada Selasa, (18/7). Bertempat di Grand Ballroom Crystal Lotus, Bupati menutup secara simbolis dengan memukul gong. Kegiatan tersebut dimulai sejak tanggal 17 Juli dan ditutup pada tanggal 18 Juli.

Kepala Dinas Koperasi dan UMKM Kabupaten Sleman, Haris Martap mengatakan tujuan workshop ini adalah memberikan pengetahuan kepada Pembina dan Gerakan Koperasi berkaitan dengan Modernisasi Koperasi.

“Dengan workshop ini adalah bagaimana insan koperasi dapat memiliki pemahaman terkait bagaimana membawa koperasi menuju koperasi yang modern,” ujarnya

Sementara itu, Bupati Sleman Kustini Sri Purnomo mengatakan bahwa workshop ini nantinya dapat menjadi sarana insan Koperasi untuk mendapatkan ilmu serta meningkatkan kapasitas dalam pengembangan Koperasi di Kabupaten Sleman. Ia berharap forum ini dapat memberikan wawasan baru bagi insan koperasi

“Saya berharap forum ini mampu memberikan wawasan dan khasanah keilmuan baru bagi insan koperasi dalam memulihkan perekonomian melalui koperasi,” jelasnya

Lebih lanjut, Kustini mengatakan Koperasi adalah soko guru perekonomian bangsa karena koperasi menerapkan prinsip perekonomian nasional yang berdasar pada kebersamaan, efisiensi berkeadilan dan kesatuan ekonomi nasional.

“Menjadi tugas kita sebagai insan koperasi untuk terus menggiatkan sektor usaha di bidang koperasi sehingga keberadaan koperasi tetap menjadi nyata, tanja lan migunani,” ujarnya

Kegiatan Workshop ini dihadiri oleh 80 orang yang berasal dari OPD dan insan pelaku koperasi. Pada kesempatan yang sama Kustini juga menyerahkan hasil pemenang koperasi berprestasi kepada 12 koperasi yang terbagi dalam 4 kategori yakni Koperasi Produsen, Koperasi Konsumen, Koperasi Pemasaran, dan Koperasi Jasa.