Wabup Sleman Kukuhkan Peserta Latihan Dasar Bela Negara

Sleman – Sebagai bentuk dukungan untuk mensukseskan pemilihan umum (pemilu) 2024, Badan Kesatuan Bangsa dan Politik Kabupaten Sleman (Kesbangpol) menyelenggarakan Latihan Dasar Bela Negara, Kamis (20/7). Kegiatan tersebut diselenggarakan di Kantor Kalurahan Wukirharjo, Kapanewon Prambanan, dan dihadiri oleh Wakil Bupati Sleman Danang Maharsa, yang sekaligus mengukuhkan peserta pelatihan.

Danang Maharsa menyampaikan, penyelenggaraan Latihan Dasar Bela Negara menjadi salah satu wujud pemupukan rasa cinta tanah air dan bela negara. Dengan agenda tersebut, Danang berharap dapat sekaligus mengedukasi peserta dalam meningkatkan kesadaran dalam mensukseskan pemilu 2024. Dengan demikian diharapkan partisipasi masyarakat pun dapat meningkat pada pesta demokrasi mendatang. Wakil Bupati juga mengajak para peserta pelatihan untuk menjaga kedamaian dan ketentraman bersama dalam proses pemilu.

“Jangan sampai ada kepentingan pribadi di atas kepentingan bersama kita. Monggo kita wujudkan ketentraman Sleman terutama jelang pemilu 2024 ini. Dengan memiliki rasa cinta tanah air, maka bersama kita bisa mewujudkan pesta demokrasi yang sehat,” ujar Danang.

Pada pertemuan itu, Danang mengukuhkan 75 peserta yang terdiri dari pamong kalurahan, anggota perlindungan masyarakat dan karang taruna. Wakil Bupati, sekaligus menyerahkan piagam dan bendera merah putih sebagai simbolis pengukuhan peserta Latihan Dasar Bela Negara.

Sementara itu, Kepala Bidang Bina Ideologi Wawasan Kebangsaan dan Karakter Bangsa, Suprapti, mengatakan dengan mengusung tema “Mewujudkan Masyarakat Sadar Akan Bela Negara Untuk Mensukseskan Pemilu tahun 2024”, Latihan Dasar Bela Negara menjadi bukti sinergi dan komunikasi dari berbagai pihak atas kesadaran menumbuhkan kesadaran dalam mensukseskan pemilu 2024.

“Kegiatan ini dilaksanakan dalam rangka memperkuat pemahaman bela negara sebagai upaya menumbuhkan kesadaran bela negara bagi masayarakat. Juga untuk meningkatkan kesadaran masyarakat dalam meningkatkan sikap bela negara,” jelas Suprapti.

Untuk mewujudkan hal tersebut, peserta mengikuti pelatihan selama tiga hari, yakni pada 17, 18, dan 20 Juli 2023. Suprapti pun berharap, materi dan ilmu yang telah diterima peserta dapat segera disosialisasikan kepada masyarakat setempat agar dapat meningkatkan pemahaman dalam pelaksanaan pemilu 2024.




Wabup Sleman Ajak Masyarakat Cegah Tengkes Dengan Perhatikan Pola Asuh Anak

Sleman – Wakil Bupati Sleman, Danang Maharsa selaku Ketua Tim Percepatan Penurunan Stunting (TPPS) Kabupaten Sleman hadir dalam acara monitoring dan evaluasi terkait penanganan tengkes (stunting) di Kapanewon Prambanan, Sleman, Kamis (20/7). Kegiatan ini turut dihadiri Tim Percepatan Penurunan Stunting (TPPS) Prambanan, Forkompim Kapanewon Prambanan, Lurah se-Kapanewon Prambanan, dan TP PKK Prambanan

Danang mengatakan bahwa TPPS dan tim lapangan perlu melakukan pendampingan kepada masyarakat. Menurutnya, pola asuh serta pola makan anak sangat penting dalam pencegahan stunting. Oleh karenanya, orang tua memiliki peran penting dalam hal tersebut.

 “Upaya ini tidak akan bisa berhasil tanpa adanya kesadaran dari masyarakat terkait penanganan stunting ini. Pola asuh dan pola makan adalah kunci dalam mencegah stunting,” jelasnya

Ia menambahkan dengan mengoptimalkan program Pemberian Makanan Tambahan (PMT) menjadi salah satu cara dalam memberikan gizi seimbang kepada anak dan mencegah stunting.




Cegah Kekerasan terhadap Anak Melalui Masjid Ramah Anak

Sleman – Aksi kekerasan seksual terhadap anak semakin marak terjadi. Secara umum pelakunya adalah orang terdekat, bisa keluarga baik itu kandung maupun tiri, guru, bahkan guru ngaji.

Untuk mencegah merebaknya kekerasan seksual tersebut, Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (P3AP2KB) Kabupaten Sleman menyelenggarakan Sosialisasi Pencegahan Seksual Terhadap Anak di 17 Kapanewon di Masjid Ramah Anak, salah satunya di Masjid Besar Al -Falah Sombangan, Sumbersari, Moyudan di hari Kamis (20/7/2023). Acara tersebut dihadiri oleh Panewu Moyudan beserta jajaran Forum Pimpinan Kapanewon, Lurah Sumbersari, Ketua Takmir Masjid se Kapanewon Moyudan dan uatadz-ustadzah TPA se Kapanewon Moyudan.

Ketua DKM Masjid Al-Falah Sombangan Jazuli berharap kegiatan tersebut bisa memberikan solusi dan pencegahan kekerasan seksual terhadap anak.

“Marilah kita ikuti sosialisasi ini dengan semoga tidak terjadi tindak kekerasan seksual di lingkungan kita,” ujar Jazuli.

Sementara Kiswanto, Kepala Jawatan Kesejahteraan Kapanewon Moyudan berharap kepada takmir untuk ikut serta mendukung dan membantu pemerintah dalam pencegahan kekerasan seksual terhadap anak.

“Jadikanlah masjid sebagai pusat kegiatan anak, masjid yang inovatif, penuh kreasi dan kreativitas, edukatif dan jadikan rekreasi bagi anak,” harap Kiswanto.

Sosialisasi sendiri dipandu oleh Sugiyanto dengan Narasumber yaitu Sri Iswandansari dari Dinas P3AP2KB menyampaikan materi Pencegahan Seksual Terhadap Anak. Dalam pemaparannya Cicik, panggilan akrabnya untuk Sri Wandansari mengutarakan keprihatinanya terhadap kekerasan seksual terhadap anak di Kabupaten Sleman yang setiap tahun meningkat.

“Bahkan ditahun 2023 dari bulan Januari sampai dengan Juni telah terjadi 100 kasus,” ungkap Cicik.

“Untuk pencagahannya maka Dinas P3AP2KB melakukan sosialisasi lewat Masjid ramah anak yang tersebar di 17 Kapanewon,” imbuhnya.

Menurut Cicik, kekerasan seksual terhadap anak akan menimbulkan beberapa dampak di antaranya dampak fisik, dampak psikologis dan dampak sosial. Cara pencegahannya adalah anak harus dekat dengan anggota keluarga, berkomunikasi dengan orang tua bila ada kejadian sekitar dan di dunia maya, orang tua harus reaktif, anak sebaiknya terlibat dalam aktivitas bersama keluarga.

“Apabila seorang teman baik di dunia nyata atau dunia maya jika melanggar batas-batas tertentu atau bersikap berlebihan, carilah cara bijak untuk menghindarinya,” jelas Cicik.

Pemateri kedua Hermayanti dari Kemenag Kabupaten Sleman menyampaikan materi Masjid Merupakan Sarana Pembinaan Anak. Dalam pemaparannya, Hermayanti menekankan tata cara agar masjid bisa menjadi pusat kegiatan anak.

“Masjid hendaknya memiliki sarana bermain untuk amak dan didukung oleh pengelola yang handal. Pengurus harus memahami karakter anak, sehingga anak akan merasa nyaman dan gembira untuk datang ke masjid, bahkan merindukan masjid,” ungkap Hermayanti. (Giek/ KIM Sumber Biwara Moyudan )




Mengenal Sang Pelopor, Tarian yang Terinspirasi dari Bupati Sleman Pertama

Sleman – Kabupaten Sleman melalui Dinas Kebudayaan (Kundha Kabudayan) memeriahkan Asosiasi Pemerintah Kabupaten Seluruh Indonesia (APKASI) Otonomi Expo 2023 yang diselenggarakan di Ice Bumi Serpong Damai (BSD) Tangerang dengan menampilkan Tarian Sang Pelopor pada Kamis (20/7/2023). Tarian Sang Pelopor sendiri merupakan tarian yang berhasil meraih juara 1 dalam Lomba Pentas Seni dan Budaya dalam APKASI Otonomi Expo 2023.

Sutradara Sang Pelopor, Benny Harminto mengatakan bahwa Sang Pelopor ini merupakan tarian yang terinspirasi dari sifat nasionalisme Bupati Sleman yang pertama yaitu KRT Pringgodiningrat.

“Cerita berawal di mana Kolonial Belanda mengumumkan kisblat tanpa diketahui oleh Pringgodiningrat dan tidak mau mengakui kedaulatan Kabupaten Sleman. Cerita berakhir dengan cara Pringgodiningrat mengusir kolonial Belanda dan mengakui kedaulatan Kabupaten Sleman,” terang Benny.

Benny menuturkan, penari Sang Pelopor berasal dari berbagai wilayah di Kabupaten Sleman seperti Prambanan dan Minggir. Para penari tersebut terbagi dalam 4 rampak cowok, 4 rampak cewek, satu tokoh Belanda, dan satu tokoh KRT Pringgodiningrat.

“Saya ingin mempersatukan seniman yang ada di Kabupaten Sleman dengan tujuan untuk regenerasi,” tukasnya.

Sementara itu Kepala Dinas Kebudayaan (Kundha Kabudayan) Kabupaten Sleman, Edy Winarya menambahkan bahwa Sang Pelopor merupakan hasil kecerdasan dari para sutradara dan koreografer yang dapat mengekspresikan melalui sendra tari, bagaimana KRT Pringgodiningrat mempertahankan kemerdekaan wilayahnya. Sehingga tarian ini mendapatkan apresiasi dari penonton maupun juri sebagai yang terbaik di antara kabupaten yang lainnya.

“Harapan kami teman-teman penari walaupun capek mendapatkan obat lelah, ada semangat kita sebagai juara 1,” pungkasnya.