Songong Musycab, SMP Muhammadiyah se-Depok Gelar Peneguhan Ideologi

Sleman – Bertempat di  Gedung Moh. Yamin Fakultas Bahasa dan Seni (FBS) Universitas Negeri Yogyakarta (UNY), SMP Muhammadiyah 1, SMP Muhammadiyah 2, dan SMP Muhammadiyah 3 Depok Sleman menggelar Workshop Peneguhan Ideologi Kehammadiyahan Bagi Guru dan Karyawan, Sabtu (29/7/2023).

Acara yang diselenggarakan sebagai rangkaian dari semarak Musyawarah Cabang Muhammadiyah Depok Sleman ini menghadirkan tiga narasumber, diantaranya adalah Kasyadi, (Majelis Pendidikan Kader dan Sumber Daya Insani PDM Sleman), Untung Margono (trainer, konsultan, dan motivator nasional), dan Kitik Intarti, (Owner Iframe Multimedia).

Kegiatan yang dihadiri langsung oleh Abidin Fuadi Nugroho selaku Kepala SMP Muhammadiyah 1 Depok, Hendro Suciptoselaku  Kepala SMP Muhammadiyah 2 Depok, dan Hasanuddin, selaku Kepala SMP Muhammadiyah 3 Depok ini dibuka oleh Jumiran, selaku Ketua Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) Depok Sleman.

Dalam workshop yang diikuti sekitar 105 peserta tersebut, Kasyadi menyampaikan bahwa sebagai guru Muhammadiyah dibutuhkan ideologi sebagai identitas, sehingga tidak terbawa arus dan tergoda dengan gerakan-gerakan baru.

“Peneguhan ideologi dapat dilakukan dengan model pembelajaran berbasis pengalaman, seperti halnya mengikuti pengajian, menjadi pemateri pengajian, dan menjadi gerakan dakwah di kampung atau basis akar rumput,” ujarnya.

Selanjutnya, peserta dibagi menjadi dua kelompok, yaitu kelompok guru dan kelompok karyawan. Namun sebelumnya dilakukan coffebreak. Kelompok guru dibersamai oleh Untung Margono dan kelompok karyawan dibersamai oleh Kitik Intarti.

Kegiatan ditutup dengan makan siang dan foto bersama stakeholder sekolah masing-masing. (Athiful/KIM Depok).




Manfaatkan Dana Keistimewaan, Madurejo Dapat Bantuan Gamelan Perunggu dari Provinsi DIY

Sleman – Kalurahan Budaya Madurejo Kapanewon Prambanan mendapatkan bantuan gamelan perunggu dari  Provinsi DIY melalui Kundha Kabudayan Provinsi DIY. Gamelan Laras Pelok dan Slendro diserahkan langsung oleh Kepala Seksi Lembaga Kundha Kabudayan DIY Endang Widuri, Senin (31/7/2023) bertempat di Aula Pertemuan Kalurahan Madurejo.

Endang Widuri mengatakan bahwa bantuan gamelan dibiayai dari anggaran dana keistimewaan tahun 2023. “Kepada pemerintah dan masyarakat agar dapat merawat dan memanfaatkan dengan baik,” ujarnya.

Lebih lanjut Endang Widuri meminta agar dalam pelestarian kebudayaan, termasuk dunia karawitan dilakukan peremajaan.

“Disamping generasi tua, kalangan anak dan pemuda segera dilatih, disamping itu juga dibuatkan jadwal pasti agar tidak bertabraan. Pamong harus menjadi pelopor, pak Carik Ngendhang,” seloroh Widuri.

Lurah Madurejo, Sumadi dalam sambutanya menyampaikan terima kasih kepada pemerintah provinsi DIY, yang dinanti oleh masyarakat Madurejo sudah diterima, masyarakat lega.

“Selama ini kelompok karawitan yang ada memanfaatkan perangkat gamelan besi tahun 1977 dan sudah tidak komplit,” ujar Sumadi.

“Dengan diterimanya bantuan gamelan perunggu akan menambah semangat masyarakat dalam melestarikan kebudayaan,” imbuhnya.

Penyerahan Gamelan dari Kundha Kabudayan secara simbolis diterima perwakilan pengurus Kalurahan Budaya, Sumaryadi juga disaksikan oleh tim teknis dari Kundha Kabudayan DIY. Setelah diterima, Sumaryadi mewakili masyarakat memberikan nama gamelan dengan  nama Kyai Madu Gangsa.

“Madu adalah sarining manis, sedang gangsa adalah ungeling tetabuhan. Diharapkan Laras suara gamelan mengantarkan cipta, rasa dan karsa,” pungkas Maryadi. (Tri Joko S/ KIM Kalasan)




SLB Wiyata Dharma I Margorejo Tempel Sleman, Tempat Anak-Anak Tunarunggu dan Tunagrahita Mengejar Cita-Cita

Sleman – Sebanyak 60 orang anak didik dari berbagai tingkatan dan daerah berlatih dan menimba ilmu di Sekolah Luar Biasa Wiyata Dharma I yang terletak di jalan Magelang km 16,4, tepat di sebelah barat Kantor Kelurahan Margorejo, Kapanewon Tempel, Kabupaten Sleman. Mereka diasuh oleh 15 orang tenaga pendidk untuk mendapat ilmu pengetahuan seperti layaknya sekolah umum lainnya, dan ditambah keterampilan khusus untuk dapat mandiri.

Edy Surata, Kepala SLB Wiyata Dharma pada Senin (31/7/2023) mengajak KIM Tempel untuk berkeliling melihat kompleks sekolah seluas 4600 m persegi yang disewa menggunakan Kas Kalurahan Margorejo. Selain ruangan kelas, komplek SLB ini dilengkapi juga ruang artikulasi, ruang musik, ruang pengenalan musik, dan ruang serbaguna yang dilengkapi kaca yang lebar.

Dalam komplek ini juga ada bangunan asrama, untuk menampung anak didik dari luar daerah, karena penghuni SLB ini berasal dari berbagai daerah. Selain dari Yogyakarta, ada yang berasal dari Kalimantan dan Bengkulu. Dalam kompleks yang sama, ada bangunan Panti Asuhan yang administrasinya dikelola secara terpisah.

“Tidak ada orang tua yang menginginkan putra-putrinya memiliki kekurangan, seperti tuna rungu, yang menyebabkan juga tuna wicara. Namun, Allah menggariskan takdir mereka demikian, menjadi kewajiban para orang tua memberikan bekal semaksimal mungkin agar mereka kelak dapat hidup mandiri,” ujar Edy Surata.

Selain memberikan pengetahuan umum sesuai dengan kurikulum, SLB Wiyata Dharma I, Margorejo dibawah naungan Yayasan Lembaga Kesejahteraan Sosial juga membekali para siswa keterampilan dasar bagi penderita tunarungu, seperti isyarat abjad dan isyarat sesuai dengan Kamus System Isyarat.

Sekalipun mereka tidak bisa mendengar, mereka juga dilatih menenal musik, utamanya mengerti hitungan irama musik. Beberapa peralatan band nampak di ruang khusus. Mereka juga dilatih artikulasi,

“Sesungguhnya mereka tidak bisu, namun karena tidak pernah mendengar mereka tidak mampu mengucapkannya, dengan melatih artikulasi diharakan setidaknya mereka bisa membaca gerakan bibir,” jelas Edy.

Untuk pelajaran umum, proses kegiatan belajar mengajar memerlukan tambahan alat peraga agar mereka dapat menangkap maksud yang benar dari tiap pelajaran.  Agar lebih efektif dalam pengajaran, maksimum murid dalam satu kelas hanya 5 orang.

Sekolah ini juga menerima titipan anak-anak yang menderita tunagrahita ringan, yang diharapkan dengan pelatihan di sini mereka mampu mengurus dirinya sendiri.  (Sadhono Hadi/KIM Tempel)




Jambore Kader Posyandu Ngaglik II Fokus Tangani Stunting

Sleman – Puskesmas Ngaglik 2 menggelar Jambore kader Posyandu 2023, diikuti kurang lebih 500 kader yang berada di wilayah kerjanya yaitu Donoharjo, sariharjo dan Sukoharjo. Acara digelar dengan tema Kader Cerdas Stunting Tuntas bertempat di rumah dinas Bupati Sleman Sabtu 29 Juli 2023.

Acara Jambore Kader Posyandu 2023 bertujuan untuk memberikan meningkatkan keterampilan wawasan dan pengetahuan kader  terutama untuk pencegahan dan penanganan masalah stunting.

“Saat ini di wilayah Puskesmas Ngaglik 2 tercatat 3,9% kasus stunting, meski di bawah angka nasional yaitu 14% dari jumlah balita , tetapi puskesmas ngaglik 2 tetap berkomitmen untuk menurunkan angka stunting sampai tercapai Zero Stunting,” ungkap dr. Trisni Nur Andayani kepala Puskesmas Ngaglik 2

Lebih lanjut Trisni mengatakan melalui kegiatan jambore ini diharapkan dapat menggerakkan semua pihak untuk ikut serta dalam pencegahan stunting  diantaranya dengan  penanganan gizi baduta dengan menambah pengetahuan, keterampilan para kader dan kegiatan lain yang berkaitan dengan langkah pencegahan stunting.

Sementara itu  Bupati Sleman Kustini Sri Purnomo yang hadir pada kesempatan tersebut memberikan apresiasi terhadap pelaksanaan jambore kader posyandu  2023.

“Kader Posyandu merupakan garda terdepan untuk meneruskan program kesehatan kepada masyarakat. Ini kekuatan yang luar biasa. Target utama adalah penanganan  kesehatan keluarga termasuk di dalamnya penanganan stunting,” Kustini.

Lebih lanjut dikatakan, penyebab stunting diantaranya adalah rendahnya akses terhadap makanan bergizi , rendahnya asupan vitamin dan mineral dan buruknya keragaman pangan dan sumber protein hewani.

“Kearifan bahan pangan lokal perlu dimunculkan. Inovasi dan kreativitas variasi menu harus terus digali untuk dibuat produk yang disenangi anak. Dalam upaya mencegah stunting Sleman sendiri telah mempersiapkan 20 hektar lahan untuk tanam padi,” tegasnya.

Sebagai narasumber dalam gelaran tersebut seorang ahli gizi  Shot Yen. MHum yang mengatakan bahwa pencegahan stunting dimulai saat remaja mengalami menstruasi dengan pemberian zat besi atau ablet tambah darah.

” Pembinaan calon penganten tentang reproduksi dan pengetahuan tentang gizi sangat penting agar nantinya melahirkan generasi tangguh, sehat dan cerdas,” kata Tan Shot Yen

“Salah satu cara untuk meningkatkan penenuhan gizi masyarakat adalah melalui makanan lokal yang mungkin mulai ditinggalkan karena ada yang lebih praktis,” imbuhnya.

Menu gizi seimbang dari bahan pangan lokal dapat diolah menjadi berbagai hidangan yang enak dan menyehatkan dapat memperbaiki gizi anak dan menurunkan stunting.

“Asupan protein sangat penting bagi anak sejak dalam kandungan hingga berusia 2 tahun yang berada dalam masa emas pertumbuhan , sumber protein bisa didapat dari ikan, telur, daging, dan kacang-kacangan demikian pun dengan bahan-bahan pangan lokal untuk pemenuhan kebutuhan energi seperti umbi-umbian, jagung, kacang-kacangan dan sebagainya yang cukup mudah ditemukan dan memiliki nilai gizi yang tinggi,” jelas Tan Shot Yen.

Di akhir acara kemudian ditandatangani fakta kesepahaman tentang pencegahan stunting dan juga kawasan tanpa rokok ( KTR) (Upik Wahyuni/KIM Donoharjo)




Momentum Hari Sungai, Bupati Sleman Ajak Masyarakat Jaga dan Lestarikan Sungai

Sleman – Pemerintah Kabupaten Sleman menggelar peringatan Hari Sungai Tingkat Kabupaten Sleman tahun 2023 yang dilaksanakan dalam bentuk kegiatan merti kali bertempat di Dusun Daleman, Kalurahan Girikerto, Turi, pada Minggu (30/7).

Dalam pelaksanaannya, kegiatan tersebut melibatkan masyarakat Kalurahan Girikerto Turi, yang dimulai dengan prosesi tebar benih ikan, penanaman pohon dan pelepasan burung yang dilakukan langsung oleh Bupati Sleman beserta jajarannya.

Kepala DLH Sleman, Epiphana Kristiyani menuturkan bahwa sebagai sebagai upaya menjaga keberlangsungan ekosistem dan lingkungan yang bersih, DLH telah melakukan pembersihan 11 sungai di wilayah Sleman terhitung sejak bulan Februari sampai Juli tahun 2023.

Ia mengaku pelaksanaan kegiatan pembersihan sungai ini tidak akan terlaksana tanpa ada kerjasama antara Pemerintah dan masyarakat sekitar.

“Menjaga dan merawat ekosistem sungai harus dilakukan secara berkelanjutan. Dan pemerintah tidak bisa apabila tidak dibantu masyarakat sekitarnya,” jelasnya.

Sementara itu Bupati Sleman Kustini Sri Purnomo mengatakan, peringatan hari sungai yang dilaksanakan dalam bentuk merti kali ini memiliki makna sebagai ungkapan dan perwujudan rasa syukur kepada Tuhan atas limpahan nikmat dan rezeki-Nya.

“Merti kali merupakan wujud rasa handarbeni atas keberadaan sungai dengan meningkatkan kesadaran dalam memelihara sungai dan pelestarian lingkungan. Karena dalam sejarah peradaban manusia, sungai memiliki peran yang sangat penting sebagai salah satu pusat pertumbuhan permukiman,” ungkapnya.

Lebih lanjut, Kustini menyebut bentuk rasa syukur ini juga dapat diwujudkan dengan menjaga kebersihan sungai dari sampah dan memelihara ekosistem di dalamnya. Maka dari itu, Ia juga mengajak masyarakat untuk memelihara, merawat, dan menjaga sungai.

“Sungai memberikan manfaat yang tidak terhingga, untuk itu kita harus menjaga dan merawatnya. Jangan sampai aktivitas kita mengganggu dan merusak keseimbangan alam dan lingkungan,” ujar Kustini.

Selain itu, Kustini mengataan manfaat lain yang bisa didapatkan masyarakat dengan kondisi sungai yang terjaga yaitu desa di wilayah memiliki potensi wisata alam yang bisa dikunjungi wisatawan. Hal tersebut menurutnya dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat sekitar.