Persiapan Pagelaran Musycab, PCM Depok Kunjungi Kalurahan Condongcatur

Sleman – Lurah Condongcatur menerima kunjungan silaturahmi dari Pengurus Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) Depok di Kantor Kalurahan Condongcatur, Depok, Sleman, Selasa 25/7/2023

Dalam kesempatan ini Ketua PCM Depok, M. Jumiran, didampingi Pengurus PCM, Ketua Panitia Musycab Muhammadiyah dan Kepala Sekolah SMP Muhammadiyah 2 Depok menyampaikan maksud tujuannya adalah untuk silaturahmi, memberikan informasi dan  mengundang untuk menghadiri Musycab ke 10 Muhammadiyah – Aisyiyah Depok serta menjalin sinergi dengan Pemerintah Kalurahan Condongcatur

“Mengucapkan terimakasih karena warga persyarikatan Muhammadiyah di Condongcatur yang terhimpun di 3 Pimpinan Ranting Muhammadiyah (PRM) yaitu PRM Condongcatur Barat, PRM Condongcatur Timur dan PRM Perumnas dapat aktif berkegiatan dakwah seperti pengajian maupun kegiatan keagamaan lainya bersinergi bersama Pemerintah Kalurahan Condongcatur. Di samping itu di bidang pendidikan ada 2 SD Muhammadiyah,1 SMP Muhammadiyah dan 3 TK ABA, 2 PAUD yang berlokasi di wilayah Condongcatur dapat menjalankan kegiatan pendidikannya dengan baik,” terangnya.

Selanjutnya Ketua Panitia Musyawarah Cabang Muhammadiyah – Aisyiyah (MUSYCAB) ke 10, Hasanudin,  menyampaikan rencana kegiatan Musycab Muhammadiyah – Aisyiyah ke 10 akan dilaksanakan pada tanggal 5 – 6 Agustus 2023 di SD Muhammadiyah Condongcatur

“Dalam Musycab Muhammadiyah –  Aisyiyah  ke 10  ini akan di awali dengan acara gebyar musycab pada tanggal 5 Agustus 2023 dengan kegiatan Jalan sehat sebanyak kurang lebih 1250 peserta terdiri dari Guru Guru Muhammadiyah, AUM, PCM, PRM, PRA dan perwakilan siswa dari beberapa sekolah.  Selanjutnya Musycab akan berlangsung di hari Ahad, 6 Agustus 2023 direncanakan akan dihadiri Panewu Depok dan Bupati Sleman,” jelasnya.

Lurah Condongcatur, Reno Candra Sangaji, menyambut baik silaturahmi dan sinergi ini. Dirinya akan mendukung penuh setiap kegiatan yang diadakan dalam rangka dakwah amal makruf nahi mungkar dan mendukung kegiatan Muhammadiyah yang dikenal sebagai pelopor di bidang pendidikan.

“Ikut mencerdaskan masyarakat melalui sekolah-sekolahnya juga konsen dibidang kesehatan dengan pendirian rumah sakit, santunan sosial dengan LAZISMU dan panti panti asuhan. Insya Allah besok akan hadir dalam pembukaan Musycab Muhammadiyah – Aisyiyah yang ke 10 di SD Muhammadiyah Condongcatur,” imbuh Reno.

“Pemerintah Kalurahan  Condongcatur berkomitmen menjalin sinergi dengan semua ormas,  instansi pemerintah maupun swasta, dunia usaha dan kelompok kelompok masyarakat lainya, karena Condongcatur adalah Rumah Kita, Nyawiji dan untuk semua,” pungkasnya. (Wasana/KIM Depok)




Disnaker Sleman Berikan Pembekalan Lokasi Padat Karya tahun 2023

Sleman – Kabupaten Sleman melalui Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Kabupaten Sleman melakukan Penandatanganan Swakelola Pekerjaan Padat Karya Infrastruktur BKK Kabupaten Sleman tahun 2023 di Ruang Anggaran Lantai II DPRD Sleman, Senin (24/7/2023). Sebanyak 34 padukuhan di Sleman yang terpilih sebagai lokasi padat karya hadir langsung bersama Pejabat Pembuat Komitmen (PPK).

Bambang Pamungkas, Pengelola Data pada Kelompok Substansi Perluasan Kesempatan Kerja Disnaker Sleman menuturkan bahwa pembekalan padat karya akan dimulai pada tanggal 26 Juli 2023.

“Padat Karya Type I ini, dari perencanaan, pelaksanaan dan pengawasannya berasal dari kelompok masyarakat di lokasi kegiatan,” ujarnya.

Sementara Kabid Penempatan dan Perluasan Disnaker Sleman, Sumaryati, menambahkan bahwa dalam padat karya, yang diperlukan adalah komunikasi yang baik, dan taat pada aturan yang berlaku. 

“Fasilitator dan Disnaker adalah tempat yang tepat untuk menjalin komunikasi,” tukasnya.

Maryati juga mengingatkan bahwa temuan dari pemeriksa tahun yang lalu dapat dijadikan pembelajaran yang baik utamanya untuk penandatanganan pemberian upah bagi pekerja jangan dilakukan oleh satu orang saja tapi sesuai dengan pekerja yang bersangkutan. Untuk itu, Maryati mempersilahkan untuk berkomunikasi dengan Disnaker bila terjadi permasalahan di lapangan.

Siti Istiqomah Tjatur Sulistijaningtyas, selaku Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) memberi pembekalan kepada Kepala Ketua LPMK yang hadir mengenai regulasi dan  landasan hukum bagi LPM dan padat karya yang merupakan kontrak swakelola tipe 4 yaitu kontrak kerja antara Disnaker dengan kelompok masyarakat.

Lebih jauh Siti menjelaskan bahwa dalam RAB ada ketugasan sebagai perencana, pelaksana dan pengawas yang dibentuk oleh LPM sebagai tim adhoc fungsional.

“Masing-masing tim dari mulai identifikasi lokasi, design, dokumentasi kontrak, penyiapan rekening Bank dan finalisasi pekerja,” ungkapnya.

“Menyinggung masalah BPJS Ketenagakerjaan, preminya akan dibayarkan sebelum pekerjaan dimulai sehingga fungsi perlindungan bisa berjalan,” imbuh Siti.

Siti mengingatkan waktu menunggu dana termin I cair, dapat dimanfaatkan untuk lobby material, maupun persiapan sosialisasi.

“Selama pembangunan infrastruktur, dokumentasi untuk bisa selalu dilakukan termasuk pemberian upah bagi pekerja. Kata kuncinya adalah bahwa pendampingan yang dilakukan adalah dengan keterbukaan dan komunikasi,” tutur Siti.

Di bagian akhir, Siti menegaskan bahwa pengelolaan anggaran melalui 2 tahap yaitu tahap I sebesar 30 %  dengan peruntukkan sosialisasi dan sebagian material sedangkan tahap II sebesar 70 % untuk upah pekerja dan material sisanya.

“Pekerjaan padat karya BKK ini akan dimulai pada tanggal 26 Juli 2023, dikerjakan selama 55 hari dan berakhir pada tanggal 18 September 2023,” pungkas Siti.

Selesai pembekalan, dilakukan tanda tangan kontrak antara Ketua LPM  dengan PPK dengan pendampingan dari fasilitator. (Sutarto Agus/KIM Seyegan)




Ibu-Ibu RT 06 Sidoharjo Jaga Kesehatan dengan Senam Rutin

Sleman – Kesehatan merupakan aset berharga dalam mewujudkan kehidupan yang produktif dan bahagia. Sehingga membutuhkan peran aktif seluruh masyarakat untuk terus menjaganya, termasuk salah satunya dalah seorang ibu. Di lingkungan masyarakat, peran aktif dari ibu-ibu sangatlah penting dalam menjaga kesehatan keluarga dan komunitasnya.

Hal ini nampak dalam kegiatan di RT 06 Sidoharjo Bangunkerto Turi dengan diadakannya program senam sehat ibu-ibu setiap dua minggu sekali di hari Minggu pagi, seperti pada Minggu (23/7/2023) yang diikuti 30 peserta dengan dipandu instruktur berpengalaman.

Kegiatan senam ini mendapat support berupa perangkat sound sistem dari Dinas Pemuda Olahraga Sleman yang berasal dari program pokok pikiran anggota DPRD Sleman dr. Raudi Akmal.

“Kegiatan senam ini untuk meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya gaya hidup sehat melalui olahraga dan bagaimana hal itu mendukung terwujudnya masyarakat sehat dan ceria,” ujar Retno Sudarti, salah satu kader PKK Sidoharjo.

Pada kesempatan ini dilakukan pemeriksaan kesehatan dan sosialisasi penyakit tidak menular sebagai salah satu program kerja KKN PPM UGM 2023 yang dikoordinasi oleh Madinnatu Nafa M.

“Kami berharap dengan pengetahuan dan keterampilan medis yang dimiliki dapat menyediakan pemeriksaan kesehatan meliputi  pemeriksaan fisik umum, pengecekan tekanan darah, pemeriksaan gula darah, dan lainnya sebagai sarana pencegahan dan deteksi dini masalah kesehatan,” ujar Madinnatu.

Sutrisno selaku ketua RT setempat menyambut positif dan mendukung penuh kegiatan senam ini. Ia juga menyampaikan apresiasi atas program KKN UGM kali ini yang dapat berdampak positif pada kualitas hidup ibu-ibu dan masyarakat RT 06 Sidoharjo secara keseluruhan. (Arief Hartanto)




Padukuhan Mutihan Prambanan Bentuk Kampung Moderasi Beragama

Sleman – Kantor Urusan Agama (KUA) Prambanan bekerjasama dengan Forum Kerukunan Umat Beragaman (FKUB) Prambanan menggelar Pemantapan Kampurng Moderasi Beragama di Dusun Mutihan, Madurejo, Prambanan pada Senin (24/7/2023) di Balai Kalurahan Madurejo, Prambanan. Ini merupakan tindak lanjut dari kegiatan Sosialisasi Kampung Moderasi Beragama yang telah diselenggarakan pada 17 Juli 2023 yang lalu. Kegiatan yang dimotori oleh FKUB Prambanan ini diikuti oleh semua elemen masyarakat, seperti perangkat kalurahan, tokoh agama, dan pengusaha.

Pemantapan menghadirkan 3 narasumber yaitu, Mujrendi, Kepala KUA Prambanan. Mujrendi memaoarkan tentang 9 kunci moderasi beragama, yaitu kemanusiaan, kemaslaatan umum, adil, berimbang, taat konstitusi, komitmen kebangsaan, toleransi, anti kekerasan, dan penghormatan kepada tradisi.

Sementara narasumber kedua, Kanit Bimas Polsek Prambanan, Iptu Nugraha, menjelaskan tentang 4 pilar kebangsaan yang menopang moderasi beragama, yaitu Pancasila, UUD 1945, NKRI, dan Bhinneka Tunggal Ika.

Sedangkan narumber ketiga, Bati Wanmil Koramil 9/ Prambanan, Serka Ignatius menjelaskan tentang nilai-nilai karakter  yaitu olah piker, olah hati, olahraga, dan olah rasa/karsa.

Untuk mendukung terciptanya moderasi agama, Karyono, Ketua FKUB Prambanan memberikan masukan agar Prambanan memiliki call center tersendiri yang khusus mengurus proses moderasi ini.

“Akan memudahkan semua komponen masyarakat dengan memberikan masukan dan pelaporan terkait moderasi agama, seperti terkait isu yang berkembang di masyarakat yang mengancam kebangsaan contohnya berita hoax, merusak kerukunan antar umat beragama ataupun yang dapat merugikan kesejahteraan masyarakat,” ujar Karyono.

Ia juga mengajak agar setiap peserta yang hadir untuk dapat menjadi pelopor atau penggerak dalam memberikan sosialisasi wawasan kebangsaan hingga terciptanya kemoderasian dalam beragama. (Karyono/KIM Prambanan)




Gelar Pengajian Selapanan, Komunitas Muslimah Berbah Angkat Tema Tentang Keluarga Harmonis

Sleman – Komunitas Kajian Muslimah Kompas Berbah bekerjasama dengan Nibras Haose Jogja dan Pawon Pitoe Resto menyelenggarakan pengajian Selapanan Khusus Muslimah dengan mengusung tema Membingkai Keluarga Dalam Naungan Iman. Pengajian berlangsung pada hari Minggu (23/7/2023) bertempat di Pawon Pitoe Resto jl. Kopral Samyo l, Jethak, Sendangtirto, Berbah, Sleman.

Hadir dalam kajian ketua Tim Penggerak PKK kelurahan Sendangtirto beserta komunitas Muslimah kompas Berbah.

Listiana Rahmawati, Ketua Tim Penggerak PKK Sendangtirto menuturkan bahwa pengajian bagi muslimah ini digela untuk meningkatkan keimanan dan keilmuan, bekal mendidik anak dan menjaga keharmonisan rumah tangga.

“Semoga mendapatkan ilmu yang bermanfaat dan tetap istiqomah menjalani kehidupan sebagai Muslimah penjaga penerus bangsa,” ujarnya.

Hadir sebagai pemberi tausyah dalam kegiatan tersebut adalah Rohma Yulika, seorang pengajar di SD Lukman Hakim, pembina One Day One Juz, dan juga pengasuh komunitas Sholawat serta- penulis puluhan buku. Dalam tausyiahnya, Rohma menyampaikan bahwa kehidupan keluarga yang hormonis adalah idaman  semua manusia. Namun gempuran dari kehidupan modern sangat kuat dengan adanya teknologi canggih berupa HP dan sosial media sangat mempengaruhi kehidupan rumah tangga.

“Jalannya bahtera rumah tangga bisa terguncang dengan adanya sosmed dan HP,” kata Rohma.

Menurutnya, banyak cara yang bisa dilakukan untuk membentengi diri dan keluarga dari godaan, misal dengan mengikuti kajian, memupuk keimanan, dan meningkatkan rasa syukur.

“Kita harus waspada pada masa sekarang ini dengan perilaku penyimpangan yang mulai dikampyekan dengan nyata seperti LGBT dan penyimpang yang lain. Pendampingan dan pendidikan anak dalam rumah tangga menjadi sangat penting untuk mencegah terjadinya  pengaruh dari luar  yang tidak baik bagi kehidupan masa depan anak,” jelas Rohma.

“Namun semua dikembalikan kepada Allah sang pengatur segalanya,” pungkas Rohma.  (Kusnadi/KIM Berbah)