Ogoh-Ogoh Meriahkan Kirab Budaya Hari Jadi Tlogoadi ke-77

Sleman – Kirab Budaya dalam rangka hari jadi yang ke-77 Kalurahan Tlogoadi, Mlati, digelar secara meriah pada Minggu (23/7) sore. Ribuan warga tumpah ruah di jalan Mlati-Cebongan dimana tempat kegiatan ini digelar.

Unjuk kreativitas pada kirab yang diikuti oleh perwakilan padukuhan di Kalurahan Tlogoadi ini berhasil menyita perhatian masyarakat setempat. Hadir pada acara tersebut Bupati Sleman, Kustini Sri Purnomo, dan Wakil Bupati Sleman, Danang Maharsa, serta sejumlah pejabat terkait lainnya.

Lurah Tlogoadi, Sutarjo,  menerangkan Kirab Budaya ini dimaksudkan untuk menggali sekaligus menampilkan potensi kebudayaan yang ada di Kalurahan Tlogoadi. Berbagai kesenian dan kebudayaan ditampilkan pada acara tersebut, seperti tari-tarian, ogoh-ogoh, bregada dan sebagainya.

“Ini juga implementasi dari keistimewaan Yogyakarta,” ujarnya

Lebih lanjut ia menjelaskan sejumlah kegiatan turut diadakan untuk memeriahkan hari jadi ke-77 Kalurahan Tlogoadi ini, diantaranya lomba berbagai jenis olahraga, lomba memancing, senam sehat, dan Kirab Budaya.

Sementara Bupati Sleman, Kustini Sri Purnomo mengapresiasi kegiatan yang diadakan oleh Pemerintah Kalurahan Tlogoadi ini. Menurutnya kegiatan ini dapat menjadi wadah untuk mempererat persaudaraan serta kerukunan antar masyarakat, serta menjadi sarana untuk melestarikan budaya dan kearifan lokal yang ada di Kalurahan Tlogoadi.




Diikuti 700 Peserta, Tour de Merapi Kembali Digelar

Sleman – Wakil Bupati Sleman, Danang Maharsa melepas 700 peserta event Tour de Merapi tahun 2023 di Lapangan Pemda Sleman, Minggu (23/7) pagi.  Pelepasan ditandai dengan flag off yang dilakukan Wakil Bupati Sleman.

Dalam event tahunan ini, sebanyak 350 motor dengan 700 peserta akan menjelajahi sejumlah objek wisata wilayah Sleman Utara.

Wakil Bupati Sleman, Danang Maharsa mengatakan  event Tour de Merapi merupakan event tahunan sebagai wadah untuk para pecinta touring sepeda motor sekaligus menjadi ajang promosi wisata yang berada di Kabupaten Sleman.

“Event ini (Tour de Merapi) menjadi sarana bagi masyarakat yang senang touring motor sambil menikmati  pemandangan desa wisata di Sleman sepanjang perjalanan,” katanya.

Sesuai dengan namanya, Tour de Merapi dijelaskan Danang, akan mengambil jalur melingkari kawasan Merapi dengan destinasi wisata yang berada di sekitarnya. Ia berharap kembali diselenggarakannya kegiatan ini setelah pandemi, dapat memberikan hiburan bagi masyarakat, terutama dapat membantu mempromosikan destinasi wisata yang ada di Sleman.

Sementara itu, Kepala Dinas Pariwisata (Dispar) Sleman, Ishadi Zayid mengungkapkan antusiasme masyarakat dalam event Tour de Merapi tahun 2023 cukup tinggi. Menurutnya, hal tersebut dapat dilihat dari meningkatkan jumlah peserta pada event tersebut.

“Tahun ini (2023), Tour de Merapi mentargetkan 200 motor dengan perkiraan 400 orang peserta. Namun dalam pelaksanaannya, terdapat 350 motor dengan perkiraan 700 orang peserta,” jelasnya.

Kemudian, Ishadi juga menjelaskan rute yang dilewati oleh para peserta Tour de Merapi tahun 2023 yaitu melewati Embung Mororejo, Tempel, Pulosari, Gardu Pandang Kaliurang, Terss Merapi Cangkringan, Monumen Plataran, Candi Barong dan berakhir di wisata Tebing.

Selain disuguhi pemandangan wisata, para peserta Tour de Merapi 2023 dapat menikmati sajian khas Sleman di setiap pos yang dilewati.

Sedangkan di akhir kegiatan, yaitu bertempat di wisata Tebing Breksi, dilakukan pengundian doorprize dengan hadiah utama berupa 2 unit sepeda motor, 6 unit sepeda gunung, laptop, handphone, dan sejumlah hadiah menarik lainnya.




Kabupaten Sleman Raih Penghargaan KLA Kategori Utama

Sleman – Kabupaten Sleman kembali meraih penghargaan Kabupaten Layak Anak (KLA) kategori Utama. Penghargaan diserahkan langsung oleh Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA), I Gusti Ayu Bintang Darmawati, kepada Bupati Sleman, Kustini Sri Purnomo, Sabtu (22/7), pada acara penganugerahan apresiasi KLA tahun 2023 di Hotel Padma, Semarang, Jawa Tengah.

Dengan ini, Kabupaten Sleman berhasil meraih penghargaan KLA kategori Utama sebanyak dua kali secara beruntun, setelah sebelumnya juga meraih penghargaan serupa di tahun 2022 lalu. Penghargaan ini diberikan kepada kabupaten/kota dengan sistem pembangunan yang menjamin pemenuhan hak anak dan perlindungan khusus anak yang dilakukan secara terencana, menyeluruh, dan berkelanjutan.

Bupati Sleman, Kustini Sri Purnomo, mengaku bangga sekaligus mengapresiasi semua pihak yang telah berkontribusi dalam rangka mendukung program-program KLA di Kabupaten Sleman. Ia berharap penghargaan ini menjadi motivasi seluruh stakeholder untuk terus meningkatkan kinerjanya, sehingga Kabupaten Sleman bisa menjadi Kabupaten Layak Anak.

“Kami akan terus berupaya meningkatkan prestasi ini, sehingga Kabupaten Sleman bisa jadi Kabupaten Layak Anak untuk melindungi hak-hak anak di Kabupaten Sleman,” ucapnya.

Sementara Menteri PPPA, I Gusti Ayu Bintang Darmawati atau yang juga dikenal dengan nama Bintang Puspayoga, mengucapkan selamat serta terima kasih kepada pemerintahan daerah, khususnya yang berhasil meraih penghargaan KLA dengan berbagai kategori. Menurutnya evaluasi KLA ini dilakukan dengan melibatkan Kementerian Lembaga terkait, Pakar Anak, Perguruan tinggi dan mendengarkan suara anak atau aspirasi anak terhadap pemenuhan hak anak dan perlindungan khusus anak di wilayahnya.

“Para peraih penghargaan patut berbangga, sebab hasil evaluasi tidak hanya dinilai oleh pemerintah pusat dan provinsi saja, tapi juga melibatkan tim independen yang kredibel, diantaranya terdiri dari para pakar di bidang anak dan perwakilan dari perguruan tinggi,” jelasnya.

Dijelaskan penganugerahan KLA ini berdasarkan evaluasi yang telah dilakukan melalui mekanisme evaluasi mandiri, verifikasi administrasi sampai ke tahap pembuktian melalui verifikasi lapangan hybrid dan verifikasi lapangan langsung.

Ia menyebutkan ada kenaikan jumlah peraih kategori tertinggi, yakni Utama, di tahun 2023 ini sebanyak 19 kabupaten/kota. Jumlah ini naik signifikan dibandingkan tahun lalu yang hanya 8 kabupaten/kota. Namun begitu, menurutnya hingga saat ini belum ada kabupaten/kota yang berhasil meraih predikat Kabupaten Layak Anak.

“Oleh sebab itu, kabupaten/kota yang telah meraih kategori Utama bisa “memecah telur” untuk mendapatkan kategori kabupaten/Kota Layak Anak,” ujarnya.

Disebutkan bahwa penganugerahan KLA ini terdiri dari empat kategori, yakni kategori Pratama, Madya, Nindya dan Utama. Sedangkan untuk predikat tertinggi yakni predikat Kota Layak Anak.




Girikerto Diresmikan Menjadi Desa Close Loop Kambing Perah

Sleman – Bupati Sleman Kustini Sri Purnomo meresmikan Desa Close Loop Peternakan Kambing Perah Desa Girikerto, pada Sabtu (21/7). Acara yang digelar di Lapangan KPP Pangestu Girikerto itu juga dihadiri oleh Sekretaris Direktorat Jenderal Peternakan & Kesehatan Hewan, Makmun, dan jajaran.

Pada kesempatan tersebut, juga diserahkan bibit kambing Saanen dari Kepala BBPTUHPT Baturaden, Sintong HMT Hutasoit kepada Bupati Sleman, sekaligus dilakukan pencanangan vaksinasi PMK bagi kambing dan domba KPP Pangestu Girikerto.

Bupati Kustini, menyampaikan agenda tersebut menjadi motivasi bersama khususnya dalam upaya pemenuhan kebutuhan pokok dan peningkatan kesejahteraan masyarakat. Bupati berharap, melalui kegiatan tersebut diharapkan dapat mendorong peternak Sleman khususnya di Desa Girikerto untuk meningkatkan produktivitas ternak kambing perah.

“Kami berharap dengan peresmian Desa Girikerto sebagai Desa Close Loop Peternakan Kambing Perah ini dapat meningkatkan produktivitas peternak sekaligus menguatkan sinergi antara pemerintah dan para petani. Kedepannya kami berharap konsep close loop ini juga dapat diterapkan di berbagai wilayah lain di Kabupaten Sleman,” ujar Kustini.

Bupati menjelaskan bahwa Pemkab Sleman melalui Dinas Pertanian, Pangan dan Perikanan juga melakukan peningkatan kompetensi peternak melalui pelatihan teknis maupun manajerial. Hal ini dilakukan untuk mendorong pemasaran hasil produksi peternakan sehingga dapat meningkatkan pendapatan dan kesejahteraan peternak.

Menanggapi hal tersebut, Sekretaris Direktorat Jenderal Peternakan & Kesehatan Hewan, Makmun, memberikan apresiasi terhadap produktivitas ternak kambing perah di Girikerto. Dengan kondisi baik itu, Makmun mengimbau agar peternak dapat memperhatikan kesehatan hewan ternak. Sebab, peluang penyebaran penyakit pada hewan ternak tak bisa dihindari dapat terjadi kapan saja, termasuk  penyakit Anthrax yang sedang menjadi perhatian masyarakat.

Ia mengimbau, agar peternak segera melaporkan kepada petugas kesehatan hewan apabila menemukan gejala gangguan kesehatan pada hewan ternak. Meski kecil, namun tanda tersebut dapat membantu untuk melacak sumber penyakit. Makmun, meminta para peternak juga untuk mengisolasi hewan ternak selama 1-2 minggu untuk meminimalisir penularan penyakit apabila hewan ternak berasal dari daerah lain.

“Tidak hanya tenaga kesehatan atau dokter hewan yang membuat ternak sehat. Tapi justru dari pemilik ternak yang bisa membuat hewan ternak menjadi berkualitas. Kondisi kandang yang bagus. pakan yang bagus menjadi faktor produktivitas kambing,” jelasnya.

Terkait pencegahan Penyakit Mulut dan Kuku (PMK), Makmun mengingatkan agar peternak tidak ragu untuk memberikan vaksin untuk hewan ternak. Tindakan tersebut menjadi langkah pencegahan yang tepat untuk meminimalisir penyakit PMK.




Wisata Olahraga Diharap Berdampak Positif Bagi Sleman

Wakil Bupati Sleman, Danang Maharsa melakukan Flag Off pada event Tour de Ambarrukmo pada Sabtu, (22/7) dengan titik start di Hotel Royal Ambarrukmo. Danang melalukan Flag Off pada kategori Reguler Peleton 1 setelah sebelumnya Flag Off diawali oleh Gubernur DIY, Sri Sultan Hamengku Buwono X untuk kategori Race KOM & QOM.

Event ini diikuti sebanyak 1500 peserta dari berbagai daerah di Indonesia, hingga mancanegara. Hadir Pula Gubernur DIY, Sri Sultan Hamengku Buwono X, Kapolda DIY, Irjen Pol Suwondo Nainggolan dan Kapolresta Sleman, Kombes Pol Yuswanto Ardi

Wakil Bupati Sleman, Danang Maharsa mengapresiasi serta mendukung adanya event Tour de Ambarrukmo 2023. Selain memberikan kesehatan dan menjaga kebugaran, event juga menjadi sport tourism karena peserta berasal dari luar DIY sehingga dapat mengenal beberapa potensi pariwisata di DIY khususnya Sleman.

“Saya berharap event ini mampu memberikan pengalaman yang tak terlupakan bagi peserta sekaligus mendukung sport tourism dan memberikan dampak positif bagi pariwisata di Kabupaten Sleman kedepannya,” ujarnya

Chairman Tour de Ambarrukmo (TDA), Surya Ananta mengatakan tahun ini TDA diikuti peserta terbanyak dari Jawa Barat, Jawa Timur, Jawa Tengah, Papua serta Maluku, serta seorang peserta dari luar negeri. Lebih lanjut, ia mengatakan bahwa TDA 2023 dibatasi 1500 peserta karena alasan kenyamanan baik bagi peserta maupun pengguna jalan yang dilalui cyclist.

“Kami membatasi peserta untuk TDA 2023 karena alasan kenyamanan baik bagi peserta dan pengguna jalan yang dilalui cyclist. Kami harus pecah menjadi beberapa kelompok agar tidak terjadi penumpukan,” jelasnya

TDA 2023 akan dikuti cyclist yang mengikuti dua kategori yakni Regular dengan jarak tempuh 138 km, dan Race yang menempuh jarak 155 km.