Pemkab Sleman Gelar Pemilihan Duta Koperasi Sleman 2023

Sleman – Dinas Koperasi Usaha Kecil dan Menengah Kabupaten Sleman telah menobatkan Ahmad Fauzan, mahasiswa Universitas Ahmad Dahlan (UAD) dan Bulan Lestari, mahasiswa UPN Veteran Yogyakarta sebagai Duta Koperasi Sleman 2023. Dua mahasiswa berbakat itu dinobatkan sebagai Duta Koperasi 2023 usai menggeser 16 finalis yang berhasil lolos dalam tahap grand final pada Jumat, (21/7). Bupati Sleman, Kustini Sri Purnomo, hadir mengucapkan selamat, sekaligus menyampaikan piala dan hadiah kepada Fauzan dan Bulan, di Atrium Rama Sleman City Hall.

Mengikuti juara pertama, Boby Kurniawan dari Kopma UNY dan Hidayati Nur Hakimah yang juga berasal dari Kopma UNY berhasil menjadi juara kedua. Sedangkan di posisi ketiga, sukses diraih oleh Irsalina Qurrota Ghossani dari Kopma UGM dan Naufalatif Yaquttul Irsyad dari Kopma UNY.

Kepala Dinas Koperasi Usaha Kecil dan Menengah, R. Haris Martapa, menyatakan Duta Koperasi akan menjadi perpanjangan tangan pemerintah dalam mensosialisasikan terkait koperasi. Di samping itu, ajang ini juga menjadi upaya untuk membumikan gerakan koperasi terutama bagi kalangan generasi muda. Tak dipungkiri, koperasi memiliki stigma kuno di kalangan generasi muda. Haris berharap, Duta Koperasi dapat memberikan pencerahan, khususnya kepada anak muda dan dapat melahirkan koperasi-koperasi baru yang dikelola oleh generasi milenial.

“Nanti rekan-rekan finalis Duta Koperasi akan melakukan roadshow untuk memotivasi kepada masyarakat untuk berkoperasi. Dan terlebih lagi kita canangkan untuk anak muda, maka rekan finalis juga akan roadshow ke kampus, SMA, SMK, untuk mengikis stigma lama terkait koperasi,” jelas Haris

Usai menyerahkan piala, Kustini menyampaikan ucapan selamat kepada seluruh finalis Duta Koperasi 2023. Kustini mengaku bangga dan mengapresiasi seluruh usaha yang dilakukan para finalis. Bupati mendorong agar Duta Koperasi dapat mengedukasi masyarakat tentang manfaat dan keunggulan koperasi dengan memanfaatkan media sosial. Selain menjadi langkah yang menarik, upaya tersebut diharapkan Kustini dapat meningkatkan antusiasme kaum muda terhadap koperasi.

“Oleh karena itu, amanah yang dipercayakan kepada saudara-saudara hendaknya dapat dilaksanakan dengan sebaik-baiknya untuk mempromosikan keunggulan koperasi kepada kaum muda. Sehingga diharapkan peran aktif generasi muda pada koperasi semakin meningkat,” ujar Kustini.

Kustini menambahkan, keberadaan koperasi telah terbukti berperan dalam peningkatan perekonomian masyarakat. Bupati juga mengajak Duta Koperasi untuk memberikan pemahaman kepada kaum muda untuk memanfaatkan koperasi, termasuk dalam mengembangkan bisnis sejak dini.




TPK Harus Utamakan Diskusi dalam Tanggulangi Kemiskinan

Kalasan – Salah satu modal pokok dalam upaya penanggulangan kemiskinan adalah semangat dan tidak bosan, karena dilapangan banyak banyak dinamika yang ditemui, termasuk didalamnya adalah karakter masyarakat yang berbeda-beda, sehingga diperlukan kesabaran.

Hal itu disampaikan oleh Wakil Bupati Sleman Danang Maharsa saat memberikan arahan dan motivasi kepada Tim Penanggulangan Kemiskinan (TPK) Kapanewon Kalasan, Jumat (21/7/2023) lalu di ruang rapat Sumanggem Kapanewon Kalasan.

Dalam upaya penanggulangan Kemiskinan, Danang berharap TPK lebih mengutamakan duduk bersama, berdiskusi, berkoordinasi dalam merumuskan program dan strategi dari berbagai unsur yang terlibat. “Karena dalam penanganan kemiskinan tidak ada yang lebih pinter, semuanya sama,” ujarnya.

“Sepanjang yang ia ketahui, kemiskinan tidak pernah terjadi zero, baik dikota yang besar maupun kota kecil, hal itu terjadi karena masalahnya sangat komplek. Maka kepada TPK pengabdiannya Haris dilandasi semangat bekerja sebagai ibadah,” imbuh Danang.

Menyinggung soal data kemiskinan, Danang  meminta agar forum Musyawarah Padukuhan dimanfaatkan oleh TPK Padukuhan untuk mencermati, karena TPK Padukuhan yang mengetahui kondisi masyarakat secara riil.

Danang juga memberikan apresiasi kepada TPK Kapanewon Kalasan yang telah melibatkan berbagai lembaga baik pemerintah, swasta dan masyarakat dalam mengatasi kemiskinan, termasuk UMKM yang dimanapun selalu tampil dan menjadi garda depan.

“Saya selalu menjumpai  UMKM Kalasan setiap saat,” pungkasnya.

Sementara itu Panewu Kalasan Djoko Muljanto menuturkan bahwa Tim Penanggulangan yang dihadirkan dalam penguatan TPK di samping instansi tingkat Kapanewon dan Kalurahan, juga turut melibatkan unsur lembaga masyarakat seperti DMI, KIM, Komunitas Budaya Forkom UMKM, dan lainnya.

“Disamping itu juga dari unsur Perguruan Tinggi dan Perusahaan yang ada diwilayah Kapanewon Kalasan,” terang Djoko.

Ia juga menjabarkan bahwadData kemiskinan di Kapanewon Kalasan tahun 2022 turun bila dibanding angka tahun 2021. Secara rinci disampaikan, untuk angka kemiskinan Kapanewon Kalasan tahun 2020 berjumlah , Tahun 2021 ada peningkatan pada angka , sedang pada tahun 2022 mengalami penurunan menjadi .

Djoko juga menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada semua pihak yang telah membantu mengatasi kemiskinan, baik yang terstruktur terorganisir maupun yang langsung  terjun kemasyarakat.

“Kedepan sinergitas perlu dikoordinasikan agar peran masyarakat dan lembaga bisa terpantau. Kita masih perlu terus memberikan sosialisasi  kepada masyarakat. Termasuk bila masih ada  yang memiliki pemikiran kurang baik, seperti Kridha Limahing Asta menjadi Kridha Gumbregahing  Karya, yang merasa sudah tidak layak dengan kesadaran mundur dari dari data,” harap Djoko. (Tri Joko S/KIM Kalasan)




Pokja PAUD Berbah Dikukuhkan

Sleman – Kelompok Kerja PAUD Kapanewon Berbah serta Kalurahan Sendangtirto dikukuhkan di Pendopo Kepanjen, Berbah, Sleman, pada Jumat (21/7/2023). Pengukuhan dihadiri langsung oleh Panewu dan Panewu Anom Berbah.

Berdasarkan Surat Keputusan Panewu Berbah nomor 00.1/ tentang Kelompok Kerja Ibu Pendidikan Anak Usia Dini  (PAUD) masa bakti tahun 2023 sampai tahun  2026 tentang pembentukan dan penunjukan pelaksana kelompok kerja penugasan serta kewenangannya, Isti Hidayati ditugaskan sebagai Ketua Pokja PAUD Kapanewon Berbah.

Sedangkan berdasarkan surat keputusan lurah Sendangtirto  nomor 27 tahun 2023 tentang kelompok kerja ibu PAUD periode 2023 sampai 2026 menugaskan Listiana Rahmawati sebagai Ketua Satu,

Tri Akmeriyadi, Panewu Berbah berharap agar pengurus terlantik dapat menjalankan tugasnya masing-masing. “Pengurus bisa menjalankan tugas dan kewenangannya dengan baik sesuai penugasannya, saling mendukung dan saling bekerjasama,” katanya.

Menurut Tri pendidikan anak usia dini merupakan kegiatan strategis dan penting untuk menyiapkan generasi penerus bangsa. Sedangkan pendidikan anak usia dini belum bisa merata disemua pedukuhan. Oleh karena itu, ia mengimbau agar pendidikan anak usia dini perlu diselenggarakan bersamaan dengan program POSYANDU yang ada di tiap pedukuhan.

“Melalui kader-kader posyandu pendidikan anak usia dini bisa terselenggara sehingga pendidikan lebih merata tanpa harus menunggu adanya sekolah PAUD yang formal,” tambahnya. (Kusnadi/KIM Berbah)




Forum KIM Sembada Sleman Gelar Rakor di Kapanewon Berbah

Sleman – Pawon Pitoe Resto yang merupakan salah satu unit usaha Bumkal Sendangtirto menjadi tempat pertemuan rutin Rapat Koordinasi Kelompok Informasi Masyarakat (KIM) Kabupaten Sleman pada hari Sabtu (22/7/2023).

Kegiatan dihadiri oleh 30 pegiat KIM yang tersebar di 17 Kapanewon dan juga perwakilan dari Dinas Kominfo Sleman, Agastya Dedy Kusuma.

Agastya dalam sambutan dan pengarahannya menyampaikan tentang hasil lomba Pertunjukan Rakyat (Petunra) yang dibarengkan dengan pelaksanaan PPD ( Pameran Potensi Daerah) beberapa waktu lalu.

“Meskipun belum semua Kapanewon mengikuti lomba tersebut, namun pelaksanaannya sudah cukup berhasil,” ungkap Agas.

Agas berharap di tahun mendatang semua kapanewon bisa berpartisipasi dan pelaksanaannya lebih profesional.

Agas juga menyinggung tentang Bimtek untuk KIM dengan materi jurnalistik yang telah terlaksana di Kapanewon Seyegan, dan akan segera menyusul 4 KIM dari Kapanewon lainnya.

Ketua Forkom KIM Kabupaten Sleman, Suripto, dalam sambutannya menyampaikan bahwa untuk menggiatkan kegiatan KIM di Kapanewon, diperlukan surat edaran dari Kabupaten untuk membentuk KIM di tingkat kapanewon maupun tingkat Kalurahan.

“Hal ini dilakukan mengingat masih ada Kapanewon yang tidak ada kegiatan KIM nya,” ujar Suripto.

Suripto juga menyinggung tentang kepengurusan Forkom KIM yang akan segera berakhir dan berharap pegiat KIM yang masih muda dapat tampil menjadi pengurus Forkom KIM Kabupaten Sleman.

Acara kemudian dilanjutkan dengan sambung rasa dengan peserta Rakor KIM yang hadir. Banyak sekali yang disampaikan oleh peserta yang menjadi perhatian bagi pengurus Forkom. Dari mulai evaluasi terhadap kepengurusan Forkom KIM, penertiban Organisasi, lomba pentunra, dan koperasi KIM,

Dalam kesempatan tersebut, Sadono Hadi, pegiat KIM dari Tempel yang selama ini aktif menulis feature juga menyampaikan bahwa tulisannya mendapat apresiasi dari salah satu sponsor dari Jakarta. Ia diminta untuk menulis segala sesuatu tentang Sleman dalam sebuah buku yang diberi judul I love Sleman.

Sadono Hadi yang hadir dalam Rakor KIM tersebut meminta pegiat KIM yang lain untuk membantu mewujudkan buku tersebut yang menurut rencana akan ditulis dalam dua bahasa (bilingual) yatu bahasa Indonesia dan bahasa Inggris.

Dukungan dari penggiat KIM berkaitan dengan info tempat bersejarah, budaya tradisional maupun kuliner khas yang nantinya akan ditulis dalam bentuk feature oleh Sadono Hadi. (Sutarto Agus/KIM Seyegan)




Kawal Tumbuh Kembang Anak Lewat Gempur

Sleman – Bertepatan dengan Peringatan Hari Anak Nasional, Ibu PAUD Condongcatur didampingi Lurah Condongcatur melaksanakan Pencanangan Gerakan Mari Bercerita Penghantar Tidur (Gempur) di Masjid  Al-Mukhlasin Pringgolayan Condongcatur Depok Sleman, Minggu (23/7/2023).

Sosialisasi ditandai dengan komitmen serentak untuk menyukseskan Gempur dengan berfoto bersama menggunakan simbol salam literasi. Acara ini juga diselenggarakan bersamaan  dengan  kegiatan  penampilan Grup Hadroh Mahmudah yang dihadiri Penggiat Seni Religi (PASER) Sleman dan Dinas Kebudayaan Kabupaten Sleman.

Menurut Ibu PAUD Condongcatur, Dewi Nurlaila, Sosialasi Gempur ini menindaklanjuti Gernas Baku (Gerakan Nasional Baca Buku) dimana PKK Condongcatur mencanangkan gerakan serupa untuk meningkatkan minat baca buku untuk anak usia dini berupa gerakan berceritan penghantar tidur.

“Gempur mengajak orang tua, pengasuh dan pendamping anak usia dini 0-6 tahun untuk bercerita sebelum tidur, karena  kegiatan bercerita memiliki manfaat membangun karakter anak, meningkatkan kecerdasan,  menumbuhkan kedekatan dengan anak dan mendukung literasi sejak usia dini,” jelasnya

Selain itu Gempur juga bertujuan mengurangi penggunaan Gadget pada anak-anak, terutama saat saat menjelang tidur.

“Sosialisasi GEMPUR hari ini memanfaatkan momen peringatan Hari Anak Nasional, selanjutnya kedepan akan di sosialisasikan kepada PAUD PAUD yang ada di wilayah Kalurahan Condongcatur baik secara formal maupun non formal,” imbuh Dewi.

Lurah Condongcatur, Reno Candra Sangaji mendukung penuh kegiatan ini. Menurutnya, membacakan cerita sebelum tidur secara rutin kepada anak memiliki banyak manfaat.  

“Seperti akan membangkitkan minat baca sampai mempererat hubungan orangtua dan anak serta dapat mempercepat kemampuan berbahasanya,” ungkap Reno. (Wasana/KIM Depok)