Porkal Merdikorejo Resmi Ditutup

Sleman – Pekan Olahraga Kalurahan (Porkal) Merdikorejo, Kapanewon Tempel resmi ditutup pada Minggu (23/7/2023). Penutupan dilaksanakan di Balai Kalurahan Merdikorejo Tempel dengan kegiatan jalan sehat yang dibuka langsung oleh Lurah Merdikorejo, Agus Prasetyo.

Dalam kesempatan tersebut, Agus menuturkan bahwa Porkal Merdikorejo diadalan dari tanggal 2-16 Juli 2023, mencakup beberapa cabang olahraga yang diikuti oleh berbagai jenjang usai, mulai dari anak usia 6 tahun, hingga 40 tahun.

“Cabor yang dilombakan meliputi lari maraton, tenis meja, bulutangkis, dan futsal serta ada satu olahraga tradisional di Daerah Istimewa Yogyakarta yaitu Gobag Sodor,” jelasnya.

“Untuk perolehan medali terbanyak yaitu Soka Binangun yang pertama, kemudian Soka Tegal sebagai yang kedua, dan Dermo-Selorejo di peringkat ketiga,” imbuh Agus.

Penutupan PORKAL Merdikorejo 2023 juga dihadiri Haris Sugiharta, selaku Ketua DPRD kabupaten Sleman, Panewu Tempel, Agus Dwi Maryoto, Panewu Anom Kapanewon Tempel Dyah Purwanti, Kepala Jawatan di kapanewon Tempel, Danramil Tempel, serta Kapolsek Tempel.

“Pemuda adalah sebagai motor penggerak dari kegiatan ini selamat atas terselenggaranya PORKAL ini semoga apa yang telah terlaksana ditahun ini bisa terlaksana kembali ditahun  depan dengan pengalaman yang lebih baik lagi,” ujar Haris Sugiharta

Sementara, Penewu Tempel, Agung Dwi Martoyo berharap kegiatan ini dapat menjadi inspirasi untuk kalurahan lainnya di Kapanewon Tempel.

“Selamat dan sukses, semoga Merdikorejo dengan Karang Taruna nya semakin jaya dan menjadi inspirasi untuk teman-teman karang taruna lainnya” ujar Agung. (Sih Budi/KIM Tempel )




Sambut HUT RI ke-78, WKSBM Anggrek Bagikan Umbul-Umbul dan Bendera Merah Putih

Moyudan – Dalam rangka ikut berpartisipasi untuk memperingati HUT Kemerdekaan RI ke 78, Wahana Kesejahteraan Sosial Berbasis Masyarakat (WKSBM) Anggrek Sombangan, Sumbersari,Moyudan Sleman membagi umbul-umbul dan bendera Merah Putih untuk RW setempat pada hari Minggu (23/7/2023).

Menurut Ketua WKSBM Anggrek Agus Sartono, jumlah umbul-umbul yang dibagikan ada 60 dan Bendera Merah Putih ada 40. “Dibagikan untuk 3 RW di Padukuhan Sombangan,” ungkapnya.

Lebih lanjut Agus berharap agar umbul-umbul dan bendera Merah Putih dipasang di tepi jalan pada peringatan HUT Kemerdekaan RI, sehingga akan lebih semarak.

“Janganlah dihitung jumlah berapa kami bisa memberi bantuan ini, tapi nilailah bentuk kepedulian WKSBM Anggrek dalam ikut berpartisipasi dalam HUT Kemerdekaan RI,” pungkas Agus. (Giek/KIM Sumber Biwara Moyudan )




PPS Condongcatur Sosialisasikan Tahapan Pemilu 2024

Sleman – Panitia Pemungutan Suara (PPS) Condongcatur melaksanakan Sosialisasi Tahapan Pemilihan Umum Tahun 2024 kepada masyarakat bertempat di Balai RW 22 Ngringin Condongcatur, Sabtu (22/7/2023). Sosialisasi dihadiri oleh Pengurus RW 22 Ngringin, Ketua RT 01 s/d RT 10, Pengurus PKK RW 22, PPS Condongcatur, PKD Condongcatur, dan Bhabinkamtibmas Condongcatur.

Ketua PPS Condongcatur, Wuri Handayani didampingi anggota PPS Condongcatur menyampaikan progres tahapan Pemilu 2024 sampai dengan saat ini ada 18 Partai Politik peserta pemilu tahun 2024.

“Dan saat ini sedang dalam tahapan pencalonan Anggota Legislatif baik DPRD, DPRD Provinsi maupun DPR RI serta calon DPD RI,” ungkapnya.

Ia juga menuturkan bahwa Setelah Daftar Pemilih Tetap (DPT) ditetapkan, PPS Condongcatur juga menyampaikan kepada seluruh peserta sosialisasi tentang Daftar Pemilih Tambahan (DPTb).

“Jika ada yang belum terdaftar untuk segera melaporkan ke Kantor PPS Condongcatur,” tukasnya.

Ditambahkan Wuri Handayani jika di RT/RW/Padukuhan ada pertemuan warga atau pengurus kampung dapat mengundang PPS Condongcatur untuk memberikan Sosialisasi Tentang Pemilu tahun 2024.

“PPS bersama tim akan menjadwalkan untuk memberikan sosialisasi pemilu kepada masyarakat,” ujar Wuri.

Panwaslu Kalurahan/Desa (PKD) Condongcatur, Muhammad Rio Agywijaya dalam kesempatan ini menyampaikan kepada peserta sosialisasi RW 22 Perumnas agar masyarakat  ikut berpartisipasi dalam mengawasi segala Tahapan Pemilu 2024.

Sementara Bhabinkamtibmas Condongcatur, Aiptu Bastian Sapta Adhy, mengimbau kepada warga masyarakat untuk tetap menjaga kerukunan dan ketertiban meskipun memiliki pilihan Parpol dan calon yang berbeda, sehingga tidak terjadi perpecahan di kalangan masyarakat.

“Warga juga diimbau agar tidak terpancing dengan munculnya berita-berita hoaks yang saat ini sering terjadi ditengah-tengah masyarakat,” imbau Bastian. (Wasana/KIM Depok)




Gelar KKN di Lumbungrejo Tempel, UGM Fokus Susun Program SDGs

Sleman – Universitas Gajah Mada (UGM) menggelar Sosialisasi tentang pelaksanaan KKN UGM 2023 di Balai Padukuhan Kromodangsan, Lumbungrejo, Tempel, Sleman, Jumat (21/7/2023). Hadir langsung dalam sosialisasi yaitu Wakil Rektor UGM Bidang Pendidikan dan Pengajaran, Wening Udasmoro, Panewu Anom Tempel, Lurah dan Carik Lumbungrejo, serta dukuh di padukuhaa yang akan menjadi tempat pelaksanaan KKN.

Wening dalam pemaparannya menuturkan bahwa tema dari KKN UGM Unit YO018 Tempel ini akan mengambil konsep Suistainable Development Goals (SDGs).

“Salah satunya tujuan nya untuk memperkuat peran mahasiswa UGM dalam peran bagi mahasiswa,” ujar Wening.

Program KKN yang disusun sendiri meliputi pendampingan kelembagaan pengelola desa wisata,  percepatan penurunan stunting, pembinaan PHBS rumah tangga, pendampingan UMKM (pengelolaan keuangan dan manajemen usaha), percepatan vaksinasi, pendampingan bumkal, pendampingan input data profil desa di Kalurahan Pondokrejo dan Kalurahan Lumbungrejo, Kapanewon Tempel, Kab. Sleman.

Sementara itu, Yuli Purnawandari Kristianingrum, Dosen Pembimbing Lapangan Unit YO018 menambahkan bahwa pada KKN di Lumbungrejo ini akan diterjunkan 27 orang mahasiswa, termasuk di antaranya adalah mahasiswa program International Undergraduate Program (IUP).

“Salah satu program non reguler yang terfavorit di UGM Program kelas internasional ini dibuka untuk mahasiswa baik dari Indonesia maupun luar negeri. Mahasiswa yang bergabung di kelas ini akan mendapat kesempatan untuk memiliki pengalaman kuliah bertaraf internasional,” jelas Yuli.

“Ada 3 mahasiswa asing program IUP yang turut serta KKN di Tempel, satu orang dari Malaysia, satu dari Filipina, dan satu orang lagi dari Myanmar,” imbuhnya.

Panewu Anom Tempel, Dyah Purwanti mengapresiasi pelaksanaan KKN di Kapanewon Tempel. Dirinya berharap kehadiran mahasiswa KK di wilayah Tempel ini dapat memberikan manfaat bagi masyarakat.

“Khususnya di kalurahan di mana yang menjadi wilayah KKN, serta Tempel secara umumnya,” pungkas Dyah. (Sih Budi/KIM Tempel)




KKN UMY di Margomulyo Seyegan Berfokus Pada Sektor Kesehatan

Sleman – Bertempat dirumah Dukuh Jamblangan Kalurahan Margomulyo Seyegan, Kelompok 25 Mahasiswa KKN dari Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) mengadakan sosialisasi Program Kerja pada hari Jum’at (21/7/2023).

Di hadapan tokoh masyarakat, Ketua RT/RW, Pengurus Karang Taruna dan Kader Kesehatan padukuhan Jamblangan, Dosen Pembimbing Lapangan (DPL) dari UMY, Yuni Astuti memberikan gambaran tentang Program Kerja dari Mahasiswa/i UMY yang secara resmi akan melaksanakan kegiatan KKN nya dari tanggal 27 Juli – 25 Agustus 2023 mendatang.

Di awal sambutannya, Yuni menuturkan bahwa KKN dari UMY kali ini mengusung tema kesehatan dikarenakan 6 dari 8 mahasiswa/i KKN dari kelompok 25 ini berasal dari prodi Kesehatan yaitu 2 dari prodi Kedokteran Umum, 3 dari prodi Kedokteran Gigi dan 1 dari prodi Keperawatan.

Selebihnya Yuni menyampaikan ada 2 Program Kerja yang direncanakan yaitu program pola asuh keluarga dan Edukasi Komunitas tentang masalah kesehatan.

“Selama KKN dilaksanakan, mahasiswa/i juga akan melibatkan diri dalam kegiatan masyarakat setempat yang selama ini secara rutin dilaksanakan maupun yang bersifat incidental,” ujar Yuni.

Lebih jauh, Yuni juga menjelaskan tentang program asuhan keluarga yang merupakan pengelolaan kasus sekaligus pendampingan kepada 4 keluarga yang dilaksanakan selama 3 minggu.

“Adapun 4 keluarga yang dilakukan pendampingan bisa dari keluarga dengan kasus PTM (Penyakit Tidak Menular), keluarga dengan penyakit menular, keluarga dengan gizi buruk, keluarga dengan ibu pasca melahirkan atau kasus kesehatan yang ada di wilayah setempat,” jelasnya.

Pasa kesempatan itu pula, Yuni minta kepada tokoh masyarakat yang hadir untuk memberi informasi tentang keluarga yang sesuai dengan kriteria program asuh keluarga.

“Mengenai edukasi komunitas, mahasiswa/i KKN juga akan mendata kelompok masyarakat yang sudah berkegiatan selama ini seperti Posyandu, Posbindu/Poslansia, KWT, Bank Sampah, TPA, UMKM dan Karang Taruna,” ungkap Yuni.

Surtiningsih, Dukuh Jamblangan juga memberi informasi berkenaan jumlah balita, jadwal posyandu/posbindu, jumlah balita stunting, ODGJ, pelaku usaha, dan kepemilikan jamban. Surtinigsih juga menjelaskan tentang penyuluhan kesehatan yang pernah dilaksanakan di Jamblangan baik yang dilakukan oleh Mahasiswa KKN terdahulu maupun oleh lembaga kesehatan yang lain.

“Harapannya dengan adanya KKN dari UMY dengan tema Kesehatan ini sedikit banyak dapat menyelesaikan kasus di padukuhan dengan program pendampingan, intervensi dan skrining,” harap Surtiningsih.

Pada kesempatan itu, mahasiswa KKN banyak menggali informasi sebagai data awal dan tokoh masyarakat yang hadir banyak memberikan informasi tentang kegiatan masyarakat yang selama ini berjalan. (Sutarto Agus/KIM Seyegan)