Wabup Sleman Ajak Masyarakat Cegah Tengkes Dengan Perhatikan Pola Asuh Anak

Sleman – Wakil Bupati Sleman, Danang Maharsa selaku Ketua Tim Percepatan Penurunan Stunting (TPPS) Kabupaten Sleman hadir dalam acara monitoring dan evaluasi terkait penanganan tengkes (stunting) di Kapanewon Prambanan, Sleman, Kamis (20/7). Kegiatan ini turut dihadiri Tim Percepatan Penurunan Stunting (TPPS) Prambanan, Forkompim Kapanewon Prambanan, Lurah se-Kapanewon Prambanan, dan TP PKK Prambanan

Danang mengatakan bahwa TPPS dan tim lapangan perlu melakukan pendampingan kepada masyarakat. Menurutnya, pola asuh serta pola makan anak sangat penting dalam pencegahan stunting. Oleh karenanya, orang tua memiliki peran penting dalam hal tersebut.

 “Upaya ini tidak akan bisa berhasil tanpa adanya kesadaran dari masyarakat terkait penanganan stunting ini. Pola asuh dan pola makan adalah kunci dalam mencegah stunting,” jelasnya

Ia menambahkan dengan mengoptimalkan program Pemberian Makanan Tambahan (PMT) menjadi salah satu cara dalam memberikan gizi seimbang kepada anak dan mencegah stunting.




Cegah Kekerasan terhadap Anak Melalui Masjid Ramah Anak

Sleman – Aksi kekerasan seksual terhadap anak semakin marak terjadi. Secara umum pelakunya adalah orang terdekat, bisa keluarga baik itu kandung maupun tiri, guru, bahkan guru ngaji.

Untuk mencegah merebaknya kekerasan seksual tersebut, Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (P3AP2KB) Kabupaten Sleman menyelenggarakan Sosialisasi Pencegahan Seksual Terhadap Anak di 17 Kapanewon di Masjid Ramah Anak, salah satunya di Masjid Besar Al -Falah Sombangan, Sumbersari, Moyudan di hari Kamis (20/7/2023). Acara tersebut dihadiri oleh Panewu Moyudan beserta jajaran Forum Pimpinan Kapanewon, Lurah Sumbersari, Ketua Takmir Masjid se Kapanewon Moyudan dan uatadz-ustadzah TPA se Kapanewon Moyudan.

Ketua DKM Masjid Al-Falah Sombangan Jazuli berharap kegiatan tersebut bisa memberikan solusi dan pencegahan kekerasan seksual terhadap anak.

“Marilah kita ikuti sosialisasi ini dengan semoga tidak terjadi tindak kekerasan seksual di lingkungan kita,” ujar Jazuli.

Sementara Kiswanto, Kepala Jawatan Kesejahteraan Kapanewon Moyudan berharap kepada takmir untuk ikut serta mendukung dan membantu pemerintah dalam pencegahan kekerasan seksual terhadap anak.

“Jadikanlah masjid sebagai pusat kegiatan anak, masjid yang inovatif, penuh kreasi dan kreativitas, edukatif dan jadikan rekreasi bagi anak,” harap Kiswanto.

Sosialisasi sendiri dipandu oleh Sugiyanto dengan Narasumber yaitu Sri Iswandansari dari Dinas P3AP2KB menyampaikan materi Pencegahan Seksual Terhadap Anak. Dalam pemaparannya Cicik, panggilan akrabnya untuk Sri Wandansari mengutarakan keprihatinanya terhadap kekerasan seksual terhadap anak di Kabupaten Sleman yang setiap tahun meningkat.

“Bahkan ditahun 2023 dari bulan Januari sampai dengan Juni telah terjadi 100 kasus,” ungkap Cicik.

“Untuk pencagahannya maka Dinas P3AP2KB melakukan sosialisasi lewat Masjid ramah anak yang tersebar di 17 Kapanewon,” imbuhnya.

Menurut Cicik, kekerasan seksual terhadap anak akan menimbulkan beberapa dampak di antaranya dampak fisik, dampak psikologis dan dampak sosial. Cara pencegahannya adalah anak harus dekat dengan anggota keluarga, berkomunikasi dengan orang tua bila ada kejadian sekitar dan di dunia maya, orang tua harus reaktif, anak sebaiknya terlibat dalam aktivitas bersama keluarga.

“Apabila seorang teman baik di dunia nyata atau dunia maya jika melanggar batas-batas tertentu atau bersikap berlebihan, carilah cara bijak untuk menghindarinya,” jelas Cicik.

Pemateri kedua Hermayanti dari Kemenag Kabupaten Sleman menyampaikan materi Masjid Merupakan Sarana Pembinaan Anak. Dalam pemaparannya, Hermayanti menekankan tata cara agar masjid bisa menjadi pusat kegiatan anak.

“Masjid hendaknya memiliki sarana bermain untuk amak dan didukung oleh pengelola yang handal. Pengurus harus memahami karakter anak, sehingga anak akan merasa nyaman dan gembira untuk datang ke masjid, bahkan merindukan masjid,” ungkap Hermayanti. (Giek/ KIM Sumber Biwara Moyudan )




Mengenal Sang Pelopor, Tarian yang Terinspirasi dari Bupati Sleman Pertama

Sleman – Kabupaten Sleman melalui Dinas Kebudayaan (Kundha Kabudayan) memeriahkan Asosiasi Pemerintah Kabupaten Seluruh Indonesia (APKASI) Otonomi Expo 2023 yang diselenggarakan di Ice Bumi Serpong Damai (BSD) Tangerang dengan menampilkan Tarian Sang Pelopor pada Kamis (20/7/2023). Tarian Sang Pelopor sendiri merupakan tarian yang berhasil meraih juara 1 dalam Lomba Pentas Seni dan Budaya dalam APKASI Otonomi Expo 2023.

Sutradara Sang Pelopor, Benny Harminto mengatakan bahwa Sang Pelopor ini merupakan tarian yang terinspirasi dari sifat nasionalisme Bupati Sleman yang pertama yaitu KRT Pringgodiningrat.

“Cerita berawal di mana Kolonial Belanda mengumumkan kisblat tanpa diketahui oleh Pringgodiningrat dan tidak mau mengakui kedaulatan Kabupaten Sleman. Cerita berakhir dengan cara Pringgodiningrat mengusir kolonial Belanda dan mengakui kedaulatan Kabupaten Sleman,” terang Benny.

Benny menuturkan, penari Sang Pelopor berasal dari berbagai wilayah di Kabupaten Sleman seperti Prambanan dan Minggir. Para penari tersebut terbagi dalam 4 rampak cowok, 4 rampak cewek, satu tokoh Belanda, dan satu tokoh KRT Pringgodiningrat.

“Saya ingin mempersatukan seniman yang ada di Kabupaten Sleman dengan tujuan untuk regenerasi,” tukasnya.

Sementara itu Kepala Dinas Kebudayaan (Kundha Kabudayan) Kabupaten Sleman, Edy Winarya menambahkan bahwa Sang Pelopor merupakan hasil kecerdasan dari para sutradara dan koreografer yang dapat mengekspresikan melalui sendra tari, bagaimana KRT Pringgodiningrat mempertahankan kemerdekaan wilayahnya. Sehingga tarian ini mendapatkan apresiasi dari penonton maupun juri sebagai yang terbaik di antara kabupaten yang lainnya.

“Harapan kami teman-teman penari walaupun capek mendapatkan obat lelah, ada semangat kita sebagai juara 1,” pungkasnya.




KSP Tamanmartani Sejahtera Berikan Pinjaman Modal Hingga 50 Juta untuk Anggotanya

Kalasan – Koperasi Simpan Pinjam Tamanmartani Sejahtera, Tamanmartani Kapanewon Kalasan mampu memberikan pinjaman modal kepada anggotanya hingga 50 juta rupiah per orang.

Manager KSP Tamanmartani Sejahtera Siti Maimunah, Kamis (20/7/2023), di Kantor BKM menuturkan, KSP Tamanmartani awalnya adalah UPK (Unit Pengelola Keuangan) BKM/PNPM Mandiri Perkotaan yang berdiri tahun 2000. “Dalam perkembangannya UPK pada tahun 2015 berbadan hukum koperasi,” ujar Siti.

Menurut Maimunah, hingga saat ini anggota koperasi jumlahnya lebih dari 500 orang. Kewajiban anggota adalah membayar simpanan pokok selama menjadi anggota dan simpanan wajib tiap bulan ,- keanggotaan koperasi ada yang bersifat kelompok maupun perorangan.

“Yang bersifat kelompok adalah limpahan dari program UPK BKM yaitu KSM (Kelompok Swadaya Masyarakat), sedang yang bersifat perorangan adalah anggota baru setelah UPK berbadan hukum koperasi,” terangnya.

Masih menurut Maimunah, selama ini pinjaman yang diberikan kepada kelompok besaranya mencapai 15-20 juta. Sedang perorangan bisa mencapai 50 juta rupiah per orang.  Pinjaman dimaksud merupakan pinjaman modal usaha atau investasi termasuk investasi bidang pendidikan.

“Sesuai tujuan koperasi untuk kesejahteraanasyarakat dan penanggulangan kemiskinan, maka SHU nya pun 40% dikelola oleh BKM untuk program sosial penanggulangan kemiskinan,” jelasnya lagi.

Sementara itu salah seorang anggota Eka Wahyuti menuturkan bahw keberadaan KSP Tamanmartani Sejahtera sangat dirasakan manfaatnya bagi masyarakat. Eka Wahyuti yang juga pelaku UMKM sangat terbantu permodalannya.

Ini saya pinjam atas nama kelompok yang anggotanya empat orang dan besar pinjaman empat belas juta untuk usaha,” tutur Eka yang dalam harinya menerima pesanan berbagai jenis kue, jahe instan, dan berbagai camilan. (Tri Joko S/KIM Kalasan)




Pelatihan dan Piloting Promosi Kesehatan Jiwa Bagi Kader Posyandu Untuk Sehatkan Mental Ibu

Sleman – Wakil Bupati Sleman, Danang Maharsa, menghadiri sekaligus membuka pelatihan dan piloting promosi kesehatan jiwa berbasis Posyandu dan pendamping keluarga, Kamis (20/7), di aula Bappeda Sleman. Kegiatan ini diinisiasi oleh Wanita Indonesia Keren (WIK) bekerjasama dengan Kementerian Kesehatan RI.

Kegiatan ini dihadiri oleh 75 orang kader Posyandu se-Kabupaten Sleman. Kegiatan dilaksanakan selama dua hari, yakni tanggal 20 dan 21 Juli 2023. Para peserta pelatihan akan mendapatkan materi terkait penanganan kesehatan mental pada ibu, pengenalan Self Reporting Questionnare (SRQ), piloting promosi kesehatan jiwa berbasis Posyandu, dan lainnya.

Wakil Bupati Sleman, Danang Maharsa, menyatakan sangat menyambut baik serta mengapresiasi kegiatan yang digagas oleh WIK ini. Diharapkan kegiatan ini dapat semakin memotivasi para kader Posyandu untuk berperan aktif dalam penanganan kesehatan mental dan jiwa ibu. Dengan begitu, ia berharap para ibu dapat mengasuh dan merawat anaknya dengan baik, sehingga kelak dapat menjadi generasi yang unggul dan berguna bagi sesama.

“Saya ucapkan terima kasih juga kepada WIK yang telah memilih Kabupaten Sleman untuk mengadakan acara ini. Semoga dengan pelatihan ini kesadaran masyarakat terhadap pentingnya kesehatan mental ibu semakin meningkat,” ucapnya.

Sementara ketua WIK, Maria Ekowati, menyebutkan Posyandu merupakan salah satu tempat yang jadi andalan para ibu untuk menerima informasi terkait tumbuh kembang anak. Untuk itu pihaknya bermaksud memasukkan program kegiatan ini dalam pelayanan Posyandu.

“Di posyandu biasanya mengukur perkembangan fisik. Tapi kesehatan jiwanya belum terukur. Itu keprihatinan kami, bagaimana kesehatan mental ibu bisa diperhatikan. Karena kesehatan mental ibu akan berpengaruh pada anak,” kata Maria.