Komisi Informasi Daerah DIY Gelar Sosialisasi Keterbukaan Informasi Publik di Berbah

Sleman – Dinas Kominfo DIY melalui Komisi Informasi Daerah (KID) DIY melakukan kegiatan Sosialisasi Basis Keterbukaan Informasi Publik untuk Kalurahan se-Kapanewon Berbah di Ruang Rapat Lantai 2 Kantor Kapanewon Berbah, Sleman, Selasa (18/7/2023). Kegiatan dihadiri oleh Panewu Anom Berbah, Ketua dan Wakil Ketua KID DIY, Kabid Informasi dan Komunikasi Publik (IKP) Dinas Kominfo Sleman, Carik se-Kapanewon Berbah , KIM Berbah, Karang Taruna, PKK  dan lembaga kemasyarakatan Berbah.

Panewu Anom, Berbah Diah Retnoningsih, menyapaikan bahwa keterbukaan informasi sangat diperlukan dalam upaya memberikan pelayanan kepada publik. Meski memang tidak selalu informasi bisa dibuka secara langsung karena ada pembatasan informasi yang harus dilindungi atau karena hal lain yang membuat informasi tidak bisa disampaikan.

“Selain menyampaikan informasi terkait penyelenggaraan pemerintahan juga pemerintah kapanewon menerima masukan saran dari masyarakat untuk lebih meningkatkan pelayanan kepada masyarakat,” ujar Diah.

Kabid IKP Dinas Kominfo Sleman, Noor Hidayati Z P, menjelaskan bahwa berdasarkan SK Bupati bahwa di setiap Kapanewon, Panewu Anom ditunjuk sebagai Pejabat Pengelola Informasi dan Dokumentasi (PPID) Kapanewon sekaligus membina PPID kalurahan

“Harapannya dengan keterbukaan informasi masyarakat bisa tahu program pembangunan  dan informasi lain sehinggakan masyarakat bisa berpartisipasi dan mengkritisi pemerintah untuk menjadi lebih baik,” imbuh Ida.

Materi sosialisasi sendiri disamoaikan oleh Ketua KID DIY, Moch Hasyim. Dalam penjelasannya, Hasyim menyampaikan bahwa KID adalah lembaga mandiri yang berfungsi menjalankan Undang-undang KIP dan peraturan pelaksanaannya, menetapkan petunjuk teknis standart layanan informasi publik dan menyelesaikan sengketa informasi publik melalui mediasi dan atau ajudikasi nonlitigasi, dengan dasar pembentukannya UU nomor 14 Tahun 2008 tentang KIP.

“Meskipun ada undang-undang keterbukaan informasi namun ada beberapa informasi yang tidak bisa di disampaikan karena berbagai hal yang bisa menimbulkan dampak meresahkan atau data rahasia seperti hasil pendidikan riwayat penyakit dan sebagainya,” kata Hasyim.

Juga menurut Hasyim dalam memberikan pelayanan informasi publik penyelenggara negara dari pusat sampai tingkat Desa dibentuk PPID  oleh pejabat petugas PPID untuk menyampaikan pelayanan informasi yang dibutuhkan masyarakat

“Apabila ada masyarakat kurang puas atas informasi yang dibutuhkan bisa mengajukan keberatan atau tuntutan melalui jenjang proses yang ditetapkan,” tambahnya.

Sementara Ani Yuliatun, Analis Informasi KID DIY menyampaikan bahwa peserta sosialisasi basis keterbukaan informasi  merupakan petugas PPID  kapanewon serta kalurahan juga melibatkan berbagai lembaga kemasyarakatan yang ada di kapanewon Berbah.

“Harapannya informasi ini bisa cepat sampai kemasyarakat,” tutupnya. (Kusnadi/KIM Berbah)




9000 Jemaah Ikuti Pengajian 1 Muharram 1445 Hijriah di Tempel

Sleman – Majelis Taklim Al-Ikhwah memperingati Tahun Baru Hijriah 1 Muharram 1445 H dengan menggelar pengajian di Masjid Al Fallah, Pringapus, Mororejo, Kapanewon Tempel, Rabu (19/7/2023).

Arif Munajat, Pembina Al-Ikhwah menuturkan bahwa pengajian kali ini dihadiri oleh 60 majelis taklim binaan dengan total 9000 orang jemaah, yang berasal dari wilayah DIY dan Magelang.

“Dalam kesempatan pengajian Tahun Baru Islam yang mengangkat tema Kokohkan Ukhuwah Teguhkan Aqidah,” terangnya.

Pengajian dibuka dengan pembacaan ayat suci Al-Quran oleh Musyafiq Rosihul Amin, seorang Hafis Quran yang baru berusia 12 tahun. Selain itu ada juga penampilan 45 santri TPA Masjid Al Fallah yang menampilkan hafalan Surat Al Qur’an dan penampilan seni Islami.

Setelah pembacaan ayat suci Al-Quran, pengajian kemudian diisi dengan tausiah dari 2 orang ustaz, yaitu Munichy B. Edrees, Dosen Fakultas Teknik Universitas Islam Indonesia, serta Agung Budiyanto, Wakil Dekan 1 & Dosen Pasca Sarjana Fakultas Kedokteran Hewan UGM. Kedua ustaz tersebut membahas tentang pentingnya instrospeksi diri, perbaikan pribadi, dan komitmen untuk meningkatkan ibadah dan kebaikan dalam hidup.

Pengajian tersebut juga berhasil mengumpulkan infak dan sedekah sebanyak Rp 29 Juta Rupiah yang akan digunakan untuk pembangunan masjid, serta kepentingan dakwah lainnya. (Sih Budi/KIM Tempel)




Meriahkan Tahun Baru Islam, Forum TKA-TPA Condongcatur Gelar Muharram Fair

Sleman – Forum TKA-TPA Kalurahan Condongcatur menyelenggarakan kegiatan Muharram Fair bertempat di Gedung Serbaguna Condongcatur, Rabu (19/7/2023)

Muharram Fair yang dilaksanakan bertepatan dengan tanggal 1 Muharram 1445 H kalender Islam ini dibuka oleh Lurah Condongcatur.

Ketua Forum Komunikasi TKA-TPA Kalurahan Condongcatur, Suyitno menyampaikan tujuan Muharram Fair 1445 H Tahun 2023 dilaksanakan untuk memeriahkan dan mengenalkan Tahun Baru Hijriah kepada para Santri sejak dini.

“Tahun Baru Hijriah atau Tahun Baru Islam merupakan suatu hari yang penting bagi umat Islam karena menandai peristiwa penting yang terjadi sejarah Islam yaitu memperingati penghijrahan Nabi Muhammad SAW dari kota Makkah ke Madinah pada tahun 622 Masehi,” terangnya

Ada berbagai macam kegiatan yang digelar pada Muharram Fair 1445 H ini, di antaranya Parade Hadroh 800 Santri, serta Penampilan Kreativitas Santri TKA-TPA Condongcatur seperti drama, gerak dan lagu islami.

Dalam sambutannya, Lurah Condongcatur, Reno Candra Sangaji menyampaikan bahwa kegiatan ini akan dijadikan sebagai agenda rutin tahunan Kalurahan Condongcatur.

“Muharram Fair ini dapat menjadi ajang silaturahmi antar TPA se-Kalurahan Condongcatur dan sebagai ruang menampilkan kreativitas kekhasan dari masing masing TPA,” ungkap Reno.

Reno juga mendoakan agar para santri menjadi generasi anak yang soleh dan soleha, serta dapat bermanfaat bagi agama, masyarakat dan bangsa

Sementara Kamituwa Condongcatur, Al Thouvik Sofisalam selaku pengampu bidang kegiatan menyampaikan bahwa Pemerintah Kalurahan Condongcatur mendukung penuh kegiatan ini 

“Ke depannya TPA-TPA diharapkan semakin banyak inovasi dan kreasi untuk terus berkarya dan Syiar agama melalui kreasi seni dan budaya Religi,” tutur Al Thouvi.

“Di samping itu juga dengan adanya event seperti ini menjadikan Condongcatur semakin Bersinar, Tangguh dan Nyawiji terbukti dengan Guyubnya Paguyuban TPA, dimana TPA merupakan tempat pendidikan karakter anak termasuk anak usia dini untuk mencetak generasi santri yang qur’ani,” tutupnya. (Wasana/KIM Depok)




SLB Tunas Kasih 2 Turi Resmi Berganti Kepengurusan

Sleman – Pergantian Kepala Sekolah SLB Tunas Kasih 2 Turi dari Haryanto kepada Rismiyati dilaksanakan pada Selasa (18/7/2023) di Aula SLB Tunas Kasih 2 Turi.

Acara dihadiri oleh Tunzinah pengawas sekolah dari Dinas Pemuda dan Olahraga, Bakir sebagai Ketua Komite, juga  Azwar Effendi, Panewu Anom Kapanewon Turi.

Dalam sambutannya, Haryanto menyampaikan bahwa dirinya sudah empat tahun menjadi Kepala Sekolah dan akan pamit karena sudah tidak bertugas lagi di SLB Tunas Kasih 2.

“Namun jika diminta tetap akan mengabdikan diri pada SLB Tunas Kasih 2 Tuti dengan sisa tenaga yang ada. Kebetulan selaku yang dituakan juga di Dikdasmen sekolah yang ada di Turi,” ujarnya.

Dirinya merasa selama 4 tahun ini belum banyak yang bisa dilakukan olehnya untuk mengembangkan SLD Tunas Kasih 2 Turi. Pandemi COVID-19 yang melanda selama 2 tahun sangat mempengaruhi kepengurusannya, di mana proses belajar mengajar harus dilakukan secara daring.

“Sehingga tidak bisa memandirikan siswa dengan semaksimal mungkin. Tentu banyak kekurangan, karena itu kami menghaturkan permohonan maaf dan semoga orang tua murid  bisa memaafkan,” tukasnya.

“Semoga kepala sekolah yang baru yakin Bu Rismiyati, Insya Allah bisa melaksanakan amanah dan memajukan SLB Tunas Kasih 2 Turi dengan lebih baik lagi,” harap Haryanto.

SLB Tunas Kasih 2 Turi merupakan salah satu anak cabang kegiatan dari Yayasan Pendidikan Kesejahteraan Bina Remaja (YPKBR) yang memiliki sekretariat di Bantarjo Donoharjo Ngaglik, di samping Panti Asuhan Bina Remaja yang berlokasi di Bantarjo dan Sb tunas Kasih 1 yang berlokasi di Balong Donoharjo Ngaglik.

Dalam sambutannya Ketua YPKBR, Saptono Budi Samodro, menyampaikan terimakasih kepada Rusmiyati atas kesediaannya memimpin SLB Tunas Kasih 2 Turi. 

“Terimakasih meski agak dipaksa tapi merupakan hasil kesepakatan. Dengan pilihan bapak Ibu guru dan staf di sekolah ini. Semoga  jalannya SLB akan semakin baik, program yang direncanakan bisa berjalan semakin baik,” ujar Saptono.

Dirinya menambahkan, menjadi Kepala SLB Tunas Kasih memiliki tantangan sendiri. Meskipun berstatus sekolah swasta, SLB Tunas Kasih tidak memberatkan siswanya dengan pungutan biaya, sifatnya sukarela dari orang tua siswa.

“Tidak ada iuran rutin sehingga ini perlu kelihaian Kepala sekolah untuk mengelola anggaran. Yayasan juga belum bisa banyak membantu. Agar bisa menjalankan sebaiknya dengan landasan keikhlasan dan keinginan untuk mencari Ridho Allah SWT,” tandas Saptono.

Sementara itu Panewu Anom Kapanewon Turi Azwar Effendi  menyampaikan terimakasih kepada Haryanto pengabdiannya selama ini dan semoga seluruh jajaran SLB Tunas Kasih 2 terus diberikan kesabaran untuk membimbing anak-anak yang isimewa ini.

“Terimakasih juga selalu mengundang dan melibatkan pemerintah Kapanewon, semoga ke depan tetap sinergi kerjasama dengan Kapanewon Turi,” harapnya. (Endarwati/KIM Donoharjo Ngaglik)




Warga Kembangarum Isi Pergantian Tahun Baru Islam dengan Tirakatan

Sleman – Warga Padukuhan Kembangarum, Donokerto, Turi menggelar tirakatan menyongsong tahun baru Islam 1 Muharram 1445 Hijriah di rumah salah satu warganya yaitu Triyono, Selasa (18/7/2023). Kegiatan dihadiri langsung oleh Lurah Donokerto, Bhabinkamtibmas, Babinsa, dan seluruh warga Kembangarum 13.

Lurah Donokerto, Waluyo Jati mengapresiasi kegiatan tirakatan yang juga merupakan bagian dari aktivitas jagawarga di Padukuhan Kembangarum.

“Kegiatan jagawarga yang sangat bermanfaat, dan telah diselenggarakan setiap tahun,” ujarnya.

Hal senada juga diungkapkan oleh Dukuh Kembangarum 13, Kunta Wibowo. Ia mengapresiasi warga yang selalu bergotong-royong dalam menjaga kondisi di Kembangarum, baik dalam hal melestarikan budaya, dan menjaga kondusivitas.

Setelah tahlil, kegiatan kemudian dilanjutkan dengan upacara tradisi, serta mubeng dusun. (Suharno/KIM Kertomandiri)