Bak Tangkap Sumber Air Bersih Pamdes Tirtosari Diharap Dorong Pemenuhan Air Bersih Bagi Warga

Sleman – Wakil Bupati Sleman, Danang Maharsa meresmikan Bak Tangkap Sumber Air Bersih miliki Pamdes Tirtosari Kalurahan Sendangsari pada Selasa, (18/7) di Pundung Parakan Kulon, Sendangsari, Minggir. Peresmian dilakukan secara simbolis oleh Wakil Bupati Sleman dengan menekan sirine.

Dalam arahannya, Danang mendukung serta mengapresiasi usaha Pamdes Tirtosari dan Kalurahan Sendangsari dalam memenuhi kebutuhan air di wilayahnya. Ia menambahkan, Pemkab Sleman turut mendukung operasional Bak Tangkap ini melalui pengembangan instalasi listrik.

“Selagi memang dibutuhkan masyarakat tentu mewakili Pemkab Sleman kami akan usahakan untuk mewujudkan Sesarengan mBangun Sleman,” ujarnya

Lebih lanjut ia berharap dapat dirasakan manfaatnya cepat atau lambat oleh warga Sendangsari. Dengan pemenuhan air bersih tentu akan berpengaruh kepada peningkatan perekonomian, kesehatan sehingga berpengaruh juga dalam penurunan stunting di Sendangsari khususnya.

“Mudah-mudahan berguna, dimanfaatkan dan dijaga. Tentu lebih baik jika setiap tahun Pamdes Tirtosari bisa memperoleh ba untuk mengembangkan jaringannya untuk kepentingan masyarakat Sendangsari,” jelasnya

Sementara itu, Lurah Sendangsari, Afan Nur Hisan menyampaikan pengembangan Bak Tangkap Sumber Air Bersih milik Pamdes Tirtosari ini diawali pada tahun 2019 dengan kapasitas kecil, kemudian 2022 permintaan Pamdes Tirtosari telah mencapai 500 rumah sehingga dibutuhkan bak tangkap air baru.

“Dengan kebutuhan warga yang meningkat jika hanya satu bak tangkap tentu sangat kurang sehingga membutuhkan bak tangkap baru dan kebetulan kami menemukan sumber mata air lebih besar disini,” jelasnya

Lebih lanjut, ia berharap Bak Tangkap ini dapat mengaliri seluruh padukuhan di Sendangsari. Menurutnya, air bersih menjadi prioritas karena beberapa padukuhan kualitas air belum baik dan akan didorong terus agar dapat merata.




Wabup Sleman Harap Pengurus PMI Kapanewon Amanah Menjalankan Tugas.

Sleman – Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Sleman melaksanakan pelantikan pengurus tingkat Kapanewon se – Kabupaten Sleman Masa Bakti 2023-2028, pada Senin, (17/7). Bertempat di Aula Pangripta Bappeda Sleman, hadir Wakil Bupati Sleman, Danang Maharsa bersama Ketua PMI DIY, GBPH Prabukusumo.

Pengurus PMI Kapanewon dilantik secara langsung oleh Ketua PMI Sleman, Sunartono dengan jumlah 7 orang pada masing-masing Kapanewon dengan total 119 orang.

Dalam sambutannya, Danang berharap berharap agar amanah yang dipercayakan dapat dilaksanakan dengan sebaik-baiknya dan penuh tanggung jawab. Ia menambahkan, pengurus PMI Kapanewon Se-Kabupaten Sleman yang telah dilantik dituntut untuk mampu menyusun program dan kegiatan yang benar-benar sesuai dengan perkembangan situasi untuk memajukan organisasi dan melayani masyarakat di Kapanewon masing-masing.

“Pengurus PMI Kapanewon Se-Kabupaten harus mampu merealisasikan pelayanan prima bagi anggotanya dan masyarakat. Dengan orientasi pelayanan ini diharapkan PMI Kapanewon Se-Kabupaten Sleman dapat menjadi organisasi yang memberikan kontribusi positif bagi masyarakat,” ujarnya

Lebih lanjut, momentum pelantikan ini merupakan awal yang baik bagi pengurus, untuk lebih meningkatkan layanan berkualitas kepada masyarakat sesuai prinsip-prinsip dasar gerakan Palang Merah Indonesia.

“Jadilah PMI yang tanggap, cepat dan peduli, serta mari kita bersama memajukan Kabupaten Sleman yang lebih baik, dan mengabdi kepada masyarakat dengan berlandaskan rasa kemanusiaan,” jelasnya

Sementara itu, Ketua PMI DIY, GBPH Prabukusumo mengapresiasi kinerja kepengurusan PMI Kapanewon dan Kabupaten Sleman yang telah selesai masa bakti nya dan berharap untuk kepengurusan baru bisa lebih baik dan ditingkatkan kinerjanya.

“Sleman ini menurut saya luar biasa dan bagus kepengurusannya, salah satu yang terbaik. Diharapkan bisa berdedikasi tinggi dan berkomitmen untuk dapat melaksanakan tugas sesuai mandat sesuai prinsip dasar palang merah internasional.

“Diharapkan berdedikasi tinggi dan berkomitmen dan dapat melaksanakan tugas sesuai mandat. Kepengurusan terpilijh mampu melaksanakan prinsip dasar Palang Merah Indonesia,” jelas Prabukusumo




Pemkab Sleman Tekan Angka Stunting Melalui Optimalisasi TPPS Kapanewon

Sleman – Sebagai upaya menekan angka stunting di Kabupaten Sleman. Bupati Sleman, Kustini Sri Purnomo bersama dengan Wakil Bupati Sleman, Danang Maharsa yang sekaligus menjadi Ketua Tim Percepatan Penurunan Stunting (TPPS) melakukan monitoring dan evaluasi TPPS Kapanewon Sleman pada Senin, (17/7) di Kantor Kapanewon Sleman.

Kustini menyampaikan bahwa prevalensi stunting Sleman tahun 2022 berdasarkan SSGI mengalami penurunan sebesar 1,9 % menjadi 6,88 persen. Meskipun demikian, masih ada beberapa kasus yang haris ditangani. Kustini mengimbau TPPS untuk selalu bersinergi dan memberikan edukasi dan informasi tentang pentingnya penanggulangan stunting kepada masyarakat Kapanewon Sleman.

“TPPS Kapanewon tentunya lebih memahami karakteristik masyarakat di wilayahnya. Oleh karena itu, TPPS perlu melakukan pendekatan komunikasi yang tepat kepada calon pengantin, pasangan usia subur, ibu hamil dan menyusui agar dapat mencegah kemunculan kasus baru dan mendukung percepatan penurunan stunting,”ujarnya

Sementara itu, Wakil Bupati Sleman, Danang Maharsa selaku Ketua TPPS Sleman mengatakan dengan monev diharapkan dapat mengetahui berbagai kendala, permasalahan maupun hambatan dalam upaya menurunkan stunting di Kabupaten Sleman.

“Tujuan monev kinerja TPPS di Kapanewon adalah agar program berjalan baik dan tepat sasaran. Goals nya tentu penuruan prevalensi stunting di Sleman dengan target jangka panjang Sleman Zero Stunting,”ujarnya

Ia menambahkan bahwa pola asuh dan pola makan anak sangat berpengaruh. Kedua hal tersebut dapat berpengaruh pada kebutuhan gizi anak yang tercukupi.




Kepala BKKBN DIY Kunjungi Kelas Terakhir Jenjang S2 Sekolah Lansia BKL Mugi Waras Sumbersari

Moyudan – Kepala Perwakilan Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) DIY, Andi Ritamariani mengunjungi Sekolah Lansia Bina Keluarga Lansia (BKL) Mugi Waras di Rumah Singgah Lansia Blendung, Moyudan, Minggu (16/7/2023).

Pada pertemuan kedelapan atau terakhir pada jenjang S2 (Standar S2) tahun ajaran 2023 itu bertindak sebagai pemberi materi adalah Direktur IRL (Indonesia Ramah Lansia ) Dwi Endah. Ia memberikan materi tentang Tremor atau buyuten.

Dikatakan bahwa penyebab tremor adalah  hipoglemi (kurang makan, mengkonsumsi kafein berlebih, kecemasan, kekurangan Vitamin B2,  gangguan kelenjar tiroid dan penyakit parkinson. Kemudian dijelaskan solusi, dan terapinya pula.

“Maka bapak ibu harus bahagia, banyak senyum. Kalau ada masalah, curhatkan saja jangan dipendam agar tidak terjadi gangguan di otak,” ujarnya.

Pada kesempatan itu, Penanggung jawab Bidang Kesejahteraan Keluarga dan Pemberdayaan Keluarga BKKBN DIY, Witriastuti Suseni Anggraeni menyampaikan bahwa pemerintah terus berkomitmen memberikan pendampingan kepada para lansia agar tetap sehat, produktif, dan bahagia. Ia juga berpesan agar siswa-siswi sekolah lansia dapat menularkan ilmu yang didapatkannya kepada teman lainnya, serta dapat menjadi teladan bagi anak cucunya.

Sementara itu Koordinator Bina Ketahanan Balita Anak Lansia dan Rentan BKKBN DIY, Yuni Hastutiningsih mengatakan bahwa berhubung sekolah lansia standar 2 sudah selesai, pihaknya akan mengupayakan adanya wisuda seperti waktu S1 tahun lalu.

“Tidak dianggarkan, tapi kami akan berupaya mencari sponsor dan yang lainnya untuk acara wisuda demi bapak-ibu semuanya bahagia,” ujarnya.

Sedangkan Kepala Perwakilan BKKBN DIY, Andi Ritamariani yang baru 7 hari menjabat menggantikan Shodiqin, memberikan  apresiasi kepada BKL di DIY khususnya Mugi Waras yang  lansianya sehat- sehat dan semangatnya luar biasa. Dikatakannya bahwa di  Sulawesi Selatan tempat sebelumnya ia bertugas, BKL baru dimulai, DIY sudah ada yang standar 3.

“Saya bahagia bertugas di sini. Angka harapan hidup di DIY paling tinggi se-Indonesia. Disinilah tempat yang baik untuk srudi tiru,” tukasnya. (Eny Ms/KIM Sumber Biwara Moyudan)




Pemkab Sleman Turunkan Angka Kemiskinan Dengan Pemutakhiran Data

Sleman – Sebagai persiapan program pemutakhiran data kemiskinan di Kabupaten Sleman, Pemkab Sleman melalui Dinas Sosial Kabupaten Sleman mengadakan acara sosialisasi petunjuk teknis Musyawarah Padukuhan (Musduk) dan Musyawarah Kalurahan (Muskal) pada Senin (17/7), di aula Nakula Dinas Sosial Kabupaten Sleman.

Acara tersebut juga dihadiri oleh Wakil Bupati Sleman sekaligus ketua Tim Koordinasi Penanggulangan Kemiskinan Daerah (TKPKD) Kabupaten Sleman, Danang Maharsa.

Kepala Dinas Sosial, Mustadi, mengatakan acara sosialisasi ini dilakukan kepada perwakilan 86 Desa se-Kabupaten Sleman terkait pelaksanaan Musduk dan Muskal terkait pemutakhiran data kemiskinan. Disebutkan bahwa untuk mencapai kualitas data yang akurat, pelaksanaan musyawarah nantinya harus melibatkan berbagai unsur yang ada di lingkungan masing-masing.

“Dengan dukungan semua pihak, diharapkan bisa mendapatkan kualitas data yang baik,” ujarnya.

Sementara Wakil Bupati Sleman, Danang Maharsa, menuturkan bahwa upaya pemutakhiran data kemiskinan sangat penting untuk efektivitas sasaran program penanggulangan kemiskinan dan perlindungan sosial. Sehingga diharapkan partisipasi dan peran aktif semua pemangku wilayah dalam melaksanakan musduk dan Muskal guna meng-update data kemiskinan di Kabupaten Sleman.

“Diharap padukuhan dan 86 kalurahan semuanya melaksanakan musduk/muskal sesuai petunjuk teknisnya, serta pengumpulan hasil Musduk dan Muskal sesuai jadwal yang ditentukan,” ujarnya.