Bupati Sleman Ingatkan Pentingnya Eksistensi Perempuan di Berbagai Sektor

Sleman – Bupati Sleman Kustini Sri Purnomo menghadiri kegiatan Srikandi BUMN Goes To Campus yang merupakan kegiatan yang diinisiasi oleh komunitas perempuan yang berkarya di BUMN pada Senin (17/7). Kegiatan ini berlangsung di Universitas Islam Indonesia (UII) dan dihadiri ratusan mahasiswa berbagai fakultas.

Diyantini Soesilowati selaku Direktur Kepatuhan dan Manajemen Risiko PT TASPEN sekaligus Pembina Srikandi Taspen, menjelaskan kegiatan Srikandi BUMN goes to campus bertujuan untuk memberi wadah bagi perempuan yang ingin berkarya di BUMN.

“Kegiatan ini menjadi momentum untuk mendorong partisipasi perempuan berkarir di perusahaan milik negara guna memberi kontribusi membangun perekonomian bangsa dan negara,” katanya.

Menurutnya hal tersebut sejalan dengan prioritas Kementerian BUMN untuk pengembangan talenta. Ia juga mengajak para mahasiswa untuk terus belajar mengembangkan kemampuannya dan membangun jejaring untuk mendukung karya kita.

“Menteri BUMN telah mentargetkan 20 persen perempuan menduduki posisi strategis setingkat direksi di perusahaan BUMN. Dan 10 persennya dari kalangan milenial,” ungkapnya.

Ia berharap kebijakan tersebut dapat menjadi motivasi bagi mahasiswa  untuk ikut membangun bangsa dan negara.

Sementara itu, Bupati Sleman Kustini Sri Purnomo dalam sambutannya mengatakan keberadaan Srikandi BUMN menjadi wujud eksistensi perempuan dalam berbagai sektor pembangunan. Ia berharap, kesuksesan Srikandi BUMN menjadi inspirasi dan memotivasi para mahasiswa untuk mempersiapkan diri untuk berkarya di segala bidang yang diminati.

Lebih lanjut, Kustini juga menyampaikan harapannya kepada para putra-putri yang telah mengenyam pendidikan di Sleman untuk turut serta mengimplementasikan ilmu yang didapat untuk menjawab berbagai permasalahan sosial yang tengah kita hadapi dimanapun nanti berkarya.

“Saya mengundang putra- putri terbaik untuk menjadi calon pemimpin negeri serta mendarmabaktikan keilmuannya bagi negeri,” ujar Kustini.




Peringati Harganas dan Hari Koperasi Nasional, Wabup Sleman Dorong Optimalkan Peran Keluarga dan Penguatan Koperasi

Sleman – Pemerintah Kabupaten Sleman selenggarakan upacara bendera dalam rangka memperingati Hari Keluarga Nasional (Harganas) ke-30, Hari Koperasi Nasional ke-76 dan Hari Anak Nasional ke-39. Upacara berlangsung di Lapangan Pemda Sleman pada Senin (17/7).

Kegiatan ini dihadiri oleh jajaran Forkopimda Kabupaten Sleman beserta sejumlah perwakilan setiap OPD di lingkungan Pemkab Sleman. Bertindak sebagai Inspektur Upacara, Wakil Bupati Sleman, Danang Maharsa.

Dalam amanatnya, Danang menyampaikan bahwa peringatan Harganas merupakan momen untuk lebih menyadari dan memahami pentingnya keluarga sebagai pondasi membangun kehidupan yang sejahtera.

Menurut Danang, Keluarga merupakan rujukan pertama untuk melindungi, membimbing dan memberdayakan anggota keluarga baik secara sosial, ekonomi dan budaya. Maka dari itu, Ia mendorong agar peran keluarga dapat dioptimalkan sebagai wadah pembentuk generasi berkualitas.

“Upaya mewujudkan keluarga sejahtera tentunya lekat dengan upaya menciptakan generasi yang sehat dan berkualitas. Pada bulan Juli ini juga diperingati sebagai Hari Anak ini saya ingin mengingatkan seluruh pihak untuk dapat bersinergi memenuhi hak-hak anak,” ucap Danang.

Sementara terkait Peringatan Hari Koperasi Nasional, Danang mengajak seluruh aparat Pemkab Sleman untuk kembali menguatkan koperasi agar tetap adaptif dan berkembang di era modern ini.

“Saya mengajak seluruh aparat Pemkab Sleman untuk kembali memanfaatkan berbagai produk dan jasa koperasi dalam memenuhi kebutuhannya,” ujar Danang.




Siswa SMPN 4 Depok Sleman Raih Juara 1 Kejuaran Catur di Thailand

Sleman – Bupati Sleman Kustini Sri Purnomo memberikan apresiasi kepada Herfesaa Shafira Devi (15) Siswa SMPN 4 Depok atas prestasinya sebagai juara 1 dengan perolehan medali emas dalam Kejuaraan Catur Yunior ASEAN “21st ASEAN+ Age Group Chess Championship 2023” yang berlangsung di Bangkok, Thailand pada 17 Juni 2023.

Apresiasi diserahkan Kustini berupa uang pembinaan sebesar Rp ,00 yang diterima langsung oleh Herfesaa Shafira Devi bertempat di Ruang Rapat Bupati Sleman, Senin (17/7/2023).

Kustini Sri Purnomo menyampaikan ucapan selamat kepada Herfesaa Shafira Devi atas prestasinya di kancah internasional. Dirinya berharap, prestasi ini menjadi inspirasi bagi atlet lain dan generasi muda di Sleman untuk terus berprestasi, baik nasional maupun di kancah internasional.

“Pada dasarnya Pemerintah Kabupaten Sleman terus mendukung atlet atlet Sleman yang berprestasi. Berbagai upaya akan terus dilakukan Pemkab untuk meningkatkan prestasi di berbagai bidang. Prestasi yang diraih atlet catur Sleman ini menjadi kebanggaan bagi Kabupaten Sleman,” jelasnya.

Terakhir, Kustini mengapresiasi kegigihan Herfesaa Shafira Devi dalam mencetak prestasi dan mengharumkan nama Kabupaten Sleman dan juga mengharumkan nama bangsa.




Gelar Potensi Sinduharjo Tampilkan Berbagai Kesenian Tradisional

Ngaglik – Kalurahan Mandiri Budaya Sinduharjo, Kapanewon Ngaglik Melaksanakan Gelar Potensi Budaya yang diikuti oleh UMKM dan kelompok binaan Desa Prima dari paguyuban seni yang ada di Sinduharjo, Ngaglik. Perhelatan yang berlangsung dari Minggu (9/7/2023) hingga Minggu (16/7/2023) tersebut diselenggarakan di Taman Budaya Loh Jinawi, Gentan, Kapanewon Ngaglik, Sleman.

Ketua Kalurahan Mandiri Budaya Sinduharjo, Astadi, menuturkan bahwa gelar Potensi yang dibiayai dengan Dana Keistimewaan mendapatkan sambutan yang baik dari masyarakat.

“Selain bazar UMKM serta kelompok binaan Desa Prima dengan konsep pasar tiban, setiap malam ditampilkan hiburan kesenian meliputi Kesenian Jathilan, Angklung Rumpun Gita Musika, Badui Wali Sanga, Karawitan Anak, remaja, PKK dan Kasepuan, Wayang Orang Anak, dan Kethoprak yang pemainya adalah perangkat Kalurahan,” terang Astadi.

“Selain itu juga kesenian moderen seperti Campursari dan Organ tunggal,” imbuhnya.

Menjelang berakhirnya penyelenggaraan, Jumat malam (14/7/2023), penampilan Kethoprak Perangkat Kalurahan dengan lakon Joko Tingkir Tundhung mendapat apresiasi masyarakat setempat. Panewu Ngaglik beserta jajaran Forkompim dan Pendamping Kalurahan Budayapun menyempatkan hadir dalam acara tersebut.

Gelar Potensi diakhiri Minggu (16/7/2023) dengan menggelar Jathilan Kudha Utama dari Padukuhan Jaban. (Tri Joko S/KIM Kalasan)




Kirab Pusaka dan Gunungan Meriahkan HUT ke 75 Kalurahan Donoharjo

Sleman – Sebagai puncak perayakan Hari Ulang Tahunnya yang ke 75, Pemerintah Kalurahan Donoharjo, Kapanewon Ngaglik  menggelar acara Kirab budaya Bedhol Projo  pada Minggu (16/7/2023).

Acara diawali dengan Bedol Pusaka di dalam joglo rumah lurah karanglo lama Soerodimedjo. Diiringi oleh Bergada dari Padukuhan Penen, pusaka diarak menuju Balai Kencono padukuhan Bakalan yang berjarak sekitar 1 km. Di Balai Kencono prosesi dimulai dengan Kenduri dan doa oleh para Rois se-kalurahan Donoharjo.

Pada kesempatan tersebut, Lurah donoharjo  Hadi Rintoko menyampaikan apresiasi yang sebesar-besarnya karena seluruh masyarakat yang telah menyumbangkan tenaga pikiran materi untuk menampilkan yang terbaik pada Kirab budaya ini sehingga berlangsung sangat meriah.

“Kirab budaya ini berhasil menggerakkan seluruh komponen masyarakat untuk bekerja bersama bergotong-royong nyengkuyung kegiatan memeriahkan hari ulang tahun donoharjo. Hal ini sekaligus sebagai  harapan dan  keyakinan bahwa donoharjo akan menjadi tempat yang menyenangkan sehingga visi misi Sri taman Sri gunung akan segera terwujud,” kata Hadi

Sejalan dengan hal tersebut, Bupati Sleman, Kustini Sri Purnomo menyampaikan bahwa pencanangan kapanewon sebagai pusat budaya  ternyata sangat berpengaruh untuk mengembangkkan potensi budaya dan perekonomian masyarakat.

“Hal ini perlu untuk selalu dilestarikan agar supaya gebyar meriahnya tidak hanya sekali terlaksana dan sebagai sarana untuk menggali potensi kebudayaan tradisional yang ada di Kelurahan donoharjo sebagai tindak lanjut membangun dan memberdayakan masyarakat yang ada,” kata Kustini.

Selanjutnya pusaka dan gunungan dikirab dari Balai Kencono menuju ke Kantor Kalurahan Donoharjo yang berjarak 4 km. Kirab budaya diiringi oleh Bergada Rakyat dan diikuti sekitar 1500 orang yang berasal dari 16 Padukuhan se-Kalurahan Donoharjo. Kirab diikuti juga oleh berbagai lapisan masyarakat tidak saja bernuansa Jawa, terlihat juga Ogoh-Ogoh Hanoman dari Bali ikut serta memeriahkan acara tersebut.

Sesampainya di Kantor Kalurahan Donoharjo, pusaka yang dibawa oleh Hadi Rintoko kemudian disimpan di gedung pusaka.

Untuk selanjutnya masyarakat menyaksikan tarian kolosal dari padukuhan Penen, dilanjutkan dengan rebutan gunungan yang berisi berbagai hasil bumi seperti sayur-sayuran dan buah-buahan sebagai simbol kemakmuran bagi masyarakat Kelurahan donoharjo.

Kirab Budaya ini sekaligus menandai berakhirnya rangkaian peringatan Hari Jadi Kalurahan Donoharjo, di mana sebelumnya telah dilaksanakan pertandingan olahraga, senam, lomba kebersihan kampung, bazar UMKM, lomba mewarnai dan berbagai macam pentas kesenian rakyat. (Upik Wahyuni/KIM Donoharjo)