Songsong Musyawarah Cabang, PCM Gamping Gelar Jalan Sehat

Sleman – Dalam rangka menyemarakkan Musyarawarah Cabang, Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) Gamping mengadakan acara songsong Musycab Muhammadiyah  Gamping ke-13 dan ‘Aisyiyah Gamping ke-12, salah satunya adalah jalan sehat pada Minggu (16/7/2023). Kegiatan yang diikuti oleh 2000 orang ini mengambil start dan finish di Masjid K.H. Sudja, komplek PKU Muhammadiyah Gamping.

Pelaksanaan Musycab Muhammadiyah Gamping sendiri dilaksanakan pada tanggal 19 Juli 2023 untuk pemilihan kepemimpinan baru periode 2022-2027.

“Tema yang diangkat dalam kegiatan Musycab kali ini adalah Membumikan Risalah Islam Berkemajuan, Mencerahkan Gampin,” ujar Syinta Brata.

Dalam kesempatan Acara songsong Musycab PCM PCA Gamping kali ini juga Nampak dihadiri oleh Ketua Pimpinan Wilayah Muhammadiyah DI Yogyakarta, Ikhwan Ahada, dan Direktur PKU Muhammadiyah Gamping dr Ahmad Faesol.

Selain jalan sehat, ada beberapa kegiatan yang dilaksanakan pada acara songsong musycab ini si antaranya adalah lomba mewarnai, cek kesehatan dan pengajian, yang tidak kalah menariknya acara ini dibanjiri puluhan doorprize baik sepeda maupun kulkas dan mesin cuci.

“Acara ini bertujuan untuk mensyiarkan dakwah Muhammadiyah, sarana mempererat silaturahim dan meningkatkan keakraban jamaah Muhammadiyah se-Gamping dan juga jalan sehat ini merupakan bagian dari upaya Muhammadiyah dan Aisyiyah dalam mengajak masyarakat untuk hidup sehat dan aktif,” ujar Syinta Brata.

Ia juga menambahkan bahwa jalan sehat ini tidak hanya menyediakan kesempatan bagi peserta untuk menjaga kesehatan fisik mereka, tetapi juga menjadi momen penting untuk berinteraksi dan menjalin silaturahmi dalam suasana yang penuh semangat kekeluargaan dalam payung persyarikatan Muhammadiyah. (Arief Hartanto)




Resmi Ditutup, Omzet PPD  Sleman Tahun 2023 Capai 1,7 Miliar

Sleman – Pameran Potensi Daerah (PPD) Kabupaten Sleman Tahun 2023 resmi ditutup oleh Wakil Bupati Sleman, Danang Maharsa pada Minggu (16/7) di Halaman Gedung Kesenian Kabupaten Sleman.

PPD Kabupaten Sleman tahun 2023 berlangsung selama 10 hari mulai 7 Juli 2023 sampai dengan 16 Juli 2023, menampilkan potensi daerah multi produk unggulan se-Kabupaten Sleman serta berbagai pertunjukan seni budaya, dan hiburan.

Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Sleman, Mae Rusmi Suryaningsih menuturkan sampai dengan hari terakhir, kegiatan PPD tahun 2023 diikuti sebanyak 217 peserta yang terdiri dari 17 Kecamatan, 16 OPD/Instansi, 4 BUMD, 30 Sekolah, 4 Perguruan Tinggi, 58 UMKM binaan dan 88 Swasta.

Mae Rusmi juga melaporkan, penyelenggaraan PPD tahun 2023 mendapat respon positif dari masyarakat. Hal tersebut dapat dilihat dari jumlah pengunjung lebih dari orang, dengan omzet lebih dari 1,7 miliar rupiah. Jumlah omzet tersebut melebihi target yang diperkirakan sebelumnya yaitu 1 miliar rupiah.

“Pameran ini (PPD 2023) berdampak positif terhadap shelter PKL Denggung yang mengalami kenaikan omzet penjulannya kurang lebih 50 persen dibanding hari biasa,” ungkapnya.

Sementara itu Wakil Bupati Sleman Danang Maharsa menyampaikan apresiasi atas penyelenggaraaan PPD tahun 2023. Menurutnya, Penyelenggaraan pameran ini merupakan bagian dari upaya Pemkab Sleman untuk memperkenalkan berbagai potensi yang dimiliki Sleman serta semakin meningkatkan dinamika perekonomian masyarakat Sleman.

“Pameran ini juga mejadi sarana informasi dan edukasi bagi masyarakat untuk semakin mencintai produk asal Sleman sekaligus menumbuhkan kecintaan terhadap budaya daerah,” katanya.

Danang berharap penyelenggaraan PPD tahun 2023 benar-benar dapat menjadi sarana promosi dan pengembangan potensi unggul, terutama para pengusaha dan perajin UMKM Sleman untuk lebih mengembangkan usahanya.

“Transaksi penjualan maupun pemesanan produk dalam pameran ini tentunya patut disyukuri karena merupakan bukti bahwa penyelenggaraan Pameran Potensi Daerah ini mendapatkan respon yang cukup positif dari masyarakat,” ujarnya.

Dalam penutupan PPD tahun 2023 ini juga diumumkan pemenang berbagai perlombaan yang dilaksanakan selama berlangsungnya PPD 2023, yaitu lomba stand dengan berbagai kategori, lomba pertunjukan rakyat dan lomba menggambar mewarnai. Piagam penghargaan bagi berbagai perlombaan tersebut diserahkan secara langsung oleh Wakil Bupati Sleman.




Kembangkan Potensi Pertanian, Pemkab Sleman Gandeng KWT Budidaya Timun Baby

Sleman – Pemerintah Kabupaten Sleman terus berupaya untuk meningkatkan kesejahteraan petani, salah satunya melalui pelaksanaan Lomba Tanam Timun Baby Cup Bagi Kelompok Wanita Tani (KWT). Kegiatan yang diselenggarakan oleh Dinas Pertanian, Pangan, dan Perikanan tersebut, dibuka oleh Bupati Sleman Kustini Sri Purnomo, pada Minggu (16/7).

Kepala Dinas Pertanian, Pangan, dan Perikanan, Suparmono, menyampaikan Lomba Tanam Timun Baby dilaksanakan sebagai salah satu bentuk pengembangan lahan pertanian di Kabupaten Sleman. Pram menambahkan timun baby dapat panen 20-35 kali dalam satu bulan. Untuk hasil panennya dapat mencapai kisaran 3 ton pada lahan meter persegi. Dengan potensi ini diharapkan dapat menjadi peluang baru bagi KWT dalam meningkatkan pendapatan.

“Penanaman dilaksanakan maksimal pada 25 Juli. Untuk proses penanaman berlangsung selama sekitar 1 bulan. Dan kami berusaha untuk menghubungkan KWT untuk pasar timun yang Insya Allah sangat potensial,” begitu jelasnya.

Bupati Sleman, Kustini Sri Purnom menyambut baik inisiatif yang dilakukan Dinas Pertanian, Pangan dan Perikanan Kabupaten Sleman. Gagasan tersebut dikatakan Bupati menjadi jalan baru untuk meningkatkan kesejahteraan petani. Tak hanya itu, dengan penyelenggaraan lomba ini, Bupati berharap dapat membuat kualitas produksi holtikultura Sleman semakin meningkat.

“Mari ibu-ibu semua kita jadikan kesempatan ini sebagai ajang untuk meningkatkan hasil produksi kita. Jadikan sebagai motivasi untuk menghasilkan produk yang sehat, berkualitas, dan nanti hasilnya bisa dirasakan ibu-ibu. Semoga hasilnya pun dapat meningkatkan kesejahteraan ibu-ibu semua,” jelas Kustini.

Kustini berharap agar inovasi ini juga dilakukan pada komoditas lain. Sehingga, semakin banyak peluang untuk meningkatkan kesejahteraan petani dan memakmurkan lahan pertanian Sleman. Untuk mecapai hal tersebut, Bupati mengajak KWT untuk berkolaborasi dengan kelompok petani milenial agar dapat melahirkan inovasi baru melalui teknologi terkini.

Lebih lanjut, Kustini didampingi Suparmono sekaligus menyerahkan bantuan sarana budidaya timun baby kepada perwakilan KWT yang hadir. Dinas Pertanian, Pangan, dan Perikanan Sleman juga memfasilitasi KWT dengan diskusi melalui kegiatan bimtek budidaya timun baby.




Tingkatkan Ketentraman Warga, Wabup Sleman Upayakan Penuhi Target Jaga Warga

Sleman – Sebagai wujud peningkatan keamanan warga Sleman, Wakil Bupati Sleman, Danang Maharsa, hadir menjadi narasumber pada acara Jagongan Jaga Warga, pada Jumat (14/7), di Balai Kalurahan Ambarketawang, Gamping.  Acara yang diinisiasi oleh Satpol PP DIY tersebut turut menghadirkan  Komisi D DPRD DIY, Koeswanto dan Kepala Seksi Pengendalian dan Operasional Satpol PP DIY, Edhy Hartana.

Danang Maharsa menyampaikan, kelompok jaga warga memberikan peran penting untuk menciptakan keamanan dan ketertiban warga. Terlebih lagi jelang tahun pemilu 2024, kehadiran jaga warga diharapkan dapat meminimalisir gesekan politik yang dapat terjadi kapan saja.  Sebagai mitra pemerintah, jaga warga diharapkan Danang dapat membantu memecahkan permasalahan di wilayahnya secara mandiri.

“Jaga Warga berperan sebagai mitra pemerintah dalam mewujudkan keterlindungan warga masyarakat. Bekerjasama dengan Dukuh, RT/RW, Satuan Perlindungan Masyarakat, Pamong Kelurahan dan Kepolisian Sektor, diharapkan permasalahan sosial dan ekonomi di wilayahnya dapat diselesaikan secara mandiri,” kata Danang.

Danang menerangkan, hingga saat ini jumlah kelompok jaga warga yang terbentuk sebanyak 789 dari padukuhan. Sesuai dengan target amanat Gubernur, pembentukan jaga warga akan dipercepat, sehingga sudah dapat terpenuhi pada tahun 2024. Untuk itu, Pemerintah Kabupaten Sleman terus berupaya untuk memenuhi target, salah satunya dengan melakukan sosialisasi, fasilitasi pembentukan dan pengukuhan kelompok jaga warga.

Pada pertemuan itu, Wakil Bupati Sleman sekaligus menyerahkan Handy Talkie (HT) yang diperuntukan kepada perwakilan jaga warga dari 9 Kapanewon. Kepala Seksi Pengendalian dan Operasional Satpol PP DIY, Edhy Hartana mengatakan, penyerahan HT menjadi salah satu wujud dukungan dalam pelaksanaan jaga warga. Di samping itu, pemberian HT diharapkan dapat mempercepat koordinasi di antara anggota.

“Dulu sudah pernah menggunakan HP sebagai alat komunikasi, tapi ternyata di lapangan masih ada keluhan terkait kuota internet yang terbatas.  Jadi dengan penggunaan HT ini diharapkan dapat mempermudah dan mempercepat komunikasi antara kelompok jaga warga,” jelas Edhy.

Sementara itu, Komisi D DPRD DIY, Koeswanto, turut memberikan dukungan terhadap upaya pengukuhan jaga warga. Menurutnya, salah satu langkah yang bisa dilakukan adalah memanfaatkan kegiatan ronda untuk berkoordinasi. Melalui cara tersebut diharapkan dapat meningkatkan sinergi untuk menjaga keamanan warga. Selain itu, ia pun berharap jaga warga sekaligus dapat mempererat kerukunan warga di lingkungannya.

“Semoga jaga warga pun dapat meningkatkan kerukunan warga. Seperti ketika ada warga baru yang hadir, silakan untuk diajak berkoordinasi. Sehingga jaga warga dapat merekatkan hubungan antar warga sekaligus menjaga ketentraman lingkungan,” kata Koeswanto.




Peringati Hari Lingkungan Hidup Sedunia, Bupati Sleman Ajak Masyarakat Kurangi Sampah Plastik

Sleman – Pemkab Sleman melalui Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Sleman mengadakan acara puncak Hari Lingkungan Hidup Sedunia tahun 2023, Jumat (14/7), di lapangan Pemda Sleman. Hadir pada acara tersebut, Bupati Sleman, Kustini Sri Purnomo, Wakil Ketua I DPRD Sleman, Arif Kurniawan, Dandim/0732 Sleman, Letkol (Arm) Danny Arianto Pardamean Girsang, serta pejabat terkait lainnya.

Peringatan Hari Lingkungan Hidup Se-Dunia pada Tahun 2023 mengangkat tema Solusi Untuk Polusi Plastik (Solutions to Plastic Pollution) dengan mengusung kampanye #beatplasticpollution. Sedangkan tema yang diangkat oleh Pemkab Sleman adalah “Dengan Bijak Penggunaan Plastik, Mari Bersama Kurangi Polusi Plastik”.

Kustini berharap kegiatan ini dapat semakin memotivasi dan menguatkan kesadaran seluruh masyarakat Sleman untuk menjaga kelestarian lingkungan di sekitarnya. Menurutnya upaya menjaga kelestarian lingkungan hidup dapat kita lakukan dengan cara yang sederhana, yakni memulai dari diri sendiri dan dilakukan saat ini juga.

“Salah satunya adalah dengan meminimalkan penggunaan plastik dalam kehidupan kita sehari-hari,” ucapnya.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup Sleman, Epiphana Kristiyani melaporkan, berbagai kegiatan gerakan peduli lingkungan diadakan pada peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia ini, seperti kegiatan bersih sungai, pembinaan dan evaluasi kegiatan Kampung Hijau dan kegiatan program Kampung Iklim tingkat Kabupaten Sleman. Pada acara tersebut juga dilakukan pelepasan burung secara simbolis dan penyerahan bantuan 100 bibit tanaman kepada masyarakat. 

Selain itu, pada acara tersebut juga diadakan pameran sejumlah stand dari berbagai kegiatan pelestarian dan pengelolaan lingkungan hidup di Kabupaten Sleman. Serta dilakukan penandatanganan nota kesepakatan antara Batalyon Infanteri Mekanis 403 dengan Pemerintah Kabupaten Sleman tentang Sinergi Kerja Sama Pembangunan Daerah Kabupaten Sleman.