Pengurus KORMI Tingkat Kapanewon se-Kabupaten Sleman Dilantik

Sleman – Pengurus Komite Olahraga Rekreasi Masyarakat Indonesia (KORMI) tingkat Kapanewon se-Kabupaten Sleman resmi dilantik pada Sabtu (15/7/2023). Pelantikan dihadiri langsung oleh Bupati Sleman, Kustini Sri Purnomo di Pendopo Rumah Dinas Bupati Sleman.

Ketua KORMI Sleman, Suparman APP menuturkan bahwa kegiatan ini dilaksanakan dalam rangka upaya mencapai legalitas formal KORMI di tingkat Kapanewon.

Suparman juga menjelaskan bahwa pengurus Kapanewon masa bakti 2023-2026 bertugas menghimpun dan memberdayakan seluruh organisasi dan potensi olahraga masyarakat yang ada di wilayah Kapanewon.

“Di samping itu juga membangun dan membina kemitraan serta keharmonisan dengan Pemerintah Kapanewon dan organisasi olahraga lainnya di Kapanewon serta membina hubungan baik, koordinasi dan komunikasi dengan Pengurus KORMI Kabupaten Sleman dalam mengembangkan program kegiatan dan pemberdayaan organisasi olahraga masyarakat sebagai kekuatan pembangunan manusia, masyarakat dan bangsa Indonesia,” jelas Suparman.

Suparman menambahkan bahwa kegiatan olahraga akan meningkatkan kebugaran serta usia harapan hidup dan pada gilirannya akan menaikkan tingkat kebahagiaan.

“Kami yakin dan percaya, dengan terbentuknya KORMI di tiap kapanewon, dan sinergitas yang manis dan harmonis dengan KORMI tingkat Kabupaten Sleman, maka giat dan geliat olahraga masyarakat akan makin meningkatkan pula tingkat dan derajat kebugaran masyarakat, yang pada akhirnya, nantinya akan meningkatkan pula usia harapan hidup, dan tingkat kebahagiaan masyarakat Kabupaten Sleman,” terang Suparman.

“Mohon dukungan, petunjuk, dan arahan dari bupati dan stakeholder terkait lainnya, agar KORMI Kabupaten dan juga KORMI kapanewon dapat berjalan sesuai dengan harapan dan tujuan,” tandas Suparman.

Sementara itu, Bupati Sleman, Kustini Sri Purnomo mendukung penuh kiprah KORMI di Sleman. Menurutnya KORMI menghadirkan kegiatan positif untuk masyarakat.

“Sebagai kegiatan positif yang membantu masyarakat untuk hidup sehat, seyogyanya didukung oleh semua pihak. Untuk Kepala Dinas, Dewan Perwakilan Rakyat apa yang sudah diagendakan KORMI agar jangan dicoret. Kita di tingkat Kabupaten juga perlu melakukan koordinasi dengan banyak pihak agar masyarakat ikut merasakan manfaatnya,” ucap Kustini.

Kegiatan yang dihadiri Dewan Kehormatan, Dewan Penyantun, Panewu se Kabupaten Sleman, Calon Pengurus KORMI Kapanewon, Pengurus KORMI Kabupaten serta para tamu undangan ini juga diiringi oleh Karawitan Laras Utomo dari Sanggar Bismo Budoyo yang bersekretariat di Penen Donoharjo. (Endarwati/KIM Donoharjo Ngaglik)




Dosen asal Sleman Raih Gelar Doktor di Tiongkok

Sleman – Warga Sleman kembali meraih prestasi di bidang akademik. Kali ini datang dari Dosen Prodi Bimbingan Konseling Islam Fakultas Dakwah dan Komunikasi UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta. Moh. Khoerul Anwar. Belum lama ini, ia telah melewati ujian disertasi untuk gelar doktornya di School of Psychology, Central China Normal University, Wuhan, Tiongkok.

Moh. Khoerul Anwar atau dengan nama China Yiru (逸如) telah lulus pada sidang promosi doktor secara tatap muka dengan mempresentasikan disertasi di depan penguji dengan judul “Boundaryless and Protean Career Orientations and Career Development in Indonesian and Chinese College Students: The Moderating role of Family Constraining Factors”.

Khoerul mengatakan bahwa tema ini mengangkat tentang bagaimana peranan kampus dalam memberikan layanan pengembangan karir terhadap mahasiswa. Selain itu, tema ini juga mengkaji tentang bagaimana keluarga berpengaruh dalam pengembangan karir mahasiswa Indonesia dan China.

“Ini menarik didiskusikan, mengingat Indonesia dan China memiliki kesamaan dalam budaya menghormati, taat, dan menjunjung tinggi orangtua dan keluarga”. kata khoerul saat ditemui di Fakultas Dakwah dan Komunikasi Jum’at (14/7/2023).  

Khoerul menambahkan bahwa sudah jelas ada pengaruh orangtua dalam mempengaruhi pengembangan karir anak bagi mahasiswa Indonesia dan China, terlebih Mahasiswa Indonesia dan China memiliki kedekatan dalam budaya.

“Meskipun Mahasiswa Indonesia lebih cenderung pada budaya timur sedangkan Mahasiswa China lebih cenderung budaya campuran antara barat dan timur. Upaya yang perlu dilakukan dalam pengembangan karir mahasiswa adalah menjaga kondisi kesehatan mental dan memperkuat pelayanan pusat karir pada perguruan tinggi,” tutur Khoerul.

Selain berhasil mendapat gelar doktor di usia muda, Khoerul juga mendapatkan penghargaan “excellent international student’ dari Central China Normal University, Wuhan, China. Salah satu alasan dirinya mendapatkan penghargaan tersebut adalah karena Khoerul aktif selama masa perkuliahan dengan terbitnya berbagai artikel akademik, serta  erta aktif terlibat dalam kegiatan kampus seperti festival budaya mahasiswa internasional yang diadakan oleh kampus.

“Semua itu butuh proses, yakin atas proses yang harus dilalui, yakin dengan apa yang dilakukan. Adapun jika gagal maka tuhan tidak menghendaki tujuan tersebut namun jika berhasil maka perlu senantiasa bersyukur,”  pesan Khoerul. (Moch. Sinung Restendy/KIM Gamping)




Kader Parikesit Dikukuhkan

Kalasan – Pengurus Kader Kesehatan Parikesit Kapanewon Kalasan Masa Bakti 2023-2028, resmi dilantik dan dikukuhkan oleh Penewu Kalasan Djoko Muljanto pada Minggu (16/7/2023) di Balai Kalurahan Tamanmartani dengan disaksikan perwakilan dari Kalurahan, KUA, Utusan UAD dan Ketua KIM Kalasan.

Parikesit yang merupakan kepanjangan dari Putra Putri Kalasan Sehat Siaga Terpadu, merupakan wadah kader kesehatan bagi anak dan remaja yang siap berkolaborasi dan mengabdi dibidang kesehatan, khususnya kesehatan penyakit tidak menular hipertensi. Mereka berasal dari Kalurahan Tamanmartani, Tirtomartani, Selomartani dan Kalurahan Purwomartani.

Sesuai Surat Keputusan Penewu Kalasan , Tanggal 14 Juli 2023, Komposisi Susunan Pengurus Meliputi Ketua Tanti Asriza dengan wakilnya  Divangga Padma Setyawan. Sekretaris Sita Dewi Aryani dan Aulia Nisa. Bendahara Melisa Yulia dan Yulia Dwi Rahmawati.

Kepengurusan dilengkapi dengan Bidang-Bidang, meliputi Bidang Pendataan dan Kemitraan dengan anggota Alex Oktavia Ramadhan Saputra, Talitha Salsabila, Muhammad Syarif Hidayat, Shalsabilla Primanda Annisa dan Viyan Putra. Untuk Bidang Pemberdayaan dan Pendampingan Masyarakat terdiri dari Kintania Meliana, Lusy Hendrina, Ken Novendra, Alana Tegar Kelang Ramadha serta Risa Rahmawati. Ditambah Bidang Humas dan Publikasi dengan anggota Arum Nuritasari, Masruroturrubatul Aliyah, Aulia Fadhila Rahmawati dan Rizal Rudiapta Ali Ramadan.

Sebelum dilantik, para kader mengucapkan ikrar bersedia menjadi pengurus kader PARIKESIT, Menjaga nama baik Kapanewon Kalasan, mengemban tugas dengan mematuhi peraturan dan Undang Undang yang berlaku, saling berkomunikasi, bekerjasama dalam menciptakan keharmonisan.

Mereka juga menyatakan siap menjalankan tugas pokok sebagai kader, yaitu Melakukan Skrining pada Remaja, Memberikan Edukasi Hipertensi, Pengawasan Minum Obat (PMO) Hipertensi, Kunjungan rumah dan mengontrol tekanan darah, melakukan skrining faktor resiko, menganalisis gejala dan merujuk, mendistribusikan obat serta membuat laporan  disertai evaluasi perbulan.

Penewu Kalasan Djoko Muljanto dalam sambutan usai melantik, memberikan apresiasi dan bangga memiliki generasi muda yang Sehat, Cerdas, Ceria dan Tangguh terlebih memiliki semangat dedikasi tinggi terhadap pembangunan bidang kesehatan.

“Jadikan Parikesit sebagai wahana belajar dan menempa diri agar kelak menjadi insan yang hebat dan bermanfaat,” pesan Djoko Muljanto.

Sementara itu Kepala UPT Puskesmas Kalasan dr. Dini Threes Harjanti dalam sambutan pembinaan menuturkan, Parikesit merupakan aset wilayah, baik Kapanewon, Kalurahan maupun Padukuhan. “Untuk itu perlu terus dibina, disambangi dan diajak berkolaborasi,” tukasnya.

“Pembangunan kesehatan tidak terlepas dari input data, pengelolaan dan analisa data baik secara manual maupun  melalui digitalisasi. Untuk itu bekerjalah mulai dengan data,” pungkas Dini. (Tri Joko S/KIM Kalasan)




BPKal Margokaton Gelar Muskal RKP 2024

Sleman – Badan Pemusyawaratan Kalurahan (BPKal) Margokaton menggelar Musyawarah Kalurahan (Muskal) pada Jumat (14/7/2023) di Gedung Pertemuan Margokaton. Kegiatan dihadiri langsung oleh anggota DPRD Provinsi DIY, yaitu Yuni Setyo Rahayu dari Komisi A, dan Ramelan dari Komisi B.

Supranyata, Ketua BPKal Margokaton menuturkan, muskal yang merupakan penyusunan Rancangan Rencana Kerja Pemerintah (RKP) tahun 2024 ini sebelumnya telah didahului dengan Pra Muskal ditingkat BPK al dan Pemerintah Kalurahan sehingga muskal yang digelar sebagai ajang klarifikasi rencana kerja yang diusulkan.

“Muskal ini adalah pandangan resmi yang berpijak dari penjaringan aspirasi masyarakat yang sudah dilaksanakan. Sebelumnya juga diadakan rapat internal yang merangkum 85 usulan kegiatan yang berasal dari 12 padukuhan. Dilanjutkan dengan Pramuskal dan muskal kali ini merupakan pemaparan yang membutuhkan pencermatan dari peserta muskal yang terdiri dari pamong kalurahan,  dukuh, Babinsa/Babinkamtibmas, LKK dan tokoh masyarakat,” jelasnya.

Samino, Panewu Seyegan, dalam sambutannya menyampaikan apresiasi  kepada BPKal yang bisa menyelenggarakan Muskal yang merupakan forum tertinggi dalam merencanakan kebutuhan masyarakat. Samino menyinggung kemampuan dari sumber dana baik DD, ADD dan BKK reguler yang terbatas, sehingga diperlukan langkah strategis dengan bekerja sama dengan anggota Dewan.

Samino juga mengingatkan untuk dapat memilah dan memilih kegiatan yang prioritas berdasarkan kebutuhan bukan keinginan dan juga masih perlu digali lagi peran pihak swasta dalam menggulirkan dananya ke kalurahan dalam bentuk CSR.

Sementara Anggit Bimanyu, Lurah Margokaton mengajak anggota Dewan yang hadir untuk dapat mendukung kegiatan yang dicanangkan dalam muskal, karena desa sendiri memiliki keterbatasan dana.

Yuni Setyo Rahayu, menyambut baik keinginan dari Margokaton untuk menggandeng Anggota Dewan. “Silakan kegiatan yang tidak bisa dibiayai di Kabupaten untuk diusulkan di Provinsi melalui pokir Dewan,” ujar Yuni.

Yuni menambahkan ada beberapa kegiatan favorit yang diusulkan oleh masyarakat seperti Padat Karya, Hibah Kelompok Usaha, pelatihan,  dan UMKM.

Ramelan juga menambahkan untuk penentuan kegiatan RKP 2024 kalurahan Margokaton berdasarkan kebutuhan masyarakat yang masuk skala prioritas.

Irdhom Hidayah, Carik Margokaton memaparkan Rancangan Rencana Kerja Pemerintah (RKP)Tahun Anggaran 2024 dengan dasar RPJMKal dan penjaringan Aspirasi Masyarakat, adapun prioritas kegiatan ditetapkan di Muskal.

Setelah mendapat tanggapan dari peserta muskal, secara aklamasi Rancangan RKP tahun 2024 dapat disepakati.

Dibagian penutup, dibentuk tim verifikasi kegiatan sejumlah 7 orang dari unsur yang kapable yang juga mendapat kesepakatan dari peserta muskal untuk verifikasi bidang pemerintahan, pembangunan, pembinaan kemasyarakatan dan pemberdayaan masyarakat. (Sutarto Agus/KIM Seyegan).




Tingkatkan Kapasitas Pengajar, Condongcatur Gelar Workshop Implementasi Kurikulum Merdeka

Pemerintah Kalurahan Condongcatur bekerjasama dengan Pengurus Daerah Himpaudi Kabupaten Sleman mengadakan Workshop Implementasi Kurikulum Merdeka bertempat di ruang Wacana Loka Kantor Kalurahan Condongcatur selama dua hari, Jumat (14/7/2023) – Sabtu (15/7/2023)

Penilik PAUD Kapanewon Depok Rr. Umi Zubaidah, menuturkan bahwa kegiatan ini penting dilakukan sebagai upaya pendidik dalam meningkatkan kompetensinya sehingga para pendidik siap menghadapi segala perubahan termasuk dalam hal perubahan kurikulum, karena dalam menjalankan peran sebagai pendidik PAUD apalagi non formal keikhlasan hati saja tidaklah cukup sebagai modal dalam mengelola administrasi lembaga serta kegiatan pembelajaran

“Perubahan tidak hanya dalam hal kurikulum, namun juga manajerial, di mana dalam era virtual ini, semua perencanaan kerja lembaga harus bersinergi dengan sistem dan menyesuaikan dengan kebijakan pemerintah baik pusat maupun daerah,” ungkapnya.

Dirinya juga mengucapkan banyak terimakasih kepada Pemerintah Kalurahan Condongcatur yang senantiasa menjaga komitmen untuk selalu memperhatikan dan mendorong lembaga PAUD non formal, khususnya untuk SPS yang notabene dikelola secara mandiri oleh masyarakat

Sementara Lurah Condongcatur, Reno Candra Sangaji, dalam sambutanya menyampaikan bahwa para Pendidik PAUD adalah garda terdepan pembentukan karakter pada anak-anak, di mana pada usia 0-6 tahun sebagai masa emas/golden age sebagai periode penting dalam perkembangan anak

“Semoga dengan adanya Workshop ini, kompetensi Pendidik meningkat, yang nantinya juga akan mengantarkan generasi emas anak-anak di Condongcatur menuju Indonesia yang lebih baik,” ujarnya.

“Pemerintah Kalurahan Condongcatur berkomitmen dalam bidang pendidikan dan mendukung penuh melalui anggaran dan mensupport dalam setiap kegiatan agar para pendidik selalu semangat dalam mencetak generasi condongcatur ke depan yang hebat,” imbuh Reno.

Reni Lestari selaku Ketua Paguyuban PAUD Kalurahan Condongcatur menjelaskan bahwa Kegiatan Workshop ini diikuti oleh 50 peserta dari 12 Lembaga SPS (Satuan PAUD Sejenis) di wilayah  Condongcatur dengan menghadirkan narasumber Sri Mardiyanti, (Ketua PD Himpaudi Kab. Sleman) di hari pertama, dan Sri Lestari (Pengelola KB Alam Uswatun Hasanah).

Materi pada hari pertama adalah Kurikulum Operasi Satuan Pendidikan (KOSP) dan di hari kedua adalah tentang seluk beluk Kurikulum Merdeka.

“Diharapkan setelah Workshop, setiap lembaga memiliki KOSP sebagai acuan atau pedoman dalam pelaksanaan pembelajaran Kurikulum Merdeka,” ujar Reni. (Wasana/KIM Depok)