Kapanewon Kalasan Gelar Rakor Pimpinan Bahas Kemarau, Antraks, dan Stunting

Sleman – Pemerintah Kapanewon Kalasan menggelar Rapat Koordinasi Pimpinan di Ruang rapat Sumanggem, Kantor Kapanewon Kalasan, Sleman, Jumat (14/7/2023). Rapat membahas tiga materi pokok, yaitu antisipasi wilayah menghadapi musim kemarau, pencegahan dan penanganan penyakit antraks, serta pencegahan dan penanganan stunting.

“Tiga materi Pokok menghadapi musim kemarau, pencegahan dan penanganan penyakit antrak dan pencegahan dan penanganan stunting karena tiga hal itu yang sedang dihadapi oleh masyarakat dan perlu penanganan secara cepat, tepat dan sungguh-sungguh,” ujar Panewu Kalasan, Djoko Muljanto.

Dalam penyelenggaraannya, forum membahas usulan rencana penanganan baik secara sektoral maupun lintas sektoral.

“Secara umum, semua harus terencana, ada pemantauan berkala dan pelaporan kondisi riil dilapangan dan SOP jelas,” ungkap Djoko.

Rakor sendiri diikuti oleh unsur UPT Puskesmas, KUA,  Polsek, Koramil, UPT-BP4 Pertanian, Kalurahan, PKK, PLKB, Pendamping Desa dan Ketua KIM. Sleain itu, hadir pula Ketua DPRD Sleman Haris Sugiharta disertai  Tri Nugroho (Wakil Ketua) dan Nila Rifianti (Anggota).

Dalam sambutanya, Haris menyampaikan apresiasi terhadap apa yang telah dilakukan oleh Kapanewon Kalasan.

“Untuk memberikan penyuluhan dan pemahaman kepada masyarakat memerlukan proses yang panjang. Yang penting terus dilakukan hingga masyarakat faham dan sadar tentang apa yang harus dilakukan,” ujarnya.

“Terhadap sarana dan prasarana yang mungkin terbatas atau belum ada, perlu dikomunikasikan dengan pemangku kepentingan agar segera dapat dicarikan solusinya,” tandas Haris. (Tri Joko S/KIM Kalasan)




Pemkab Sleman Berkomitmen Dukung Pencegahan Human Trafficking

Sleman – Dalam rangka menyosialisasikan langkah preventif Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO) di Kabupaten Sleman, DP3AP2KB Kabupaten Sleman bekerjasama dengan Kapolresta Sleman mengadakan Talkshow Pencegahan TPPO pada Kamis, (13/7). Acara tersebut diselenggarakan di Atrium Rama Sleman City Hall serta dibuka secara langsung oleh Bupati Sleman, Kustini Sri Purnomo.

Kustini mengatakan bahwa Pemkab Sleman senantiasa mendukung segala upaya pencegahan dan penanganan tindak pidana salah satunya TPPO atau sering dikenal dengan istilah Human Trafficking. Ia menambahkan bahwa diperlukan kolaborasi dari tingkat Pemerintah dan Kepolisian hingga lingkup keluarga untuk memberikan awareness kepada anggota keluarga agar waspada terhadap TPPO

“Masyarakat harus berhati-hati dan aware terhadap TPPO, salah satu contohnya ketika akan mencari pekerjaan sebagai TKI misalnya harus diperhatikan penyalur kerja yang resmi dan memiliki dokumen pendukung yang lengkap,” ujarnya

Kustini berharap masyarakat Kabupaten Sleman dapat memiliki wawasan terhadap segala bentuk dan ciri-ciri dari TPPO. Selain itu, Kustini berharap masyarakat saling menjaga satu sama lain untuk mengantisipasi dan mencegah TPPO di Kabupaten Sleman.

Sementara itu, Kapolresta Sleman, Kombes Pol Yuswanto Ardi mengatakan TPPO adalah tindak kejahatan yg harus diberantas. Melalui talkshow ini akan disosialisasikan langkah-langkah preventif untuk mencegah TPPO di sekitar kita.

“Tugas bapak ibu semua adalah menciptakan kondisi kondusif dengan memberikan informasi dan wawasan kepada orang yang rentan menjadi korban TPPO yakni pencari kerja maupun TKI agar lebih waspada tentunya,” jelasnya

Talkshow Pencegahan dan Penanganan TPPO diikuti oleh 250 peserta yang terdiri dari Panewu, Lurah, Kepala Sekolah, dan Bhabhinkamtibmas se Kabupaten Sleman. Sedangkan narasumber yang dihadirkan yakni Kasat Reskrim Polresta Sleman, Kepala B3MI DIY, Dinas Tenaga Kerja Kabupaten Sleman dan Yayasan Samin.




Peringati HANI 2023, Bupati Sleman Ajak Generasi Muda Jauhi Narkoba

Sleman – Memperingati Hari Anti Narkoba Internasional (HANI) tahun 2023, Pemerintah Kabupaten Sleman melalui Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Sleman mengadakan seminar bagi siswa SMA dan SMK. Seminar yang diadakan di Hotel Prima SR, Jl. Magelang, Sleman, ini dibuka oleh Bupati Sleman, Kustini Sri Purnomo, pada Kamis (13/7) pagi.

Ada sebanyak 100 siswa SMA dan SMK se-Kabupaten Sleman yang hadir pada acara tersebut. Tema yang diusung pada acara tersebut adalah “People First: Stop Stigma And Discrimination, Strengthen Prevention”.

Pada kesempatan tersebut, Kustini berharap para peserta seminar dapat memahami tentang bahaya narkoba, khususnya bagi generasi muda di Kabupaten Sleman. Diharapkan pula mereka nantinya bisa mengedukasi teman sebayanya dan dan masyarakat di lingkungannya untuk selalu menjauhi narkoba.

“Narkoba juga bisa berdampak ke kenakalan remaja, kejahatan jalanan, dan perbuatan negatif lainnya. Maka say no to drug,” ujarnya.

Sekretaris Kesbangpol Sleman, Indra Darmawan, yang hadir dalam acara tersebut mengatakan bahwa seminar ini merupakan upaya preventif dalam pencegahan pemberantasan penyalahgunaan dan peredaran gelap narkotika kepada para pemuda dan pelajar. Di samping itu, acara ini dimaksudkan agar para pelajar memahami mengenai kebijakan pemerintah Kabupaten Sleman dan BNNK dalam pencegahan pemberantasan penyalahgunaan dan peredaran gelap narkotika.

“Diharapkan juga dapat menumbuhkan semangat kepada pemuda dan pelajar untuk bersinergi dalam pencegahan pemberantasan penyalahgunaan dan peredaran gelap narkotika di Kabupaten Sleman,” katanya.

Seminar ini juga menghadirkan sejumlah narasumber, diantaranya Bupati Sleman, BNNK Sleman, Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (P3AP2KB) Kabupaten Sleman, dan praktisi.




Tamanmartani Berikan Pembekalan untuk Tingkatkan Kapasitas Jagawarga di Padukuhan

Sleman – Pemerintah Kalurahan Tamanmartani, Kapanewon Kalasan memberikan pembekalan terhadap Forum Jagawarga yang ada di wilayah Kalurahan Tamanmartani, Kamis (13/7/2023) di Balai Kurahan Tamanmartani. Kegiatan yang diikuti oleh perwakilan jagawarga dari 22 padukuhan di Kalurahan Tamanmartani ini dilakukan dalam rangka peningkatan kapasitas Jagawarga itu sendiri.

Plh Jagabaya Tamanmartani Awan Parades menuturkan, kegiatan peningkatan kapasitas Jagawarga menghadirkan narasumber dari Kejaksaan Negeri Sleman, Satpol PP DIY, Bagian Hukum Setda Kab. Sleman dari LBH Universitas Achmad Dahlan Yogyakarta.

“Pembekalan berlangsung sehari dengan methode ceramah paparan materi dan diskusi,” tuturnya.

Selama ini, menurut Awan, Jagawarga yang ada di setiap padukuhan telah berfungsi. “Tetapi agar peran dapat maksimal mereka diberikan pengetahuan tentang tugas pokok dan fungsi Jagawarga secara detail,” imbuh Awan.

Masih menurut Awan, Sosok Jagawarga diharapkan mampu menjadi pencipta dan penjaga perdamaian diwilayahnyan. Takoh masyarakat dimaksud juga mampu melakukan cegah dini dan deteksi dini terhadap terjadinya hal-hal yang mengganggu ketertiban dan ketentraman warga.

“Bila di masyarakat terjadi  gesekan, masalah dan keluhan, maka jagawarga mampu menyelesaikan dengan cara kekeluargaan tanpa meninggalkan luka. Bahkan hubungan dalam kehidupan sehari-hari makin guyub, rukun dan memiliki ketahanan tangguh,” tukas Awan.

“Di masing-masing Padukuhan saat ini telah terbentuk satuan jagawarga jumlahnya bervariasi, kisaranya berjumlah 5  hingga 20 orang. Hal ini tergantung jumlah RT dan letak geografisnya,” pungkas Awan.(Tri Joko S/KIM Kalasan)




Margomulyo Ikuti Epdeskel Tingkat Kabupaten

Mewakili Kapanewon Seyegan, Margomulyo mengikuti Evaluasi Perkembangan Desa/Kelurahan (EPDESKEL) tahun 2023 yang berlangsung pada hari Selasa (11/7/2023) di Gedung Serbaguna Kalurahan Margomulyo.

Dibuka dengan tarian Sesonderan dari sanggar Tari Mriyan X, tidak kurang 30 dewan juri dari OPD Kabupaten Sleman hadir dalam evaluasi yang secara kebetulan Margomulyo menjadi Kalurahan pertama yang dikunjungi untuk evaluasi.

Hadir dalam evaluasi tersebut, Kepala Dinas PMK Kabupaten Sleman, Panewu Seyegan dan jajarannya, Muspika Seyegan, Ketua BPKal dan anggotanya, Lurah dan pamong Kalurahan serta lembaga Kalurahan Margomulyo.

Eko Puji Mulyanto, Lurah Margomulyo selain mengucapkan selamat datang kepada dewan juri dan tamu undangan juga memohon dalam pelaksanaan epdeskel ini mendapat pengarahan untuk perbaikan berkaitan dengan administrasi Kalurahan.

Syamsul Bakri, Kepala Dinas PMK Kabupaten Sleman dalam sambutannya menyampaikan bahwa Epdeskel ini tidak hanya lomba, namun juga untuk mengetahui tahapan perkembangan di Kalurahan dalam semua aspek baik administrasi dan kelembagaan secara menyeluruh dan berjenjang.

“Secara administrasi sudah dilakukan karena beberapa waktu lalu Kalurahan Margomulyo sudah mengirim soft file profil Kalurahan ke PMK. Sehingga pada kesempatan jali ini tahapan yang akan dievaluasi adalah tahapan paparan dari Lurah dan klarifikasi lapangan,” jelas Syamsul Bakri.

Syamsul juga menuturkan bahwa Kabupaten Sleman belum pernah menjadi yang terbaik lomba Epdeskel di tingkat Provinsi yang sudah diadakan sejak tahun 2017.

“Sehingga lomba kali ini digunakan untuk memilih yang terbaik untuk mewakili Sleman pada tahun 2024 artinya masih ada waktu yang cukup untuk berbenah dalam rangka perbaikan,” terangnya.

Syamsul juga berpesan bahwa Epdeskel ini dalam rangka pembinaan dan mengevaluasi kegiatan administrasi di Kalurahan Margomulyo.

“Dan yang lebih penting lagi adalah apa yang akan dilakukan setelah dilakukan lomba tersebut dalam rangka perbaikan administrasi dan kelembagaan,” tegasnya.

Diakhir sambutannya, Syamsul memperkenalkan dewan juri yang akan mengevaluasi sesuai indikator masing masing OPD.

Kegiatan dilanjutkan dengan paparan dari Lurah Margomulyo, Eko Puji yang menggambarkan semua kegiatan baik administrasi maupun capaian kegiatan fisik dan non fisik yang sudah dilakukan selama ini. (Sutarto Agus/KIM Seyegan)