Pameran Potensi Daerah Diharap Dapat Bangun Citra Kabupaten Sleman

Sleman – Pameran Potensi Daerah (PPD) Kabupaten Sleman Tahun 2023 secara resmi dibuka oleh Bupati Sleman, Kustini Sri Purnomo pada Sabtu, (8/7) di Lapangan Denggung Sleman. Pembukaan dilakukan secara simbolis dengan memainkan alat permainan tradisional Pletokan oleh Bupati Sleman, Kustini Sti Purnomo bersama dengan Wakil Bupati Sleman, Danang Maharsa beserta jajaran OPD.

Dalam sambutannya, Kustini bersyukur PPD kembali dilaksanakan setelah 3 tahun ditunda karena pandemi Covid-19. Kustini berharap dengan digelarnya kembali PPD tahun ini menjadi momentum kebangkitan Kabupaten Sleman dalam mendorong pemulihan perekonomian serta membangun citra Kabupaten Sleman sebagai daerah yang prospektif dan kondusif untuk investasi.

“Upaya pemulihan perekonomian dan meningkatkan ekonomi masyarakat terus kami upayakan. Melalui PPD saya berharap dapat mengenalkan berbagai potensi Sleman dalam membangun citra Kabupaten Sleman,” ujarnya

Lebih lanjut, Kustini mengatakan dengan kolaborasi antara kegiatan ekonomi, seni budaya dan pertunjukan yang ada di PPD ini dimaksudkan untuk menjadi sarana bagi masyarakat dalam mempromosikan produknya, mengekspose potensinya dan menyajikan karya-karya kreatif dengan target pengunjung sebanyak 1000 hingga 2000 orang per hari.

“PPD 2023 adalah pekan pesta rakyat Kabupaten Sleman. Semoga menjadi ajang berkreasi, menjalin relasi, dan tentunya mencari rezeki. Mari kita larisi produknya, kita manfaatkan layanannya, dan kita sukseskan Pameran Potensi Daerah 2023,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Sleman, Mae Rusmi melaporkan PPD 2023 bertujuan mempromosikan berbagai potensi daerah dan kebudayaan yang ada di 17 Kapanewon se Kabupaten Sleman. Gelaran PPD 2023 merupakan rangkaian Hari Jadi Sleman ke-107 dengan mengusung tema Nyawiji Lan Murakabi Sesarengan Mbangun Sleman yang dimaknai bersatu dan bermanfaat bagi semuanya.

“PPD 2023 dirancang agar masyarakat Sleman dapat menikmati produk-produk UMKM dan produk seni budaya kreatif khas dari masing-masing Kapanewon se Kabupaten Sleman,” ujarnya

PPD 2023 diselenggarakan selama 10 hari dari tanggal 7 Juli 2023 hingga 16 Juli 2023. Mulai pukul s/d berlokasi di Gedung Serbaguna dan Komplek Lapangan Denggung Sleman. Rangkaian pembukaan juga dimeriahkan oleh Kirab Budaya Gunungan, penampilan Drumband Stimaryo, festival busana SMAN 1 Cangkringan dan UNY, dan Duta Koperasi dengan total partisipan kurang lebih 500 penampil.

Stan pameran terbagi dalam 9 zona yang terdiri dari BUMN, BUMD dan Universitas sebanyak 19 stan, Kuliner Kekinian 20 stan, Pendidikan 11 stan, UMKM Swasta 30 stan, Kapanewon dan OPD 66 stan, Kuliner 72 stan, Pertanian 25 stan dan Otomotif & Furniture Multi Produk 63 stan dengan total 306 stan pameran. Selain itu, juga diramaikan dengan pentas kusik dan hiburan, talkshow temu komunitas, pagelaran seni budaya, Sleman bersholawat, Lomba menggambar, dan tentu saja pameran.




PKK Kabupaten Sleman Rayakan Hari Kesatuan Gerak ke-51

Sleman – Tim Penggerak PKK Kabupaten Sleman menggelar puncak acara peringatan Hari Kesatuan Gerak ke-51 PKK Kabupaten Sleman, di Pendopo Rumah Dinas Bupati, Kamis (6/7/2023).

Peringatan Hari Kesatuan Gerak PKK Kabupaten Sleman kali ini mengusung tema “Bergerak Bersama Menuju Keluarga Sejahtera dan Tangguh Wujudkan Indonesia Tumbuh”. Tema tersebut mengandung makna kebersamaan dan keterpaduan yang harus dicurahkan sebesar-besarnya untuk peningkatan kesejahteraan keluarga dan masyarakat.

Tema ini dipilih karena PKK sebagai mitra pemerintah harus mampu menjadi peloror dan pembaharu yang inspiratif. Pola pendakatan keluarga yang bertumpu pada pergerakan peran harus menjadi ciri khas tim penggerak PKK dalam berbagai aspek pembangunan.

Bupati Kabupaten Sleman, Kustini Sri Purnomo selaku pembina PKK Kabupaten Sleman dalam sambutannya mengatakan pencapaian Kabupaten Sleman dalam pembangunan tidak terlepas dari berbagai pihak, tidak terkecuali peran PKK baik ditingkat Kabupaten, Kapanewon, Kalurahan, RT, RW, dan hal tersebut sesuai dengan tema peringatan PKK kali ini.

“Pencapaian Kabupaten Sleman dalam pembangunan tidak terlepas dari berbagai pihak, tidak terkecuali peran PKK baik ditingkat Kabupaten, Kapanewon, Kalurahan, RT, RW, dan hal tersebut sesuai dengan tema peringatan Hari Kesatuan Gerak ke-51 PKK Kabupaten Sleman yaitu Bergerak Bersama Menuju Keluarga Sejahtera dan Tangguh Wujudkan Indonesia Tumbuh,” kata Bupati Sleman, Kustini Sri Purnomo yang diwakili oleh Staf Ahli Bupati Bidang Kesejahteraan Rakyat, Mafilinda Nurani.

Dirinya juga menyampaikan apresi atas kegiatan-kegiatan PKK yang selama ini dilakukan dalam membantu pemerintah untuk meningkatkan pembangunan dan kesejahteraan masyarakat di Sleman.

“Saya atas nama pemerintah dan pribadi menyampaikan terimakasih dan apresiasi atas kegiatan-kegiatan PKK yang selama ini dilakukan dalam membantu pemerintah untuk meningkatkan pembangunan dan kesejahteraan masyarakat di Sleman pada khususnya,” katanya.

Ketua Tim PKK Kabupaten Sleman, Raden Ayu Sri Hapsari Subprobodewi mengatakan bahwa Hari Kesatuan Gerak ke-51 PKK Kabupaten Sleman diisi dengan berbagai rangkaian kegiatan yang telah dilaksanakan, seperti pemberian sembako sebanyak 100 paket kepada kaum duafa di Kapanewon Tempel, Kapanewon Minggir, Kapanewon Gamping, dan Kapanewon Kalasan. Sementara pada puncak acara akan ditampilkan pameran beragam produk UP2K PKK dan hasil dari sekolah keterampilan PKK Kabupaten Sleman. Selain itu, disampaikan pula pemberian penghargaan terhadap 103 kader yang terdiri dari 17 kader kapanewon dan 86 kader kalurahan.

“Hari Kesatuan Gerak ke-51 PKK Kabupaten Sleman diisi dengan berbagai rangkaian kegiatan meliputi bakti sosial untuk duafa pemberian sembako sebanyak 100 paket, dilaksanakan pada Rabu, 29 Maret 2023, di Kapanewon Tempel, Minggir, dan Kamis, 30 Maret 2023 di Kapanewon Gamping dan Kapanewon Kalasan. Pada puncak acara ditampilkan pameran prodak UP2K PKK dan kreasi dari sekolah keterampilan dari PKK Kabupaten sleman. Dalam kesempatan tersebut akan disampaikan pemberian penghargaan terhadap kader 103 yang terdiri dari 17 kader kapanewon dan 86 kader dari kalurahan,” katanya.




KBMN Wujudkan Guru sebagai Penggerak Literasi

Sleman – Karya tulis dalam bentuk buku solo maupun antologi berisi cerpen, puisi, pengalaman hidup, hingga jurnal ilmiah merupakan kekayaan intelektual tak ternilai harganya.  Kekayaan tersebut berusia sepanjang masa dan tak bisa dicuri.  Bahkan karya yang kemudian dibukukan secara pribadi (solo) maupun bersama-sama (antologi) merupakan sumbangsih nyata untuk gerakan literasi.

Untuk itulah, Kelas Belajar Menulis Nusantara (KBMN) menggelar Temu Tulis KBMN PB PGRI di Asrama Haji Pogung Lor, Sinduadi, Mlati, Sleman, Rabu (5/7/2023). Kegiatan Temu Penulis KBMN diikuti lebih dari 100 peserta yang mayoritas berprofesi sebagai guru dan pengawas yang mengenakan seragam PGRI.  Kegiatan juga disiarkan melalui zoom, diikuti peserta dari berbagai daerah. 

KBMN adalah Kelas Belajar Menulis Nusantara, sebuah kegiatan pelatihan menulis secara daring melalui zoom dan WA group.  “Ini pertama kali para peserta bertemu, yang semuanya memiliki semangat menulis, menggelorakan literasi,” ujar Widya Setianingsih, Ketua Panitia kegiatan.

Temu Penulis KBMN dengan agenda utama workshop menghadirkan nara sumber cukup kompeten seperti Prof. Dr. Ngainun Naim, M,.Pd yang menyampaikan materi Menulis itu Mudah dan Catur Nurrohman, yang menyampaikan materi Literasi Bergerak, Berdampak Bagi Dunia Pendidik Nusantara.   Ada pula agenda peluncuran buku Tim Solid, kunjungan ke Monumen Jogja Kembali (Monjali), studi perpustakaan di MTsN 6 Bantul, bazar buku, pembacaan puisi dan pantun, tukar cindera mata antar daerah serta company visit ke Penerbit  Andi.

Brian selaku founder menegaskan, KBMN berawal dari kelas menulis lewat melalui WA grup, dengan 256 anggota setiap kelompok, yang terus berkembang hingga 612. 

“Peserta bertambah hingga 1024  dengan pelatihan secara gratis selama 2,5 bulan. Terjadi seleksi alam, berguguran hingga tersisa 800 peserta,” terang Brian. 

Brian menambahkan hingga saat ini, pelatihan sudah memasuki gelombang ke-29 dan masih akan terus berlanjut, ujarnya.   Peserta memang terpisah-pisah di berbagai daerah dan provinsi, namun memiliki ikatan kedekatan, utamanya saling memotivasi untuk menulis. 

“Usai satu materi pelatihan, setiap peserta diwajibkan membuat resume atau rangkuman.  Haram copy paste rangkuman, harus tulisan asli dan dipublikasikan di blog.  Ini upaya memunculkan blogger-blogger baru,” tambah Brian. 

Setiap peserta akan membuat resume dengan gaya bahasa sendiri-sendiri sehingga saat diterbitkan  menjadi berbagai variasi  judul, lanjut Brian.

Selain itu, setiap peserta diwajibkan menerbitkan buku solo. Isi buku bisa hasil 30 resume pelatihan, kumpulan cerpen, puisi, pengalaman mengajar dan lainnya. Ada banyak tema buku yang bisa ditulis dan diterbitkan. Maka tidak mengherankan jika saat peluncuran buku, setidaknya ada 20 guru dan pengawas yang masing-masing telah berhasil menerbitkan 1 hingga 4 buku solo. 

Salah satu peserta E. Hasanah Pengawas madrasah dari Sukabumi mengakui banyak keuntungan mengikuti KBMN ini. 

“Termotivasi dan terasah kemampuan menulis, sejak mencari ide hingga menuangkan menjadi tulisan,” kata mantan Guru Bahasa Inggris MAN Cibadak itu. 

E Hasanah juga sudah menerbitkan buku solo, kumpulan 74 puisi yang ia beri judul Selaksa Suara Sukma.   Buku tersebut dicetak CV Oase Pustaka dengan ISBN 978-623-378-538-9. Sebagai pengawas ia berharap setiap guru menjadi penggerak literasi, menulis dan menerbitkan buku sebuah langkah nyata memotivasi peserta didik. (Edy – KIM Sumber Biwara Moyudan)




Bimomartani Wakili Sleman Dalam Lomba Administrasi LPMKal Tingkat DIY

Sleman – LPMKal Bimomartani, Kapanewon Ngemplak diputuskan untuk mewakili Kabupaten Sleman dalam lomba Administrasi LPMKal tingkat Propinsi DIY tahun 2023. Keputusan itu diambil dalam Rakor Persiapan lomba LPMKal  yang diadakan pada gari Rabu (5/7/2023) di Ruang Rapat Sinta, Dinas PMK Kabupaten Sleman.

Rakor tersebut dihadiri Kepala Dinas PMK, Kabid Pemberdayaan Masyarakat Dinas PMK dan pengurus Harian LPM Kabupaten Sleman.

Sungkawati Budi Rahayu, Kabid Pemberdayaan Masyarakat dalam pengantarnya menyampaikan bahwa agenda rakor adalah menentukan wakil LPMKal yang mewakili Sleman dalam lomba administrasi LPMKal tingkat DIY.

“Meskipun pengumuman dirasa sangat mendadak sehingga persiapan yang kurang maksimal, Dinas PMK Kabupaten Sleman merasa wajib untuk mengikuti lomba tersebut,” ujar Sungkawati.

Sungkawati menyodorkan 5 Kalurahan sebagai calon wakil Sleman, namun dengan banyak pertimbangan akhirnya memilih Bimomartani untuk maju sebagai wakil Sleman dalam lomba yang evaluasinya dilaksanakan mulai tanggal 24 Juli – 31 Juli 2023 itu.

Sungkawati mengakui, untuk memilih wakil Sleman dalam lomba LPMKal tersebut tidaklah mudah. “Sebagian besar LPMKal yang ada di wilayah Sleman tidak eksis. Secara kelembagaan belum menunjukkan kinerja lembaga yang bagus,” akunya.

Menyinggung soal anggaran, Sungkawati menuturkan bahwa untuk lomba LPMKal tahun 2023 ini dari Dinas PMK tidak menganggarkan karena memang dari awal tidak direncanakan.

Dwijo Putro, Ketua LPM Kabupaten Sleman yang ditunjuk juga sebagai salah satu juri lomba administrasi LPMKal tingkat DIY mengatakan bahwa konsep awal menghadapi lomba tahun ini adalah dengan menunjuk salah satu LPMKal di 3 wilayah untuk diseleksi dan kemudian ditetapkan sebagai wakil sleman di tingkat provinsi. “Namun karena terbatasnya waktu, maka kemudian dilakukan penunjukkan,” tukas Dwijo.

Dwijo mengingatkan untuk mempersiapkan indikator yang telah ditentukan dalam evaluasi LPMKal tersebut yaitu bidang administrasi, kegiatan, peraturan/regulasi/organisasi/hubungan kerja dan lain-lain.

Dalam kaitannya dengan lomba, Dwijo mengingatkan kepada Dinas PMK untuk membuat surat penetapan Bimomartani sebagai wakil Sleman kepada Lurah Bimomartani dengan harapan ada  keterlibatan stakeholder untuk lembaga kalurahan.

Samsul Bakri, Kepala Dinas PMK, dalam pengarahannya menyampaikan bahwa LPMKal Kabupaten Sleman harus berpartisipasi dan ikut dalam Lomba tersebut.

“Untuk itu, Bimomartani harus berusaha memenuhi penilaian indikator,” tegasnya.

Samsul berharap kalau lomba tingkat DIY ini menjadi agenda rutin maka perencanaan penganggaran akan lebih matang dan di APBKal pun perencanaan lomba tersebut akan dimasukkan dan dianggarkan.

Di bagian akhir, Samsul berpesan bahwa pasca lomba, indikator evaluasi bisa dipertahankan sehingga eksistensi lembaga LPMKal bisa dirasakan oleh Kalurahan. (Sutarto Agus/KIM Seyegan)




Menteri PPPA Puji Kalurahan Wedomartani Sebagai Desa Ramah Perempuan dan Anak  

Sleman – Delegasi Asean Women Peace and Security (WPS) bersama Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) RI melakukan kunjungan belajar di Kalurahan Wedomartani, Ngemplak, Rabu (5/7/2023). Kunjungan belajar Menteri PPPA dan delegasi Asean WPS merupakan rangkaian pertemuan Asean Gender Mainstreaming Conference ini,  menyasar berbagai kegiatan pemberdayaan perempuan dan anak yang dipusatkan di Kantor Kalurahan Wedomartani, Kapanewon Ngemplak.

Kunjungan Menteri PPPA beserta delegasi yang terdiri dari para focal point dan perwakilan ACW negara anggota ASEAN, sectoral bodies ASEAN, serta Kementerian atau lembaga terkait, diterima langsung oleh wakil bupati Sleman, Danang Maharsa.

Menteri PPPA, I Gusti Ayu Bintang Darmawati dalam sambutannya menjelaskan kunjungan dan pertemuan tersebut dimaksudkan untuk memperkuat dukungan dari negara – negara ASEAN  dalam kerjasama antar pilar komunitas ASEAN dalam mengimplementasikan pengarusutamaan gender baik di tingkat nasional maupun regional.

“Pemerintah Indonesia berkomitmen untuk mempromosikan pengarusutamaan gender di semua aspek pembangunan di semua tingkat masyarakat, dari tingkat nasional, regional, dan hingga tingkat akar rumput,” jelasnya.

Komitmen tersebut, menurutnya telah diterapkan oleh Pemerintah melalui program Desa Ramah Perempuan dan Anak. I Gusti Ayu Bintang Darmawati menyebut program tersebut berfungsi sebagai model untuk mengembangkan sistem komperhensif yang mengintegrasikan pemenuhan hak – hak perempuan dan anak.

Sebanyak 138 Desa telah dikembangkan sebagai model program Desa Ramah Perempuan dan Anak. Salah satunya, Kalurahan Wedomartani, Kapanewon Ngemplak, Kabupaten Sleman.

Menteri juga menjelaskan bahwa Kalurahan Wedomartani dipilih menjadi lokasi kunjungan belajar dan pertemuan Delegasi Asean WPS dikarenakan adanya dampak positif yang disampaikan masyarakat Kalurahan Wedomartani atas implementasi program Desa Ramah Perempuan dan Anak dalam menciptakan lingkungan dimana perempuan dan anak diberikan kesempatan dan berpartisipasi aktif dalam berbagai bidang.

“Kami sangat mengapresiasi Desa Wedomartani ini, di luar dugaan potensi – potensi yang luar biasa dari perempuan – perempuan, ibu – ibu yang ada di desa ini,” jelasnya.

Ia melihat apa yang dikembangkan di Kalurahan Wedomartani selaras dengan konsep yang dikembangkan oleh Pemerintah Pusat serta sesuai dengan arahan Presiden salah satunya meningkatkan pemberdayaan perempuan dalam kewirausahaan yang responsif gender.

“Perempuan berdaya secara ekonomi itu adalah hulu untuk menyelesaikan isu isu lainnya, apakah itu isu pengasuhan anak, isu kekerasan, pekerja anak, dan perkawinan anak. Bahkan di desa ini (Wedomartani), pekerja anak, perkawinan anak itu zero. Itukan luar biasa,” ucapnya.

Lebih lanjut,  Ia juga mengapresiasi apa yang telah dilakukan di Kalurahan Wedomartani sehingga dapat menjadi motivasi dan inspirasi untuk diimplementasikan di Kalurahan lainnya. Terlebih keberhasilan dalam implementasi desa ramah perempuan dan anak ini tidak hanya membawa nama baik Sleman di tingkat nasional, tapi juga nama baik bangsa di mata delegasi ASEAN.

Sementara itu,  Wakil Bupati Sleman, Danang Maharsa mengatakan bahwa Pemerintah Kabupaten Sleman berkomitmen untuk mewujudkan Desa Ramah Perempuan dan Peduli Anak (DRPPA).

“Selama ini pembangunan yang dilaksanakan oleh Pemkab Sleman diupayakan berbasis pemberdayaan masyarakat. Melalui pemberdayaan masyarakat diharapkan kemajuan pembangunan yang ditujukan untuk mewujudkan kesetaraan gender, meningkatkan kualitas hidup perempuan, serta menjamin perlindungan hak perempuan dan anak benar-benar dipakai, dilaksanan dan diterapkan dalam kehidupan masyarakat,” jelasnya.

Danang juga menyebut upaya lain Pemkab Sleman dalam mewujudkan DRPA yaitu dengan menyusun berbagai regulasi ditingkat kabupaten berupa peraturan daerah, peraturan bupati serta instruksi bupati.

“Pemkab Sleman secara kelembagaan juga membentuk Forum anak dari tingkat Kabupaten sampai Kalurahan. Sehingga secara prestasi Kabupaten Layak Anak masuk Predikat UTAMA,” ungkapnya.

Terlepas dari berbagai upaya dan prestasi yang diraih Kabupaten Sleman dalam pemberdayaan perempuan dan perlindungan anak, Danang berharap adanya kolaborasi dan sinergi pentahelix antara pemerintah, lembaga, dunia usaha, media, akademisi dan masyarakat dalam penyelesaian permasalahan perempuan dan anak.

Dalam kunjungan belajar tersebut juga dilaksanakan pemaparan oleh Lurah Wedomartani terkait implementasi DRPPA sebagai salah satu implementasi PUG/AGSMF di tingkat desa.

Pada kesempatan tersebut, Menteri PPPA dan delegasi ASEAN meninjau secara langsung simulasi DRPPA terkait pelaksanaan PUG/AGSMF bidang ekonomi, sosial budaya, politik dan hukum.