DPRD dan Disdikpora DIY Sediakan Beasiswa Pendidikan untuk Tingkat Menengah

Sleman – DPRD DIY menggandeng Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) DIY melakukan sosialisasi Beasiswa Pendidikan Menengah di Gedung Serva Gina Kalurahan Margomulyo, Kapanewong Seyegan, Selasa (4/7/2023).

Mengundang peserta dari unsur Pamong Kalurahan, Babinsa/Babinkamtibmas, tokoh masyarakat di wilayah Seyegan, sosialisasi tersebut menghadirkan narasumber Nurcholis Suharmananggota Komisi D DPRD DIY dan Supartini, Kepala Dinas Dikpora DIY.

Eko Puji Mulyanto, Lurah Margomulyo menerangkan bahwa di Margomulyo sendiri sudah dilakukan FKP Regsossek yang hasilnya adalah data DTKS yang lebih valid karena telah diverifikasi.

“Harapannya data tersebut dapat digunakan untuk pengajuan beasiswa bagi siswa sekolah menengah melalui sekolah masing-masing,” ujar Eko.

Nurcholis dalam paparannya menyampaikan bahwa beasiswa khusus untuk pendidikan menengah ini memang kewenangan ada di provinsi. Pendidikan menengah ini meliputi SMA, SMK dan SLB.

“Beasiswa ini juga merupakan bentuk kepedulian pemerintah untuk keberlanjutan pendidikan. Contohnya, ada siswa lulusan sekolah menengah yang ijazahnya belum diambil,” ujar Nurcholis.

Selain itu, lanjutnya, ada Kalurahan di wilayah Seyegan yang warga miskinnya cukup banyak, sehingga beasiswa menjadi salah satu alat untuk menyelesaikan masalah. Setelah persyaratan dipenuhi, dirinya berjanji untuk membantu untuk mengarahkan jalur jalurnya.

Supartini, Kepala Dinas Dikpora DIY menyampaikan bahwa pelaksanaan beasiswa bagi pendidikan menengah ini perlu disosialisasikan kepada masyarakat mengingat banyak masyarakat yang belum mengetahui. Beasiswa bagi siswa SMA ataupun SMK sendiri ada 3 yakni beasiswa kartu cerdas, beasiswa jaminan kelangsungan pendidikan dan beasiswa retrieval.

“Beasiswa kartu cerdas diberikan kepada siswa SMA/SMK yang masih aktif sekolah dengan syarat penduduk DIY dan dari keluarga tidak mampu. Beasiswa jaminan kelangsungan pendidikan diberikan kepada siswa untuk menutupi kekurangan pembayaran sekolah dan Retrieval diberikan kepada mereka yang putus sekolah stau drop out,” terang Supartini.

Secara umum, Supartini menjelaskan bahwa beasiswa merupakan program untuk menjamin keberlangsungan belajar bagi yang kurang mampu.

“Adapun syarat bagi penerima beasiswa adalah KTP Penduduk DIY, masih sekolah, dan diusulkan oleh sekolah. Usulan yang diajukan nanti akan verifikasi, apakah masuk DTKS apa tidak, setelah memenuhi syarat dilihat kuotanya, apabila melebihi akan dipilih berdasarkan skala prioritas yang mana pihak sekolah akan melakukan visit,” paparnya lagi.

Di Bagian akhir, Supartini menerangkan bahwa setelah calon penerima beasiswa memenuhi persyaratan akan diajukan ke Gubernur dan dibuatkan SK selanjutnya beasiswa Ditransfer ke rekening siswa melalui Bank BPD DIY. (Sutarto Agus/KIM Seyegan).




Sleman Sabet 6 Penghargaan BKKBN

Sleman – Bupati Sleman Kustini Sri Purnomo menerima penghargaan Manggala Karya Kencana dari Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN), pada Selasa (4/7). Apresiasi itu disampaikan langsung oleh Kepala BKKBN, Hasto Wardoyo,  di Rumah Dinas Gubernur Sumatera Selatan.

Penghargaan Manggala Karya Kencana diberikan terkait dengan peran aktif pemerintah  dalam melaksanakan program pembangunan keluarga, kependudukan, dan keluarga berencana,  untuk mewujudkan keluarga kecil bahagia dan sejahtera. Pemberian penghargaan juga bagian dari rangkaian peringatan Hari Keluarga Nasional 2023.

Selain penghargaan Manggala Karya Kencana, Kabupaten Sleman juga berhasil membawa pulang 4 penghargaan kategori Dharma Karya Kencana yang masing-masing diraih oleh Ketua Baznas Kabupaten Sleman, Kepala Sekolah SMP Negeri 2 Pakem, Ketua Kampung KB Kalurahan Wedomartani, dan Bidan Praktek Mandiri Kabupaten Sleman.

Tak hanya itu, Pemerintah Kabupaten Sleman juga terpilih sebagai pemenang terbaik 1 Grand Design Pembangunan Kependudukan Award Bagi Pemerintah Daerah Tingkat Kabupaten/Kota. Penghargaan tersebut merupakan apresiasi yang diberikan BKKBN kepada pemerintah tingkat Provinsi dan Kabupaten/Kota yang telah melakukan penyusunan dan Pemanfaatan Grand Design Pembangunan Kependudukan.

Ditemui usai acara, Bupati Sleman, Kustini menyampaikan ucapan syukur atas pencapaian Kabupaten Sleman. Dikatakan Kustini, penghargaan tersebut merupakan hasil dukungan seluruh pihak dalam mewujudkan keluarga yang sehat dan mempercepat penurunan stunting. Kustini berharap, capaian ini dapat menjadi kekuatan bersama untuk terus meningkatkan kesejahteraan masyarakat Sleman.

“Alhamdulillah Kabupaten Sleman mendapat penghargaan Manggala Karya Kencana yang diberikan oleh BKKBN. Ini adalah pencapaian kita bersama, dan mari kita jadikan sebagai motivasi dan kekuatan bagi kita untuk mempercepat penurunan angka stunting di Kabupaten Sleman,” ujar Kustini.

Untuk pencapaian tersebut, Pemerintah Kabupaten Sleman telah menyusun kebijakan dan strategi pelaksanaan program pembangunan keluarga kependudukan dan keluarga berencana dan percepatan penurunan stunting. Pada kesempatan tersebut, Bupati juga mempresentasikan pokok kegiatan dan capaian program terkait pembangunan keluarga kependudukan dan keluarga berencana.

Sementara itu, Kepala BKKBN Hasto Wardoyo mengatakan, penganugerahan tanda penghargaan bidang pembangunan keluarga, kependudukan, dan keluarga berencana (Bangga Kencana) dan percepatan penurunan stunting diarahkan untuk mewujudkan SDM Unggul untuk Indonesia Maju. Dengan tersedianya SDM berkualitas, dikatakan Hasto akan mampu memenuhi kebutuhan dan kemajuan bangsa.

Hasto Wardoyo juga mengimbau agar upaya pembangunan manusia tak hanya terfokus pada perbaikan fisik saja. Namun, pemerintah dan masyarakat juga perlu memberikan perhatian pada pembangunan kesehatan jiwa dan raga. Hasto pun berharap, akan lahir revolusi yang tak hanya terfokus pada perbaikan fisik namun juga peningkatan pada kesehatan mental masyarakat.

“Perlu diingat, capaian ini baru dalam rangka menciptakan pembangunan fisik saja. Secara fisik dinilai sehat, namun pembangunan jiwa dan raga juga perlu diperhatikan. Kami harap platform pembangunan percepatan stunting ini menjadi bagian dari rangka pembangunan manusia sepenuhnya. Baik dari segi fisik maupun karakternya,” jelasnya.




TPA Al Jannah Isi Liburan Siswa dengan Jambore

Sleman – Untuk mengisi liburan sekolah dengan kegiatan positif, Taman Pendidikan Al-Qur’an Al Jannah Plumbon Kidul Mororejo Tempel mengadakan Jambore. Jambore Taman Pendidikan Al-Qur’an  Al Jannah yang diadakan ini bertujuan untuk mengajarkan nilai-nilai agama, memperkuat pengenalan Al-Qur’an, serta meningkatkan pemahaman dan penghayatan terhadap ajaran agama Islam.

Supriyanto, Takmir Masjid dan TPA Al Jannah menuturkan, melalui berbagai kegiatan yang interaktif dan menyenangkan, Jambore Taman Pendidikan Al-Qur’an memberikan pengalaman belajar yang tak terlupakan bagi anak-anak yang berlangsung di komplek masjid Birrul Walidain ,Plumbon Kidul

“Dengan 34 peserta anak-anak dengan dipandu senior mereka, suasana yang penuh keakraban ini berlangsung Selasa sampai Rabu, 4-5 juli 2023,” ujar Supriyanto, Selasa (4/7/2023). 

“ Salah satu alasan pentingnya Jambore ini adalah untuk menjaga anak-anak tetap terlibat dalam kegiatan yang positif selama liburan, dalam suasana yang penuh kasih sayang dan kebersamaan, mereka diajak untuk mengembangkan hubungan yang lebih dekat dengan Al-Qur’an. Selain itu, Jambore ini juga memperkenalkan nilai-nilai seperti kesabaran, kerjasama, toleransi, dan rasa saling menghormati kepada anak-anak,” terangnya.

Menurutnya, partisipasi dalam Jambore Taman Pendidikan Al-Qur’an memiliki banyak manfaat positif bagi perkembangan anak. Pertama anak akan mendapatkan pemahaman yang lebih mendalam tentang ajaran agama Islam. Mereka akan belajar tentang Al-Qur’an, kisah-kisah Nabi, doa-doa, dan nilai-nilai moral dalam agama Islam untuk membantu memperkuat identitas mereka sebagai umat Islam dan memberi mereka landasan yang kuat untuk menjalani kehidupan berdasarkan ajaran agama.

Selain itu, Jambore ini juga melibatkan berbagai kegiatan yang melatih keterampilan sosial dan kepemimpinan anak-anak. Selain itu Mereka diajak untuk bekerja sama dalam tim, seperti memasang tenda, memasak mengatasi tantangan bersama, dan menghormati pendapat dan perbedaan satu sama lain.

“Hal ini akan membantu mereka mengembangkan kemampuan komunikasi, kerjasama, dan empati, yang sangat penting dalam kehidupan sehari-hari,” tukas Supriyanto.

Selama Jambore, anak-anak juga akan terlibat dalam kegiatan kreatif seperti seni berupa penampilan seni di tengah api unggun dan sinar rembulan yang indah. dan mengekspresikan diri dengan cara yang positif dan mengasah keterampilan kreativitas mereka.

“Mereka juga akan terlibat dalam berbagai permainan dan olahraga yang sehat, yang tidak hanya meningkatkan kesehatan fisik tetapi juga mengajarkan mereka tentang kebersamaan, fair play, dan semangat sportivitas,” ungkap Supriyanto.

Selain manfaat keagamaan dan sosial, Jambore Taman Pendidikan Al-Qur’an juga dapat meningkatkan pengetahuan akademik anak-anak. Mereka akan belajar membaca dan menghafal Al-Qur’an dengan metode yang menyenangkan dan interaktif. Dalam suasana yang santai dan mendukung, mereka akan terinspirasi untuk menjelajahi dan memahami lebih dalam makna dan hikmah yang terkandung dalam setiap ayat Al-Qur’an.

“Jambore Taman Pendidikan Al-Qur’an adalah alternatif kegiatan yang bermanfaat untuk mengisi waktu liburan anak-anak. Melalui Jambore ini, anak-anak dapat mengembangkan pemahaman yang lebih mendalam tentang ajaran agama Islam, memperkuat nilai-nilai moral, dan melatih keterampilan sosial serta kreativitas mereka,” ujar salah satu panitia Ervin Iswandayani.

Dengan berpartisipasi dalam Jambore ini, anak-anak dapat menjalani liburan yang bermanfaat, yang akan membantu mereka tumbuh dan berkembang secara holistik.

“Oleh karena itu, sangat penting bagi orangtua dan masyarakat untuk mendukung dan mendorong anak-anak untuk berpartisipasi dalam kegiatan Jambore Taman Pendidikan Al-Qur’an, sehingga mereka dapat mengisi waktu liburan mereka dengan kegiatan yang bernilai dan mendidik,” pungkas Ervin. (Arief Hartanto)




Kapanewon Ngaglik Mudahkan Pelayanan Pembuatan KTP dan KK dengan SI PEKA

Sleman – Perkembangan dunia digital yang dinamis semakin memberikan peluang  kemudahan bagi para penggunanya, dapat memangkas prosedur serta  dapat  memangkas waktu pengurusan.  Hal tersebut yang menjadi landasan Kapanewon Ngaglik untuk melakukan inovasi Sistem Layanan KTP-El dan Kartu Keluarga (SI PEKA).

Panewu Ngaglik Bapak Agung Endarto menjelaskan bahwa tujuan  Kapanewon Ngaglik memunculkan gagasan inovasi terkait upaya untuk memberikan kemudahan pelayanan kepada masyarakat khususnya dalam pengurusan KTP elektronik dan Kartu Keluarga.

“Harapannya,  inovasi ini  seiring sejalan dengan inovasi yang telah dimiliki dinas dukcapil, dan kami berharap  warga ngaglik dalam mengurus KTP dan KK tidak ruwet dan ribet,” ujar Agung, Selasa (4/7/2023).

Agung menambahkan bahwa pengurusan pemohon tidak harus datang ke kapanewon tapi cukup secara online menggunakan aplikasi WA.

“Cukup diisi dari rumah dengan syarat ketentuan yang ada di aplikasi, kemudian  ditandatangani secara elektronik oleh Kepala Dinas Dukcapil, untuk selanjutnya kepada pemohon bisa dikirim melalui email bahwa KK  sudah bisa dicetak dari rumah masing-masing,” jelasnya.

Sementara untuk KTP elektronik, lanjut agung, karena harus menggunakan  blanko dan alat khusus pemohon dapat mengajukan permohonan dari rumah tanpa harus antri di kapanewon.

” Tujuan kedua diluncurkannya inovasi SI PEKA adalah untuk mensukseskan gerakan Indonesia sadar adminduk dengan memberikan pelayanan yang mudah dan  murah, sehingga Indonesia sadar adminduk akan tercapai,” tegas Agung.

Sementara itu Kepala Dinas Kependudukan Catatan Sipil, Susmiarto menyampaikan bahwa perlu dukungan semua pihak agar inovasi dapat berjalan lancar.

“Peka artinya tanggap. Dengan model yang lebih mudah,  masyarakat akan lebih banyak alternatif. Mau menggunakan aplikasi silahkan, mau datang silakan. Bahkan setiap hari sabtu tanggal paling muda, kami Dinas Dukcapil juga membuka pelayanan. Tujuannya untuk memberikan kesempatan penduduk yang libur dan akan mengurus identitas kependudukannya jika belum menguasai tekhnologi dan memang harus datang,” tuturnya.

Susmiarto juga menjelaskan bahwa tujuan besar urusan administrasi kependudukan adalah kepemilikan dokumen kependudukan bisa  optimal.  “Dalam hal ini Sleman baru %. Anak anak pemilik KIA baru 77%, pemilik akta kelahiran %,” terang Susmiarto.

Susmiarta juga berharap agar inovasi yang dilakukan Kapanewon Ngaglik dapat memberikan manfaat khususnya bagi masyarakat Kapanewon Ngaglik.

Sementara itu, ditemui usai acara, Sumarni, Kepala Jawatan Umum Kapanewon Ngaglik menjelaskan bahwa layanan KK dan KTP elektronik dapat diakses melalui wa 082329189898 atau denganscan barcode.

“Selanjutnya siapkan kelengkapan dokumen ASLI dalam bentuk file pdf/jpg yang diperlukan untuk perubahan data Kartu Keluarga seperti KK, Surat Nikah, Akta Perceraian,  Akta Lahir,  Akta Kematian, Ijazah pendidikan terakhir . Surat Keputusan (SK) bagi pekerjaan yang membutuhkan keahlian khusus (PNS, BUMN, BUMD, Nakes, TNI/Polri, dll)  serta Surat Keterangan Pindah Agama jika dibutuhkan,” jelas Sumarni.

“Selanjutnya menyiapkan kelengkapan dokumen ASLI dalam bentuk file pdf/jpg yang diperlukan untuk pencetakan KTP-El rusak/hilang diantaranya KK, KTP-El rusak, Surat Kehilangan dari Kepolisia,” imbuhnya..

Sumarni  juga menjelaskan bahwa KK yang sudah terupdate akan dikirim melalui pesan whatsapp dan email atau diambil di Kantor Kapanewon. “Semua pelayanan kependudukan ini gratis,” tandas Sumarni. (Endarwati/KIM Donoharjo Ngaglik)




Pemkab Sleman dan DPRD Sleman Tandatangani Pakta Integritas RAPBD 2023

Sleman – Pemerintah Kabupaten Sleman melakukan penandatanganan pakta integritas RAPBD tahun 2024 dengan DPRD Kabupaten Sleman, Senin (3/7), di kantor DPRD Kabupaten Sleman. Penandatangan dilakukan oleh Bupati Sleman, Wakil Bupati Sleman, Ketua DPRD Sleman, Sekda Sleman, Kepala BKAD Sleman, dan Kepala Bappeda Sleman.

Pelaksanaan kegiatan ini merupakan wujud pencegahan dan pemberantasan korupsi dalam pelaksanaan pemerintahan daerah yang transparan dan akuntabel. Bupati Sleman, Kustini Sri Purnomo, berharap pakta integritas ini bukan hanya menjadi dokumen normatif saja. Diharapkan ini menjadi komitmen semua pihak terkait dalam menjalankan kewenangan masing-masing dengan jujur sesuai dengan peraturan perundang-undangan dan kesanggupan.

“Serta berkomitmen untuk tidak melakukan korupsi, kolusi, dan nepotisme,” sambungnya.

Diharapkan pula, berbagai program dan kegiatan yang sudah direncanakan dapat dilaksanakan sesuai dengan target, baik dari aspek keluaran maupun dampak yang telah ditetapkan dengan semangat kebersamaan dan transparansi.

Diantara isi pakta integritas tersebut adalah, pertama, berkomitmen penuh untuk melaksanakan anggaran dan pendapatan dan belanja daerah secara bertanggung jawab tidak melakukan penyalahgunaan anggaran penyuapan gratifikasi pemerasan serta praktik korupsi lainnya. Kedua, tidak melakukan intervensi atas pelaksanaan APBD dengan mengedepankan nilai-nilai integritas dan kepentingan masyarakat umum serta tidak melakukan penyuapan gratifikasi pemerasan serta praktik korupsi lainnya. Ketiga, menyusun perencanaan tahun 2024 secara tepat waktu mengedepankan nilai-nilai integritas dan kepentingan masyarakat umum serta tidak melakukan penyuapan gratifikasi pemerasan serta praktik korupsi lainnya. Terakhir, terbuka dalam mendeklarasikan apabila dihadapkan pada kondisi benturan kepentingan baik dalam pelaksanaan APBD maupun rencana APBD tahun 2024