Pemkab Sleman Serahkan Bantuan Hewan Kurban

Sleman – Memperingati Hari Raya Iduladha 1444 Hijriyah, Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kabupaten Sleman bekerjasama dengan Pemerintah Kabupaten Sleman menyerahkan hewan kurban sapi kepada 4 masjid di Kabupaten Sleman. Prosesi penyerahan dilakukan oleh Bupati Sleman, Kustini Sri Purnomo, kepada perwakilan Takmir Masjid pada Jumat (30/6) dan Sabtu (1/7).

Pada kesempatan itu, Wakil Ketua 3 Baznas Sleman, Muhyi Darmaji, menyampaikan penyerahan hewan kurban merupakan bagian dari program Sleman Peduli, yang juga merupakan agenda tahunan. Pada tahun 2023 ini, Baznas Sleman menyerahkan hewan kurban di 4 Kapanewon di antaranya, Kapanewon Sleman, Tempel, Pakem, dan Turi.

Dari keempat lokasi tersebut, diserahkan sebanyak 4 sapi, 1 ekor kambing, dan bantuan biaya operasional sebesar Rp .

“Kami sampaikan ucapan terima kasih atas dukungan Pemerintah Kabupaten Sleman pada acara hari ini. Alhamdulillah kita bisa kembali menyelenggarakan penyerahan hewan kurban, hari ini satu ekor sapi untuk masjid Al Ikhlas Jembulan. Dan besok akan diserahkan juga untuk Kapanewon Turi dan Pakem.  Semoga kurban ini dapat memberikan manfaat yang banyak khususnya untuk warga Jembulan, Pandowojarjo,” ujar Muhyi.

Sementara itu, Bupati Sleman Kustini Sri Purnomo, menyampaikan ucapan selamat kepada warga yang menerima bantuan hewan kurban dari Baznas. Kustini mengimbau, agar proses penyembelihan hingga pembagian daging kurban dapat diperhatikan dengan baik. Sehingga kebersihan dan kualitas daging dapat tetap terjaga sampai saat diterima warga.

“Alhamdulillah sudah diserahkan hewan kurban di empat Kapanewon. Semoga bantuan dari Baznas ini dapat bermanfaat terutama bagi warga yang kurang mampu sehingga dapat menyehatkan dan memberikan dampak yang berlimpah,” ujar Kustini.

Selain itu, Kustini menilai bantuan hewan kurban Baznas menjadi wujud kepedulian bersama dalam mengentaskan stunting di Kabupaten Sleman. Dengan upaya pemenuhan gizi tersebut, Kustini berharap kesejahteraan masyarakat pun turut meningkat.




Pemkab Sleman Lakukan Pemantauan Penyembelihan Hewan Kurban

Sleman – Pemerintah Kabupaten Sleman mengelenggarakan pemantauan proses penyembelihan hewan kurban Hari Raya Iduladha 1444 Hijriyah pada Kamis (29/6). Pemantauan dilakukan di 4 lokasi wilayah Sleman Barat.

Bupati Sleman Kustini Sri Purnomo didampingi Wakil  Bupati Sleman Danang Maharsa, memimpin langsung pemantauan tersebut.

Pemantauan penyembelihan hewan kurban diawali dengan lokasi pertama yaitu Masjid As-Sholihun yang menjadi lokasi penyembelihan warga Dusun Banjarharjo, Kalurahan Pondokrejo, Tempel.

Kemudian, pemantauan dilanjutkan di Masjid Al Maun, Mranggen, Margodadi, Seyegan dan Masjid Al Muttaqien, Kalurahan Sumbersari, Moyudan.  Terakhir, pemantauan dilakukan di Masjid Jami, Dusun Ngijon, Kalurahan  Sendangarum, Minggir.

Bupati Sleman, Kustini Sri Purnomo mengatakan bahwa pemantauan yang dilakukan Pemerintah Kabupaten Sleman merupakan upaya untuk memastikan penyembelihan hewan kurban di wilayah Sleman berlangsung dengan baik.

“Yang paling penting, pemantauan ini dilakukan untuk memastikan kondisi hewan kurban yang disembelih dalam kondisi sehat,” ucap Kustini.

Lebih lanjut, Kustini menyampaikan dari hasil pemantauan tersebut, rata – rata sudah dilakukan dengan baik serta kondisi hewan kurban dalam keadaan sehat.

“Beberapa lokasi pemantauan ini menjadi sampel, dan setelah dilihat rata – rata penyembelihan hewan kurban dilakukan dengan baik dan tidak ditemukan kasus cacing hati atau indikasi penyakit lainnya,” jelasnya.

Sebelumnya, Pemkab Sleman juga telah menerapkan kebijakan untuk pendampingan oleh Dokter Hewan di setiap lokasi penyembelihan maupun lokasi masuknya hewan kurban dari luar Sleman.

Selain itu, dalam kesempatan tersebut Kustini juga menjelaskan rata – rata masyarakat yang melakukan penyembelihan hewan kurban telah menerapkan pengelolaan limbah hewan kurban dengan baik. Iya mencontohkan sebagian besar masyarakat telah menyiapkan lahan atau tanah kosong untuk menimbun limbah dan memanfaatkannya menjadi pupuk organik.




Dokter PKU Gamping Beri Motivasi Kepada Siswa BKL Mugi Waras Agar Jadi Lansia Tangguh

Moyudan – Siswa Lansia Bina Keluarga Lansia (BKL) Mugi Waras kembali melaksanakan pembelajaran sekolah di Rumah Singgah Lansia Blendung pada Minggu (2/7/2023). Tatap muka tersebut merupakan yang ketujuh kalinya dari delapan pertemuan pada jenjang S2 (Standar 2) tahun ajaran 2023.

Hadir mendampingi kegiatan tersebut, Tri Astuti dari Indonesia Ramah Lansia (IRL), Koordinator PKB ( Penyuluh Keluarga Berencana) Kapanewon Moyudan Wahyu Aryanti Rosaria Bawaningsih, Dukuh Blendung Rizky Anas Ikhwanudin, dan Ketua BKL Hj  Djumanah, dan diikuti 50 siswa lansia.

Narasumber yang dihadirkan pada kesempatan itu adalah dr. Bambang Edi Susyanto, yang merupakan Dokter PKU Muhamadiyah Gamping Yogyakarta dan RS AMC Wirobrajan Yogyakarta, serta mengajar di Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Yogyakarta. Edi memberikan motivasi agar lansia tetap sehat dan penuh semangat, serta memberikan materi tentang spiritualitas.

Dikatakan bahwa aspek spiritual adalah salah satu dari 7 dimensi lansia tangguh. Maka siswa sekolah lansia  harus meningkatkan kehidupan spiritualnya agar menjadi lansia yang tangguh.

“Kita harus meningkatkan koneksitas atau hubungan dengan Sang Maha Pencipta agar hati selalu tenang dan ikhlas.  Perbanyak mencari makna hidup dan tujuan hidup yang orang Jawa bilang dengan istilah Sangkan paraning dumadi,” tuturnya.

Lebih lanjut ia menerangkan bahwa  kesehatan ada 4 macam yaitu kesehatan jasmani, rohani,  mental emosional,  dan sosial, yang masing-masing diterangkan pengertian beserta cara menjaga dan meningkatkan kualitas kesehatannya.

Pada akhir paparannya dokter Edi menyampaikan bahwa dalam upaya meningkatkan spiritualitas dan pelayanan yang membantu kesehatan jasmani dan rohani sesama, ia mendirikan kegiatan sosial Seroja (Sehat robani dan jasmani) setiap  Minggu sore berupa pengajian dilanjutkan  konsultasi dan pemerikasaan gratis, bertempat di pendapanya di Banyuraden, Gamping, Sleman. (Eny Ms/KIM Sumber Biwara Moyudan).




PCM Seyegan Gelar Pengajian Rutin Ahad Wage

Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) Seyegan menggelar Pengajian Rutin Ahad Wage, pada hari Minggu (2/7/2023) yang bekerja sama dengan Panti Asuhan Muhammadiyah, LazisMu Seyegan dan Takmir Masjid Ali bin Abi Thalib, bertempat di Masjid Ali bin Abi Thalib, SMK Muhammadiyah Seyegan,

Mengambil tema Memaknai Iedul Qurban untuk menggapai Kemenangan, pengajian menghadirkan Ustaz M. Wildan Wahied, SHI yang juga Ketua Majelis Tabligh PDM Sleman sebagai penceramah dan menghadirkan warga Muhammadiyah wilayah Seyegan dan sekitarnya.

Pengajian dibuka dengan tadarus Al Qur’an dengan membaca Surat Al Alaq yang merupakan surat yang pertama kali diturunkan. Dilanjutkan dengan acara inti yaitu Pengajian. Ustadz Wildan dalam pengajiannya menyampaikan bahwa dalam pelaksanaan salat Iduladha yang dilaksanakan beberapa waktu lalu ada perbedaan antara pemerintah dan ormas islam.

Menurut Wildan perbedaan tersebut tidak  harus diperdebatkan dan menjadi polemik, karena masing masing mempunyai dasar alasannya.

“Perbedaan masalah ibadah sendiri sudah terjadi di jaman Rasulullah. Menghadapi para sahabat yang sedang berbeda pendapat pun Nabi Muhammad SAW tidak menyalahkan keduanya,” ujar Wildan.

Majelis Tarjih Muhammadiyah sendiri tidak mensyaratkan bahwa puasa Arafah dikerjakan ketika jamaah Haji yang ada di tanah suci sedang melaksanakan ibadah Wukuf di Arafah.

“Karena Arafah sendiri bisa dimaknai sebagai tempat ataupun waktu. Artinya ibadah dilakukan menurut waktu dan tempat kita berada,” jelasnya.

Untuk itu pesan dari ustad Wildan, jamaah tidak usah saling menyalahkan atau sampai merendahkan satu sama lain. Islam dibangun diatas dasar yang kuat, sehingga menyikapi perbedaan yang terjadi, harus dikedepankan sikap saling menghormati, toleransi dan tidak saling mengejek.

Berkaitan dengan puasa sunah ini, Ustad Wildan menyampaikan bahwa Nabi Muhammad SAW sering melakukan ibadah puasa sunah yaitu puasa Asyura, puasa Arafah dan puasa 3 hari setiap bulannya (yaumil bidh). Ustad Wildan mengajak jamaah untuk melaksanakan amalan puasa sunah seperti yang Nabi ajarkan.

Sebelum pengajian diakhiri dilakukan diskusi dan tanya jawab oleh jamaah yang hadir. Setelah pengajian jamaah menyantap  sarapan bersama dan dilanjutkan dengan menikmati Pasar Rakyat Seyegan (PRS) serta layanan Kesehatan Gratis. (Sutarto Agus /KIM Seyegan)




BTM Surya PDM Sleman Terima Kunjungan dari KPRI Pasuruan

Sleman – Baitut Tamwil Muhammadiyah (BTM) Surya PDM Sleman menerima kunjungan studi banding dari KPRI Pemerintah Kota Pasuruan. Direktur BTM Surya PDM Sleman, Hadi Supanan menerima langsung kedatangan rombongan KPRI Pemkot Pasuruan di Kantor BTM Surya PDM Sleman Jl. Raya Patukan (depan kantor kapanewon Gamping) Ambarketawang, Gamping, Sleman, Yogyakarta, pada Sabtu (01/07/23).

Dalam penerimaan kunjungan ini, PDM Sleman berbagi materi, pengalaman mengenai pengelolaan managerial karyawan dan anggotanya yang bertujuan untuk meningkatkan serta mengomptimalkan kemampuan dalam pengelolaan keuangan secara efektif dan mempunyai manfaat yang sangat besar.

“BTM beda dengan BMT karena di Muhammadiyah mall nya dikelola oleh Lazismu,” ujar Hadi.

BTM Surya PDM Sleman Berdiri sejak tahun 2013 sekarang sudah mempunyai aset Rp10,2 M dan mempunyai kantor 2, di masing-masing kantor dikelola 4 orang jumlah keseluruhan pengelola atau karyawan ada 8 orang.

“ Karyawan atau pengelola adalah salah satu kunci keberhasilan, dengan mengajak selalu sharing dalam evaluasi hambatan dan kinerja, dengan menempatkan karyawan merasa memiliki usaha tersebut sehingga rasa tanggungjawab ini timbul pada diri mereka,” ungkap Hadi Supanan.

Hadi menuturkan, sebagai bentuk penghargaan dari BTM Surya PDM Sleman kepada para karyawan atau pengelolanya yang mempunyai masa kerja 15 tahun akan diberangkatkan Umroh dan dibiayai penuh oleh BTM Surya PDM Sleman.

Sementara itu, Ketua KPRI Pemkot Pasuruan Mualif Arif, mengungkapkan bahwa KPRI Pemkot Pasuruan mempunyai unit usaha yaitu SPBU yang secara umunya mempunyai profit yang besar.

“Tapi belum tentu karena didalam usaha tersebut ada penguapan kalau tidak diatasi dan diatur dengan benar bisa menjadi sebuah kerugian,” ungkapnya.

Dirinya berharap dengan study banding ini dapat menjadi semangat dalam meningkatkan pengelolaan dan pengoptimalan kinerja baik untuk BTM Surya PDM Sleman maupun pada KPRI Pemerintah kota Pasuruan untuk lebih bisa menyejahterakan anggota dan masyarakat pada umumnya untuk menerima manfaatnya. (Arief Hartanto)