Momentum 10 Muharram, MAN 4 Sleman Santuni 46 Anak Yatim

Sleman – Salah satu amalan sunah di bulan Muharram adalah mengusap anak yatim, yang dimanifestasikan dalam bentuk pemberian santunan dengan pahala besar.  Hal itu berdasar hadits riwayat Thabrani yang menyatakan bahwa sedekah pada bulan Muharram akan mendapatkan pahala 70 kali lebih banyak dari sedekah pada bulan lain.  

Sebagai Pengamalan Hadits Tersebut, Civitas Akademik MAN 4 Sleman Menggelar Pemberian santunan kepada 46 (empat puluh enam) anak yatim pada Jumat (28/7/2023), bertepatan 10 Muharram 1445 H.  Santuan diberikan pada saat groundbreaking (peletakan batu pertama) pembangunan Masjid An-Najah MAN 4 Sleman. 

“Kami kumpulkan donasi dari guru dan pegawai serta sebagian dana ZIS, terima kasih atas partisipasinya,” kata Irmayanti, selaku Koordinator Pengumpulan dan Pentasyarufan.

Ahmad Arif Makruf, Kepala MAN 4 Sleman menyambut baik upaya Tim Keagamaan yang secara kreatif mengumpulkan dana dan mentasyarufkannya. 

“Semoga menjadi ladang amal bagi seluruh civitas akademik, memberi manfaat bagi anak yatim yang sedang belajar di madrasah kita,” ujar Arif. 

“Kehidupan anak yatim atau yatim-piatu perlu mendapatkan perhatian dalam bentuk empati, bantuan, santunan, guna meringankan mereka, agar tetap semangat dalam menuntut ilmu,” tegasnya.

Penyerahan disampaikan langsung secara berturut-turut oleh Fahrudin selaku Analis Kelembagaan  Kementerian Agama (Kemenag) Daerah Istimewa Yogyakarta, Sidik Pramono selaku Kepala kantor Kemenag Sleman, Ahmad Arif Makruf selaku Kepala MAN 4 Sleman, Tuyahmin selaku Ketua komite, dan Jendra Puji Susanta selaku Wakil Kepala Urusan Humas MAN 4 Sleman. 

Penyerahan santuan disaksikan para tamu undangan dari Forum Pimpinan Kapanewon Pakem, pengurus komite, pengawas madrasah, perwakilan alumni serta guru dan pegawai madrasah. (Edy/KIM Sumber Biwara Moyudan)




Pemkal Sumbersari Dukung Penuh Kiprah Siskamling Jaga Keamanan Warga

Moyudan – Guna menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat dibutuhkan partisipasi aktif seluruh warga.  Sistem keamanan lingkungan atau Siskamling merupakan Langkah nyata partisipasi warga menjaga keamanan lingkungan. 

“Kami menyampaikan terima kasih dan mengapresiasi Kamling ini aktif dengan ronda malam yang terjadwal.  Mohon untuk terus dilestarikan kegiatan mulia ini,” kata Novi Kuntansari Hadiningrum, Jagabaya Pemerintah Kalurahan (Pemkal) Sumbersari saat menyambangi kelompok ronda malam Jum’at (27/7/2023) di pos perondan Tlukan Nasri III Sumbersari kapanewon Moyudan. 

Novi menegaskan komitmen Pemkal mendukung kamling di setiap pedukuhan, salah satunya dengan kunjungan seperti ini.

Novi Kuntansari Hadiningrum hadir didampingi Sukadi Lurah Sumbersari, Bhabinkamtibmas, serta sejumlah linmas. 

“Kami ucapkan terima kasih atas partisipasi masyarakat selama ini.  Mohon kelengkapan ini dapat dipergunakan dengan sebaik-baiknya,” kata Aipda Endri Destanta Bhabinkamtibmas saat memberikan bantuan berupa tikar untuk Pos Perondan Jagabaya Nasri III yang diterima oleh Risdiyanto sekretaris mewakili pengurus.

Sementara Risdiyanto usai menerima bantuan kemudian memaparkan kegiatan perondan RW 07 yang Bernama Jagabaya Nasri III.  Kegiatan seperti pengumpulan uang dalam bentuk jimpitan yang kemudian setelah terkumpul sebagian dibelikan kursi, deklit, peralatan masak dan tenda.  Selain itu Kamling Jagabaya juga memberikan santunan kepada keluarga yang anggotanya sakit atau meninggal dunia. 

“Jadi jimpitan 200 per malam per KK, hasilnya dikembalikan untuk kepentingan masyarakat. Perondan tidak hanya menjaga keamanan kampung tetapi juga kegiatan sosial keagamaan,” pungkas Risdi.  (Edy – KIM Sumber Biwara Moyudan)




Margorejo Kuatkan Fungsi Jaga Warga untuk Minimalisir Konflik Sosial

Sleman – Pemerintah Kalurahan Margorejo menggelar Sosialisasi Peraturan Gubernur DIY Nomor 9 Tahun 2015 tentang Jaga Warga dan pembentukan kelompok jaga warga di Kantor Kalurahan Margorejo, Tempel, Sleman, Kamis (27/7/2023). Sosialisasi ini mendatangkan pemateri yang berasal dari Satpol PP Kabupaten Sleman dan didampingi oleh Satpol PP Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta. Kegiatan ini diikuti oleh 14 Padukuhan yang ada di Kalurahan Margorejo.

Dalam sosialisasi tersebut, Kabid Trantib Satpol PP Kabupaten Sleman, Akhmad Edi Santoso menilai, Jaga Warga merupakan usaha keamanan, ketenteraman, ketertiban dan kesejahteraan. Selain itu, sosialisasi menumbuhkan nilai-nilai luhur yang ada di masyarakat.

Sehingga sosialisasi dilaksanakan dengan mengoptimalkan pranata sosial yang ada. Karena, tidak jarang penyelesaian masalah di masyarakat lebih mengedepankan emosi dan tanpa pikir panjang.

“Jaga Warga berfungsi menangani dan menyelesaikan gangguan sosial serta menciptakan keselarasan dan pencapaian trantib di masyarakat yang dapat diselesaikan tingkat padukuhan sesuai kesepakatan bersama yang tidak bertentangan hukum,” kata Edi.

Adapun kewenangan Jaga Warga, lanjut Edi, adalah membuat tata tertib kehidupan sosial yang telah disepakati masyarakat dan melakukan upaya penegakan tata tertib yang telah disepakati.

“Selain itu, ada kewenangan melakukan mediasi dan fasilitasi pemecahan masalah,” imbuhnya.

Salah satu perwakilan padukuhan, Kepala Dukuh Lojajar, Sulisno Santoso menyambut positif pembentukan Jaga Warga. Ia merasa program ini dapat memotivasi warga untuk menumbuhkan rasa kebersamaan dan mengakomodir warga dalam meminimalisir konflik perselisihan dalam tingkat padukuhan.

“Dengan adanya Jaga Warga, penyelesaian masalah di tingkat padukuhan dapat diselesaikan bersama dengan menerapan peraturan atau tata tertib yang telah disepakati warga,” ujar Sulisno Santoso. (SBD/KIM Tempel)




Tradisi Merti Tuk Sidomulyo, Bentuk Rasa Syukur Terhadap Sumber Kehidupan

Sleman – Upacara Adat Tradisi “Merti Tuk Sidomulyo” Di Gadung, Bangunkerto Kapanewon Turi dilaksanakan bersamaan dengan pengukuhan pengurus Kalurahan Mandiri Budaya pada Minggu (30/7/2023), bertempat di Agro Wisata Salak Pondoh, Gadung, Bangunkerto.

Rangkaian upacara adat sebagai ungkapan rasa syukur masyarakat itu diawali dengan arak-arakan bergada menuju Tuk Sidomulyo, dilanjutkan prosesi pengambilan air suci dari tujuh pancuran yang ada di Tuk Sidomulyo, usai prosesi pengambilan, air suci dikirab bersama Pareden Uluwetu (gunungan hasil bumi) menuju pusat kegiatan di area agro wisata.

Sesampainya di tempat  upacara siram Tirta dan doa, terlebih dahulu dilaksanakan pengukuhan pengurus Kalurahan Mandiri Budaya oleh Lurah Bangunkerto Anas Makruf, yang kemudian dilanjutkna dengan penyiraman gunungan wuluwetu dengan air suci oleh Kasi Lembaga Kundha Kabudayan DIY Endang Widuri.

Berdasarkan catatan Pendamping Budaya Kalurahan Bangunkerto, Lilik Agung, Kawasan Tuk Sidomulyo mulai dibangun 8/8/1956, bertepatan bulan Suro dalam penanggalan Jawa. Di sumber/tuk itu terdapat tujuh pancuran yang oleh masyarakat disebut pancuran Panguripan, pancuran Tirto Wening, pancuran Gadung Mlati,  pancuran Sekar Warih, pancuran Tirta Seta, pancuran Tirta Kencana dan Pancuran Tirta Mulya.

“Semuanya merupakan sumber kehidupan bagi manusia dan membuat kesuburan alam. Maka setiap tahun upacara adat Merti Tuk Sidomulyo selalu diadakan oleh masyarakat sebagai bentuk rasa syukur,” ujarnya.

Sementara itu Lurah Bangunkerta Anas Makruf usai mengukuhkan pengurus Kalurahan Mandiri Budaya meminta agar pengurus segera bekerja sesuai dengan bidang masing-masing dengan tetap mengedepankan koordinasi.

“Untuk memajukan Kalurahan Mandiri Budaya, segeralah bekerja bergotongroyong untuk  melestarikan budaya dan untuk kesejahteraan masyarakat,” pinta Anas.

Berdasarkan surat keputusan Lurah Bangunkerto no 50 tahun 2022, susunan pengurus Kalurahan Mandiri Budaya meliputi, Ketua Muhammad Yusuf Nurwantoro, Sekretaris Rizqi Yoga Pambudi, Bendahara Reni Kusumawati dan Eko Destrianto. Ketua Bidang Budaya Suharman, Ketua Bidang Pariwisata Endro Harwanto, Ketua Bidang Prima Wasilatun Nafingah dan Bidang Preneur Azis Setiawan, dengan anggota seluruhnya 16 orang.

Dalam perhelatan budaya yang juga dihadiri oleh Kasi Lembaga Kundha Kabudayan Provinsi DIY, dan Tim Monev Pendamping Kalurahan Budaya . Kundha Kabudayan Sleman juga menampilkan berbagai seni tari klasik dan kreasi yang dibawakan oleh anak-anak, lomba baca, tulis dan alih aksara Jawa, Bazar produk UMKM se Bangunkerto, pentas Jathilan dan Donor Darah masal. (Tri Joko S/KIM Kalasan)




Promosikan Daerah Wisata Lewat Jurnalis Desa

Sleman – melaksanakan Sekolah Jurnalis Desa (SJD) #4 selama 2 hari dari Sabtu (29/7/2023) sampai dengan Minggu (30/7/2023) di Balkondes Sambirejo Tebing Breksi, Prambanan, Sleman.

Direktur Sekolah Jurnalis Desa (SJD), Ilyasi menyampaikan bahwa tujuan SJD#4 ini adalah untuk membantu para pemuda desa khususnya para pengelola media sosial /admin webside desa, agar bisa membuat karya jurnalistik peduli desa yang cepat dan mudah, untuk dipublikasikan sebagai informasi dan inspirasi kepada masyarakat harapanya pemuda desa bisa belajar, berkarya dan berbagi informasi desa baik berupa teks (tulisan), gambar (foto), video maupun grafis.

“Kegiatan ini gratis alias tidak dipungut biaya, sesuai dengan tagline Wiradesa Mandirikan Desa, Sejahterakan Rakyat,” ucapnya.

Di hari pertama SJD diisi perkenalan peserta dan potensi desanya yang terdiri dari Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis), Aktivis Pemuda /Karangtaruna, Perwakilan dari desa dan pengiat wisata dari wilayah Kapanewon Prambanan (Sambirejo, Madurejo, Wukirharjo, Sumberharjo, Gayamgharjo, Bokoharjo dan Kalurahan Condongcatur).

Kemudian dilanjutkan penyampaian materi oleh Sihono, penggagas SDJ tentang pengenalan program SJD (4 pilar SJD dan 7 tahap Diklat). Setelah itu, dilanjutkan denganmateri tentang pengenalan obyek wisata berbasis masyarakat dan berbasis digital oleh Mujimen selaku ketua Pokdarwis Tlatar Seneng Tebing Breksi, dan ditutup dengan penyampaian tentang cara membuat image desain, video editing, Vusualization dan olah data oleh Nanang Rusmianto, Assesor SPBE, praktisi eGov dan smart city).

Pada hari kedua kemudian disusun Deklarasi Tebing Breksi yang menurut Sihono adalah sebuah pernyataan sikap dari Peserta Sekolah Jurnalis Desa yang menyatakan diri Siap Belajar, Berkarya dan Berbagi dengan menjadi “Jurnalis Desa Wisata”.

“Diharapkan informasi informasi ini dapat menarik perhatian para pemangku kebijakan dan  mempengaruhi kebijakan pemerintah dengan memberikan program-program untuk Pengembangan wisata, kuliner, kerajinan, Umkm, seni budaya yang ada di desa,” ujar Sihono.

“Juga para wakil rakyat di legislatif dan para pengusaha ikut berkontribusi  di dalamnya, yang ujung-ujungnya objek wisata di desa itu menarik Dunia untuk berkunjung membawa uang di desa yang dapat membawa kesejahteraan masyarakat,” tutupnya. (Wasana/KIM Depok)