DPU Sleman Siap Perbaiki Jalan Trisik Pakembinangun

Jalan Trisik Sukunan-Labasan, Pakembinangun merupakan jalan arteri yang ramai dilalui para pengendara yang hendak menuju ke Turi, Tempel, bahkan Magelang. Jalan Trisik sendiri diberlakukan satu arah mulai dari KM 0 sampai ke selatan Masjid At-Taqwa, Labasan, Pakem.

Untuk itu, Dinas Pekerjaan Umum Perumahan dan Kawasan Permukiman (DPUPKP) Kabupaten Sleman  melakukan perbaikan terhadap jalan yang tepat berada di barat Pasar Pakem ini.

Ryan Rusmana dari Dinas PUPKP Sleman menuturkan bahwa proses perbaikan jalan tersebut berlangsung selama 4 bulan.

“Kami tidak akan menutup total jalan tersebut. Namun tentu saja nanti perjalanan Anda akan sedikit terganggu dengan adanya proyek tersebut selama beberapa hari dan minggu ke depan,” papar Ryan.

Sementara Kanit Lantas Polsek Pakem AKP Nunung memaparkan bahwa pada saat pelaksanaan perlu diperhatikan juga yang mungkin bisa merepotkan warga sekitar. Sehingga perlu diadakan sosialisasi kepada masyarakat.

“Jika tadi dikatakan bahwa jalan tidak ditutup total,  sebagian dibuka,  maka ini berarti perlu personil dari kepolisian utk membantu meregulasi lalu lintas. Sehingga perlu rambu2 dan penunjuk arah alternatif utk tetap mengurai kemacetan dan menjaga kondusifitas. Atau sebisa mungkin dilaksanakan di sore/malam hari ketika jalan Pakem Turi kembali menjadi dua arah. Karena siangnya pasti crowded,” papar AKP Nunung.

Purwanto, dari PT Chandra Mitra Sehati yang merupakan kontraktor perbaikan jalan Trisik menjelaskan bahwa panjang jalan yang akan dikerjakan adalah 302 meter dengan lebar 4,5 meter. Selain itu, perbaikan juga menyentuh gorong-gorong yang miring di samping jalan

“Ada beberapa pohon di sisi barat jalan, sehingga Dukuh dimohon koordinasi dengan warga karena itu milik warga. Karena sudah pasti akan kami tebang untuk pelebaran jalan,” pungkasnya. (Asrori Wardan/KIM Pakembinangun)




Resmi Ditutup, SL Budidaya Cabai di Seyegan Hasilkan 18 Ton Cabai

Sleman – Sekolah Lapang Budidaya Cabai yang telah berlangsung selama Margodadi, Seyegan resmi ditutup pada Kamis (27/7/2023) di titik kumpul Tegalweru, Margodadi, Seyegan.

Penutupan Sekolah lapang (SL) yang diikuti oleh 25 petani cabai dari Seyegan, Godean, Minggir dan Moyudan ini didahului dengan panen cabai petikan ke 20 di lahan milik Rudi Ruswanto seluas 1200 m2 yang terletak di Tegalweru.

Mewakili siswa SL budidaya cabai, Rudi yang ditunjuk juga sebagai ketua Kelas menyampaikan bahwa banyak suka duka selama mengikuti SL.

“Banyak ilmu yang didapat berkaitan budidaya yang berupa manajemen pengairan, merawat tanaman di cuaca ekstrem dan mengenal hama cabai,” akunya.

Menurut Rudi, Margodadi sendiri tempat yang tepat untuk  SL budidaya cabai, mengingat Margodadi sebagai sentra cabai dengan 60 – 70 Ha ditanami cabai setiap tahunnya.

“Petikan ke 18 dengan hasil 1,2 ton kumulatif secara hitungan sudah balik modal, dan masih dilanjutkan 20 – 25 petikan lagi,” terangnya.

Kabid Hortikultura dan Perkebunan Dinas Pertanian, Pangan dan Perikanan Kabupaten Sleman, Liem Astuti,  dalam sambutan dan pengarahannya menyampaikan selamat kepada 25 peserta SL yang dinyatakan lulus dalam pendidikan selama 5 bulan dengan 8 kali pertemuan.

“Bagi pemula SL ini sangat diperlukan sedangkan bagi pelaku budi daya cabai, SL  ini dijadikan tempat diskusi berbagai hal mengenai cabai sehingga ilmunya berkembang,” ujarnya

Liem mengingatkan bahwa dalam SL tersebut, siswa belajar bahwa dalam budi daya, musim sangat berpengaruh.

“Ada inovasi/pembaharuan dalam perawatannya. Demikian juga dalam perencanaan budi daya harus disesuaikan dengan cuaca, pola pengairan dan juga pasar,” terang Liem lagi.

Liem menyampaikan harga cabai ori yang berkisar Rp ,- dirasa cukup bagus sehingga petani diuntungkan.

Di akhir pengarahannya, Liem berpesan setelah 8 kali pertemuan SL ini untuk segera diaplikasikan dalam budidaya mandiri dan ilmu yang telah didapat untuk ditularkan kepada petani kain. Liem juga mengingatkan untuk pencatatan sebagai bahan evaluasi dan perhitungan selama budidaya.

Jalmo Susilodiprojo, Lurah Margodadi dalam kesempatan tersebut menyampaikan rasa terima kasihnya, yang telah menunjuk Margodadi menjadi tempat SL. Jalmo berpesan kepada peserta untuk menyebarkan ilmunya di kelompok lain.

“Artinya dengan SL petani meningkat ilmunya yang berdampak pada hasil dari budi daya yang diusahakan,” tukas Jalmo.  (Sutarto Agus/KIM Seyegan)




Jambore Kader Posyandu, Ajang Biasakan Kader untuk Donor Darah

Puskesmas Kalasan menyelenggarakan Jambore Kader Posyandu di Kantor Kalurahan Tamanmartani, Jumat (28/7/2023). Kegiatan jambore kader ini diikuti oleh seluruh kader Posyandu se-Kalurahan Tamanmartani, dengan diawali senam masal dilanjutkan pemeriksaan gula darah dan tensi serta donor darah. Selain itu guna penyegaran kapasitas kader, juga diadakan penyuluhan yang dikemas tak ubahnya talkshow.

Kepala Puskesmas Kalasan dr. Dini Threes Harjanti menuturkan, kegiatan jambore kader Posyandu merupakan implementasi amanah Kementerian Kesehatan yaitu transformasi layanan primer yang sudah ada dan dilaksanakan oleh Puskesmas, Puskesmas Pembantu, dan lembaga pemberdayaan masyarakat masing-masing Kalurahan dengan penerapan standar pelayanan minimal atau beririsan dengan program Indonesia Sehat dengan pendekatan keluarga.

“Jambore kader merupakan langkah awal, selanjutnya akan diikuti kegiatan bimtek berkaitan dengan adanya dominasi kegiatan siklus hidup, meliputi hal hal yang berkaitan dengan ibu hamil, balita, remaja usia produktif serta lansia, itu pula yang dinamakan lima klaster,” tutur dr. Dini.

Sementara itu Kamituwa Kalurahan Tamanmartani, Awan Parades menginformasikan bahwa kader Posyandu di Tamanmartani telah bekerja dan berbakti secara optimal, para kader sering mendapatkan penguatan sehingga cukup bekal untuk melaksanakan tugasnya, dan dalam hal ini pemerintah Kalurahan sangat bangga.

Menyinggung soal kegiatan donor darah dalam jambore kader, Awan menjelaskan bahwa Jambore Kader juga dijadikan ajang sosialisasi pentingnya donor darah bagi masyarakat.

“Kita mendorong para kader yang hampir semuanya perempuan untuk membiasakan diri berdonor darah,” pungkas Awan.(Tri Joko S/KIM Kalasan)




Puskesmas Ngaglik II Sosialisasikan Pencegahan dan Penanganan Kesehatan Jiwa

Kader kesehatan adalah mereka yang membantu petugas kesehatan dalam pemberdayaan masyarakat untuk mendukung terwujudnya masyarakat yang memiliki perilaku hidup sehat, termasuk di dalamnya dalam hal kesehatan jiwa.

Sebagai kepanjangan tangan Puskesmas di masyarakat, maka untuk merefresh kembali pemahaman para kader tentang pencegahan dan penanganan masalah kesehatan jiwa, maka Puskesmas Ngaglik 2 menyelenggarakan sosialisasi dan bedah buku berjudul Mata Hati, Masyarakat Tangguh Sehat Jiwa di Aula Puskesmas Ngaglik 2 yang terletak di Kayunan Donoharjo Ngaglik Sleman, Rabu (26/7/2023).

“Dengan refresh tersebut diharapkan kader kesehatan kembali mendapatkan ilmu dan pemahaman tentang kesehatan jiwa sehingga dapat melakukan deteksi awal, melakukan penanganan sekaligus tindak lanjut apabila terjadi kasus,” jelas Amalia, psikolog Puskesmas Ngaglik 2 sebagai panitia penyelenggara.

Lebih lanjut Amalia menjelaskan bahwa dalam kesehatan jiwa ada 3 macam yaitu orang dengan jiwa sehat, orang dengan masalah jiwa (ODMJ), orang dengan gangguan jiwa (ODGJ).

Sebagai narasumber, Ni Putu Dara Widiyana psikolog dari UII menjelaskan bahwa sesuai UU Kesehatan Jiwa No. 18 Tahun 2014, yang dimaksud dengan gangguan jiwa adalah gangguan pikiran, perasaan, dan perilaku yang terlihat dalam bentuk sekumpulan gejala dan/atau perubahan perilaku yang bermakna, serta dapat menimbulkan penderitaan dan hambatan dalam menjalankan fungsi orang sebagai manusia.

” Tanda gangguan jiwa jika sedih berkepanjangan dalam waktu yang lama, kemampuan melakukan kegiatan sehari-hari dalam kebersihan, makan, minum dan beraktivitas berkurang, motivasi untuk melakukan kegiatan menurun, marah tanpa sebab dan mengamuk, menyendiri dan tidak mau bergaul”.

“Selain itu gangguan jiwa juga bisa dilihat pada tidak memperhatikan penampilan/kebersihan diri, mengatakan atau mencoba bunuh diri serta bicara atau tertawa sendiri”.

Yang perlu diperhatikan adalah jika tanda tersebut berlangsung dalam waktu lebih dari dua minggu dan mengalami beberapa tanda sekaligus”, jelas Dara.

Selain itu Dara juga menjelaskan tentang halusinasi, resiko perilaku kekerasan, isolasi sosial, kurang perawatan diri serta resiko bunuh diri serta tanda-tandanya.

“Segera konsultasikan ke puskesmas apabila menemui gejala gangguan jiwa maupun gejala kekambuhan. Karena klien dapat bekerja dan produktif kembali apabila mendapatkan pendampingan dan penanganan yang tepat,” jelasnya.

” Apalagi jika menemui kondisi gawat darurat yaitu kondisi kejiwaan seseorang yang harus segera mendapatkan bantuan oleh tenaga kesehatan. Suatu gangguan dapat disebut darurat ketika gangguan tersebut mengganggu dan membahayakan baik individu yang memiliki gangguan maupun orang disekelilingnya, misalnya gaduh, gelisah dan risiko bunuh diri”.

“Untuk prosedur pengobatannya, bila mampu rujuk mandiri maka keluarga dapat langsung mengantar ke rumah sakit. Bila tidak mampu rujuk mandiri maka bisa lapor ke kader, atau puskesmas, untuk turut mengantarkan ke rumah sakit”, jelasnya.

“Untuk rujukan, jangan lupa menyertakan fotokopi KK, KTP pasien, KTP penanggung jawab, bpjs asli/aplikasi mobile JKN, dan surat rujukan faskes 1 . Namun jika gawat darurat bisa langsung ke RS atau puskesmas”, jelas Dara lagi. (Endarwati/KIM Donoharjo)




Kalurahan Pondokrejo Manfaatkan Danais Lewat Budidaya Mentimun Baby

Sleman – Kalurahan Pondokrejo, Kapanewon Tempel menggelar Panen Mentimun Baby pada Kamis (27/7/2023). Panen hasil bantuan Dana Keistimewaaan DIY ini dihadiri langsung oleh Bupati Sleman, Kustini Sri Purnomo serta Kepala Subbidang Pertanahan DIY, Pangky Arbindarta Kusuma.

Lurah Pondokrejo, R Widyatama menuturkan, kegiatan ini merupakan hasil pemanfaatan Danais DIY untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

“Panen ini melalui Program Pemanfaatan Tanah Kas Desa (TKD) Kalurahan yang tersebar di beberapa titik, dan dimanfaatkan untuk warga miskin atau rentan miskin melalui Danais Tahun Anggaran 2023 yang diusulkan pemerintah Kalurahan, didukung oleh kapanewon serta dikuatkan dari pemerintah Kabupaten Sleman, sehingga program optimalisasi tanah desa dapat didanai melalui danais,” tuturnya.

Sementara itu, Pangky yang datang mewakili Paniradya Pati DIY menyebutkan bahwa program optimalisasi Danais ini akan dilaksanakan selama 3 tahun.

“Tahun 2023 ini, danais untuk program ini turun sebesar Rp 122 juta dan akan terus berjalan selama tiga tahun yaitu 2023, 2024 dan 2025 mungkin bisa ada peningkatan sekitar 10%, jadi diperlukan sebuah kolaborasi antar pemangku kepentingan,” kata Pangky.

Sementara itu Bupati Sleman, Kustini Sri Purnomo menyambut baik pemanfaatan Danais untuk kesejahteraan masyarakat, seperti budidaya mentimun baby di Kalurahan Pondokrejo ini.

“Hasil dari tahun ini bisa digunakan untuk menyukupi kebutuhan anak sekolah, tahun depan dapat untuk beli motor, dan tahun selanjutnya bisa untuk kebutuhan yang lebih baik lagi, bisa bangun rumah mungkin,” ujar Kustini.

Untuk itu, dirinya berharap bahwa kenaikan dananya tidak hanya 10 % sehingga diharapkan setelah tiga tahun para petani sudah bisa mandiri.

“Mengingat juga kebutuhan akan pasokan Mentimun Baby ini masih kurang dimana dari kebutuhan 5 ton baru dapat disediakan 20%,” ungkap Kustini. (SBD/KIM Tempel)