Tertibkan Tembakau Ilegal, Bea Cukai DIY Sita 1333 Batang Rokok Tanpa Pita Cukai di Sleman

Sleman – Tim gabungan Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kabupaten Sleman bersama Bea Cukai DIY, Kodim, dan Polres Sleman kembali melakukan penertiban Barang Kena Cukai Hasil Tembakau (BKCHT) ilegal di Sidoarum, Kapanewon Godean, Kabupaten Sleman, Rabu (9/8/2023). Penertiban dilakukan dalam rangka penenggakan tentang peraturan mengenai Anggaran Dana Bagi Hasil Cukai Tembakau khususnya di Kabupaten Sleman.

Pamadi dari Bea Cukai DIY mengatakan bahwa, dalam penertiban kali ini, sebanyak 1333 batang rokok yang tidak memiliki cukai berhasil disita dari 2 titik lokasi toko kelontong yang digeledah.

“Pada penertiban kali ini ditemui beberapa slop rokok jenis sigaret putih mesin dan sigaret tangan mesin yang tidak memiliki pita cukai dari 2 titik lokasi penertiban di Godean ini,” terang Pamadi.

Dirinya menuturkan, hasil temuan itu kemudian disita, dan para penjual akan dilakukan tindak lanjut berupa pemanggilan untuk pemeriksaan lebih lanjut di kantor.

“Kemungkinan ada 2 alternatif, yaitu proses pidana, atau proses denda administrasi ultimum remedium, yaitu penyelesaian tidak dilakukan penyidikan,” tuturnya.

Untuk besaran denda, Pamadi mengatakan Bea Cukai DIY memberlakukan denda dengan jumlah 3 kali nilai cukai per bukti yang disita.

“Misalnya, untuk sigaret putih mesih itu 710 rupiah per batang. Kalau satu bungkus bisa sekitar rupiah, kemudian dikalikan tiga. Jadi bisa sekitar 40 ribuan per bungkus. Tadi yang disita ada sekitar 40-50 bungkus, jadi bisa jadi senilai jutaan dendanya,” jelas Pamadi lagi.

Pamadi pun mengimbau agar masyarakat untuk tidak menjual tembakau ilegal tanpa cukai. Karena Bea Cukai DIY akan terus melakukan pengetatan terkain BKCHT ini.

“Jogja ini kan daerah pemasaran. Kita imbau ke warung-warung untuk tidak menjual, agar tidak kena denda. Kalau mereka tidak menjual, tidak akan menerima dari sales, otomatis akan berpengaruh ke pabrik yang tidak akan memproduksi lagi,” tukas Pamadi.

Sementara itu, Pambudi, Kepala Seksi Penegakan Bidang Penegakan Peraturan Perundang-Undangan Satpol PP Sleman menambahkan bahwa Satpol PP Sleman terus melakukan sosialisasi kepada para pedangang untuk dapat memahami mengenai ketentuan BKCHT ini. Ia meminta agar para pedagang di Sleman untuk jangan mencoba untuk menjual rokok ilegal tersebut.

“Jangan coba-coba menjualnya, pasti akan menimbulkan masalah nantinya,” tutup Pamadi.




Pemkab Sleman Salurkan Realisasi TJSP Merdeka Sebesar Rp 2,3 Miliyar

Sleman – Gebyar Tanggung Jawab Sosial Perusahaan (TJSP) Merdeka kembali dilaksanakan pada Rabu (9/8) di Pendopo Parasamya. Agenda ini dilaksanakan sebagai wujud komitmen perusahaan dalam ikut serta meningkatkan kualitas kehidupan, khususnya di Kabupaten Sleman, pada momen peringatan Hari Ulang Tahun ke-78 Republik Indonesia.

Bupati Sleman, Kustini Sri Purnomo menyerahkan bantuan secara simbolis dari 27 perusahaan dengan total dana sebesar Rp . Bupati  didampingi Wakil Bupati Sleman, Danang Maharsa dan Ketua Forum TJSP Sleman, Dwi Nurwata, menyerahkan bantuan secara simbolis kepada perwakilan penerima, yaitu sekolah, difabel, warga miskin, UMKM,  lembaga sosial dan bantuan bibit pohon yang dikelola oleh DLH Sleman.

Dwi Nurwata menyampaikan, realisasi Gebyar TJSP Merdeka 2023 mampu merangkul 27 perusahaan dan menyalurkan sebesar Rp 2,3 M. Perolehan ini meningkat dibanding perolehan tahun 2022 yang sebesar Rp 612 juta. Dwi juga mengungkapkan ucapan syukur dan terima kasih atas peningkatan perolehan dan partisipasi seluruh anggota Forum TJSP Sleman.

Ditambahkan Dwi, realisasi anggaran TJSP Sleman juga mengalami peningkatan pada 3 tahun terakhir. Pada tahun 2020 lalu didapatkan realisasi sebesar Rp 7,1 Miliyar dengan partisipasi 22 perusahaan, tahun 2021 total realisasi sebesar Rp 10,1 Miliyar dengan partisipsi 45 perusahaan. Sementara itu untuk tahun 2022 realisasi meningkat menjadi sebesar Rp 12,3 Miliyar dengan partisipasi 67 perusahaan.

“Rata-rata peningkatan realisasi anggaran TJSP pada tiga tahun terakhir sebesar 23 persen. Untuk itu kami ucapkan terima kasih dan kami mendoakan semoga perusahaan-perusahaan di Kabupaten Sleman dapat semakin kuat dan berkembang sehingga mampu memberikan banyak manfaat bagi masyarakat Kabupaten Sleman,” kata Dwi.

Dwi menjelaskan, pada pelaksanaan Gebyar TJSP tahun ini dirangkai dengan berbagai kegiatan, di antaranya kegiatan pada bidang pemberdayaan sosial, pemberdayaan ekonomi, hingga pengembangan infrastruktur dan pelestarian lingkungan.

“Hal ini merupakan prestasi yang patut diapresiasi karena adanya peningkatan jumlah partisipasi aktif perusahaan dalam kegiatan Gebyar TJSP Merdeka,” pungkas Dwi.

Bupati Sleman, Kustini Sri Purnomo, menyampaikan ungkapan terima kasih atas komitmen perusahaan-perusahaan di Kabupaten Sleman yang diwujudkan melalui Tanggung Jawab Sosial Perusahaan. Dengan peningkatan realisasi setiap tahunnya, Bupati berharap agar tercipta sinergi yang lebih kuat untuk menuntaskan berbagai permasalahan di Kabupaten Sleman.

“Kami sampaikan terima kasih atas keseriusan bapak ibu dalam tanggung jawab sosial perusahaan. Dengan realisasi pada tahun ini. Semoga dapat menjadi manfaat yang besar untuk seluruh masyarakat Kabupaten Sleman, baik untuk manfaat di bidang ekonomi, pendidikan, sosial, hingga kesehatan,” kata Kustini.

Kustini menyampaikan, dalam mengentaskan permasalah, pemerintah perlu berkolaborasi dengan seluruh pihak. Sehingga ia mendorong perusahaan di Kabupaten Sleman untuk meningkatkan keaktifan dalam menciptakan kepedulian kepada sesama, sehingga dapat tercipta Kabupaten Sleman yang lebih sejahtera.




Donor Darah di Cangkringan Berhasil Lampaui Target

Cangkringan – Palang Merah Indonesia (PMI) Kapanewon Cangkringan kembali menggelar Kegiatan Donor Darah di Komplek Kantor Kapanewon Cangkringan, Sleman, Rabu (9/8/2023). Pelaksanaan kali ini berhasil melampau target yang dicanangkan. Peserta yang ditargetkan adalah 150 pendonor (150 kantong darah), namun fakta di lapangan saat pelaksanaan pendaftarnya 180 calon pendonor. Dari jumlah calon itu yang berhasil diambil 168 orang/ 168 kantong. Sedang 21 gagal karena berbagai alasan.

Endri, pengurus PMI Kapanewon Cangkringan menuturkan, jajaran pengurus terus melakukan sosialisasi tentang donor darah dan manfaatnya bagi pendonor dengan sasarannya adalah instansi, organisasi masyarakat, perusahaan sampai pada PKK, Komunitas dan Padukuhan.

“Sosialisasi dimaksudkan untuk meningkatkan kesadaran sosial kemanusiaan dalam bentuk donor darah. Dengan demikian obsesi Cangkringan sebagai penyumbang ketersediaan darah terwujud dan semakin naik peran masyarakatnya,” tutur Endri.

Mujiyanta pengurus lainnya menambahkan bahwa dalam setiap penyelenggaraan donor darah, PMI Kapanewon selalu mendapat dukungan dari masyarakat, bahkan pengusaha  swasta yang ada di Cangkringan.

“Kami mendapat support bukan saja dalam dana, tetapi berbagai bantuan doorprice berupa alat rumah tangga, telor ayam, tanaman buah hingga tanaman hias anggrek. Bahkan ada bantuan ada bantuan es cream dan 60 kaleng susu steril,” timpal Mujiyanta.

Sementara itu Tim UDD PMI Sleman Sutiman menuturkan, pada pelaksanaan Donor Darah di Kapanewon Cangkringan, UDD menurunkan petugas sebanyak 15 orang, mereka terdiri dari 9 tenaga teknis pengambilan darah, 2 admin dan selebihnya petugas administrasi.

K”onfirmasi sebelum pelaksanaan diperoleh keterangan bahwa Kapanewon Cangkringan menargetkan 150. Dilapangan biasanya lebih, maka untuk antisipasi demi kelancaran, UDD menerjunkan personil lebih banyak, dan terbukti pesertanya melebihi target,” pungkas Sutiman. (Tri Joko S/KIM Kalasan)




Tingkatkan Layanan Kesehatan Primer, Pemkab Sleman Berikan Pendampingan Kader Posyandu

Sleman – Sebagai upaya menguatkan pelayanan kesehatan primer, Dinas Kesehatan Kabupaten Sleman menyelenggarakan Workshop Kader Posyandu, pada Selasa (8/8) di Hotel Aveon Yogyakarta. Bupati Sleman, Kustini Sri Purnomo, hadir sekaligus memberikan arahan bersama dengan Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat Dinas Kesehatan DIY, Endang Pamungkas Siwi, dan didampingi Kepala Dinas Kesehatan Sleman, Cahya Purnama.

Cahya Purnama melaporkan, Kementerian Kesehatan RI mulai mengintegrasikan dan merevitalisasi pelayanan kesehatan primer. Hal tersebut dilakukan untuk menguatkan pelayanan kesehatan primer dengan mendorong peningkatan upaya promotif dan preventif. Dalam hal ini, kader posyandu dinilai sebagai garda terdepan dalam memberikan layanan dasar kepada masyarakat di tingkat Kalurahan.

“Kegiatan ini ditujukan untuk memberikan bekal pengetahuan konsep posyandu integrasi dengan 25 ketrampilan kader. Untuk sasaran kegiatan adalah 20 ketua posyandu center of excellent dari 17 perwakilan posyandu di wilayah puskesmas,” jelas Cahya.

Cahya menambahkan, saat ini Kabupaten Sleman memiliki posyandu dengan prosentase posyandu aktif sebanyak 94,01 persen. Angka tersebut menunjukkan hasil yang melebihi target nasional, yaitu sebesar 80 persen. Untuk memberikan layanan terbaik, Cahya menuturkan posyandu perlu mendapatkan bimbingan dan pendampingan. Untuk itu, pada kegiatan workshop turut disusun kebijakan teknis untuk pengutan kader posyandu.

Menanggapi hal tersebut, Bupati Sleman, Kustini Sri Purnomo memberikan dukungan terhadap pelaksanaan workshop bagi kader posyandu. Menurut Kustini, langkah tersebut menjadi upaya yang tepat untuk menambah wawasan kader dalam penanganan kesehatan di Kabupaten Sleman. Kader posyandu dikatakan Kustini memiliki peran penting dalam meningkatkan kesehatan di Kabupaten Sleman. Maka dari itu, Kustini menyampaikan apresiasi dan ucapan terima kasih atas usaha seluruh kader dalam mengedukasi masyarakat.

“Kami sampaikan terima kasih atas usaha bapak ibu kader dalam mengedukasi masyarakat terkait peningkatan kesehatan di Kabupaten Sleman. Melalui workshop ini, mari kembali kita kuatkan komitmen bersama untuk bersinergi dalam meningkatkan pelayanan kesehatan primer,” ujar Kustini.

Kustini mengatakan, kader posyandu tak sekadar memberikan pemahaman pola hidup sehat bagi masyarakat, namun juga memberikan kontribusi dalam menekan angka stunting di Sleman. Untuk saat ini, angka stunting Kabupaten Sleman dikatakan Kustini telah berada di 6,88 persen. Meski telah berada jauh di bawah angka nasional, Kustini mengajak kader untuk senantiasa meningkatkan peran pos posyandu untuk lebih maksimal membantu pemerintah dalam meningkatkan derajat kesehatan masyarakat.

Sementara itu, dengan Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat Dinas Kesehatan DIY, Endang Pamungkas Siwi, menyatakan angka stunting di tingkat Provinsi DIY saat ini sebesar 16,4 persen. Data tersebut menempatkan DIY menjadi 1 dari 5 daerah terbaik dalam penanganan stunting se-Indonesia. Meski begitu, Endang mengajak seluruh masyarakat untuk terus menurunkan angka stunting sesuai dengan target 2024.

“Kita tetap berupaya menurunkan (angka stunting) karena pada tahun 2024 sesuai amanat pemerintah, kita harus mencapai angka 14 persen, itu minimal, syukur bisa lebih turun dari target tersebut,” pungkas Endang.




PAUD Berperan Penting dalam Pembentukan Karakter Anak

Sleman – Bupati Sleman Kustini Sri Purnomo  mengingatkan kembali peran penting PAUD sebagai jenjang pendidikan yang menjadi pondasi pembentukan karakter anak.

“PAUD memiliki peran penting dalam pembentukan karakter anak, maka sudah seharusnya para pendidik PAUD mendapatkan bekal dalam meningkatkan kualitas baik dari sisi sumber daya maupun manajemen kelembagaan,” kata Kustini dalam sambutan arahannya pada kegiatan Bimtek Forum PAUD  Tingkat Kapanewon di Kantor Kapanewon Pakem, Selasa (8/8).

Kegiatan Bimtek Forum PAUD Tingkat Kapanewon Tahun 2023 ini dilaksanakan roadshow di seluruh kapanewon se – Kabupaten Sleman mulai tanggal 7 Agustus hingga 15 Agustus 2023. Dalam bimtek ini, para kader PAUD peserta bimtek akan diberikan materi mengenai analisa kelembagaan dan survey lingkungan belajar (sulinjar) PAUD dari para narasumber yang kompeten.

Kepada para guru PAUD, Kustini juga menyampaikan anak usia dini perlu mendapatkan stimulasi pendidikan yang memberikan bekal sebelum memasuki jenjang pendidikan sebelumnya. Hal tersebut dinilai menjadi pondasi dalam menguatkan karakter anak.

Sedangkan untuk menunjang pembentukan karakter anak di jenjang PAUD, Kustini mendorong para pendidik PAUD mengembangkan metode pendidikan serta meningkatkan kualitas didik.

“Sudah seharusnya para pendidik PAUD mendapatkan bekal dalam meningkatkan kualitas baik sumberdaya maupun kelembagaan sebagai upaya mewujudkan generasi Sleman yang berkualitas, cerdas, mandiri dan berakhlak mulia,” tutup Kustini.