Kegiatan Kalurahan Mandiri Budaya di Wedomartani Berhasil Turunkan Angka Kemiskinan

Ngemplak – Kegiatan Desa/Kalurahan Mandiri Budaya Wedomartani, Kapanewon Ngemplak berhasil menurunkan angka kemiskinan. Hal tersebut disampaikan oleh Ketua Desa/Kalurahan Mandiri Budaya Wedomartani Mujiburokhman saat menerima Tim Monitoring dan Evaluasi Desa Mandiri Budaya Provinsi DIY, Jumat (11/8/2023) di Pendapa Kalurahan Wedomartani.
Terkait penurunan angka kemiskinan ini. Mujiburokhman menyebutkan pada tahun 2019 jumlah KK , KK miskin 448. Tahun 2020 jumlah KK yang miskin 440. Pada tahun 2021 jumlah KK saat pandemi angka kemiskinan naik menjadi 531 KK. Sedang pada tahu 2022 dari jumlah KK jumlah KK miskin Turun menjadi 501.
“Upaya penurunan angka kemiskinan yang dilakukan oleh Kalurahan Mandiri Budaya itu melalui program-program yang berjalan dari sektor kebudayaan, Pariwisata, Desa Prima dan Program Desa Prenuer. Dari waktu kewaktu aktivitas dan kreativitas masyarakat selalu meningkat, termasuk peran UMKM melalui Forkomnya,” ujar Mujiburokhman.
Sementara Lurah Wedomartani Teguh Budiyanto pada kesempatan yang sama menuturkan bahwa Pemerintah Kalurahan Mandiri Budaya terus merusaha mengajak peran masyarakat dan lembaga yang ada untuk bersama-sama membangun Wedomartani, dengan harapan bisa meningkatkan kesejahteraan dan mengurangi angka kemiskinan.
“Peran masyarakat dan lembaga melalui bidang masing-masing secara terorganisir dan terpadu,” tukasnya.
Penerimaan tim Evaluasi yang didukung dengan pertunjukan berbagai produk UMKM, penampilan tarian khas Wedomartani dan Karawitan itu tak luput dari perhatian Tim, bahkan Murti Lestari salah satu anggota tim yang berasal dari akademisi memberikan apresiasi.
“Dibanding tahun 2022 lalu, tahun ini nampak jauh lebih maju, banyak kreativitas dan inovasi cara penanggulangan kemiskinan,” ujar Murti.
Menurutnya, kegiatan yang ditampilkan dari sisi administrasi sudah baik dan tertata. Sementara di bidang pariwisata, pihaknya meminta perkembangan jumlah peran serta masyarakat ditingkatkan. “Sekarang sudah banyak, tetapi terus diusahakan makin banyak yang terlibat,” tukasnya.
Tim Monitoring dan Evaluasi Desa/Kalurahan Mandiri Budaya dipimpin langsung Kepala Biro Administrasi Perekonomian Provinsi DIY Diana Pancawati, dengan anggota berbagai OPD dan kalangan akademisi. Monitoring dan Evaluasi sebagai sarana mengetahui perkembangan dan peningkatan hasil program peningkatan kesejahteraan, hal tersebut sebagai implementasi dari Undang Undang Keistimewaan. (Tri Joko S/KIM Kalasan)



