Dispora Sleman Youth Expression 2023, Ajang Apresiasi Potensi dan Bakat Anak Muda Sleman

Sleman – Dinas Pemuda dan Olahraga Kabupaten Sleman menyelenggarakan Dispora Sleman Youth Expression pada Sabtu, (12/8). Bertempat di Atrium Rama Sleman City Hall, Bupati Sleman, Kustini Sri Purnomo hadir memberikan trofi juara pertama.

Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga Kabupaten Sleman, Agung Armawanta melaporkan, acara ini adalah puncak atau Grand Final Dispora Sleman Youth Expression. Jumlah peserta total yakni 36 peserta dari berbagai kategori kesenian mulai dari musik, tari, dan aksi. Selanjutnya dipilih 10 finalis yang akan tampil di malam Grand Final untuk memperebutkan Juara 1, 2, 3, Juara Harapan 1 dan 2 serta Juara Favorit dan yel-yel.

“Peserta merupakan pemuda-pemudi Kabupaten Sleman berusia 16-30 tahun. Tujuannya memfasilitasi dan mendukung kreativitas para pemuda serta memberi ruang berekspresi dan apresiasi bagi para pemuda di Kabupaten Sleman,” jelasnya

Kustini senantiasa mengapresiasi dan mendukung penuh penyelenggaraan acara ini. Ia mengatakan bahwa potensi, minat, dan bakat anak muda Sleman harus diasah melalui acara seperti ini sebagai wadah berekspresi dan mengembangkan potensi diri.

“Potensi, minat dan bakat anak muda Sleman khususnya di bidang seni budaya harus diberikan wadah berekspresi agar terasah dan dapat berkembang. Oleh karena nya saya mengapresiasi acara Dispora Sleman Youth Expression ini,” ujarnya

Lebih lanjut, Kustini berharap melalui acara ini seluruh peserta baik yang menjadi finalis maupun tidak, agar selalu termotivasi untuk maju dan terus mengembangkan potensi diri.

Adapun 10 peserta yang menjadi finalis yakni Akarsana Dance, Dinda Pramesti, Hexanada Vocal, Sekar Pandawa, Alba Permata, D/Wafer, Panjalu Gayatri, Rizki Alfiandani, Cheril Amelia dan Nosca Band.

Setelah pertimbangan penilaian 5 juri yang terdiri dari praktisi musik, tari, dan pegiat budaya, terpilih Nosca Band sebagai juara pertama, Rizki Alfiandani juara kedua, dan juara ketiga diraih Hexanada Vocal. Kemudian Harapan 1 dan 2 diraih Akarsana Dance dan Sekar Pandawa serta juara Yel-Yel dan Favorit diraih Panjalu Gayatri dan D/Wafer.




Konco Dolan Gelar Sarasehan Kebangsaan dan Potensi Desa

Sleman – Konco Dolan yang merupakan komunitas pemerhati budaya, pendidikan, lingkungan dan pariwisata meggelar sarasehan Pendidikan  Kebangsaan dan Potensi Desa pada hari Minggu (13/8/2023) bertempat di El Fram Kunden Jogotirta Berbah, Sleman, DIY.

Hadir dalam acara sarasehan anggota DPRD DIY, anggota DPRD kab Sleman, Budayawan, team konco dolan, dan warga masyarakat Jogotirta.

Yuni Setya Rahayu anggota DPRD provinsi  DIY dari kamisi A dalam paparannya menyampaikan bahwa Pancasila dalam pelaksanaannya kurang dipahami oleh masyarakat.

“Berawal dari keresahan tersebut maka DPRD proppinsi DIY melahirkan PERDA provinsi DIY nomor 1Tahun 2022 tentang Pendidikan Pancasila dan Wawasan Kebangsaan. Perda ini adalah murni usulan dari DPRD provinsi DIY,” ungkap Yuni.

Ia mengatakan bahwa Pendidikan Pancasila dan Wawasan Kebangsaan diperuntukan kepada masyarakat keluarga dan sekolah SMA/SMK di DIY.

Sedangkan isi dari pendidikan Pancasila meliputi tentang Pancasila, wawasan Kebangsaan, muatan Lokal serata lagu nasional dan daerah.

“Salah satu implementasi Perda no 1 tahun 2022 adalah menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya pada jam sepuluh pagi di setiap instansi pemerintah atau swasta, rumah sakit pasar dan tempat lain untuk menguatkan rasa cinta tanah air dan bangsa,” jelas Yuni.  

“Dengan pendidikan pancasila dan wawasan kebangsaan masyarakat lebih memahami arti Pancasila dan merasa lebih memiliki  Pancasila” tambah wanita yang pernah menjadi Wakil Bupati Sleman dan juga aktivis pemerhati perempuan ini.

Budayawan dan juga sekretaris Dewan Pimpinan Daerah PDI Provinsi DIY, Totok Hedi mengatakan bahwa penyelewengan arti Pancasila pada masa pemerintahan lalu, dengan menyalahgunakan Pancasila sebagai alat untuk menekan rakyat, membuat masyarakat menjadi ragu dan bimbang akan makna  Pancasila.

“Ada satu tujuan bahwa Pancasila dicerabut dari nilai nilai Pancasila yang ada pada esensi lahirnya Pancasila 1 Juni 1945,” ungkap Totok.

Dikatakan oleh budayawan Totok Hedi bahwa Bangsa Indonesia yang besar ini dilahirkan dari bermacam macam perbedaan suku, agama, bahasa, budaya yang disatukan dg Bhineka Tunggal Ika, dan Pancasila sebagai pandangan hidup berbangsa dan bernegara.

“Kita juga harus bangga berbangsa Indonesia namun tidak terlalu berlebihan mengunngulkan bangsa sendiri sehingga kita bisa bekerjasama dengan bangsa lain, tanpa harus meninggalkan budaya sendiri. Untuk itu semua kita harus terus menggali makna nilai Pancasila, mempertahankan nilai Pancasila” pungkas Totok Hedi.

Sementara itu Budi Sanyoto anggota DPRD Sleman memaparkan bahwa mengelola dan mengembangkan potensi desa  dapat dikemas secara Pancasila sesuai budaya lokal yang ada. Juga pengelolaan potensi desa harus bijak dan hati hati dan saling menguntungkan

“karena akan bersinggungan  dengan berbagai kepentingan baik pihak pemerintah desa, masyarakat juga kelompok lain,” papar Budi Sanyoto.

Dikatan Budi bahwa salah satu tujuan adanya Tanah Kas desa (TKD) untuk dimanfaatkan dalam memberikan tambahan Pendapatan Asli Daerah (PAD)

“Upaya mengelola potensi desa  yang maksimal  diperlukan Sumber Daya Manusia  serta mental yang baik saling bekerjasama tidak saling mematikan. Dengan menggunakan metode seduluran bakul sehingga semua pelaku pengelola potensi desa semua mendapatkan keuntungan. Sehingga akan timbul pemberdayaan masa secara merata,” jelas Budi.

Sedangkan pemateri terakhir Nono Karsono yang juga sebagai pengurus konco Dolan dan pemerhati sosial menyatakan bahwa manusia Indonesia yang memiliki keyakinan tentang Tuhan pastilah memiliki rasa kemanusiaan yang dalam kehidupannya akan bersatu dalam kesatuan.

Juga manusia Indonesia untuk mencapai cita-cita melalui keadilan sosial bagi rakyat Indonesia. Cita cita tersebut bisa diraih dengan Hikmat kebijaksanaan yang di balut dalam permusyawaratan perwakilan.

“Kata kunci di tiap sila adalah Tuhan, manusi, persatuan, hikmat kebijaksanaan dan permusyawaratan serta keadilan dan rakyat Indonesia,” tutup Nono. (Kusnadi/KIM Berbah)




Kalurahan Sinduharjo Lestarikan Kesenian Religi Lewat Festival Hadroh

Ngaglik – Pemerintah Kalurahan Sinduharjo Kapanewon Ngaglik memberikan apresiasi kepada kelompok-kelompok kesenian religi  yang tumbuh dan berkembang diwilayahnya dalam bentuk Festival Hadroh Minggu (13/8/2023). Festival diikuti oleh 17 kelompok dari 20 Padukuhan yang ada di Sinduharjo.

Lurah Sinduharjo Sudarja ketika membuka secara resmi pelaksanaan Festival mengatakan, kesenian bernafaskan seni religius harus dilestarikan dan dikembangkan karena bisa dijadikan media syiar.

“Selain itu tumbuhnya kelompok-kelompok juga sebagai ajang silaturahmi mempererat persaudaraan dan menguatkan semangat gotong royong,” ujar Sudarja.

Secara khusus Sudarja yang kalurahanya berstatus Kalurahan Mandiri Budaya itu berencana penyelenggaraan Festival akan diadakan setiap tahun.

“Pelaksanaan di 2023 merupakan tahun kedua, pesertanya tidak ada batasan usia maka campuran dari sisi usia dan jenis kelamin. Kedepan pesertanya dipisah menjadi dua katagori, yaitu anak dan orang tua,” tandas Sudarja.

Ketua Kalurahan Mandiri Budaya Astadi menuturkan, dalam festival tahun 2023 diikuti oleh 17 kelompok. Panitia memberikan hadiah kepada para juara dalam bentuk piagam, piala dan uang pembinaan. Kejuaraan diambil juara 1 hingga harapan 1.

“Para peserta diberikan kesempatan tampil selama 15 menit dengan membawakan lagu wajib judul Alamate Anak Sholeh dan satu lagu pilihan bebas,” ungkapnya.

Festival yang juga dihadiri Tim Monev Pendamping Kalurahan Budaya Kundha Kabudayan Provinsi DIY  Joko Saptnono itu  berlangsung di Gedung Serba Guna Kalurahan Sinduharjo itu terdapat tiga unsur yang dinilai, masing-masing Materi yang terdiri ketepatan waktu dan kualitas vokal. Harmoni meliputi kekompakan, keseimbangan dan kreatifitas aransemen serta unsur  Penampilan yang meliputi kerapian dan kesesuaian kostum, blocking panggung dan interaksi dengan audiens.

Dari penilaian dewan juri yang terdiri dari Ichsan (vokal), Fajar AM (musik) dan Arkham Yuri Permorm diperoleh hasil sebagai berikut: Juara 1 nilai 234 nomor peserta 14. Juara 2 nilai 227 nomor peserta 6. Juara  3 nilai 226 nomor peserta 12 dan harapan dengan total nilai 222 diraih nomor peserta 7.

Dalam festival Hadroh juga disemarakkan dengan gelaran stand produk pelaku UMKM berasal dari seluruh padukuhan di Sinduharjo. (Tri Joko S/KIM Kalasan)




Jaga Kekompakan, IGTKI-PGRI Kalasan Gelar Lomba Permainan

Kalasan – Pesta Aksi permainan yang dikemas dalam bentuk lomba digelar oleh Ikatan Guru Taman Kanak-Kanak Indonesia Persatuan Guru Republik Indonesia (IGTKI-PGRI) Kapanewon Kalasan, di Lapangan Raden Ronggo Kalasan, Sabtu (12/8/2023).

Ketua Panitia Gelar Pesta Aksi Rohmiyati menuturkan, kegiatan yang diikuti oleh semua  kepala TK dan Seluruh guru itu bertujuan untuk merajut kebersamaan dan kekompakan keluarga besar IGTKI-PGRI Kapanewon Kalasan.

“Selain itu juga dalam rangka mempererat tali persaudaraan. Mereka hadir dan mengikuti dengan penuh suka cita, ada interaksi sosial yang akrab. Dalam pada itu, karena kemasanya adalah dalam bentuk lomba, maka seluruh peserta tetap diwajibkan bermain dengan menjunjung tinggi sportivitas,” tukas Rohmiyati.

Lebih lanjut disebutkan, gelar pesta aksi yang melibatkan lima gugus itu dilombakan sebanyak lima jenis, yaitu merias wajah dengan mata ditutup, estafet karet gelang, estafet bola air, memasukkan paku dalam botol serta joget balon. Kriteria lomba ada yang berpasangan, ada dalam bentuk grup dan perorangan.

Setelah para pendidik taman kanak-kanak berlaga dalam suasana penuh canda dan tawa langsung dibawah sinar matahari itu, diperoleh hasil kejuaraan sebagai berikut: Untuk estafet karet gelang masing-masing regu lima orang Juara 1 Gugus 5, Juara 2 Gugus 1, Juara 3 Gugus 1. Untuk Joget Balon berpasangan sebagai Juara 1 dari Gugus 2, Juara 2 Gugus 4 dan Juara 3 dari Gugus 5. Untuk estafet balon air Juara 1 dari Gugus 4, Juara 2 Gugus 5 serta Juara 3 dari Gugus 3.

Adapun jenis lomba memasukkan paku dalam botol keluar sebagai juara 1 sampai 3 masing masing berurutan Gugus 4, Gugus 2 dan Gugus 3. Sementara untuk Merias wajah juara 1 Gugus 5 dengan nomor  undian 2, juara 2 Gugus 5 nomor undian 7 dan juara 3 dari Gugus 3 nomor undian 6.

Sementara itu, Panewu Kalasan Djoko Muljanto memberikan apresiasi atas inisiatif dan kreatifitas jajaran IGTKI, kreatifitas dimaksud adalah memperkokoh persatuan, memupuk kekompakan dan mempererat persaudaraan dengan methode lomba permainan.

Lebih lanjut  Djoko berharap, melalui penanaman  jargon anak sehat, cerdas dan ceria harus dimulai dari pendidik.

“Karena para pendiklah yang setiap hari berinteraksi dan memberi edukasi kepada anak sesuai usia yang menjadi tanggungjawabnya,” harap Djoko Mulyanto di hadapan para pendidik yang sekaligus memeriahkan peringatan HUT Ke-78 Kemerdekaan Republik Indonesia itu. (Tri Joko S/KIM Kalasan)




Menggugah Kesadaran Kerja Keras hingga Peduli Lingkungan Melalui Karnaval dan Jalan Sehat

Sleman – Setiap warga negara Indonesia harus mensyukuri nikmat kemerdekaan dengan mengenang jasa perjuangan para pahlawan.  Para pahlawan sebagai pejuang mengorbankan harta, jiwa, raga untuk kemerdekaan. 

“Mensyukuri kemerdekaan dapat dilakukan dengan partisipasi aktif dalam pembangunan.  Bagi adik-adik remaja manfaatkan waktu untuk belajar tekun meraih cita-cita,” pesan H. Muhammad Yazid, anggota DPR tingkat DIY sebelum melepas peserta Karnaval dan Jalan Sehat Warga Tlukan Jetis (Kantis) dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-78 Kemerdekaan Republik Indonesia. 

Kegiatan yang digelar Minggu (13/8/2023) diikuti seluruh warga Kantis yang terdiri dari RT 5 – 6 – 7 RW 07 Nasri III Sumbersari Moyudan Sleman. 

Yazid menegaskan agar seluruh warga Kantis Nasri III selalu guyup rukun menjaga ketenteraman hidup bermasyarakat.  Ia mengapresiasi keikutsertaan seluruh warga Kantis pada karnaval dan jalan sehat yang penuh dengan nuansa kreativitas.

Menurut Firia Damayanti dan Desi Ratnasari selaku tim kreatif, peserta terdiri 17 kelompok dengan ciri khas, unik dan menghibur seperti Pasukan Gagah Manja, terdiri bapak-bapak dengan kostum manis.  

“Ada juga Group Kompak terdiri dari ibu-ibu kompak membawa alat kebersihan, Pabudu (pasukan butuh duit), para Pejuang Rupiah yang terdiri bapak-bapak pekerja keras, Dekengane Pusat dengan kostum baju nuansa religi, pasukan Geger Gedhen, para bapak muda dengan mengenakan topeng-topeng raksasa menyeramkan,” jelas Firia.

“Sementara ada kelompok emak-emak Sobat ambyar, kelompok black sweet para pemudi cantik dengan memakai plesetan produk merek-merek terkenal, kelompok Mangkat Sek Bune terdiri para bapak dengan kostum siap ronda, bahkan ada kelompok pantang mundur.  Ada juga kelompok ibu sosialita, ngopi sek maseh, hingga kelompok tenaga medis,” imbuhnya.

Ada juga karnaval dan jalan sehat menempuh rute kurang lebih 3,5 km melewati Dakawon dan Pedukuhan Semingin Sumbersari Moyudan.  Usai jalan sehat dilanjutkan  dengan makan bubur bersama dan pembagian door prize. 

“Asik, menghibur dan menyenangkan,” kata Budiyanto salah satu peserta dari RT 05. 

Sementara Zamzuri Latif Dukuh Nasri III menyampaikan terima kasih kepada seluruh peserta yang dengan penuh kesadaran mengikuti kegiatan.  Tema utama peringatan HUT RI di RW tersebut adalah dengan semangat kemerdekaan kita wujudkan lingkungan bersih indah dan nyaman.  Menurut Risdiyanto koordinator acara, kegiatan ini juga mengajak semua warga untuk peduli lingkungan, menjaga kebersihan seperti memilah sampah. 

“Pahlawan berjuang meraih kemerdekaan, kita berjuang agar wilayah kita zero sampah,” tegasnya. (Edy/KIM Sumber Biwara Moyudan)