DLH Sleman Sosialisasikan Pembangunan SPALD-S Skala Individu di Seyegan

Sleman – Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Sleman mengandeng anggota DPRD Sleman, Ismi Sutarti, mengadakan sosialisasi pembangunan Saluran Pembangunan Air Limbah Domestik Skala Individu (SPALD-S) di Kapanewon Seyegan pada hari Senin (21/8/2023).
Kegiatan yang dihelat di Ruang rapat lantai II Kapanewon Seyegan tersebut dihadiri oleh Panewu Seyegan, Kawat Kemakmuran, Pelaksana proyek, perencana, pengawas, fasilitator/pendamping program dan 24 orang penerima manfaat dari Kalurahan Margomulyo sebanyak 19 orang dan Margoagung sebanyak 5 orang.
Samino, Panewu Seyegan dalam sambutannya menyampaikan terima kasihnya kepada DLH dan anggota Dewan yang telah mengalokasikan dana untuk pembangunan SPALD-S di wilayah Seyegan. Samino juga mengajak penerima manfaat untuk mensyukuri bantuan SPAL yang diwujudkan dalam bentuk barang jadi yang langsung dapat digunakan dan dimanfaatkan.
“Harapannya dengan pembangunan SPALD yang berupa jamban keluarga tersebut akan lebih meningkatkan derajat kesehatan warga penerima yang berdampak pada peningkatan tarap hidup penerima manfaat. Dengan pembangunan SPALD ini juga diharapkan adanya perubahan perilaku masyarakat secara umum bahkan menjadi gerakan di masyarakat dengan memanfaatkan jambannya,” harap Samino.
Anggota DPRD Kabupaten Sleman dari Komisi C , Ismi Sutarti menyampaikan bahwa program SPALD ini bertujuan untuk membantu masyarakat sehingga secara fisik bangunan harus baik dan berfungsi.
“Program ini bersifat stimulan, sehingga Ismi mengajak kepada penerima manfaat untuk mensyukuri dengan merawat dan memanfaatkan jamban yang sudah dibangun,” ujar Ismi.
Ismi menambahkan menurut Perda Kabupaten mengenai Pengelolaan air limbah domestik, masyarakat dilarang BAB disembarang tempat, sehingga program ini merupakan bentuk kepedulian anggota Dewan kepada masyarakat.
Ismi berpesan kepada pelaksana untuk memperhatikan spek teknis dari bangunan yang harus sebaik mungkin karena program SPALD ini merupakan salah satu bentuk kemitraan masyarakat dan anggota Dewan dalam memperjuangkan hak masyarakat.
Sementara itu, Tohari dari DLH Kabupaten Sleman menyampaikan bahwa pada tahun 2023 ini di Kapanewon Seyegan akan dibangun 34 unit SPALD yaitu Margomulyo 19 unit, Margoagung 10 unit dan Margokaton 5 unit.
“Pembangunan SPALD sendiri dimulai pada tanggal 10 Agustus dan berakhir pada 10 Oktober 2023. Sosialisasi dengan mengundang penerima manfaat tidak lain untuk meminta izin sekaligus untuk menentukan tempat dropping material yang segera dimobilisasi,” terang Tohari.
“Selain itu bantuan yang diwujudkan dalam bentuk jamban ini harapannya bisa langsung digunakan oleh penerima, sehingga bila ada permasalahan bisa langsung ditangani,” imbuhnya.
Tohari menjelaskan bangunan yang akan diterima oleh penerima manfaat adalah kamar mandi dengan atap dan pintu, closet, tangki plastik, peresapan, ventilasi dan jaringan perpipaan.
Heri Dwi, dari CV. Barokah Jaya Konstruksi sebagai pelaksana pembangunan menyampaikan bahwa seetiap penerima manfaat akan mendapat paket pekerjaan yang berbeda beda.
“Tim perencana dan pelaksana sudah melakukan survey di lokasi untuk menentukan letak dari jamban. Kedepannya titik lokasi ini tidak boleh berubah,” jelas Heri.
Heri juga menawarkan kepada penerima manfaat untuk terlibat dalam pembangunan SPALD sebagai pekerja dengan upah yang telah ditentukan oleh pelaksana. Kontruksi untuk pembangunan SPALD ini akan dimulai pada tanggal 22 Agustus 2023.
“Dengan pembangunan SPALD ini diharapkan percepatan jamban di Sleman bisa terwujud,” harap Heri. (Sutarto Agus/KIMSeyegan).



