Pemilih Luar Daerah Lebih Mudah Nyoblos Pada Pemilu 2024

Sleman –  Dalam Pemilihan Umum, pindah memilih merupakan mekanisme bagi seseorang yang sudah masuk Daftar Pemilih Tetap (DPT), tetapi tidak bisa mencoblos di TPS dia terdaftar pada hari pemungutan suara, 14 Februari 2024 karena suatu alasan. Kemudian ingin mencoblos di TPS wilayah lain. Hal ini tentu menimbulkan permasalahan tersendiri bagi petuga pemungutan suara di daerah tersebut.

Namun saat ini, hal itu sudah bisa dilakukan. Divisi Teknis Penyelenggaraan PPK Depok Adi Yananta mengatakan, dalam Pemilu 2024 nanti, pemilih tidak lagi dipusingkan dengan mencari TPS yang masih kosong. KPU sudah menetapkan TPS tujuannya saat pengurusan pindah memilih.

Berikut ketentuan mengurus pindah TPS memilih Pemilu 2024, sebagaimana disampaikan Adi Yananta dalam Sosialisasi dan Pendidikan Pemilih Tahapan Pemilihan Umum Tahun 2024 di Balai Budaya Padukuhan Samirono, Kamis (17/8/2023).

Pertama, pengurusan harus dilakukan secara manual. Orang yang ingin pindah memilih harus mendatangi Panitia Pemungutan Suara (PPS) tingkat kelurahan/desa, atau Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK), atau kantor KPU kabupaten/kota di alamat asal maupun alamat tujuan.

“Misalkan, dia terdaftar sebagai pemilih di TPS di Kota Surabaya. Namun karena alasan pekerjaan, dia ingin memilih di TPS Samirono misalnya,” ujar Adi. “Maka, dia mengurus pindah memilih di Kota Surabaya maupun di Samirono sini,” tegasnya.

Kedua, membawa kelengkapan dokumen. Orang tersebut harus memperlihatkan dokumen autentik yang menegaskan alasan pindah memilih. Misalnya, surat tugas dari perusahaan, atau surat keterangan studi. Dokumen tersebut akan diverifikasi kebenarannya oleh petugas KPU setempat.

“Verifikasi inilah yang membuat mekanisme mengurus pindah memilih harus dilakukan secara manual,” ujar Adi.

KPU, menurut Adi, memiliki perhatian lebih terkait pemalsuan dokumen menggunakan kecerdasan buatan (Ai) apabila pengurusan pindah memilih diperbolehkan via daring.

Selain itu, pengurusan secara manual memungkinkan petugas memverifikasi kecocokan muka dan foto KTP orang yang pindah memilih. 

Ketiga, terima formulir. Setelah orang tadi mengurus pindah memilih, KPU akan menentukan dia akan didaftarkan di TPS berapa di alamat tujuan. Dalam proses penentuan TPS, KPU memperhitungkan kapasitas TPS agar tidak ada penumpukan pemilih pindahan di satu TPS saja.

Keempat, urus segera mungkin. Masyarakat bisa mengurus pindah TPS memilih paling lambat sepekan sebelum hari pencoblosan, tepatnya tanggal  7 Februari 2024. Sebab, KPU butuh waktu untuk menghitung dan mendistribusikan surat suara.

“Di Depok terdapat 401 TPS reguler dan 27 TPS khusus, untuk memudahkan masyarakat mengurus DPTb, kami imbau agar dilakukan sesegera saja, jangan terlalu mepet waktunya,” pungkas Adi. (Athiful/KIM Depok).




Sekolah Lansia untuk Membentuk Lansia Smart

Sleman – Jumlah proporsi lansia di Indonesia mencapai 10,5 % dari jumlah penduduk Indonesia, artinya 35 juta penduduk adalah lansia dan jumlah akan terus bertambah. Jumlah tersebut memiliki risiko lebih tinggi terkena penyakit degeneratif seperti penurunan fungsi tubuh, emosi dan kesepian. Untuk mencegahnya, lansia dituntut untuk Smart yaitu sehat, mandiri, aktif, produktif dan bermartabat. Perlu adanya upaya pencegahan dan pembinaan secara non formal bagi lansia, terutama dalam aspek kesehatan, spiritual dan sosial.

“Lansia harus kita jaga agar mendapatkan layanan kesehatan. Juga mendapatkan pembinaan dengan mengacu pada PHBS dan tujuh dimensi lansia tangguh,” ujar Kepala BKKBN Propinsi DIY, Andi Ritamariani, pada peresmian dan Launching Sekolah Lansia Kalimas Ayu di Kayunan, Donoharjo, Ngaglik, Sleman, Sabtu (19/8/2023).

Andi menyampaikan, Yogyakarta sendiri memiliki angka harapan hidup dan tingkat kebahagiaan tertinggi di antara wilayah yang ada di Indonesia.

“Untuk itu harus kita jaga bersama dengan bergandengan  tangan untuk kesinambungan kegiatan sehingga DIY menjadi lansia yang sehat dan tangguh,” tukasnya.

Salah satunya adalah melalui kegiatan Sekolah Lansia Kalima Ayu Kayunan ini. Ia berharap kegiatan Kalimas Ayu bisa menjadi rujukan kegiatan bagi pembinaan Lansia dari wilayah lainnya.

Ketua Posyandu dan Sekolah Lansia Kalimas Ayu Titik Winarti, menjelaskan bahwa ide awal pendirian Kalimas Ayu berawal dari obrolan dengan salah satu pegiat masyarakat, Wasingatu Zakiyah, terkait dengan lansia.

Gayung bersambut, saat yayasan Al Bayan Ponpes Barokah Kalimasada memiliki tanah wakaf yang harus dikelola di Kayunan.  Salah satu kegiatan yang direncanakan untuk pengelolaan tanah wakaf itu adalah kegiatan kemasyarakatan dan keagamaan. Untuk itu, di tanah wakaf tersebut didirikan Sekolah Lansia Kalimas Ayu.

“Melihat  permasalahan yang ada di wilayah Kayunan dan Watugethek ada 70 lansia, 98% belum melakukan skrining kesehan dan 94% masih produktif untuk itu perlu dilakukan deteksi dini tentang kesehatan melalui posyandu,” ujar Titik

Titip menuturkan, Kayunan juga memiliki potensi SDM yang cukup besar  untuk mendukung beridirinya sekolah lansia.

“Di antaranya adanya 3 bidan, 5 perawat, 1 dokter umum, 2 mahasiswa kedokteran dan banyaknya kader, sukarelawan kesehatan yang bersemangat.  Maka gayung bersambut untuk mendirikan posyandu dan sekolah lansia yang diberi nama Kalimas Ayu ( kelompok lansia mandiri ayem sehat bahagia kayunan watugetheg),” terangnya.

Titik juga menjelaskan bahwa Kalimas Ayu juga bekerjasama dengan UGM, UII, Unriyo dan UMY untuk menyusun langkah langkah berikutnya sehingga sekolah lansia dapat terwujud.

“Untuk prospek dan pengembangan ke depan pemerintahan desa donoharjo dapat memfasilitasi dan membina pos yandu tsb dan juga bekerjasama dg kelompok posyandu yg ada di wilayah sekitarnya untuk mengikuti sekolah lansia. Kerjasama dengan Dewan Perwakilan Rakyat dan pihak pihak terkait juga sangat kami harapkan,” tukasnya.

“Semoga ke depan kegiatan ini dapat terus berkembang dan memberikan kemanfaatan bagi banyak orang,” harap Titik.

Pembukaan Kalimas Ayu sendiri diisi dengan pemeriksaan gigi, pemeriksaan gula darah serta senam untuk lansia itu, menghadirkan praktisi kesehatan Dr dr Probo Suseno, dosen di Fakultas Kedokteran Kesehatan Masyarakat dan Keperawatan UGM.

Dalam kesempatan tersebut, Probo memaparkan tentang risiko penyakit yang rawan muncul pada lansia. Menurutnya, penyakit yang berisiko besar timbul adalah penyakit tidak menular (PTM) menjadi penyebab kematian tertinggi di Indonesia, seperti  infeksi paru, pnemonia atau radang paru, kencing manis (DM), dan hipertensi.

“Penyakit lain yang sering ditemui pada lansia adalah penyakit yang ditimbulkan karena psikis, kesepian dan tumbuh pikiran yang tidak baik, juga gangguan tak bisa berak. Agar tidak banyak permasalahan maka perlu dihimpun dan diisi dengan sekolah lansia. Sekolah lansia memiliki ilmu yang luas,” jelas Probo. (Endarwati/KIM Donoharjo Ngaglik)




Semarak Penuh Makna Peringatan HUT ke-78 RI di MAN 4 Sleman

Sleman – Peringatan 78 tahun Proklamasi kemerdekaan Republik Indonesia dengan tema terus melaju untuk Indonesia maju dapat dimaknai sebagai semangat menempuh perubahan ke arah yang lebih baik, dalam setiap dimensi kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara. 

“Berbagai perubahan yang terjadi, sejatinya keniscayaan, selayaknya falsafah ‘Lir Gumanti’  dan ‘Cakra Manggilingan’  selaras dengan hal tersebut sengkalan Tarikh Jawa,  Wiyata Gati Pambukaning Budi, seakan menggelorakan semangat bahwa setiap perubahan harus disikapi dengan positif, diiringi upaya pembelajaran atas kehidupan agar perubahan-perubahan itu memiliki dampak positif dan menyejahterakan,” papar Jendra Puji Susanto Wakil Kepala MAN 4 Sleman urusan humas saat membacakan Amanat Gubernur DIY pada upacara peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-78 RI Kamis (17/8/2023).

“Energi bangsa dan kearifan lokal harus diaktualisasikan dan diselaraskan dengan perubahan global.  Adaptasi sosial dilakukan untuk membuka pintu pemikiran, berlandaskan pada nilai-nilai dan etika kemanusiaan, agar setiap proses pembangunan dapat mendukung pemerataan kesejahteraan di seluruh Indonesia,” lanjut Jendra. 

Upacara diikuti seluruh peserta didik kelas XI dan XII, para guru dan pegawai.  “Untuk peserta didik kelas X kita ikutkan Upacara di Lapangan Pojok Harjobinangun, peleton Pramuka dan OSIS,” jelas Triyono, wakil kepala urusan kurikulum. 

Sehari sebelumnya pengurus OSIS MAN 4 Sleman menyelenggarakan market day, jalan sehat serta aneka lomba seperti fashion show, estafet air, estafet karet dan aneka permainan menghibur.  “Untuk Fashion show menampilkan perwakilan kelas dengan pakaian tradisional hingga pakaian pejuang kemerdekaan,” kata Pranggiyoma Aulia Berlando ketua OSIS. 

Pranggioma menjelaskan kegiatan dimulai dengan semarak jalan sehat Rabu pagi (16/8/2023). Ratusan door prize menarik disediakan untuk para peserta jalan sehat yang beruntung. Dilanjutkan dengan aneka lomba kreatif seperti Fashion show dengan tema kepahlawanan, di mana para peserta diajakn untuk mengenakan pakaian dengan ciri khas pahlawan nasional, mengingatkan pentingnya menghargai dan meneruskan semangat kepahlawanan. 

Tidak ketinggalan, estafet karet dan estafet air menjadi ajang untuk menunjukkan kekompakan dan kebersamaan antar-siswa. Peserta lomba yang berasal dari berbagai kelas memperlihatkan semangat pantang menyerah. Pertunjukan tari yang memukau juga menjadi bagian tak terpisahkan dari acara tersebut.

Ketua panitia pelaksana Fahri Riza Alfaiza Rahman (XI MIPA 1), menekankan pentingnya memahami dan menghargai nilai-nilai luhur bangsa. “Kemerdekaan ini mengajarkan kita untuk bersatu dan bekerja sama dalam membangun bangsa. Kita semua memiliki peran dalam memajukan NKRI,” ujarnya.

Kepala MAN 4 Sleman, Ahmad Arif Makruf turut mengajak seluruh civitas akademik MAN 4 Sleman untuk merayakan kemerdekaan dengan kebahagiaan dan semangat.

“Semangat kemerdekaan haruslah diiringi dengan semangat membara, sebagaimana semangat para pahlawan kita,” ungkapnya.

Ia juga menegaskan pentingnya bersyukur atas kemerdekaan yang telah diraih. (Edy – KIM Sumber Biwara Moyudan)




Lomba 17-an Untuk Memupuk Jiwa Nasionalisme dan Patriotisme

Kalasan – Regu Putra dan Putri SD Negeri Tamanan 1 keluar sebagai Juara I Gerak Jalan dalam lomba peringatan Hari Ulang Tahun Ke-78 Proklamasi Kemerdekaan RI yang dilaksanakan Kapanewon Kalasan. Hadiah bagi juara diberikan oleh Panewu Kalasan Djoko Muljanto pada Upacara  Peringatan HUT Ke-78 RI, di Lapangan Raden Ronggo Kalasan, Kamis (17/8/2023).

Panewu Kalasan Djoko Muljanto menuturkan, sepekan sebelum upacara HUT RI, panitia tingkat kapanewon menyelenggarakan lomba gerak jalan bagi siswa SD, SMP, SMA-SMK dan peserta umum. Jumlah peserta mencapai 80 regu terdiri dari 40 regu tingkat SD, 24 regu Umum, 12 regu tingkat SMP dan SMA-SMK 4 regu.

Menurut Djoko Muljanto, tahun 2023 pascapandemi Covid-19, menjadi momentum merajut kebersamaan, persatuan dan kesatuan antar warga masyarakat, termasuk kalangan anak sekolah dan Pemuda.

“Kegiatan lomba Gerak Jalan juga bertujuan memperkokoh dan memupuk jiwa Nasionalisme dan Patriotisme sebagaimana telah diwariskan oleh para pejuang, melalui Jargon Papat Dadi Siji Nyawiji, juga sebagai sarana menggairahkan kembali semangat memasyarakatkan olahraga dan mengolahragakan masyarakat,” terang Djoko.

“Agenda semacam rencananya akan dilaksanakan setiap setahun sekali, tahun 2024 In Syaa Allah pesertanya akan lebih banyak,” harapnya.

Hasil Lomba Gerak Jalan diumumkan usai Upacara Peringatan HUT Ke-78 Proklamasi Kemerdekaan RI,  Para pemenang selengkapnya adalah sebagai berikut, Untuk Tingkat SD Putra Juara 1 SDN Tamanan I dengan nilai 523. Juara 2 SDN Kalasan I dengan nilai 512. Juara 3 SD Idea memperoleh nilai 497. Harapan 1 dan 2 adalah SDN Kowang Binangun dan SDN Tanjungsari. Untuk SD regu Putri Juara 1 SDN Tamanan 1 total nilai 521, Juara 2 SDN Kalasan 1 memperoleh nilai 520, juara 3 SDN Purwomartani dengan perolehan nilai 509. Harapan 1 dan 2 masing-masing SDN Kowangbinangun dan SDN Bogem 1.

Sementara untuk SMP, SMA-SMK Dan Umum, panitia menentukan juara 1 sampai 3. Secara rinci adalah SMP Putra Juara 1 SMP N 4 Kalasan dengan nilai 515,5. Juara 2 SMP N I Kalasan dengan nilai 514. Juara 3 dari SMP N 3 Kalasan nilai 504. Untuk Putra Juara 1 SMP N 3 Kalasan dengan nilai 522. Juara 2 SMP N 1 Kalasan dengan nilai 520 dan nilai total 516,5 diperoleh SMP N 4 Kalasan sebagai juara 3. Untuk SMA- SMK juara 1 SMA N 1 Kalasan Putri nilai 512,7. Juara 2 SMK N 1 Kalasan dengan nilai 506,9 dan Juara 3 SMA N 1 Kalasan Putra nilai 506,5.

Untuk katagori peserta umum Juara 1 PKJS Kalasan dengan nilai 511. Juara 2 Padukuhan Glondong total nilai 510, Juara 3 IGTKI memperoleh nilai 509. Spesial untuk katagori umu ini juga ditetapkan juara harapan 1 PKK Padukuhan Nduri dan PKK Kalurahan Selomartani. Para juara mendapatkan hadiah berupa Piagam, Piala dan uang pembinaan, penyerahan hadiah dilakukan secara bergantian oleh Penewu Kalasan, Kapolsek Kalasan serta Komandan Rayon Militer Kalasan disaksikan peserta upacara dan para tamu undangan sebagai rangkaian kegiatan Upacara HUT RI. (Tri Joko S/KIM Kalasan)




Peringati Hari Kemerdekaan untuk Hormati Jasa Perjuangan Pahlawan

Sleman – Guna menghormati para pahlawan Republik Indonesia atas jasa perjuangannya dalam upaya merebut kemerdekaan Negara kesatuan Republik Indonesia dari tangan penjajah maka Pemerintah Kapanewon Gamping menggelar upacara pengibaran bendera merah putih pada hari kemerdekaan Republik Indonesia ke-78 yang berlangsung di Lapangan Kalurahan Ambarketawang, Gamping, Sleman, Kamis (17/8/2023).

Peringatan hari kemerdekaan yang mengangkat tema ‘Terus Melaju Untuk Indonesia Maju’ diikuti oleh segenap instansi yang ada di wilayah Kapanewon Gamping antara lain Kepolisian Sektor Gamping, Komando Rayon Militer 17/GP, Seluruh Jawatan Pemerintah Kapanewon Gamping, Kantor Urusan Agama, Puskesmas Gamping I, Puskesmas Gamping II, Unit Pelaksana Teknis Pelayanan Pendidikan, Panitia Pengawas Pemilihan Umum Kecamatan Gamping, Panitia Panitia Pemilihan Kecamatan Gamping, Pamong Kalurahan Ambarketawang, Pamong Kalurahan Balecatur, Pamong Kalurahan Banyuraden, Pamong Kalurahan Nogotirto, Pamong Kalurahan Trihanggo, SMK Muhammadiyah Gamping, SMK YPKK Gamping, SMK Putra Samudra Gamping, SMA Negeri 1 Gamping, Sekolah Tinggi Pertanahan Nasional, Karang Taruna, serta Satuan Perlindungan Masyarakat.

Upacara pengibaran Sang Merah Putih dipimpin oleh Panewu Gamping, Yakti Yudanto selaku Inspektur Upacara. Sedangkan yang bertindak sebagai Komandan Upacara adalah Ipda Supriyanto, dan AKP Subilal selaku Perwira Upacara  yang keduanya berasal dari Kepolisian Sektor Gamping.

Menurut keterangan dari Koordinator Upacara, Bambang Nurdiyanto yang kesehariannya sebagai Kepala Jawatan Keamanan Kapanewon Gamping mengatakan bahwa Pasukan Pengibar Bendera di tingkat Kapanewon Gamping terdiri dari pelajar SMK Muhammadiyah Gamping, SMK YPKK Gamping, SMA Islam Gamping, SMK Putra Samudra Gamping, dan SMA Negeri 1 Gamping yang dilatih selama sebulan penuh oleh Serma Acip Mulyawana dan Serka Sugiyono dari Komando Rayon Militer 17/GP, bersama AKP Subilal dan Aiptu Ifanudin dari Kepolisian Sektor Gamping.

Usai pengibaran Sang Saka Merah Putih, Panewu Gamping yang didampingi Komandan Koramil 17/GP, Kapten Wahyani dan Kapolsek Gamping, Kompol Surahman menuturkan bahwa kegiatan ini dilaksanakan demi memupuk dan meningkatkan rasa nasionalisme, tanggung jawab, disiplin, serta pengabdian pegawai untuk mewujudkan kehidupan berbangsa, bernegara, dan bermasyarakat dengan berlandaskan nilai-nilai yang terkandung dalam Pancasila dan Undang-Undang Dasar Negara Indonesia Tahun 1945.

“Harapan saya dengan peringatan hari kemerdekaan Republik Indonesia ini dapat mengobarkan semangat nasionalisme masyarakat terutama para generasi muda agar selalu menanamkan rasa cinta tanah air terhadap negeri tercinta,” tutur Yakti.

Ia menambahkan, sesuai dengan tema utama hari kemerdekaan tahun ini maka pemerintah bermaksud untuk mengajak segenap komponen bangsa Indonesia melanjutkan pembangunan dengan saling bekerjasama, bersinergi, berkolaborasi demi tercapainya tujuan bersama, serta melanjutkan gerak pembangunan Negara Kesatuan Republik Indonesia dalam menghadapi tantangan masa depan. *(Adnan Nurtjahjo|KIM Pararta Guna Kapanewon Gamping)