Transmigrasi, Salah Satu Solusi Bagi Masyarakat yang Tidak Memiliki Penghasilan Tetap

Sleman – Dinas Tenaga Kerja Kabupaten Sleman melaksanakan Sosialisasi Ketrasmigrasian di Condongcatur bertempat di Ruang Wacana Loka Kantor Kalurahan Condongcatur, Selasa (15/08/2023).

Kamituwa Condongcatur, Al Thouvik Sofisalam menyampaikan sosialisasi ketransmigrasian dari Disnaker Kabupaten Sleman ini diselenggarakan untuk memberi informasi kepada masyarakat, terutama yang berminat untuk bertransmigrasi.

“Saat ini transmigrasi sudah jauh lebih baik dibandingkan masa masa dulu, sekarang fasilitas yang diberikan oleh Pemerintah sudah jauh lebih baik. Bagi yang berminat, bisa langsung mendaftarkan diri,” ungkapnya.

Menurut Al Thouvik, program transmigrasi bertujuan untuk meningkatkan kesejahteraan dan pemerataan penduduk. Karena tidak semua warga masyarakat mempunyai lahan untuk diolah sebagai mata pencaharian, para transmigran akan disediakan lahan untuk digarap beserta fasilitasi / alat  untuk penggarapnya.

“Di samping itu juga difasilitasi untuk biaya hidup selama 1 (satu) tahun termasuk juga  diberikan jaminan Kesehatan dengan diberikan kartu BPJS. Program Tranmigrasi ini bukan program untuk memindahkan kemiskinan tetapi adalah program uuntuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” kata Al Thouvik.

Hal senada disampaikan oleh Penyuluh Transmigrasi atau Posyantrans Kabupaten Sleman, Sutopo Wibowo. Dirinya menjelaskan Program Transmigrasi bertujuan untuk mengentaskan kemiskinan, memberikan pekerjaan kepada masyarakat yang mempunyai jiwa bercocok tanam yang nantinya dapat dipergunakan sebagai modal hidup dihari tua

“Para Transmigran akan dimodali berupa Pekarangan seluas 2500 M2 ditambah dengan lahan seluas 1,75 hektar semuanya itu diberikan dengan setatus SHM, a.n Transmigrans yang bersangkutan, disamping itu juga dimodali bantuan usaha berupa modal uang tunai sebesar Rp 13 juta Per KK, ditambah bantuan hidup berupa sembako selama 12 bulan di lokasi,” terangnya.

Sutopo menerangkan, para transmigran nantinya akan diberangkatkan dengan pesawat dan angkutan darat. Begitu sampai lokasi, keamanan dan keselamatan warga transmigrasi akan dijamin oleh aparat setempat, serta dilakukan serah terima warga dengan pemerintah setempat.

Sementara Kasi Transmigrasi Dinas Tenaga Kerja Kabupaten Sleman, Rimurhani, meyampaikan Disnaker Kabupaten Sleman memfasilitasi Transmigrasi Umum yang ditujukan bagi masyarakat yang mengalami keterbatasan peluang kerja dan usaha. “Tentunya dengan memenuhi beberapa syarat,” tegas Rimurhani.

Beberapa syaratnya adalah Warga Negara Indonesia usia minimal 18 tahun dan maksimal 50 tahun, sehat jasmani dan rohani, sudah menikah dibuktikan dengan akta nikah, mengisi formulir kartu seleksi pendaftaran dan data sosial ekonomi, memiliki keterampilan di bidang pertanian, perkebunan dan atau sesuai kebutuhan lokasi penempatan, menyerahkan fotocopy masing-masing 5 lembar (Kartu Tanda Penduduk (KTP) suami/istri, Kartu Keluarga (C1/KK), Akta Nikah/Buku Nikah suami/istri, Akte Cerai duda/janda dari pengadilan agama bila status sudah bercerai).

Khusus bagi pendaftar yang berstatus janda dipersyaratkan memiliki anak laki-laki minimal usia 18 tahun.

“Bagi masyarakat yang berminat mengikuti transmigrasi dapat langsung mendaftar di Seksi Transmigrasi Disnaker Sleman dengan pengisian kartu seleksi dan data sosek oleh petugas. Untuk seleksi pendaftar melalui kelengkapan syarat pendukung dan data sosek serta akan dilakukan kunjungan langsung ke tempat tinggal pendaftar, dan bagi pendaftar yang dinyatakan lolos seleksi administratif dan verifikasi lapangan ditetapkan sebagai catrans melalui SK Bupati Sleman,” jelasnya

Adapun Alokasi Penempatan Transmigrasi Tahun 2023 berada di Provinsi Sulawesi Tenggara Kabupaten Muna lokasi UPT. Raimuna jumlah 2 KK, Provinsi Sulawesi Barat Kabupaten Mamuju Tengah lokasi UPT Salulisu jumlah 2 KK dan Provinsi Sumatera Selatan Kabupaten PALI lokasi UPT Tempirai Selatan jumlah 1 KK

“Bagi pendaftar yang dinyatakan lolos seleksi menjadi catrans akan diberikan bantuan Modal kerja berupa sejumlah uang yang besarnya sesuai dengan kemampuan APBD Kabupaten Sleman tiap tahunnya,” tutup Rimurhani. (Wasana/KIM Depok)




Panewu Depok Kukuhkan 75 Anggota Paskibraka Tingkat Kapanewon

Sleman – Panewu Depok Wawan Widiantara resmi mengukuhkan 75 anggota Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) Peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-78 Republik Indonesia Tingkat Kapanewon Depok, Selasa (15/8/2023).

Kegiatan yang diselenggarakan di Halaman Kantor Kapanewon Depok ini ditandai dengan setiap anggota Paskibraka mencium bendera merah putih yang disaksikan oleh Panewu Depok. Hadir dalam kesempatan itu, Panewu Anom Depok Wawan Hariawan, Lurah se-Kapanewon Depok, Kapolsek se-Depok Raya, Danramil 11 Depok, orang tua Paskibraka, dan tamu undangan lainnya.

Dalam amanatnya, Panewu Depok Wawan Widiantara meminta kepada anggota Paskibraka untuk menjadikan momentum ini sebagai sarana meningkatkan kedisiplinan, rasa cinta tanah air, nasionalisme sehingga menjadi generasi penerus yang membanggakan.

“Pelajar Paskibraka harus mampu menunjukkan keteladanan sebagai generasi pembelajar yang berprestasi, berdedikasi, beretika, dan berdisiplin,” ujar Wawan.

Tak lupa, Wawan juga meminta kepada anggota Paskibraka untuk menjaga diri, menjaga stamina fisik, dan kekompakan.

Wawan turut menyampaikan apresiasi kepada semua pihak yang telah membantu proses latihan anggota Paskibraka Depok Tahun 2023 ini.

“Kami berharap semuanya bisa menjalankan tugas dengan sebaik-baiknya,” paparnya.

Adapun 75 anggota Paskibraka yang bertugas dalam Upacara Peringatan Hari Ulang Tahun ke-78 Kemerdekaan Republik Indonesia Tingkat Kapanewon Depok Tahun 2023 yang akan diselenggarakan di Lapangan Klebengan Kalurahan Caturtunggal Kapanewon Depok ini berasal dari SMA Negeri 1 Depok, SMK Negeri 1 Depok, SMK Negeri 2 Depok, SMA Angkasa Adisutjipto, dan SMA Penerbangan AAG Adisutjipto.

Sedangkan pelatih Paskibraka Kapanewon Depok Tahun 2023 adalah gabungan dari Koramil 11 Depok, Polsek Depok Timur, Polsek Depok Barat, dan Polsek Bulaksumur. (Athiful/KIM Depok).




Baru Diresmikan, TPST Sindu Mandiri Sinduadi Diharap Jadi Langkah Konkret Penanggulangan Sampah di Sleman

Sleman – Bupati Sleman, Kustini Sri Purnomo meresmikan Tempat Pengolahan Sampah Terintegrasi (TPST) Sindu Mandiri, Padukuhan Kragilan, Kalurahan Sinduadi, pada Senin, (14/8). Peresmian dilakukan secara simbolis dengan membuka tirai penanda dilanjutkan dengan meninjau proses pengolah sampah terintegrasi.

Hadir pada kesempatan tersebut Wakil Ketua DPRD Sleman, Arif Kurniawan dan Wakil Rektor UGM Bidang Kemahasiswaan, Pengabdian Masyarakat dan Alumni, Arie Sudjito beserta Kepala Dinas Lingkungan Hidup DIY, Kuncoro Cahyo Aji

Dalam sambutannya, Kustini berharap dengan diresmikannya TPST ini menjadi langkah konkret dan salah satu upaya dalam mengurangi timbulan sampah dengan cara diolah menjadi hal yang bermanfaat. Ia mengapresiasi Sinduadi atas inisiatifnya serta menjadi pionir dalam pengelolaan sampah terintergrasi.

“Saya berharap ini menjadi langkah konkret dalam mengatasi timbulan sampah di Sleman. Saya mengapresiasi Kalurahan Sinduadi karena menjadi pionir dalam pengelolaan sampah terintergrasi dan kedepan semoga bisa memotivasi seluruh Kalurahan di Sleman untuk bersama-sama mengelola sampah mulai dari tingkat Kalurahan,” jelasnya

Lebih lanjut, sebagai langkah jangka panjang, Pemkab Sleman juga menargetkan penyelesaian pembangunan 2 Tempat Pengolahan Sampah terpadu (TPST) pada tahun dengan kapasitas 90 ton sampah per hari. Sedangkan di tahun 2024, kami juga akan membangun 1 TPST dan mendorong revitalisasi TPS 3R serta pengelolaan sampah di tingkat kalurahan.

“Kami berharap, berbagai upaya pengelolaan sampah ini dapat didukung oleh seluruh elemen masyarakat baik dari pemerintah, akademisi, industri dan masyarakat Sleman dengan mengelola sampah mulai dari tingkat rumah tangga dengan cara mengurangi produksi sampah serta memilah sampah,” ujar Kustini.

Sementara itu, Wakil Rektor UGM Bidang Kemahasiswaan, Pengabdian Masyarakat dan Alumni, Arie Sudjito menyampaikan pengelolaan sampah harus menjadi prioritas. Ia mengatakan kunci dari pengelolaan dan penanganan sampah adalah partisipasi dari seluruh elemen dari mulai pemerintah hingga masyarakat.

“Saya berharap warga Sinduadi dan Kabupaten Sleman harus terus berjuang dalam penanganan sampah dan menjadi prioritas seiring dengan perkembangan industri, modernisasi dan perdagangan agar mencegah resiko kesehatan dan konflik,” jelasnya

Lurah Sinduadi, Senen Haryanto juga menyampaikan proses pengelolaan sampah terintegrasi di TPST Sindu Mandiri, Sinduadi ini dimulai dari sampah datang masuk ke adjustable berjalan diatas conveyor kemudian sampah tersebut akan dipilah oleh tim pemilah. Sampah anorganik dipilah sesuai dengan karakteristik masing-masing kemudian hasil pilahan tadi dikemas dengan jenis masing masing.

Sedangkan sampah organik menghasilkan bubur sampah yang akan dijadikan pakan magot serta pupuk kompos dan pupuk cair digunakan untuk pertanian. Pengelolaan sampah organik juga dapat menggunakan lalat BSF untuk mendegradasi sampah organik. Magot sendiri apabila sudah mencapai waktu panen dapat digunakan untuk pakan ikan, bebek dan ternak lainnya.




Pemkab Sleman Berikan Penghargaan Untuk Kalurahan Inovatif

Sleman – Bupati Sleman, Kustini Sri Purnomo menyerahkan penghargaan evaluasi kalurahan inovatif, evaluasi perkembangan desa dan kalurahan, lomba PKK, evaluasi karang taruna berprestasi dan Wahana Kesejahteraan Sosial Berbasis Masyarakat (WKSBM), pada hari Senin (14/8). Lima kategori penghargaan tersebut diserahkan Bupati di Prima SR Hotel, dengan didampingi Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Kalurahan (PMK), Samsul Bakri, dan Ketua TP-PKK, Sari Habsari Suprobo Dewi.

Gelar juara pertama lomba kalurahan inovatif diraih oleh Kalurahan Tridadi, Sleman. Untuk juara kedua diraih oleh kalurahan Wukirsari, Cangkringan, dan juara ketiga dimenangkan oleh kalurahan Wedomartani, Ngemplak. Masing-masing pemenang menerima piala, piagam, dan uang penghargaan.

Bupati Kustini Sri Purnomo menyampaikan ucapan selamat kepada seluruh penerima penghargaan. Apresiasi atas evaluasi kalurahan inovatif tersebut, diharapkan Kustini dapat menjadi pemacu semangat seluruh pamong kalurahan dalam melayani masyarakat. Dengan demikian, diharapkan kesejahteraan masyarakat Kabupaten Sleman dapat semakin meningkat melalui pelayanan yang prima.

“Dengan pelayanan yang prima, insya Allah masyarakat akan terlayani dan pemerintah juga dapat terus meningkatkan kualitas untuk menghasilkan kesejahteraan bersama,” kata Kustini.

Di samping itu, Kustini mengimbau agar para pemenang tidak sekadar melihat nominal penghargaan yang diterima. Kustini mengajak seluruh pamong Kalurahan untuk terus berkreasi melalui berbagai inovasi, serta terus berdedikasi untuk memberikan layanan yang bertanggung jawab.

Carik Kalurahan Girikerto, Krisna Cahyana, yang juga perwakilan penerima juara pertama evaluasi perkembangan desa dan kalurahan, menyampaikan pihaknya merasa mendapatkan pendampingan dan perhatian melalui program evaluasi kalurahan inovatif. Dengan adanya program ini. Krisna berharap, pendampingan terhadap kalurahan dapat terus dilanjutkan untuk membangun kalurahan yang ideal.

“Kami dari pemerintah Kalurahan Girikerto merasa didampingi dari hulu sampai hilir, terutama dari OPD. Tidak hanya kami yang meminta, tapi ada jemput bolanya dari OPD ke kalurahan. Harapannya dapat berkelanjutan, tidak hanya karena adanya evaluasi perkembangan desa dan kalurahan ini, tapi juga untuk menunjuk kalurahan yang ideal,” papar Krisna.

Sementara itu, Kepala Dinas PMK, Samsul Bakri menerangkan, kegiatan evaluasi kalurahan inovatif dimaksudkan untuk lebih mendorong semua kalurahan dalam melaksanakan kegiatan penyelenggaraan pemerintahan, pembangunan untuk kemasyarakatan, juga pelayanan publik, yang banyak dikembangkan melalui berbagai inovasi. Evaluasi kalurahan inovatif 2023 merupakan penyelenggaraan kali kedua. Proses evaluasi pada tahun ini, telah dilakukan sejak bulan Juni hingga bulan Agustus.

“Ketika Kalurahan memberikan banyak inovasi, maka yang diuntungkan adalah masyarakat akan sangat terbantu dengan bermacam-macam kemudahan yang berimbas pada berbagai kemajuan dalam berbagai macam sektor,” ujarnya.

Usai menerima penghargaan, Samsul berharap agar kalurahan tak berhenti melahirkan kreativitas dalam memaksimalkan layanan kepada masyarakat. Ia pun mendorong agar penghargaan tersebut dapat menjadi motivasi, baik bagi pemenang maupun bagi kalurahan lain. Samsul menambahkan, pihaknya memiliki target pada tahun 2024 untuk mengintergrasikan lomba menjadi satu wadah di dalam kegiatan evaluasi kalurahan inovatif.

“Harapannya nanti satu kali lomba sudah mewadahi semua lomba, tinggal nanti kita atur secara teknis, terkait indikator dan lain sebagainya,” pungkas Samsul.




Tingkatkan Kualitas, PMI Sleman Naikan Biaya Pengganti Pengolahan Darah

Minggir – Palang Merah Indonesia Kabupaten Sleman melakukan sosialisasi tentang perubahan Biaya Pengganti Pengolahan Darah (BPPD) Kepada Rumah Sakit, Selasa (15/8-2023) di RM Mang Engking, Minggir. Sosialisasi diberikan bersamaan acara Evaluasi Pelayanan Darah UDD PMI Kabupaten Sleman.

Kepala UDD PMI Kabupaten Sleman dr. Yuan Giovina menuturkan, berdasarkan Surat Edaran Kementrian Kesehatan RI  nomor tertanggal 14 Juli 2023 tentang Penetapan Biaya Pengganti Pengolahan Darah (BPPD) serta Keputusan Pengurus Pusat Palang Merah Indonesia nomor : 019/KEP/PP/PMI/2023 tertanggal 14 Juli 2023, tentang Penetapan Biaya Pengganti Pengolahan Darah (BPPD) semula ,- per kantong menjadi ,- per kantong. “Pelaksanaan kenaikan BPPD mulai tanggal 1 Agustus 2023,” ungkapnya.

Sementara itu mengenai materi tentang metode pengolahan darah juga menjadi bahan pokok dalam evaluasi, dokter yang akrab dengan sebutan dokter Dona itu menjelaskan, saat ini produk darah UDD PMI Kabupaten Sleman  lebih baik dan berkualitas.

“Hal itu karena yang dulu pengolahan dengan metode konvensional, saat ini sudah menggunakan metode apheresis,” tukas Dona.

Menyinggung layanan Layanan Darah Sleman Gratis (Ladamanis), Dona menyebutkan bahwa layanan Ladamanis serapanya cukup tinggi dan sangat membantu masyarakat Sleman yang memerlukan transfusi. “Tahun 2022 Total tersedia kantong, pada tahun 2023 naik menjadi kantong,” tambahnya.

Sementara itu Ketua PMI Kabupaten Sleman Sunartono dalam sambutanya mengatakan, PMI terus berusaha memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat, termasuk kepada mitra kerja PMI yaitu Rumah Sakit, PMI menyediakan produk siap pakai. Terhadap prosedur dan mekanisme Ladamanis, pihaknya meminta agar dilaksanakan sesua dengan Surat Keputusan Bupati, dan berkaitan dengan siapa yang bisa mengakses Ladamanis, Sunartono menyampaikan tidak ada batasan jenis kelamin, tidak ada batasan usia dan tidak ada kentuan kaya atau miskin, yang penting penduduk Sleman.

Evaluasi Pelayanan Darah UDD PMI Sleman dilaksanan dua kali dalam satu tahun yang pesertanya perwakilan dari 32 Rumah Sakit di Wilayah Sleman serta DKT. Selain itu juga diundang dari OPD meliputi Dinkes, Bappeda, BKAD dan Inspektorat. (Tri Joko S/KIM Kalasan)