Destana Margodadi Sekarang Punya Ambulans untuk Maksimalkan Pelayanan

Sleman – Kalurahan Margodadi, Seyegan menggelar peresmian Ambulans Desa Tangguh Bencana (Destana) bertepatan dengan Harlah Destana yang kedua di Padukahan Pete, Margodadi, Seyegan, Senin (14/8/2023). Peresmian dan Harlah yang mengambil tema Melayani dengan Sepenuh Hati, Melaju Bersama Negeri ini dihadiri langsung oleh Anggota DPRD DIY, DPRD Sleman, BPBD DIY, serta BPBD Sleman.

Jalmo Susilodiprojo, Lurah Margodadi dalam sambutannya menyampaikan selamat datang kepada tamu undangan dan menyampaikan selamat ulang tahun yang ke-2 untuk Destana yang ditahun kedua sudah mempunyai tambahan armada operasional.

“Tahun 2021, Destana mendapat hibah Toyota kijang dan ditahun 2023 ini bertambah dengan hibah berupa mobil ambulans,” ujar Jalmo.

Jalmo menambahkan bahwa kedua armada Destana tersebut digunakan untuk kepentingan masyarakat yang membutuhkan khususnya masyarakat Margodadi dan umumnya masyarakat Seyegan.

“Armada ini akan ready 24 jam dengan call center 085727770003. Selama ini pengantaran yang dilakukan oleh ambulance Destana rata rata 2-3 kali sehari,” sebutnya.

Samino, Panewu Seyegan dalam sambutannya memberi apresiasi yang tinggi kepada Destana Margodadi yang  telah berkiprah menjadi relawan untuk masyarakat.

“Destana telah membuktikan menjadi milik masyarakat dengan rela melayani dan tidak pernah lelah untuk kegiatan kemanusiaan,” tukas Samino.

Samino berharap kepada pihak terkait yang ada di Propinsi maupun Kabupaten untuk meng up grade skill dari personil Destana sehingga selalu siap dalam menjaga Seyegan.

BPDB Provinsi yang diwakili oleh Enaryaka, dari Bidang Pencegahan menyampaikan bahwa BPDB Provinsi siap untuk meningkatkan kapasitas pengurangan resiko terhadap bencana.

“Di Sleman sendiri sudah berdiri 80 Kaltana (Kalurahan Tangguh Bencana), masih ada 6 Kalurahan lagi yang perlu dibentuk. Melalui Pokir Dewan dan APBD DIY akan dilakukan peningkatan kapasitas dan peralatan,” terang Enaryaka.

Ditempat yang sama, Enaryaka bersama Nurcholis Suharman, (Anggota DPRD DIY) menyerahkan peralatan tangguh bencana untuk penguatan kapasitas peralatan dan manusia. Paket peralatan seharga 40 juta tersebut berupa senso, angkong, sepatu boot, helm, cangkul, sekop, linggis, gergaji dan tenda komando.

Sebelum acara puncak, Destana Margodadi memberikan laporan keuangan berkenaan dengan renovasi armada Destana karena hibah toyota kijang dan ambulance saat diterima belum layak digunakan. Dengan bantuan donatur akhirnya bisa terwujud mempunyai armada yang layak untuk kegiatan kemanusiaan. Total dana yang dihimpun dari para donatur  sebesar Rp ,-.

Puncak acara adalah launching ambulance Destana dengan menyiramkan air oleh tamu undangan yang disaksikan oleh tokoh masyarakat yang hadir. (Sutarto Agus/KIM Seyegan)




Semarak Peringatan HUT RI ke78 di Padukuhan Blendung dengan Lomba dan Jalan Sehat

Moyudan – Memperingati Hari Ulang Tahun Republik Indonesia yang ke-78, Padukuhan Blendung Sumbersari Moyudan Sleman mengadakan berbagai lomba dan jalan sehat. Rangkaian kegiatan yang bertajuk Sehat bareng, gayeng lan seneng  tersebut  telah dimulai sejak Sabtu 29 Juli 2023 dan akan berakhir pada tanggal 16 Agustus 2023 dengan acara malam tirakatan.

Lomba yang digelar adalah jenis lomba yang ringan dan bersifat menghibur. Lomba-lomba tersebut  diperuntukkan bagi  anak-anak Paud, TK, SD, remaja putra- putri, serta  orang tua atau bapak-bapak dan ibu-ibu.

Untuk kategori anak ada lomba mewarnai, memasukkan pulpen, koin terong, dan estafet balon. Untuk remaja meliputi lomba voli air dan lomba futsal daster. Sedangkan untuk bapak-bapak dan ibu-ibu  adalah lomba paduan suara, pukul palu, estafet pipa, estafet  karet, pukul palu, voli air dan futsal daster. Lomba lainnya adalah lomba semarak tujuhbelasan dan kebersihan tingkat RW.  Ada satu lomba  khusus yang diperuntukkan bagi semua umur  adalah lomba macapat.

Pada Minggu (13/8/2023) diadakan jalan sehat ke museum Jendral Soeharto di Kemusuk, Argomulyo, Sedayu, Bantul Yogyakarta.  Acara yang diidiprakarsai oleh PKK padukuhan Blendung tersebut  diikuti oleh 250 peserta yang terdiri dari  ibu-ibu, bapak-bapak, remaja serta anak-anak dan mahasiswa KKN UIN. Pada acara tersebut panitia juga membagi doorprize yang disediakan oleh dari sponsor lokal, dan Dukuh Blendung.

Dukuh Blendung Rizky Anas Ikhwanudin, menyampaikan bahwa tujuan diadakannya berbagai kegiatan   tersebut adalah untuk memupuk rasa kebersamaan,  persatuan dan kesatuan seluruh warga Blendung.

“Sejak pandemi covid baru bisa kali ini dilaksanakan, jd momen ini sangat tepat untuk membangun kebersamaan kembali. Adapun pelaksananya anak-anak muda karena untuk mengimbangi orang-orang tua di Padukuhan Blendung ini  yang semangatnya luar biasa aktif dalam berkegiatan,” tukasnya.

Hadiah lomba akan dibagikan pada malam puncak peringatan yaitu pada acara malam tirakatan yang akan diadakan di pendapa Balai Kalurahan Sumbersari yang diikuti seluruh warga Blendung yg terdiri dari 7 RT dan 3 RW. (Eny Ms/KIM Sumber Biwara Moyudan)




Donor Darah, Bukti Cinta Untuk Sesama

Sleman – Bekerja sama dengan Palang Merah Indonesia (PMI), Pemerintah Kapanewon Tempel menggelar kegiatan donor darah di Balai Kalurahan Mororejo, Kapanewon Tempel pada Senin (14/8/2023).

Aris Wibawa, selaku Kepala Jawatan Sosial Kemasyarakatan Kapanewon Tempel mengatakan kegiatan yang rutin digelar setiap 3 bulan sekali ini ini merupakan bentuk kepedulian sosial kepada sesama serta untuk peningkatan imunitas

“Donor darah itu, selain untuk membantu saudara-saudara kita yang sakit yang memerlukan darah, juga menyehatkan bagi yang bersangkutan. Tujuan kita menggelar kegiatan ini untuk menjaga kesehatan, lebih peduli terhadap kondisi tubuh dan bakti kita pada masyarakat,” ujarnya.

Lebih lanjut, disampaikan Aris Wibawa bahwa kegiatan ini merupakan wujud kepedulian Kapanewon Tempel kepada masyarakat bangsa dan negara, khususnya untuk wilayah Tempel dan sekitarnya sehingga diharapkan antusias dan tingkat partisipasi masyarakat terus meningkat dari waktu ke waktu.

Sekretaris PMI Kapanewon Tempel, Utma Masniyati Saniya menuturkan bahwa kegiatan donor darah ini diikuti oleh unsur Muspika di lingkungan Kapanewon Tempel, Guru dan siswa yang sudah memenuhi syarat, organisasi sosial kemasyarakatan seperti KIM , GMC dan perwakilan ormas Islam di Tempel, para lurah sampai dengan dukuh, dengan target kuota 50 pendonor. “Semoga bisa terpenuhi,” harapnya.

Menurutnya donor darah rutin, selain bisa untuk membantu sesama, juga membuat tubuh kita menjadi sehat, semoga kegiatan ini bisa selamatkan jiwa sesama.

“Semangat berbagi sesama, semangat untuk kepedulian sosial, dimulai dari kegiatan kecil dan kegiatan seperti donor darah ini,” kata Utma.

Dirinya juga berterima kasih atas partisipasi semua pihak atas suksesnya pelaksanaan donor darah ini. Ia berharap, dengan adanya donor darah ini dapat meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya kesehatan.

“Kesadaran untuk kegiatan kemanusiaan donor darah ini perlu terus ditumbuhkan, selain dapat membantu mereka yang sangat membutuhkan darah, donor darah juga bermanfaat bagi kesehatan tubuh kita. Donor dapat menjaga sirkulasi darah, sekaligus mengetahui tekanan darah yang normal dan tidak normal,” lanjutnya.

Hal senada disampaikan Sudarmawan, salah satu pendonor dari Margorejo Tempel , bahwa donor darah dapat menyehatkan tubuh dan badannya menjadi segar sehingga dapat beraktivitas dengan santai.

“Rutin donor darah dapat menyelamatkan nyawa tiap orang yang membutuhkannya. Oleh sebab itu, agar stok darah tetap tersedia, maka orang yang sehat tak perlu ragu untuk mendonorkan darahnya, hanya sedikit harapan saya agar kegiatan donor ini bisa dilakukan pada saat hari libur sehingga antusias masyarakat lebih meningkat,” imbuh pria yang biasa disapa Wawan ini. (SBD/KIM Tempel)




Masjid IPHI Tempel Diresmikan

Sleman – Bertempat di Pondokrejo Tempel jamaah haji yang tergabung dalam Ikatan Persaudaraan Haji Indonesia (IPHI) Kapanewon Tempel melakukan rangkaian kegiatan rutin pengajian Ahad pagi, sekaligus peresmian Masjid IPHI Tempel, pada Minggu (13/8/2023).

Hadir dalam kesempatan tersebut Penewu Tempel Agung Dwi Maryoto, selaku Lurah Pondokrejo, Ketua IPHI Kapanewon Tempel Daryono, Dukuh Glagah Ombo Basyori serta jamaah haji anggota IPHI TEMPEL.

Daryono, Ketua IPHI Tempel menyampaikan bahwa Masjid IPHI ini berdiri di atas tanah yang berasal dari wakaf H. R. Suhartanto, warga Glagah Ombo RT 05/Cemoro, yang kemudian dibangun masjid untuk digunakan warga sekitar.

“Kedepan masih berencana membangun kantor IPHI, Menara Masjid, dan yang mendesak adalah pagar masjid, Monggo yang hendak berinfaq dan wakaf kami selalu tunggu,” ungkap Daryono.

Sementara Kepala Bagian Kesra Kabupaten Sleman, Sigit Herutomo, berharap dengan pembangunan masjid ini bisa bermanfaat bagi warga sekitar.

“Semoga masjid ini bisa makmur untuk sarana sarana peribadatan, dan selamat juga kepada para jamaah haji yang baru saja pulang semoga mabrur. Selalu jaga kerukunan dan doakan agar Sleman ayom ayem tentrem gemah ripah lohjinawi,” tutur Sigit. (SBD/KIM Tempel)




Tumbuhkan Semangat Golong-Gilig, Pemkab Sleman Gelar Lomba bagi ASN

Sleman – Dalam rangka memeriahkan peringatan HUT ke-78 RI, Pemerintah Kabupaten Sleman menggelar berbagai lomba olahraga tradisional bagi Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Pemkab Sleman.

Perlombaan yang dilaksanakan di Lapangan Pemda Sleman ini dibuka oleh Wakil Bupati Sleman Danang Maharsa, Senin (14/8/2023).

Danang mengatakan kegiatan ini dapat memupuk kebersamaan dan kekompakan antar pegawai Pemda Sleman. Ia juga mengatakan semangat “golong gilig” ini dapat memberikan dampak positif bagi kemajuan Kabupaten Sleman tercinta.

“Lomba-lomba ini dapat meningkatkan kekompokan sekaligus menjadi sarana penyegaran dari rutinitas pekerjaan sehari-hari,” ujar Danang.

Sementara Kepala Bidang Olahraga Dinas Pemuda dan Olahraga Sleman Dwi Handoko Wiyoto menambahkan bahwa kegiatan ini diikuti sekitar 40 OPD atau BUMD di lingkungan Pemda Sleman.

“Jumlah peserta yang mengikuti sebanyak 680 peserta,” ungkap Handoko.

Menurut Handoko, terdapat tiga jenis lomba yang dipertandingkan, ialah tarik tambang, balap bakiak, dan senam kreasi.

Selain untuk melestarikan perlombaan tradisional di Kabupaten Sleman, menurut Handoko juga dimaksudkan untuk memasyarakatkan olahraga dan mengolahragakan masyarakat, khusunya di bumi Sembada tercinta. (Athiful/KIM Depok)