KBIHU Aisyiah Sleman Gelar Grand Opening Jemaah Haji 2024

Sleman – Kelompok Bimbingan Ibadah Haji dan Umrah (KBIHU) ‘Aisyiyah Kabupaten Sleman Yogyakarta menyelenggarakan Grand Opening Calon Jamaah Haji Tahun 1445H/2024M dan mangayubagyo kepulangan Jamaah Haji Tahun 1444H/2023M, Minggu (13/8/2023) bertempat di Pendopo Rumah Dinas Bupati Sleman. Kegiatan dihadiri langsung oleh Bupati Sleman, Kustini Sri Purnomo.
Acara ini dihadiri Jamaah Haji Tahun 1444H/2023M KBIHU ‘Aisyiyah Kab. Sleman dan Calon Jamaah Haji 1445H/2024M serta Penasehat dan Pengurus KBIHU ‘Aisyiyah Kab. Sleman dan hadir juga Ketua PDM Sleman Harjaka.
Dalam kesempatan itu juga dilakukan penyerahan infaq dari ALBA (Alumni Bimbingan Haji Aisiyah ) senilai SAR 2050 dan 59 juta Rupiah serta 600 SAR untuk bantuan kursi roda.
”Atas nama pribadi dan Pemerintah Kabupaten Sleman kami menyampaikan selamat kepada jamaah Haji KBIHU Aisyiyah tahun 2023 dan dalam kondisi sehat walafiat, dengan rona wajah yang memancarkan cahaya kebahagiaan dan keimanan semoga menjadi haji mabrur,” ungkap Bupati Sleman, Kustini Sri Purnomo.
Sri Purnomo selaku penasehat KBIHU Aisyiyah Kembali mengingatkan kepada jamaah haji 2023 tentang hikmah ibadah haji. Di samping itu untuk calon Jama’ah haji dan KBIHU dalam melaksanakan ibadah hendaknya juga menyiapkan diri menghadapi situasi emerjensi untuk menghadapi segala sesuatu yang tidak sesuai dengan rencana.
Jundan Arifin memberikan testimoni selama mengikuti rangkaian haji Bersama KBIHU Aisyiyah betapa pelaksanaan haji mengalami perjuangan berat.
“Ada 3 faktor menurutnya yakni Cuaca ekstrim 46 derajat Celcius lebih, Over load jama’ah sehingga membludak dan kebijakkan ramah lansia dimana Lansia tidak di perbolehkan di damping, Alhamdulillah ketiga hal tersebut tersolusikan dan bisa teratasi oleh KBIHU Aisyiyah Sleman,” tuturnya.
Untuk itu, Sukamta, Ketua KBIHU Aisyiyah menyampaikan persiapan yang harus disiapkan bagi calon haji yang akan berangkat secara fisik, mental dan iman harus ditata dengan benar.
“Sedangkan bagi yang sudah berangkat haji hendaklah jangan mengungkit lagi ibadah yang telah kita laksanakan dulu salah atau benar, selalu beristighfar supaya membuat hati tentram,” ujar Sukamta.
“Haji mabrur diuji dengan kemauan untuk suka memberi makan atau bersedekah, kata kata yang baik, menebar salam atau membuat tentram tetangganya dan suka bersedekah. Haji mabrur seperti matahari atau bulan yang memantulkan sinar di kehidupan,” imbuhnya. (Arief Hartanto)



