Cegah Pencemaran Sungai, Warga Nayan Giatkan Prokasih

Sleman – Warga padukuhan Nayan, Maguwoharjo, Depok, Sleman gencar melaksanakan giat program kali bersih atau prokasih. Langkah ini menjadi komitmen bersama untuk menjaga kualitas sungai yang ada di wilayah Nayan.

Dukuh Nayan Miftha Aliefenia menyatakan bahwa prokasih ini berupa kegiatan bersih-bersih sungai dengan bertujuan menjaga kelestarian alam dan lingkungan. Khususnya ekosistem sungai di wilayah padukuhan Nayan.

Prokasih ini, menurut Miftha, dilaksanakan rutin sejak bulan Mei lalu dengan menyasar beberapa dusun yang ada, dan pada bulan Agustus ini bertepatan dengan HUT ke-78 RI, prokasih menjadi puncak kegiatan yang dilakukan warganya.

“Kali ini tidak hanya bersih-bersih sungai. Tapi juga ada lomba dayung ban, penanaman pohon, serta pelepasan bibit ikan nila dan koi. Kegiatan ini juga sekaligus untuk memperingati HUT Ke-78 Kemerdekaan Republik Indonesia,” Miftha, Selasa (29/8/2023).

Miftha berharap melalui prokasih ini dapat mengedukasi warga masyarakat tentang pentingnya menjaga lingkungan. Disamping itu, juga dapat terbentuk kerjasama antara masyarakat dengan pemerintah untuk bersama-sama melestarikan ekosistem sungai.

“Kami juga berharap program seperti ini bisa rutin dilaksanakan,” ucapnya. (Athiful/KIM Depok)




Petakan DIM Pemilu, Panwaslu Depok Sosialisasikan PKPU tentang Kampanye

Sleman – Bertempat di ruang Anglocita Tama Kantor Kapanewon Depok, Panitia Pengawas Pemilihan Umum (Panwaslu) Kapanewon Depok menyelenggarakan kegiatan Sosialisasi Peraturan Komisi Pemilihan Umum (PKPU) Nomor 15 Tahun 2023 tentang Kampanye Pemilihan Umum Tahun 2024, Selasa (28/8/2023).

Dalam sambutannya, Komisioner Panwaslu Depok Huda Al-Amna menyampaikan bahwa terdapat beberapa pasal dalam PKPU Nomor 15 Tahun 2023 yang perlu diperjelas.

Diantaranya, menurut Huda, adalah pada Pasal 6 (enam) ayat 4 (empat) yang membahas tentang pengecualian masyarakat terkait peserta Pemilu yang belum diperinci dengan jelas, siapa saja yang dikecualikan sehingga berpotensi membingungkan.

Kemudian pada pasal 9 (sembilan) pada ayat 4 (empat) dan 5 (lima), disebutkan bahwa proses pendaftaran dan  salinan dokumen pendaftaran pelaksana kampanye Pemilu disampaikan tembusannya kepada Bawaslu dan Polri. Namun pada kenyataannya tidak ada tembusan susunan pelaksana kampanye kepada Bawaslu maupun Polri.

“Ada sekitar 24 pasal yang kami bahas bersama dengan teman-teman Panwaslu Kecamatan dan juga Panwaslu Desa se-Depok,” ujar Huda.

“Masukan dan saran untuk perpasalnya akan kami tuangkan ke dalam daftar inventarisasi masalah (DIM) PKPU Nomor 15 Tahun 2023 tentang Kampanye Pemilihan Umum dan akan kami sampaikan ke Bawaslu Kabupaten Sleman sehingga bisa diteruskan saat terdapat jadwal rapat dengan KPU Sleman,” jelas pria lulusan Universitas Islam Negeri (UIN) Sunan Kalijaga, Yogyakarta ini.

Kegiatan ini dihadiri pihak Kepolisian se-Depok Raya beserta Kanit Intelkam Polsek se-Depok Raya, perwakilan Danramil 11 Depok, perwakilah Kalurahan se-Depok, Jawatan Keamanan Depok, PPK Depok, dan Panwaslu Kalurahan/Desa se-Depok. (Athiful/KIM Depok)




Susun RKPKal 2024, Condongcatur Gelar Musrenbangkal

Sleman – Pemerintah Kalurahan Condongcatur melaksanakan Musrenbang Kalurahan Penyusunan Rencana Kerja Pemerintah Kalurahan (RKPKal) Condongcatur Tahun Anggaran 2024 bertempat di Pendopo Kalurahan Condongcatur, Selasa (29/8/2023).

Kegiatan dihadiri oleh Panewu Anom, Kepala Jawatan Praja dan Kepala Jawatan Kemakmuran Kapanewon Depok, PMI Depok, BPKal Condongcatur, Lurah beserta Kasi, Kaur dan Staf,  Lembaga Kalurahan (PKK, Karangtaruna, LPMKal) Dukuh beserta ketua sub unit LPMKal, PPS Condongcatur, Tokoh Masyarakat, perwakilan RW,  Bhabinkamtibmas,  Babinsa, Paud,  Pendamping Desa dan Tim Verifikasi Pembangunan serta Forum Anak Condongcatur

Ketua penyelenggara Musrenbangkal Penyusunan RKPKal TA 2023, Riska Dian Nur Lesrari, menyampaikan bahwa Rencana Kerja Kalurahan Condongcatur meliputi 5 bidang yaitu bidang penyelenggaraan pemerintah kalurahan, bidang pelaksanaan pembangunan kalurahan, bidang pembinaan kemasyarakatan, bidang pemberdayaan masyarakat dan bidang penanggulangan bencana, darurat dan mendesak

Ia menuturkan, Musrenbangkal ini adalah tindaklanjut dari musduk dan muskal serta rencana rencana program pembangunan yang telah diverifikasi oleh tim beberapa waktu lalu.

“Adapun tujuan dari musrenbangkal untuk mengumpulkan pendapat dan usulan masyarakat kalurahan dalam proses perencanaan pembangunan di tingkat kalurahan dengan melibatkan partisipasi aktif masyarakat. Tujuannya adalah untuk memastikan bahwa prioritas pembangunan yang diajukan mencerminkan kebutuhan dan aspirasi nyata masyarakat,” ujar Riska.

“Musrenbangkal juga bertujuan untuk menyusun rencana pembangunan kalurahan yang lebih akurat dan sesuai dengan kebutuhan masyarakat,” imbuhnya.

Panewu Anom Kapanewon Depok, Wawan Hariawan dalam sambutan dan arahanya menyampaikan Hal hal yang menjadi titik berat kita dalam mengakselerasikan laju pembangunan di Kalurahan condongcatur untuk bersama sama cermati dan dikawal.

“Salah satu yang perlu mendapatkan perhatian secara khusus adalah agenda di tahun 2024 Kapanewon Depok mengajukan atau menunjuk Kalurahan Condongcatur menjadi tempat Evaluasi Kalurahan Inovatif yang kemungkinan akan digabung dengan evaluasi Epdeskel dengan efisiensi, mohon ini dapat terkawal dengan baik didalam dokumen RKP ini,” harapnya  .

Sementara Lurah Condongcatur, Reno Candra Sangaji, dalam sambutanya menyampaikan ditahun ini adanya beberapa rasionalisasi untuk berhemat sehingga anggaran yang tersedia dapat untuk penyelenggaraan kegiatan semuanya.

“Musrenbangkal adalah kegiatan rutin tahunan dan setiap tahun kita semakin dalat belajar kita dapat mengambil peluang yang ada untuk condongcatur yang lebih hebat,” tukas Reno. (Wasana/KIM Depok)




Peringati Keistimewaan Yogyakarta, Kapanewon Berbah Gelar Festival Budaya dan UMKM

Sleman – Dalam rangka Magayubagyo Peringatan Hari Keistimewaan Yogyakarta, Kapanewon Berbah mengadakan Festival Budaya dan Gelar UMKM pada hari Selasa (29/8/2023) di Pendopo Kepanjen Kapanewon Berbah, Kabupaten Sleman.

Kegiatan ini dihadiri Assisten Sekretaris Daerah Kabupaten Sleman, Kunda Kabudayaan  Sleman,  UMKM Kabupaten Sleman, Dekranasda, Anggota DPRD Sleman, Panewu beserta Forkompim Berbah, Lurah , Pelaku UMKM dan tamu undangan.

Panewu kapanewon Berbah Tri Akhmeriyadi dalam sambutannya menyampaikan bahwa kegiatan Festival Budaya dan Gelar UMKM Kapanewon Berbah ini diselenggarakan dalam rangka Mangayubagyo peringatan Hari Keistimewaan Yogyakarta yang jatuh pada tanggal 31 Agustus.

Dirinya mengatakan, Kegiatan Festival Budaya ini menampilkan potensi kesenian tradisional yang tumbuh lestari di Kapanewon Berbah. Selain itu, disediakan juga stand pameran untuk menggelar produk-produk dari anggota Forum Komunikasi UMKM Kapanewon Berbah.

“Pemerintah kapanewon Berbah selalu mensupport kegiatan pelestarian  budaya tradisional juga membina dan memberikan ruang untuk berkembangnya Umkm Berbah,” ujarnya.

Assisten Sekretaris Daerah Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Masyarakat Kabupaten Sleman H.Y Aji Wulantara, mengucapkan terimakasih kepada panewu dan warga Berbah masih melestarikan kebudayaan tradisional di Kapanewon Berbah.

Aji juga mengingatkan akan visi misi bupati yaitu Terwujudnya  Sleman sebagai rumah bersama yang cerdas, sejahtera, berdaya saing, menghargai perbedaan dan memiliki jiwa gotong royong. Rumah bersama memiliki makna  filosofi penting dimana Sleman menjadi rumah berbagai elemen masyarakat dengan berbagai latar belakang agama etnik dan budaya.

“Warga memiliki semangat kesatuan dan persatuan belajar menghargai perbedaan apalagi di tahun politik yang semakin hangat,” tukasnya.

Disampaikan juga oleh Aji bahwa Kapanewon Berbah banyak memiiki tokoh budaya baik seni tari, seni pertunjukan dan lainnya

“Pemerintah tinggal mengkomunikasikan mengemas berbagai seni menjadi satu kesatuan budaya yang saling melengkapi,” kata Aji.

Pada kesempatan itu pula Aji Wulantara mengingatkan bahwa salah satu bentuk keistimewaan adalah kemandirian di segala bidang, termasuk dalam pengananan sampah dan tengkes (stunting).

“Harapannya dengan semangat keistimewaan masyarakat bisa mandiri mengelola sampah dan melakukan penurunan stunting, yang didukung oleh pemerintah,” pesan Aji.

Di samping itu dengan semangat keistimewaan pula berusaha membangkitkan ekonomi masyarakat sesuai dengan kapasitas yang ada.

“Seperti Festival budaya kali ini menggandeng umkm untuk lebih berdaya dan memutar perekonomian masyarakat,” pungkas Aji. (Kusnadi/KIM Berbah)




Dinilai Berhasil Terapkan DBKS, Lima Kalurahan Dapat Penghargaan

Sleman – Bupati Sleman Kustini Sri Purnomo menyerahkan penghargaan kepada lima Kalurahan yang dinilai berhasil dalam berpartisipasi penerapan Desa Binaan Keluarga Sakinah (DBKS) tahun 2023, bertempat di Ruang Rapat Bupati Sleman, Senin (28/8/2023).

Hasil evaluasi DBKS tahun 2023, lima Kalurahan mendapatkan penghargaan yaitu Kalurahan Sariharjo dengan predikat juara 1 mendapatkan piagam dan uang pembinaan sebesar 10 juta, Kalurahan Sidokarto sebagai juara 2 dengan penghargaan piagam dan uang pembinaan sebesar 9 juta, dan Kalurahan Selomartani sebagai juara 3 berhasil mendapatkan piagam dan uang pembinaan sebesar 8 juta.

Sementara dua Kalurahan lain, yaitu Kalurahan Minomartani berhasil menjadi juara harapan 1 mendapatkan piagam penghargaan dan uang pembinaan sebesar 7 juta, dan Kalurahan Sinduharjo menjadi juara harapan 2 mendapatkan piagam penghargaan dan uang pembinaan sebesar 6 juta.

Bupati Sleman, Kustini Sri Purnomo mengatakan penyerahan penghargaan tersebut merupakan apresiasi atas partisipasi Kalurahan dalam program DBKS di Kabupaten Sleman. Ia juga menyebut penyerahan penghargaan ini menandakan berakhirnya kegiatan evaluasi DBKS di wilayah Kabupaten Sleman.

“Meskipun kegiatan DBKS telah berakhir, saya harapkan semangat pembinaan terhadap upaya peningkatan kualitas keluarga di Sleman tetap dapat terus dilanjutkan. Terlebih lagi DBKS ini merupakan program yang bertujuan meningkatkan kualitas kehidupan beragama dalam keluarga, meningkatkan kualitas pendidikan, kesehatan dan kestabilan ekonomi keluarga,” ujar Kustini.

Kustini juga berharap penerapan program DBKS yang telah berlangsung puluhan tahun ini semakin dapat menguatkan ketahanan keluarga di Kabupaten Sleman.

Selain itu, dalam kesempatan yang sama juga diserahkan penghargaan kepada keluarga sampel atau percontohan dalam penerapan program DBKS. Adapun penerima penghargaan tersebut yaitu kelurga Sartono dari Kalurahan Sariharjo, keluarga Jiyatma dari Kalurahan Sidokarto, keluarga Mujirejo dari Kalurahan Sinduharjo, keluarga Sukirno dari Kalurahan Selomartani, dan keluarga Muhamad Nurkhayadi dari Kalurahan Minormartani.

Seluruh keluarga percontohan tersebut mendapatkan penghargaan berupa piagam beserta uang pembinaan yang diserahkan secara langsung oleh Bupati Sleman.