Sleman – Dalam rangka Magayubagyo Peringatan Hari Keistimewaan Yogyakarta, Kapanewon Berbah mengadakan Festival Budaya dan Gelar UMKM pada hari Selasa (29/8/2023) di Pendopo Kepanjen Kapanewon Berbah, Kabupaten Sleman.
Kegiatan ini dihadiri Assisten Sekretaris Daerah Kabupaten Sleman, Kunda Kabudayaan Sleman, UMKM Kabupaten Sleman, Dekranasda, Anggota DPRD Sleman, Panewu beserta Forkompim Berbah, Lurah , Pelaku UMKM dan tamu undangan.
Panewu kapanewon Berbah Tri Akhmeriyadi dalam sambutannya menyampaikan bahwa kegiatan Festival Budaya dan Gelar UMKM Kapanewon Berbah ini diselenggarakan dalam rangka Mangayubagyo peringatan Hari Keistimewaan Yogyakarta yang jatuh pada tanggal 31 Agustus.
Dirinya mengatakan, Kegiatan Festival Budaya ini menampilkan potensi kesenian tradisional yang tumbuh lestari di Kapanewon Berbah. Selain itu, disediakan juga stand pameran untuk menggelar produk-produk dari anggota Forum Komunikasi UMKM Kapanewon Berbah.
“Pemerintah kapanewon Berbah selalu mensupport kegiatan pelestarian budaya tradisional juga membina dan memberikan ruang untuk berkembangnya Umkm Berbah,” ujarnya.
Assisten Sekretaris Daerah Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Masyarakat Kabupaten Sleman H.Y Aji Wulantara, mengucapkan terimakasih kepada panewu dan warga Berbah masih melestarikan kebudayaan tradisional di Kapanewon Berbah.
Aji juga mengingatkan akan visi misi bupati yaitu Terwujudnya Sleman sebagai rumah bersama yang cerdas, sejahtera, berdaya saing, menghargai perbedaan dan memiliki jiwa gotong royong. Rumah bersama memiliki makna filosofi penting dimana Sleman menjadi rumah berbagai elemen masyarakat dengan berbagai latar belakang agama etnik dan budaya.
“Warga memiliki semangat kesatuan dan persatuan belajar menghargai perbedaan apalagi di tahun politik yang semakin hangat,” tukasnya.
Disampaikan juga oleh Aji bahwa Kapanewon Berbah banyak memiiki tokoh budaya baik seni tari, seni pertunjukan dan lainnya
“Pemerintah tinggal mengkomunikasikan mengemas berbagai seni menjadi satu kesatuan budaya yang saling melengkapi,” kata Aji.
Pada kesempatan itu pula Aji Wulantara mengingatkan bahwa salah satu bentuk keistimewaan adalah kemandirian di segala bidang, termasuk dalam pengananan sampah dan tengkes (stunting).
“Harapannya dengan semangat keistimewaan masyarakat bisa mandiri mengelola sampah dan melakukan penurunan stunting, yang didukung oleh pemerintah,” pesan Aji.
Di samping itu dengan semangat keistimewaan pula berusaha membangkitkan ekonomi masyarakat sesuai dengan kapasitas yang ada.
“Seperti Festival budaya kali ini menggandeng umkm untuk lebih berdaya dan memutar perekonomian masyarakat,” pungkas Aji. (Kusnadi/KIM Berbah)