DPRD Sleman Gelar Public Hearing Raperda Tata Cara dan Pengelolaan BUMKal di Margodadi Seyegan

Sleman – Bertempat di Dusun Kandangan Margodadi Seyegan,  Minggu (13/8/2023) DPRD Kabupaten Sleman menggelar Rapat Dengar Pendapat Umum (Public Hearing) Rancangan Peraturan Daerah Kabupaten Sleman tentang Tata cara dan Pengelolaan Badan Usaha Milik Kalurahan (Bumkal).

Sukamto, Anggota DPRD Kabupaten Sleman sebagai tuan rumah, menyampaikan selamat datang dan ucapan terima kasihnya kepada kurang lebih 50 peserta yang hadir dalam dengar pendapat umum tersebut. Sukamto berharap ada masukan yang berarti untuk Raperda tentang Bumkal tersebut.

Siska Wulandari, dari Bidang Pemberdayaan Masyarakat Dinas PMK Kabupaten Sleman menjadi narasumber pada acara tersebut berharap dengan dengar pendapat tersebut dapat masukan yang berarti berkaitan dengan Bumkal sesuai dengan kondisi riil di lapangan.

“Artinya kesempatan ini digunakan untuk jaring aspirasi dari bawah,” ungkap Siska.

Siska menekankan beberapa hal perubahan berdasarkan peraturan pemerintah no 11 tahun 2021 sebagai penyempurna Perda no. 13 tahun 2019. Siska menjelaskan bahwa Bumkal yang dulu hanya badan usaha sekarang menjadi badan hukum setara dengan PT ataupun CV.

Hal lain yang juga dijelaskan oleh Siska adalah bumkal yang dulu diusulkan oleh desa dan warga masyarakat, sekarang musyawarah Kalurahan menjadi keputusan tertinggi.

“Sebagai badan usaha bumkal dulu melalui proses study kelayakan terlebih dahulu, namun sekarang langsung didaftarkan ke badan hukum melalui Kemendes dan tidak berbayar,” tuturnya.

“Untuk AD/ART bumdes yang dulunya masih keputusan desa sekarang harus ditetapkan oleh muskal. Mengenai organisasi, bumdes dulu hanya punya penasehat, pelaksana harian dan pengawas sekarang keputusan tertinggi ditangan muskal baru penasehat, pelaksana harian dan pengawas,” imbuh Siska.

Menyinggung soal modal, Siska mengatakan bahwa bumdes dulu bersumber dari penyertaan desa dan masyarakat sedangkan sekarang bersumber pada desa, masyarakat, modal usaha yang ditetapkan oleh muskal.

“Untuk laporan pertanggungjawaban dulu dalam bentuk tutup bulu diakhir tahun sedangkan sekarang dilakukan secara berkala tiap semester,” jelas Siska lagi.

Di bagian akhir, Siska mengingatkan bahwa  semua Kalurahan diharapkan mempunyai Bumkal yang mempunyai tugas mengelola aset untuk menaikkan PAD. Sekarang ini di Kabupaten Sleman sudah berdiri 70 Bumkal dengan 4 kriteria yaitu 4 Bumkal berstatus maju, 9 berstatus berkembang, 12 bumdes pemula dan paling banyak 45 Bumkal perintis yaitu Bumkal yang hanya papan nama saja.

“Untuk Kapanewon Seyegan sendiri dari 5 Kalurahan, 4 berstatus pemula (Margodadi,  Margoluwih, Margokaton dan Margo Agung), sedangkan Bumkal Margomulyo berstatus perintis,” tutup Siska. (Sutarto Agus/KIM Seyegan)




Kaistimewan Adheganing Amerta, Peringatan 11 Tahun Keistimewaan DIY di Kapanewon Tempel

Sleman – Dalam rangka memperingati 11 tahun Keistimewaan DIY, serta HUT RI ke-78, Kapanewon Tempel menggelar berbagai kegiatan selama 2 hari, Sabtu (12/8/2023) dan Minggu (13/8/2023) yang berpusat di Kompleks Lapangan Lumbungrejo, Kapanewon Temple, Sleman. Kegiatan sendiri terdiri dari Gelar Bazar UMKM se-Kapanewon Tempel, Lomba Senam Sleman Bangkit, Senam massal serta penampilan Gelar Budaya dari perwakilan kesenian budaya yang berkembang di Kapanewon Tempel.

Penewu Anom, Dyah Purwanti, menyampaikan bahwa dengan adanya Bazaar UMKM ini memberikan ruang untuk lebih berkembang nya UMKM di Tempel.

“Sebanyak 8 (delapan ) kalurahan menampilkan produk-produk unggulannya masing-masing untuk memeriahkan kegiatan yang berlangsung selama dua hari ini,” ujar Dyah.

Setelah pembukaan Bazaar UMKM dilanjutkan dengan gelar budaya dengan mementaskan 4 (empat) kesenian tradisional dari 4 kalurahan. Pada hari pertama digelar pertunjukan dari Kesenian Kubro Siswo Tunas Muda Banyurejo, Kesenian Kubro Siswo Laras Mudho Tambakrejo, Kesenian Badui Manunggal Sumberrejo, serta Jathilan Turangga Muda Pondokrejo

Selanjutnya puncak acara peringatan 11 tahun keistimewaan Daerah Istimewa Yogyakarta dilakukan Minggu, 13 Agustus 2023. Acara puncak ini dihadiri juga Bupati Sleman, Kustini Sri Purnomo, Perwakilan Paniradya Keistimewan Ariyanti Luhur, perwakilan dari PERWOSI Sleman, turut juga hadir Penewu Tempel, berserta seluruh jajarannya Kapolsek Tempel, Danramil Tempel, serta perwakilan dari organisasi budaya di Kapanewon Tempel, DPC PPY Tempel sebagai pembawa acara Gelar Budaya tahun ini.

Diawali dengan pelaksanaan Senam Massal bersama Bupati Sleman dilanjutkan dengan Sambutan dan Pembukaan acara secara resmi oleh Bupati Sleman Kustini Sri Purnomo yang menyampaikanbahwa kegiatan seperti ini harus dilakukan secara rutin.

“Kaistimewan Adheganing Amerta, memiliki makna yang luas untuk menjaga dan melestarikan warisan budaya dan tradisi Jawa serta harus digunakan juga untuk meningkatkan pembangunan secara menyeluruh. Untuk itu perlu dikedepankan sinergi dan kolaborasi yang sesuai dengan tujuan keistimewaan DIY itu sendiri,” ujarnya.

Acara berlanjut dengan Lomba Senam Sleman Bangkit yang diikuti 18 tim dari berbagai unsur yang ada di Kapanewon Tempel serta pementasan gelar budaya 4 (empat) kalurahan dari total 8 kalurahan yang ada, yaitu Kesenian Kubro Siswo Putro Mudho Mororejo, Kesenian Topeng Ireng Arka Kawedar Margorejo, Kesenian Gedruk Rampak Buto Dhemit Krasak Lumbungrejo dan Jathilan Putri Satriyo Manunggal Merdikorejo. (SBD/KIM Tempel)




Tingkatkan Tumbuh Kembang Anak, Pawon Pitoe Resto Gelar Lomba Mewarnai Gebyar Merah Putih

Sleman – Sebagai bentuk kepedulian akan tumbuh kembang pendidikan anak usia dini (PAUD) serta pengembangan cinta tanah air dalam rangka HUT Kemerdekaan Indonesia, Pawon Pitoe Resto bekerja sama dengan HIMPAUDI dan IGTK Kapanewon Berbah mengadakan kegiatan lomba mewarnai untuk anak PAUD se-Kapanewon Berbah.

Kegiatan lomba yang dilaksanakan pada hari Sabtu (12/8/2023) di Pawon Pitoe Resto jln. Kopral Samyo l, Jetak, Sendangtirto, Berbah ini dihadiri oleh Panewu Berbah, TP PKK Berbah, polsek & koramil, lurah Sendangtirto, TP PKK Sendangtirto, guru PAUD, siswa PAUD beserta orang tua.

Ketua panitia Ratna Dwi Rahayu, yang sekaligus ketua HlMPAUDI Kapanewon Berbah mengatakan bahwa kegiatan ini terlaksan atas kerja sama antara pendidik PAUD dengan pelaku usaha yang ada di Berbah. “Hal sebagai bentuk dukungan pelaku usaha kepada tumbuh kembang anak PAUD,” ujarnya.

Menurut Ratna, Antusiasme peserta untuk mengikuti lomba yang diikuti oleh anak TK, KB, SPS, TPA se Kapanewon Berbah ini cukup tinggi.

“Kegiatan lomba mewarnai diikuti 584 peserta, sebagai wadah pengungkapan ekpresi kreativitas, merangsang syaraf motorik anak. Sedangkan adanya perlombaan bertujuan melatih anak untuk berkopentasi secara sehat dan benar, untuk mempersiapkan di masa dewasa akan banyak menghadapi tantangan serta kompetisi kehidupan,” ungkap Ratna.

Sementara Panewu Berbah Tri Akmeriyadi menyebutkan bahwa lomba seperti ini sebaiknya dilakukan secara rutin karena dapat mengasah kreativitas anak.   

Ia juga juga berharap akan banyak lagi baik pelaku usaha yang menggelar kegiatan serupa.

“Harapnya akan lebih banyak pelaku usaha yang peduli akan dunia pendidikan anak usia dini. Hal ini merupakan salah satu bentuk peran serta masyarakat kepada PAUD lewat pelaku usaha yang ada di kapanewon Berbah,” tambahnya.

Lomba tersebut juga dimeriahkan oleh penampilan atraksi sulap Bob dari Jack Sparow Team. (Kusnadi/KIM Berbah)




Condongcatur Gelar Rakor KPSM Condongcatur dan Sosialisasi Bantuan Kendaraan Roda Tiga

Sleman – Pemerintah Kalurahan Condongcatur menggelar Rapat Koordinasi Pengelola Sampah Mandiri (KPSM) se-Condongcatur dan Sosialisasi Bantuan Kendaraan Roda Tiga bagi KPSM Condongcatur, di ruang Wacana Loka Kantor Kalurahan Condongcatur, Sabtu (12/8/2023).

Ulu-Ulu Condongcatur, Murgiyanta, menyampaikan bahwa di Kalurahan Condongcatur saat ini ada 31 Kelompok KPSM yang terdiri dari Bank Sampah, Kelompok Sedekah Sampah dan TPS3R yang sudah ber SK Lurah dan telah aktif melaksanakan kegiatan mengurangi dampak negatif sampah terhadap lingkungan dan masyarakat

“Kelompok Pengelola Sampah Mandiri (KPSM)ini melakukan kegiatan mengumpulkan, memilah dan mengelola sampah dengan cara yang berkelanjutan, sehingga dapat mengurangi jumlah sampah yang mencemari lingkungan dan memaksimalkan potensi daur ulang,” ujar Margiyanta.

Menurutnya, kegiatan KPSM juga memberikan peluang kerja, pendidikan kepada masyarakat, memberikan tambahan ekonomi keluarga dengan hasil penjualan sampah yang dapat yang di daur ulang menjadi barang yang bernanfaat dan berharga serta meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya pengelolaan sampah yang baik.

“Pemerintah Kabupaten Sleman melalui Pokok Pikiran (Pokir) anggota Dewan Dedie Kusuma memfasilitasi untuk mendapatkan bantuan Kendaraan Roda 3 bagi KPSM di wilayah Condongcatur  masing masing Padukuhan mendapatkan akan mendapatkan bantuan 1 (unit) kendaraan roda 3 bagi KPSM,” ungkap Margiyanta.

Adapun 19 KPSM Condongcatur yang akan mendapatkan Bantuan Kendaraan Roda Tiga adalah Kelompok Sedekah Sampah Barokah Tiyasan, Bank Sampah Manukan (BSM), KPP Kotaku (TPS3R Kenanga) Pondok, Bank Sampah Sekar Melati Sanggrahan, Bank Sampah APEL RW 13 Perumnas Gempol, Bank Sampah Bunga Mandiri RW 16 Mancasan Kidul Dero, Sedekah Sampah Rukun Lestari RW 18 Leles, Bank Sampah Gorongan Lestari Ngringin, Bank Sampah Ngudi Barokah RW 23 Ngropoh, Sedekah Sampah “Teratai Kuning” Rw 27 Dabag, Bank Sampah “Gondho Arum” Gejayan, Bank Sampah “Merpati” RW 35 Kaliwaru, Bank Sampah “Asri Lestari” Soropadan, KPSM Surya Bakti  Pringwulung, Bank Sampah “Menur 45” RW 45 Kayen, Bank Sampah Mawar Indah Kentungan, Paguyuban Reresik Sampah (PRS) RW 52 Pohruboh Pikgondang, Bank Sampah Gandok Gemi (Gage) dan Bank Sampah Berkah RW 60 Joho

“Nantinya jika Pokir ini dapat di realisasikan bantuan kendaraan roda 3 kepada KPSM dapat dimanfaatkan oleh KPSM bersama KWT maupun kegiatan lainya di Padukuhan masing masing, satu untuk bersama demikian juga untuk maintenance kendaraan diserahkan kepada Padukuhan agar tetap terawat dengan baik,” terang Margiyanta.

Dalam sosialisasinya Dedie Kusama, anggota DPRD Kab. Sleman menyampaikan dengan ditutupnya TPST Piyungan membuat keresahan warga masyarakat DIY khususnya warga Sleman. Terkhusus warga Kapanewon Depok karena jumlah penduduk terbesar ada di wilayah Depok juga adanya banyak perguruan tinggi dengan ribuan pelajar dan mahasiswa diikuti pelaku usaha UMKM yang ada di Depok maka secara otomatis menghasilkan sampah yang juga banyak

“Tentu ini menuntut kesadaran kita untuk bijak dalam mengelola sampah rumah tangga dan sampah para palaku usaha yang melakukan kegiatan ekonomi, maka sebagai KPSM dan tokoh masyarakat harus bersinergi untuk ikut berpartisipasi dan membangun kesadaran bersama untuk memilah dan memilih sampah yang disesuaikan dengan tata cara pengelolaan sampah agar sampah memiliki nilai ekonomi dan manfaat,” ucap Dedie. (Wasana/KIM Depok)




Festival Gerobak Sapi Dukung Destinasi Lereng Merapi

Sleman – Dalam rangka semarak HUT ke-78 RI, Karang Taruna Barisan Muda Glagahmalang (BAMUGA) menggelar Festival Gerobak Sapi berada di Lapangan Glagahmalang, Glagaharjo, Cangkringan, Minggu (13/8).

Festival Gerobak Sapi yang diikuti peserta dari berbagai daerah sekitar Gunung Merapi seperti Sleman, Magelang, dan Klaten itu dihadiri Wakil Bupati Sleman, Danang Maharsa.

Dalam sambutannya, Danang mengaku senang dan mendukung kegiatan Festival Gerobak Sapi ini. Danang pun mengapresiasi para pemuda Glagahmalang yang telah menginisiasi festival yang diharapkan dapat menjadi sarana untuk melestarikan dan mempromosikan kembali alat transportasi tradisional ini.

“Apresiasi setinggi-tingginya kepada para pemuda di Glagahmalang, dan masyarakat Glagaharjo secara umum, yang telah mengadakan acara ini,” ujar Danang Maharsa.

“Selain untuk mempromosikan gerobak sapi, festival gerobak sapi ini juga diharapkan dapat mendukung destinasi wisata kita,” tambah Danang dalam sambutannya.

Senada dengan Danang, Ketua Panitia Festival Gerobag Sapi Dimas Tamtama Putra mengatakan bahwa kegiatan ini diikuti sekitar 30 peserta dari berbagai wilayah di Kabupaten Sleman, bahkan menurutnya ada yang datang dari Klaten dan Magelang, Jawa Tengah.

Para peserta berlomba untuk unjuk gigi dalam menghias gerobak sapi dan ketrampilan mengendalikannya. Tema yang diangkat pada kegiatan ini adalah “Nyawiji Dadi Siji, Makaryo Mbangun Deso”. (Athiful/KIM Depok)