Kembangkan Seni Tradisi di Era Digitalisasi Melalui Gamping Gegayengan

Sleman – Momentum peringatan hari jadi Kabupaten Sleman ke-107 di tahun 2023 ini, dimanfaatkan oleh Pemerintah Kapanewon Gamping menggelar even tahunan ‘Gamping Gegayengan’ yang menyajikan hiburan bagi masyarakat berupa festival bregada dan festival jathilan, serta bazar usaha mikro kecil menengah (UMKM) yang berlangsung dari hari rabu (9/8/2023) hingga hari kamis (10/8/2023) di halaman pendopo Kapanewon Gamping, kabupaten Sleman.
Bupati Sleman, Kustini Sri Purnomo membuka secara resmi Gamping Gegayengan yang di tahun ini mengangkat tema ‘mengembangkan Seni Tradisi di Era Digitalisasi’ didampingi Kepala Dinas Kebudayaan Kabupaten Sleman, Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Sleman, Serta Panewu Gamping, Yakti Yudanto.
“Festival Bregada dilaksanakan sebagai media untuk mencari bibit unggul dari kalangan generasi muda sebagai upaya melestarikan eksistensi kesenian tradisional khususnya bregada serta menjalin silaturahmi dan komunikasi antar warga di wilayah Gamping agar lebih guyub rukun,” ujar Yakti.
Ia menegaskan perlunya menjaga dan melestarikan kesenian tradisional sebagai bentuk penghargaan dan penghormatan terhadap para leluhur. Selain itu, bangsa Indonesia dikenal oleh negara asing sebagai negara yang memiliki kekayaan budaya dan tradisi yang unik sehingga dapat dijadikan tujuan wisata budaya bagi pelancong mancanegara maupun domestik yang dapat mendatangkan devisa.
Sementara berdasarkan keterangan Panewu Anom Gamping, Dewanto Tri Nugroho kegiatan kompetisi bregada se-Kapanewon Gamping diikuti oleh pasukan Bregada Selo Aji (Ambarketawang), Bregada Nogoroso (Nogotirto), Bregada Kartodimejo (Balecatur), Bregada Ranu Wira (Banyuraden), serta Bregada Wirorejo (Trihanggo) yang diwajibkan melakukan keterampilan dalam baris berbaris diiringi alat musik tradisional di sepanjang jalan raya sekitar kantor pemerintah Kapanewon Gamping.
Dari hasil penilaian dewan juri festival bregada maka diputuskan Bregada Nogoroso dari Kalurahan Nogotirto sebagai Juara I, Bregada Ranu Wira dari Kalurahan Banyuraden sebagai Juara II, serta Bregada Wirorejo dari Kalurahan Trihanggo sebagai Juara III yang mendapatkan penghargaan dari Pemerintah Kapanewon Gamping berupa piagam dan uang pembinaan.
“Festival bregada sebagai sarana pelestarian budaya demi mempertahankan nilai-nilai seni budaya, nilai tradisional dengan mengembangkan perwujudan yang bersifat dinamis, luwes, dan selektif, serta dapat menyesuaikan dengan situasi dan kondisi yang selalu berubah dan berkembang,” pungkas Dewanto. (Adnan Nurtjahjo|KIM Pararta Guna Kapanewon Gamping)



