Peringatan Kemerdekaan RI, Momentum Wujudkan Human Relation Antar Pegawai

Sleman – Momentum peringatan hari kemerdekaan Republik Indonesia ke-78 dapat dimanfaatkan untuk mewujudkan manajemen komunikasi yang baik dan Human Relations antar pegawai. Oleh karena itu, Pemerintah Kapanewon Gamping menggelar kegiatan perlombaan permainan khas peringatan kemerdekaan di halaman kantor Panewu Gamping, Jumat (4/8/2023).

Lomba yang menyediakan doorprize bagi pemenangnya diikuti oleh seluruh pegawai di lingkungan Kapanewon Gamping yang meliputi Jawatan Sosial, Jawatan Kemakmuran, Jawatan Keamanan, Jatan Praja, Jawatan Umum, Unit Pengelola Kegiatan (UPK) Simpan Pinjam, Program Keluarga Harapan (PKH), Balai Penyuluhan Keluarga Berencana, Komando Rayon Militer 17/GP, serta Panitia Pengawas Pemilihan Umum Kecamatan Gamping.

Adapun jenis perlombaan yang diselenggarakan berupa lomba makan kerupuk, lomba berjalan sambal membawa kelereng menggunakan sendok dengan tanggan kiri, dan lomba balap karung yang diinisiasi oleh Panewu Anom Kapanewon Gamping, Dewanto Tri Nugroho.

“Saat ini adalah momentum pas tepat bagi kami guna menjalin silaturahmi yang tidak hanya di dalam bekerja saja. Melainkan dalam suasana yang penuh keceriaan dan keseruan lomba sebagai sarana refreshing dapat membuat rasa kekeluargaan semakin erat, serta menumbuhkan semangat dalam menunaikan tugas keseharian,” ujar pria yang akrab disapa Dewo.

Menurutnya, dalam perlombaan yang bernuansa hiburan tersebut, dapat dibangun hubungan vertical-horizontal yang mencair sehingga diharapkan dapat meningkatkan kualitas hubungan antar sumberdaya manusia di dalam organisasi. Selain itu, kegiatan ini bisa menjadi alternatif kegiatan di luar ruangan yang hemat dalam pembiayaan namun bermanfaat untuk membangun Human Relations.

“Human Relations mencakup beberapa aspek kejiwaan yang ada pada diri manusia antara lain meliputi sikap dan pribadinya, tingkah laku, sifat maupun wataknya guna mencegah maupun mengatasi kesenjangan interprestasi dan kesenjangan komunikasi diantara pegawai yang saling berinteraksi,” imbuh Dewo.

Dengan terjalinnya hubungan baik antar pegawai di lingkungan Pemerintah Kapanewon Gamping akan mempengaruhi kondisi dan lingkungan kerja dalam melaksanakan tugas kedinasan serta membangun kerja tim yang solid. (Adnan Nurtjahjo|KIM Pararta Guna Kapanewon Gamping)




Gerakan Memilah Sampah Kapanewon Depok

Sleman – Dengan memperhatikan perkembangan terbaru terkait pengelolaan sampah di wilayah Daerah Istimewa Yogyakarta, sekaligus menindaklanjuti adanya Surat Edaran dari Pemerintah Kabupaten Sleman Nomor 035 Tahun 2023 tentang Penutupan Pelayanan TPA Regional Piyungan dan Surat Edaran Pemerintah Kabupaten Sleman Nomor 0037 Tahun 2023 tentang Pedoman Pengelolaan Sampah Rumah Tangga di Kawasan Perkantoran Pemerintah Kabupaten Sleman, maka Kapanewon Depok menginisiasi Gerakan Depok Memilah Sampah atau disingkat GEDE LAMPAH.

Surat Edaran Nomor 660/0582 yang ditandatangani oleh Panewu Depok, Wawan Widiantoro itu menginstruksikan secara serius kepada masyarakat untuk mengurangi “produksi” sampah dalam semua aktivitasnya.

“Termasuk meminimalkan sampah anorganik dalam semua acara pertemuan yang diselenggarakan lembaga pemerintahan, perkantoran, lembaga pendidikan, perusahaan, dan lain-lain,” ujar Wawan, Sabtu (5/8/2023).

Selain itu, Wawan juga mengharuskan masyarakat Depok melakukan pengelolaan sampah secara mandiri.

“Melakukan pemilahan sampah secara mandiri sejak dari sumbernya, dari tingkat rumah tangga sampai ke lokasi yang menjadi antivitas seperti pasar, sekolah, kampus, tempat ibadah, dan sebagainya Dengan memilah sampah organik dan anorganik,” lanjutnya.

Wawan kemudian memberikan contoh untuk sampah organik bisa dikelola melalui ditimbun di jugangan, dibuat kompos, untuk pakan ternak, atau dibuat ecoenzym.

“Sedangkan sampah anorganik dibawah ke Kelompok Pengelola Sampah Mandiri (KPSM), Bank Sampah, Sedekah Sampah, pengumpul sampah, dan sebagainya,” papar Wawan.

Kemudian kepada Kelompok Pengelola Sampah Mandiri (KPSM), Wawan juga meminta agar semakin mengoptimalkan kontribusi dan perannya dalam proses edukasi masyarakat terkait pengelolaan sampah.

Surat Edaran yang ditujukan kepada kepala instansi, pimpinan lembaga, Lurah, Dukuh, ketua kelompok masyarakat, tokoh masyarakat, dan semua warga masyarakat Depok ini diharapkan dapat menjadi penyemangat untuk lebih bijak dan tepat untuk mengelola sampah, guna menciptakan lingkungan yang bersih, nyaman, asri, dan juga sehat. (Athiful/KIM Depok)




Peringati Hari Pramuka, Kwartir Cabang Pramuka Sleman Gelar Jalan Sehat, Lomba Mewarnai, dan Lomba Melukis

Kalasan – Dalam Rangka memperingati Hari Pramuka Ke-62, Kwartir Cabang Gerakan Pramuka Kabupaten Sleman menggelar acara Jalan Sehat, Lomba Mewarnai, dan Lomba Melukis yang diikuti oleh berbagai kalangan, baik umum untuk jalan sehat, PAUD dan TK untuk lomba mewarnai, dan anak SD untuk lomba melukis. Perhelatan dalam rangkaian peringatan Hari Pramuka yang jatuh pada tanggal 14 Agustus itu dilaksanakan di Kampung Pramuka Desa Wisata Dewa Bromo, dusun Bromonilan, Purwomartani Kapanewon Kalasan, Sabtu (5/8/2023).

Ketua Kwarcab Gerakan Pramuka Kabupaten Sleman Eri Widaryana menuturkan, rangkaian kegiatan yang meliputi jalan sehat, mewarnai dan melukis di Kampung Pramuka dimaksudkan sebagai syiar pendidikan kepramukaan kepada masyarakat.

“Dengan demikian masyarakat dapat mengetahui dan memahami secara langsung, karena didalam kepramukaan itu sebagai wadah pembinaan generasi muda yang efektif dan efisien,” ujar Eri.

Melalui Gerakan Pramuka, lanjut Kak Eri,  diharapkan tercipta generasi yang tangguh dan memiliki kompetensi sebagai modal membangun masa depan bangsa.

“Pramuka memiliki semangat mengabdi, pengabdian itu ada dimana-mana dengan penuh rasa senang, maka Pramuka itu disini senang, disana senang, dimana-mana hatinya senang,” pungkas Eri.

Lomba mewarnai dan melukis bagi Play Group dan SD diikuti oleh lebih dari dua ratus anak. Mereka berasal tidak hanya dari wilayah Kabupaten Sleman, tetapi se DIY dan Jateng.

Setelah dilakukan penilaian, diperoleh hasil sebagai berikut, yaitu untuk mewarnai katagori PAUD, Juara Satu hingga Harapan masing-masing adalah Aurelya Ayundya, Alesha Azkya Alfatunisa, Janisya Avia dan Aniva Reina Justa. Mewarnai katagori TK keluar sebaga juara masing-masing adalah Aleesha Afsheen, Wisanggeni Ransi, Elisa Navia Zahira, Elmira Agrevinadira Yasmine dan Andhanu Khalil Radhika.

Tiga orang Juri yang terdiri dari Bambang Joko Gambiro, Fuad AN dan Kartono itu melalui penilaiannya juga berhasil menentukan kejuaraan untuk katagori lomba melukis tingkat SD kelas 1-3 dan 4-5. Untuk katagori kelas 1-3 berturut-rurut dari juara satu sampai harapan adalah Tisya Faundra, Pelangi Aqila Fatin, Amora Reyna Natya, Ainara Lutfia dan Valinka Queenov P. Sedang untuk melukis katagori SD kelas 4-6 juaranya adalah Bagus Putra Tama, Jaya Kusuma, Ferli Evelin, Diajeng Arumdatny dan Kristala A Dewani.

Kegiatan dalam konsep outdoor itu juga dihadiri unsur dinas Pariwisata, Dikpora, Satpol PP, dinas Pendikan dan Forkompim Kapanewon Kalasan juga ditampilkan berbagai kesenian dalam bentuk tari yang dibawakan oleh Pramuka Siaga dan Penggalang. (Tri Joko S /KIM Kalasan)




Gugus Tugas PAUD 3 Berbah Gelar Rakor Jelang Lomba Antar Gugus

Sleman – Gugus Tugas Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) 3 Kapanewon Berbah menggelar rapat koordikasi di Aula Sanggar Kegiatan Belajar (SKB) Kabupaten Sleman, Jalan Kalitirto, Berbah, Sleman, Jumat (4/8/2023). Kegiatan dihadiri oleh Panewu Berbah, Ketua TP-PKK Berbah, dan Lurah Kalitirto.

Kepala SKB Sleman, Ediyanta dalam sambutannya mengatakan pertemuan koordinasi ini untuk mempersiapkan lomba gugus PAUD pada tanggal 30 Agustus 2023. Untuk lomba gugus kali ini yang  mewakili Kapanewon Berbah adalah gugus 3 dan sebagai sekolah inti adalah sekolah PAUD  KB Tunas Harapan SKB  Kabupaten Sleman.

“Saran dan kerjasama  sangat kita harapkan untuk mendukung kegiatan lomba, semoga akan menghasilkan sesuatu yang berarti dan mendapatkan hasil yang maksimal,” ujarnya.

Sementara, Panewu Berbah, Tri Akhmeriyadi mengatakan bahwa  lomba apresiasi gugus PAUD bukan merupakan puncak penilaian namun sebagai apresiasi kepada kinerja guru PAUD dalam melakukan proses pendidikan dalam keseharian pengajaran.

“Salah satu indikator penilaian yang penting adalah partisipasi masyarakat. Untuk itu sangat diharapkan kolaborasi antara pendidik, instansi pemerintah, pengusaha dan lembaga formal yang ada di kapanewon sebagai media pembelajaran bagi pendidikan  anak usia dini disesuaikan dengan kondisi kapasitas masing-masing,” ujar Tri.

Sedangkan pengawas TK Berbah dan Prambanan, Kwiyanti Murtingsih, mengapresiasi persiapan lomba yang dilakukan karena melibatkan dari banyak pemangku kebijakan, pengusaha dan lembaga kemasyarakatan yang bekerjasama untuk mendukung pendidikan anak usia dini.

“Dukungan komitmen dari semua pihak memang sangat diperlukan untuk pendidikan anak usia dini. Harapanya hal seperti ini bisa menyebar di semua wilayah,” kata Kwiyanti.

Ratna Dwi Rahayu, Ketua Gugus PAUD 3 Dalam Pemaparan Menyampaikan Bahwa Gugus PAUD 3 Kalurahan Kalitirto kapanewon Berbah terdiri dari KB Tunas Harapan (PAUD inti) ,TK Panti Dewi (imbas 1), TK PKK Kalitirto (imbas 2), TK Kanisius Pondok (imbas 3), KB Al Roja, TPA Happy Kids.

Juga disampaikan bahwa untuk bisa mengikuti lomba apresiasi gugus, diperlukan beberapa persyaratan yang harus dipenuhi. Syarat tersebut antara lain rekomendasi dari korwil pendidikan bahwa Gugus PAUD tersebut layak penilaian, memiliki anggota pendidik penyelenggara 3 – 8 satuan PAUD yang berdomisili dari lingkungan terdekat ( TK, KB, TPS, SPS), satu gugus terdiri dari 1 lembaga formal 2 lembaga nonformal dan memiliki ijin pendirian serta ijin operasional.

“Semua persyaratan untuk penilaian lomba apresiasi gugus sudah dimiliki oleh gugus 3,” kata Ratna.

Ratna juga mengharapkan komitmen dari semua instansi pengusaha dan lembaga untuk berkenan membantu terutama sebagai media pembelajaran bagi anak usia dini.

“Komitmen dan dukungan akan kita tuangankan dalam surat kesepakatan MoU juga sebagai pendukung administrasi lomba apresiasi,” tambahnya. (Kusnadi/KIM Berbah)




Sambut HUT ke-78 RI, Warga Krangkungan Sukoharjo Gelar Karnaval

Sleman – Menyambut Kemerdekaan ke-78 RI, Rukun Warga (RW) 08 Krangkungan – Sukoharjo Padukuhan Sanggrahan Condongcatur menggelar lomba anak anak dan Karnaval, Minggu (6/8/2023).

Ketua RW 08, Muh. Suprihatin menyampaikan kegiatan ini melibatkan semua komponen warga baik perlombaan anak-anak, pemuda, dan orang tua.

“Untuk Karnaval diikuti antar kelompok Ronda, ibu-ibu Dasawisma dan warga di wilayah RW 08 Krangkungan – Sukoharjo Padukuhan  Sanggrahan Condongcatur,” terangnya.

Selain lomba, lanjut Suprihatin, akan dilaksanakan juga malam tirakatan di Balai Padukuhan Sanggrahan dan malam pentas seni yang akan diramaikan orkes Melayu Denada dari Jawa Timur

Sementara seksi Publikasi dan Dokumentasi Panitia HUT Ke 78 RI RW 08,  Umar Saubari mengatakan jenis perlombaan beragam mulai dari lomba lari kelereng, makan kerupuk, bola gila, masukkan pensil dalam botol, sepakbola terong, karaoke, melukis, mewarnai, volly terpal, sepeda lambat sampai acara jalan sehat warga.

Dukuh Sanggrahan, Suparman menjelaskan, Padukuhan Sanggrahan terdiri dari 3 RW yaitu RW 08 Krangkungan – Sukoharjo, RW 09 dan RW 10 Sanggrahan di masing-masing RW telah melaksanakan Surat Edaran dari Pemerintah Kalurahan Condongcatur untuk menyambut dan memeriahkan peringatan HUT Ke 78 RI.

“Dengan melaksanakan kerja bhakti warga sejak bulan juli, memasang bendera merah putih, memasang umbul umbul dan semua RW melaksanakan kegiatan lomba lomba dari tingkat anak anak, pemuda, bapak bapak dan ibu ibu semuanya untuk dalam rangka memeriahkan bulan kemerdekaan di bulan Agustus ini,” jelasnya.

Lurah Condongcatur, Reno Candra Sangaji mengapreasi warga yang sangat antusias menyemarakkan peringatan hari kemerdekaan ke 78 Republik Indonesia.

“Terlihat di jalanan kampung kampung semarak dengan umbul umbul dan berhias pengecatan gapura, pos ronda dan lainya juga terlihat gelaran perlombaan perlombaan yang kreatif dan unik yang meriah memberikan hiburan warga,” ujar Reno. (Wasana/KIM Depok)