Semarakkan Musycab, PCM Depok Gelar Jalan Sehat

Sleman – Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) Kapanewon  Depok bersama keluarga besar warga Muhammadiyah melaksanakan kegiatan Jalan Sehat pra Musyawarah Cabang (Musycab) di Komplek SD Muhammadiyah Condongcatur, Sabtu (5/8/2023).

Ketua panitia Musyawarah Cabang Muhammadiyah – Aisyiyah ke 10, Hasanudin,  menjelaskan Jalan Sehat ini merupakan acara  Gebyar pra Musycab untuk menyemarakkan Musycab ke 10 yang akan dilaksanakan Minggu 6 Agustus 2023.

“Jalan Sehat ini sebagai ajang silaturahmi dan mengumpulkan segenap pengurus dan warga dan simpatisan Muhammadiyah Depok dalam suatu acara yang dikemas secara santai olahraga, jalan sehat pagi sambil menikmati hidangan soto gratis, penampilan kesenian, Pemeriksaan Kesehatan dari RS. PKU, Donor Darah PMI Sleman,” terang Hasanudin

“Selain itu, disediakan ratusan undian dooprize disamping itu juga dilakukan pemberdayaan UMKM  dengan mengelar aneka produknya yang diikuti kurang lebih peserta yang terdiri dari Guru Guru sekolah Muhammadiyah, AUM, PCM, PRA dan perwakilan siswa dari beberapa sekolah,” imbuhnya.

Jalan Sehat Pra Musycab ini juga dihadiri Bupati Sleman, Kustini Sri Purnomo, Panewu Depok, dan Lurah Condongcatur

Kustini Sri Purnomo dalam sambutan singkatnya menyampaikan selamat bermusyawarah untuk PCM Depok.

“Semoga diberikan kelancaran dan menghasilkan keputusan terbaik untuk kemajuan warga Muhammadiyah di kapanewon Depok. Diawali dengan jalan sehat ini semoga warga Muhammadiyah di kapanewon Depok sehat bahagia selalu semangat,” ujarnya sebelum mengibarkan bendera start.

Sementara Lurah Condongcatur, Reno Candra Sangaji, dalam sambutannya mengucapkan selamat dan sukses  Musycab Muhammadiyah – Aisyiyah Depok ke 10, semoga  Persyarikatan Muhammadiyah Depok tambah maju dan memberikan manfaat dan berkah untuk umat pada umumnya, khususnya bagi masyarakat di Kapanewonan Depok

“Semakin dapat bersinergi dengan Pemerintah Kalurahan Condongcatur dalam membangun Masyarakat yang lebih baik dalam berbagai bidang,” tutupnya. (Wasana/KIM Depok)




Tanggulangi Kemiskinan Lewat Program Kampung Berkah

Sleman – Wakil Bupati Sleman, Danang Maharsa, meluncurkan program Kampung Berkah yang diinisiasi oleh Baznas Sleman di Kalurahan Pondokrejo Kapanewon Tempel pada hari Jumat (4/8/2023). Dalam kesempatan tersebut juga sekaligus diluncurkan program Santunan Lansia Seumur Hidup.

Ketua Baznas Sleman, Kriswanto, menjelaskan dalam program Kampung Berkah ini disalurkan bantuan melalui sejumlah program unggulan Baznas. Adapun rinciannya yakni program Sleman Sehat untuk bantuan kesehatan stunting kepada Siti Rohmah Budiati sebesar 1 juta rupiah. Program Sleman sehat untuk bantuan kesehatan gagal ginjal kepada Masfufatul Jannah sebesar 3 juta rupiah. Program Sleman Peduli untuk bantuan Konsumtif Biaya Hidup kepada Cholifatun sebesar 1 juta rupiah. Program Sleman Taqwa untuk bantuan renovasi masjid Baitul Muslimin sebesar 2 juta rupiah. Dan program Sleman Produktif untuk bantuan modal usaha Kelompok Sumber Rezeki sebesar 10 juta rupiah.

“Program ini sebelumnya juga telah dilakukan di Kalurahan Wukirharjo Kapanewon Prambanan,” jelasnya.

Sedangkan program Santunan Lansia Seumur Hidup diberikan kepada 40 orang se-Kabupaten Sleman. Santunan yang diberikan berupa tunai sejumlah 300 ribu rupiah per orang dan Santunan paket logistik sembako. Bantuan ini diberikan setiap 3 bulan sekali.

Dalam sambutannya, Danang mengucapkan terima kasih kepada Baznas Sleman yang telah membantu Pemkab Sleman dalam upaya menangani kemiskinan di Kabupaten Sleman. Diharapkan bantuan ini dapat memberdayakan masyarakat kurang mampu dan lansia, sehingga masyarakat dapat mandiri secara ekonomi.

“Saya juga berterimakasih kepada Baznas Sleman, dalam program Kampung Berkah ini juga diberikan bantuan untuk penanggulangan stunting,” ujarnya. (SBD/KIM Tempel)




Peringati Tahun Baru Islam, Baznas Sleman Berikan Bantuan untuk Anak Yatim

Sleman – Memperingati tahun baru Hijrian 1 Muharram, Baznas Sleman menggelar program Yatim Ceria yang diadakan di Masjid Agung Wahidin Soedirohusodo, Sleman, Sabtu (5/8) pagi. Acara ini dihadiri Bupati Sleman, beserta sejumlah pejabat terkait di lingkungan Pemkab Sleman. Secara simbolis, Bupati Sleman, Kustini Sri Purnomo menyerahkan santunan kepada lima anak yatim

Ketua Baznas Sleman Kriswanto, menyebutkan pada kesempatan ini diserahkan santunan kepada 430 anak yatim se-Kabupaten Sleman. Ia juga mengatakan jika jumlah tersebut terdiri dari 5 anak yatim dari setiap kalurahan yang ada di Kabupaten Sleman.

Jumlah bantuan bagi masing-masing anak yatim diberikan sebesar 250 ribu rupiah. Sedangkan total santunan yang disalurkan sejumlah Rp175,5 juta.

“Terima kasih kepada para muzaki dan donatur yang telah mempercayakan Baznas Kabupaten Sleman dalam pengelolaan zakat, infak dan sedekah,” ujar Kriswanto.

Lebih lanjut, Kriswanto menyampaikan bahwa kegiatan ini diadakan dalam rangka memuliakan bulan Muharam dan memperingati HUT RI yang ke-78.

Sementara itu, Bupati Sleman Kustini Sri Purnomo berpesan agar anak yatim selalu mendapatkan pendampingan dan motivasi agar dapat tumbuh optimal untuk meraih masa depan.

Menurut Kustini, kesuksesan anak di masa depan mudah terwujud jika diberikan dukungan sekaligus fasilitas yang mereka butuhkan, termasuk bagi anak yatim.

“Tadi saya tanya ada yang cita-citanya jadi polisi, jadi guru, jadi dokter, pemain sepak bola. Maka ini harus kita dukung,” ujar Kustini.

“Salah satunya melalui program pendidikan gratis yang dimiliki Pemkab Sleman bagi masyarakat kurang mampu, bahkan sampai perguruan tinggi,” pungkasnya. (Athiful/KIM Depok).




Pemkab Sleman Berkomitmen Dukung Program Air Minum Perkotaan

Sleman – Bupati Sleman Kustini Sri Purnomo menandatangani Berita Acara Komitmen Pemerintah Daerah dalam Pengembangan Program Air Minum Perkotaan melalui kegiatan National Urban Water Supply Project (NUWSP), pada Kamis (3/8), di The Trans Resort Bali. Hadir mendampingi Bupati, Ketua DPRD Kabupaten Sleman, Haris Sugiharta.

Agenda tersebut dilaksanakan sebagai dukungan dan wujud peran aktif Bupati dan DPRD dalam pengembangan program air minum di perkotaan. Dengan ditandatangani berita acara, Pemerintah Kabupaten Sleman juga menerima bantuan Direktorat Jendral Cipta Karya Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat berupa program pendamping sebesar Rp 1 Miliyar. Bantuan tersebut akan digunakan untuk pengadaan dan pemasangan pipa distribusi utama IPA Pendekan di Unit Prambanan 2, melalui PDAM Sleman.

Bupati Sleman, Kustini Sri Purnomo, menyampaikan dukungan Pemerintah Kabupaten Sleman terhadap pengembangan program air minum. Kustini berharap, dengan dukungan komitmen tersebut dapat memberikan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat. Kustini juga berharap agar ketersediaan air bersih dapat dimanfaatkan masyarakat dengan sebaik mungkin.

“Semoga dengan adanya kesepakatan ini, ketersediaan air minum bagi masyarakat dapat terpenuhi dengan baik dan nantinya bisa dimanfaatkan secara bijak juga. Sehingga mari kita dukung bersama untuk mewujudkan Sleman yang lebih sejahtera,” kata Kustini.

Pada kesempatan itu, Direktur Sinkronisasi Urusan Pemerintahan Daerah I Kementrian Dalam Negeri, Erliani Budi Lestari, melaporkan kegiatan penandatanganan berita acara dilaksanakan untuk merumuskan komitmen bersama dalam peningkatan komitmen  antara pemangku kepentingan di pusat maupun daerah.

Sebab salah satu latar belakang dari agenda tersebut dikarenakan kapasitas pemerintah daerah yang dianggap belum memadai dalam memenuhi kewajiban dasar pemenuhan air minum bagi masyarakat di daerah sesuai target nasional dan terkait rencana capaian sambungan rumah.

Dengan pertemuan tersebut, Erliani berharap, dapat dirumuskan upaya dalam mempercepat pemenuhan kebutuhan air minum serta menghasilkan komitmen bersama yang mampu menggerakkan daerah lain dalam menyelenggarakan sistem air minum.

“Upaya-upaya tersebut merupakan strategi yang dapat dipahami, mengingat capaian akses air minum Indonesia masih di bawah rata-rata capaian negara lain di ASEAN,” jelas Erliani.

Wakil Menteri Dalam Negeri Republik Indonesia, John Wempi Wetipo yang hadir sekaligus membuka acara, mendorong Bupati, Walikota, dan DPRD untuk menyepakati komitmen, sehingga untuk selanjutnya dapat ditindaklanjuti dalam penganggaran daerah. Kesepakatan ini diarahkan John harus dijalankan secara serius. Sebab dikatakan John, berdasarkan data yang ada, Pemerintah Kabupaten, Kota, dan Provinsi di Indonesia masih belum banyak menaruh perhatian terkait pengelolaan air minum.

Sebagai langkah lebih lanjut, John menerangkan, Kemeterian Dalam Negeri berinisiasi untuk memberikan apresiasi kepada pemerintah daerah yang mampu mengelola PDAM dengan baik. Rencananya, penghargaan tersebut akan diberikan pada tahun 2024 mendatang. Sehingga pemenuhan kebutuhan air minum bagi masyarakat di seluruh Indonesia di tahun mendatang akan terpenuhi dengan baik.




UNY Gelar Pelatihan Penyusunan dan Analisis Soal untuk Guru Fisika

Sleman – Dalam melaksanakan proses pembelajaran, seorang guru tidak hanya harus mahir dalam perencanaan pembelajaran dan pelaksanaannya. Tetapi, perlu memahami dan mempraktikkan teknik penilaian dan evaluasi di akhir proses pembelajaran. Penilaian dan evaluasi penting dilakukan untuk meninjau perkembangan peserta didik.

Dalam rangka memberikan pembekalan kepada guru Fisika terkait pelaksanaan penilaian dan evaluasi pembelajaran, tim dosen Departemen Fisika Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) menyelenggarakan pelatihan penyusunan dan analisis butir soal Fisika, Kamis (03/8).

Bertempat di Ruang TeleConference Gedung Sugeng Mardiyono Sekolah Pascasarjana UNY, pelatihan kelompok yang beranggotakan Prof. Edi Istiyono, Prof. Mundilarto, Dr. Supahar, Irvany Nurita Pebriana, ., dan Tsania Nur Diyana, . ini diikuti sebanyak 26 perwakilan guru Fisika dalam forum Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP) Fisika Madrasah Aliyah se-Daerah Istimewa Yogyakarta.

Kegiatan pelatihan dilakukan dalam 3 tahap, yakni pemaparan materi terkait tes diagnostik dalam Pembelajaran fisika masa kini oleh Prof. Edi Istiyono, dilanjut diskusi secara berkelompok terkait pengisian rubrik penentuan Kriteria Ketuntasan Minimal (KKM) melalui analisis beberapa butir soal penilaian fisika.

Setelah diskusi dilanjutkan dengan penyampaian materi terkait dengan penentuan batas kelulusan acuan kriteria (standard setting).

Warjo, guru Fisika MAN 1 Yogyakarta sekaligus sebagai ketua MGMP Fisika MA se-DIY menyambut baik kegiatan ini dan sangat mendukung penuh.

“Kegiatan pelatihan seperti ini sangat bermanfaat bagi kami. Semoga setiap tahun bisa dilaksanakan kegiatan yang serupa untuk menambah wawasan kami dalam proses evaluasi pembelajaran di kelas, khususnya untuk mata pelajaran Fisika,” ujar Warjo. (Athiful/KIM Depok)