PPK Depok Sosialisasikan Tahapan Pemilihan Umum Tahun 2024

Sleman – Dengan terbitnya PKPU Nomor 15 Tahun 2023 tentang Kampanye Pemilihan Umum Tahun 2024, Komisi Pemilihan Umum (KPU) Republik Indonesia telah resmi mengesahkan tahapan kampanye oleh peserta dan partai politik Pemilu 2024. PKPU yang ditandatangani oleh Ketua KPU Hasyim Asy’ari pada 14 Juli 2023 lalu ini resmi berlaku pada tanggal diundangkan.

Adi dari Divisi Teknis Penyelenggaraan Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK) Depok Sleman mengutip Pasal 85 PKPU tersebut yang berbunyi, “Peraturan Komisi ini mulai berlaku pada tanggal diundangkan.”

Menurut Adi, salah satu pasal di dalamnya memuat aktivitas kampanye dilakukan secara serentak oleh seluruh peserta pemilu 2024. Sementara jadwal kampanye termuat dalam lampiran PKPU ini.

“Bunyi Pasal 7 PKPU tersebut menyatakan bahwa, Ketentuan mengenai program dan jadwal tahapan kampanye Pemilu dalam penyelenggaraan Pemilu tercantum dalam Lampiran I yang merupakan bagian tidak terpisahkan dari Peraturan Komisi ini,” jelas Adi pada Sosialisasi Tahapan Pemilu 2024 di Maguwoharjo, Depok, Kamis (3/8).

Selain memuat aturan kampanye, jelas Adi, PKPU tersebut mengatur jadwal kampanye Pemilu 2024 yang dilaksanakan sejak 28 November 2023 sampai dengan 10 Februari 2024. KPU juga mengatur jadwal kampanye Pilpres apabila terjadi putaran kedua, yaitu pada 2-22 Juni 2024.

“Berikut ini jadwal lengkap kampanye Pemilu 2024 yang termuat dalam PKPU Nomor 15 Tahun 2023 tersebut,” papar Adi

Pada 28 November 2023-10 Februari 2024, Pertemuan terbatas, pertemuan tatap muka, penyebaran bahan kampanye kepada umum, pemasangan alat peraga kampanye di tempat umum, debat pasangan calon presiden dan wakil presiden, dan media sosial.

Pada periode tersebut, tepatnya 21 Januari-10 Februari 2024 juga merupakan jadwal Kampanye rapat umum, iklan media massa cetak media massa elektronik, dan media daring yang dilanjutkan dengan merupakan masa tenang pada 11-13 Februari 2024

Sementara pada 2-22 Juni 2024 adalah masa kampanye tambahan jika terjadi Pilpres putaran kedua dan pada 23-25 Juni 2024 adalah masa tenangnya. (Athiful/KIM Depok)




KIM DIY Akan Kirimkan Wakil ke Festival KIM 2023

Sleman – Forum Kelompok Informasi Masyarakat (KIM) Provinsi DIY menggelar Rapat Koordinasi pada Kamis (3/8/2023) di Ruang Rapat Sadewa Dinas Komunikasi dan Informatika (Kominfo) DIY. Rakor tersebut secara khusus membahas mengenai  surat dari Kementrian Komunikasi dan informatika RI, Dirjen Informatika dan Komunikasi Publik, Direktorat Tata kelola dan Kemitraan Komunikasi Publik, yang mengimbau 34 provinsi di Indonesia mengirimkan wakilnya pada acara Festival KIM 2023 yang rencananya akan digelar pada tanggal 27 – 29 Oktober 2023 di Surabaya.

Wiwik Lestariningrum, dari Dinas Kominfo DIY membuka Rakor dengan menyampaikan agenda tunggal yaitu penjelasan Kompetisi KIM 2023.

“Festival KIM 2023 ini merupakan salah satu upaya memberikan apresiasi kepada salah satu mitra strategis pemerintah yaitu KIM dalam melakukan komunikasi publik,” ujar Wiwik.

Suripto, Ketua Forkom KIM DIY memimpin diskusi berkaitan dengan penetapan KIM yang berasal dari Kabupaten/Kota yang sudah terseleksi di tingkat provinsi. Adapun kriteria KIM yang terpilih adalah KIM yang aktif dalam melakukan komunikasi publik terkait bidang UMKM, Pariwisata, dan Pertanian.

“Dalam waktu dekat Dinas Kominfo DIY akan bersurat kepada Dinas Kominfo Kabupaten/Kota untuk kegiatan yang pendanaannya menjadi tanggung jawab pemerintah daerah masing-masing,” terang Suripto.

Ia juga mengatakan bahwa Forkom KIM DIY juga secara teknis akan membantu  memilih KIM yang akan menjadi wakil DIY di ajang kompetisi Nasional tersebut.

Pada surat dari Kementrian Kominfo itu telah disertai dengan buku pedoman Kompetisi KIM tahun 2023 yang berisi tentang klasifikasi pemenang, proses penilaian, kriteria penilaian dan waktu pengumpulan.

Dalam pedoman tersebut dijelaskan juga tentang klasifikasi pemenang untuk kategori KIM terbaik bidang UMKM, Pariwisata, Pertanian dan KIM terfavorit.

“Dari ajang Kompetisi KIM 2023 ini bisa menjadi pembelajaran bagi Forkom KIM DIY untuk kedepannya persiapan lebih matang dengan mengadakan kegiatan kompetisi serupa tingkat propinsi dengan maksud mencari wakil terbaik dari DIY untuk festival KIM tingkat Nasional,” tutup Suripto. (Sutarto Agus/KIM Seyegan)




Tim MAN 4 Sleman Berhasil Lolos Festival Kewirausahaan Nasional

Sleman – Sebanyak 7 Tim dari MAN 4 Sleman berhasil lolos seleksi pertama Festival Inovasi dan Kewirausahaan Siswa Indonesia (FIKSI) jenjang SMA/MA/SMK Tahun 2023. Lolosnya 7 (tujuh) tim tersebut tertuang dalam surat Keputusan Kepala Balai Pengembangan Talenta Indonesia Pusat Prestasi Nasional Sekretariat Jendral Kementerian Pendidikan Kebudayaan Riset dan Teknologi nomor 1276/J7.1/

“Alhamdulillah, 7 tim dari MAN 4 Sleman lolos, membanggakan karena terbanyak.  Semoga sukses untuk tahap berikutnya.  Kami berharap  semua tetap semangat untuk meraih hasil yang lebih baik,” kata Ahmad Arif Makruf, Kepala MAN 4 Sleman Rabu (2/8/2023).

Bidang yang diikuti dan lolos FIKSI meliputi budidaya dan lintas usaha, desain grafis, kriya, dan boga. 

“Sesuai program keterampilan yang menjadi unggulan madrasah yaitu APHP, Agribisnis Pengolahan Hasil Pertanian dan DKV atau Desain Komunikasi Visual,” lanjut Arif.  

Menurut Arif, lolosnya  7 tim ini semakin meneguhkan MAN 4 Sleman sebagai madrasah riset dan keterampilan.

“Apalagi FIKSI diselenggarakan oleh Balai Pengembangan Talenta Indonesia, Pusat Prestasi Nasional (Puspresnas), Sekretariat Jenderal, Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi,” tukasnya.

Tim yang dinyatakan lolos terdiri dari 15 (lima belas) siswa dengan 6 pembimbing. Tim pertama dengan judul Perlu Sabar terdiri Fatimatuzzahro Nawawi (XI PK) dan Meisya  Windi Ariyani. Tim dua dengan judul Selisak, Linda Rahmantika dan Ari Suci Wulandari.  Tim tiga dengan judul Abang Muda, anggota Ragita Nusaiba, Syamtina Musrifah.  Tim empat dengan judul Sasimari dengan anggota Shafa Naura Rizkiya Firdaus, Dewi Nayla Nurindah.  Tim lima dengan judul anggota Radish Shaquila A, Julita Sekar Sari.  Tim enam Komik Digital oleh Gazela Araya Bintang dan Tim Enam oleh Hasna Khoirunisa dengan judul Ecoprint.

“Seluruh tim mempersiapkan diri sebaik-baiknya guna untuk meraih prestasi terbaik, sudah di-upload sesuai ketentuan panitia,” kata Umi Hidayati, koordinator pembimbing yang beranggotakan Asri Widyawati, Sugihartini, Nur Wahyudin Al-Aziz  untuk bidang ketrampilan dan Agus Musthofah. (Edy/KIM Sumber Biwara Moyudan)




Panwaslu Depok Ingatkan Bahaya Politik Uang

Sleman – Koordinator Divisi Penanganan Pelanggaran dan Penyesaian Sengketa Panitia Pengawas Pemilihan Umum (Panwaslu) Kapanewon Depok, Huda Al-Amna mengingatkan bahaya politik uang dalam Pemilihan Umum Tahun 2024 mendatang. Menurutnya, pemberi dan penerima bisa dikenakan pasal sesuai dengan aturan yang berlaku.

“Mari kita cegah bersama. Kita sosialisasikan ke teman-teman dan kerabat kita, tolong hindari politik uang,” ajak Huda dalam acara Sosialisasi Bahaya Politik Uang di Denokan, Maguwoharjo, Depok, Sleman, Kamis (3/8).

Huda juga mengatakan bahwa politik uang dapat mencederai perjalanan demokrasi di tanah air. Untuk itu masyarakat perlu merubah stigma yang selama ini beredar yaitu dari semula ambil uangnya, jangan pilih orangnya, menjadi prinsip tolak uangnya, jangan pilih orangnya.

Menurut Huda, apabila praktik tidak baik ini terus menggejala di masyarakat, dapat dipastikan pemimpin yang terpilih nantinya menang dengan cara yang kurang bijak.

“Maka dari itu, marilah menjadi pemilih yang cerdas. Pilih sesuai hati nurani masing-masing. Jangan terpedaya oleh amplop-amplop yang berisikan lembaran beberapa uang itu,” ujar Huda.

Huda juga meminta kepada masyarakat untuk bisa melaporkan ke Bawaslu atau Panwaslu Depok jika mendapati praktik politik uang di wilayahnya.

“Bantu kami awas prosesnya, mari kita kawal bersama-sama,” pungkasnya. (Athiful/KIM Depok)




Puskesmas Kalasan Libatkan Anak-Anak dalam Basmi Jentik Nyamuk DBD

Kalasan – Buru Sergap Anti Jentik (Buser Antik) di wilayah kerja UPT Puskesmas Kapanewon Kalasan melibatkan anak-anak usia pendidikan dasar. Hal ini dilakukan disamping menjadi ajang memupuk kesadaran terhadap kesehatan diri sendiri juga sebagai wahana edukasi kesadaran kesehatan  lingkungan melalui PHBS.

Kepala UPT Puskesmas Kalasan dr. Dini Threes Harjanti ketika dihubungi Rabu (2/8/2023) menuturkan, Tim Buser Antik  dikembangkan dengan melibatkan anak-anak karena kasus DBD belum zero.

“Anak campingnya masih bagus dan hasil yang diperoleh apa adanya. Anak adalah komunitas  yang jumlahnya tidak sedikit, lingkup area berada di rumah, di sekolah, lingkungan sekitar rumah dan arena bermain. Dengan demikian cukup bisa menjangkau dalam kegiatan BUSER ANTIK,” tandasnya.

Di sisi lain, lanjut Dini, keberadaan mereka juga menjadi bagian pemberdayaan masyarakat dalam pembangunan bidang kesehatan.

“Kalau mereka diajak berperanserta membangun diri dan lingkungan sehat sejak dini, maka kedepan akan menjadi generasi penyangga bersama komponen lain,” imbuh dr. Dini.

Sementara itu Tim Sanitasi UPT Puskesmas Kalasan yang membidangi Buser Antik terdiri dari tiga orang, yaitu Catur Haryati, Lina Riati dan Lufiana. Ketika dimintai keterangan besaran peran anak-anak dalam kegiatan pemantauan jentik, Catur menuturkan, di Kapanewon Kalasan terdapat 80 Padukuhan, sedang jumlah Buser Antik Anak ada di 27 Padukuhan atau 33% dari jumlah seluruh Padukuhan, sisanya pemantauan jentik berkala dilakukan oleh kader dan tokoh masyarakat.

“Buser Antik melibatkan anak Mulai tahun 2013 di sekolah-sekolah, dirasa kerjanya efektif dan hasilnya bagus, kumudian dikembangkan diwilayah padukuhan-padukuhan. Mereka menjadi agen regenerasi masing-masing wilayah. Peran mereka diharapkan mampu menjadikan PHBS sebagai kebudayaan dan kebutuhan,” terang Catur.

Catur menambahkan, biasanya Buser Antik melakukan pemantauan jentik hari Minggu. Selain memantau dari rumah ke rumah, mereka juga mengamati dan mencermati tempat-tempat selain bak penampungan air, seper tempat air minum burung, tempat air minum ayam, tonggak bambu, kaleng dan lainnya yang berpotensi menjadi sarang nyamuk DBD secara berkala dan hasilnya dilaporkan setiap bulan melalui link yang telah tersedia.

Saat ini lanjut Catur, pihaknya masih berharap sembari memotivasi lainya agar keterlibatan anak-anak dalam pemantauan jentik ditiru bagi wilayah lain tanpa mengurangi peran yang lebih dewasa. “Bagaimanapun mereka masih didampingi oleh kader dan tokoh masyarakat,” tukas Catur.

KIM Kalasan mencoba mengikuti aktivitas Buser Antik Padukuhan Tamanan, Tamanmartani, yiaut Nandit dan Riska. Mereka yang usianya sebaya itu melakukan tugas dengan peralatan sederhana, berupa alat tulis dan lampu senter. Mereka mengamati bak penampungan air mandi kemudian mencatat hasil pengamatan. Namung sebelumnya terlebih dahulu menanyakan Nama Kepala Keluarga dan jumlah jiwa yang ada di rumah itu. Setelah semua selesai baru pindah ke rumah yang lain. (Tri Joko S / KIM Kalasan)