Forum PKP Gelar Monev Rencana Kerja Semester Pertama Tahun 2023

Sleman – Bertempat di Kopi Jongke Resto Sendangadi, Forum Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Kabupaten Sleman mengadakan kegiatan Diskusi Monitoring dan Evaluasi Rencana Kerja Pokja PKP Semester I tahun 2023, Selasa (1/8/2023)

Selain anggota Forum PKP, diskusi dihadiri juga oleh OPD terkait, BBWSSO DIY, Forum PKP DIY, Balai PPW DIY dan UPTD Persampahan Kabupaten Sleman.

Staf Ahli Bupati Sleman Bidang Ekonomi Pembangunan, Heru Saptono menuturkan, PKP sebagai gabungan kelompok kerja diharapkan ada sinkronisasi dalam perencanaan hingga monitoring evaluasi yang berimbas pada pelayanan masyarakat.

“Pokja PKP sendiri sudah diakomodir oleh OPD terkait. Sedangkan pokja PKP sendiri menjadi media kontrol untuk PKP ditengah dinamika pembangunan yang membutuhkan action plan yang cepat dan tepat,” ujar Heru.

Heru menambahkan, Forum PKP yang didalamnya ada akademisi, LSM dan Praktisi dapat memberikan umpan balik rencana PKP sebagai masukan  bagi pemangku kepentingan.

“Akhirnya hasil monev Forum PKP ini menjadi pencerahan dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat,” tutur Heru.

Kegiatan sendiri menghadirkan tiga orang narasumber yaitu yang pertama Dona Saputra Ginting dari BAPPEDA Kabupaten Sleman yang memaparkan capaian kinerja sanitasi dan air minum. Dona memberi pengantar dengan misi kelima Bupati Sleman yaitu membangun sarana dan prasarana yang memadai untuk mendukung terwujudkan Kabupaten cerdas.

Dona juga menambahkan tujuan dari kinerja yang dilakukan yaitu terwujudnya infrastruktur pelayanan dasar yang  memadai sekaligus yang mendukung pengembangan ekonomi dalam kondisi baik.

“Capaian untuk air limbah dengan kondisi akses layak telah mencapai 99,23 persen dan untuk akses aman mencapai 25,97 persen. Pengelolaan persampahan , terkelola 67,71 persen, penanganan 57,03 persen, pengurangan 10,68 persen dan tidak terkelola 32,29 persen. Untuk air minum, akses pelayanan air bersih sudah 100 persen, SPAM perpipaan 21,41 persen, dan SPAM non perpipaan 78,59 persen,” jelas Dona.

Narasumber kedua adalah Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Sleman, Ephipana dalam laporannya mendasarkan pada SE Bupati Sleman no. 35 tahun 2023 tentang penutupan Pelayanan TPA Regional Piyungan.

“Dengan SE tersebut seharusnya menjadi dasar dalam pengelolaan sampah yang masif dengan 2 kegiatan besar yaitu penanganan sampah dan pengurangan sampah, yang keduanya melibatkan peran aktif semua stake holder,” ujar Ephipana.

Ephipana menyampaikan upaya pemerintah Sleman dalam pengelolaan sampah yaitu dengan melibatkan kalurahan untuk pengelolaan sampah, meraih dana keistimewaan untuk kegiatan pengurangan dan pemilahan sampah dan memberi sangsi kepada masyarakat yang tidak mengelola sampah dengan baik dan benar.

Sebagai pemateri ketiga, Raden Adhi Heryadi, Ketua Forum PKP Kabupaten Sleman menyampaikan peran Forum dalam mendukung pembagunan daerah yaitu memberi masukan kepada pemerintah dalam  penyusunan rencana, pelaksanaan, pemanfaatan, pemeliharaan, perbaikan dan pengendalian pembangunan PKP.

Adhi berharap, Forum tidak sekedar rapat koordinasi saja, tapi bisa berbuat lebih untuk implementasi penyelenggaraan PKP di lapangan.

Setelah pemaparan dilakukan diskusi dan tanya jawab dengan peserta. (Sutarto Agus/KIM Seyegan)




Tanamkan Budaya Tertib Administrasi Lewat Lomba Epdeskel

Sleman – Pemerintah Kalurahan Condongcatur mengikuti Lomba Evaluasi Perkembangan Desa dan Kalurahan (Epdeskel) Tingkat Kabupaten Sleman Tahun 2023 yang diselenggarakan oleh Dinas Pemberdayaan Masyarskat Kalurahan  (PMK) Kabupaten Sleman

Kalurahan Condongcatur mendapat giliran ke 12 dilakukan Klarifikasi lapangan oleh tim juri Epdeskel sesuai jadwal yang telah ditetapkan pada Rabu (2/8/2023) di Gedung Serbaguna Condongcatur.

Panewu Depok, Wawan Widiantoro menuturkan, Kalurahan Condongcatur ditahun 2023 yang mewakili Kapanewon Depok mengikuti Epdeskel tingkat Kabupaten Sleman merupakan satu-satunya kalurahan yang membuat terobosan pembangunan berbasis di RW yaitu pemberian bantuan dana RW 40 Juta per RW per tahunnya.

“Dengan program ini dapat membangkitkan swadaya masyarakat dan gotong-royong untuk berlomba-lomba melakukan pembangunan di wilayah RW-nya masing,” ujar Wawan.

“Di samping itu Condongcatur juga berinovasi dengan menyelenggarakan pelayanan kesehatan yang terjangkau bagi masyarakat dengan adanya Klinik Nyawiji,” imbuhnya.

Sementara Kepala Dinas PMK Sleman, Samsul Bakri menjelaskan Epdeskel  dilaksanakan setiap tahun yang dilakukan secara berjenjang dan bergiliran di semua kalurahan dengan tujuan untuk mengukur, memotret, dan melihat sejauh mana pelaksanaan kegiatan pembangunan yang ada di Kalurahan.

“Tidak hanya pembangunan fisik tetapi juga pembangunan non fisik / pemberdayaan masyarakatnya Semua kegiatan itu dapat tergambar dalam dokumen administrasi yang yang ada,” ungkap Samsul.

Dirinya berharap, dengan adanya lomba ini dapat membentuk budaya Tertib Administrasi yang tidak hanya mencatat segalanya, tetapi juga melaksanakan kegiatan yang mengacu pada dokumen perencanaan dan sesuai aturan yang ada.

Lurah Condongcatur, Reno Candra Sangaji selanjutnya melakukan paparan kegiatan Kalurahan Condongcatur tentang penyelenggaraan pemerintah kalurahan,  inovasi, kreativitas, tanggap dan siaga bencana, ekonomi, partisipasi masyarakat, lembaga kemasyarakatan, PKK, keamanan dan ketertiban, pendidikan masyarakat, kesehatan masyarakat dan lingkungan.

“Pentingnya sebuah evaluasi dalam setiap bidang kegiatan karena merupakan salah satu cara untuk mengukur pekerjaan dari kinerja Kalurahan Condongcatur dan setelah adanya evaluasi ini kita menjadi tahu posisinya secara administrasi apa yang kurang ataupun belum lengkap agar dapat dilakukan pembenahan kedepannya,” kata Reno.

Usai pemaparan oleh Lurah, Tim Juri Epdeskel dari Dinas /OPD Kabupaten Sleman (Bappeda, Dinas Sosial, Dinas Koperasi dan UKM, Disperindag, DLH, Dinas Pertanian, Pangan dan Perikanan, Dinas Kebudayaan, Dinas Kominfo, Dinas Kesehatan, Dinas Pemuda dan olahraga, Dinas Pendidikan, Dinas Perpustakaan dan Kearsipan, Satpol PP, BPBD, Bagian Organisasi Setda, TP PKK dan Sub Sub Koordinator Dinas PMK Sleman) melakukan pengecekan data data administrasi yang telah dikumpulkan. (Wasana/KIM Depok)




Samakan Persepsi Terkait KUHP, Kemenkumham Gelar Peyuluhan Hukum Serentak

Sleman – Menyemarakkan Hari Dharma Karya Dhika ke-78, Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia (Kemenkumham) Kanwil DIY bekerja sama dengan Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Tentrem Yogyakarta menggelar Penyuluhan Hukum Serentak di berbagai daerah, salah satunya di Kalurahan Margorejo Tempel, Sleman, Rabu (2/8/2023).

Sri Sulistyowati dari Divisi Pelayanan Hukum dan HAM Kemenkumham DIY menuturkan kegiatan ini dilakukan sebagai upaya untuk menyamakan persepsi terkait Undang-Undang Nomor 1 tahun 2023.

“Penyelenggaraan sosialisasi yang dilaksanakan hari ini dalam rangka menyamakan persepsi terkait sosialisasi tentang Undang-Undang nomer 1 tahun 2023 tentang seluruh Indonesia,” ujar Sri Sulistyowati.

Dirinya berharap dengan adanya penyuluhan hukum tersebut masyarakat dapat mengenali dan memahami Undang-Undang yang mengatur tentang Kitab Undang-Undang Hukum Pidana ( KUHP ) supaya tujuan mewujudkan kesadaran hukum dapat tercapai.

“Sehingga masyarakat dapat mengetahui tentang perkembangan hukum saat ini,” sambungnya.

Selanjutnya pemateri yang kedua, Endika Setiawan dari LBH Tentrem Daerah Istimewa Yogyakarta menerangkan tentang apa saja bentuk bantuan hukum yang dapat diberikan, tentang kasus dan kejadian apapun.

“Dan ketika segala unsur nya terpenuhi LBH Tentrem siap memberikan bantuan secara hukum,” ungkap Endika. (SBD/KIM Tempel)




Gelorakan Semangat Perjuangan, Perwosi Gamping Gelar Lomba Senam Sleman Bangkit

Sleman – Menyongsong Dirgahayu Republik Indonesia ke-78 pada tahun 2023 ini Pemerintah Kapanewon Gamping melalui komunitas Persatuan Wanita Olahraga Seluruh Indonesia (Perwosi) mengajak seluruh elemen masyarakat untuk melaju bersama dan menggelorakan semangat perjuangan Bangsa Indonesia yang belum berakhir dengan menggelar kegiatan lomba senam Sleman Bangkit yang berlangsung di Pendopo Kapanewon Gamping, Sleman, Selasa (1/8/2023).

Kegiatan yang disemarakkan dengan adanya Bazar Usaha Peningkatan Pendapatan Keluarga Sejahtera dihadiri oleh Bupati Sleman, Kustini Sri Purnomo yang sekaligus menyerahkan secara simbolis penyaluran 17 orang penerima manfaat bantuan sosial Lanjut Usia Terlantar (LUT)  dan 19 orang penerima manfaat penyandang disabilitas dari Kementerian Sosial Republik Indonesia didampingi Panewu Gamping, Yakti Yudanto.

Dalam sambutannya, Bupati Sleman, Kustini Sri Purnomo menyambut baik adanya lomba senam sleman bangkit antar kalurahan se-Kapanewon Gamping yang diinisiasi oleh Perwosi, karena senam memiliki manfaat yang sangat penting dalam mengembangkan komponen fisik dan kemampuan gerak manusia.

“Bagi orang yang sudah lanjut usia (Lansia) dapat melakukan senam atau olah raga yang ringan dan mudah, serta tidak memberatka. Senam lansia jika dilakukan secara rutin dapat menjaga agar tubuh tetap bugar dan sehat. Karena dapat melatih tulang tetap kuat, dan mendorong detak jantung bekerja secara optimal, serta dapat menghilangkan radikal bebas dalam tubuh manusia,” terang Kustini.

Sementara menurut keterangan Ketua Perwosi Kapanewon Gamping, Hj. Eka Suryanto menginformasikan bahwa lomba senam sleman bangkit guna memeriahkan peringatan hari kemerdekaan Indonesia ke-78 yang diikuti sebanyak 9 kelompok senam dari 5 kalurahan se-Kapanewon Gamping memperebutkan hadiah berupa trofi, piagam penghargaan, serta uang pembinaan.

“Dengan semangat kemerdekaan ini kita dorong seluruh elemen mansyarakat Kapanewon Gamping agar mempunyai sifat tanggung jawab bersama, dapat bergerak secara harmoni menuju Indonesia maju sesuai dengan tema peringatan hari kemerdekaan tahun 2023 yakni Terus Melaju Untuk Indonesia Maju,” tegas Eka dihadapan peserta lomba.

Dirinya menambahkan, ajang lomba senam juga diharapkan mampu menggali potensi di bidang olahraga senam demi terbangunnya budaya olahraga senam sebagai kebutuhan hidup,sekaligus menjadi sarana hiburan yang murah meriah, ajang silaturahmi antar masyarakat se-kapanewon Gamping, untuk menjaga kerukunan dan kekerabatan antar sesama pun relaksasi. (Adnan Nurtjahjo|KIM Pararta Guna Kapanewon gamping)




Bantuan Atensi Diharap Dapat Tingkatkan Kualitas Hidup Lansia dan Disabilitas

Sleman – Pemkab Sleman menyalurkan bantuan Atensi (Asistensi Rehabilitasi Sosial) dari Sentra Antasena Magelang Kementerian Sosial (Kemensos) RI, Selasa (1/8), di kantor Kapanewon Ngaglik. Bantuan ini diserahkan langsung secara simbolis oleh Bupati Sleman kepada masyarakat penyandang disabilitas dan lansia.

Kepala Dinas Sosial Kabupaten Sleman, Mustadi, menjelaskan penyerahan bantuan ini juga dilakukan di seluruh Kapanewon di Kabupaten Sleman. Total ada sebanyak 1400 masyarakat Kabupaten Sleman yang menerima bantuan dari Kementrian Sosial di tahun 2023 ini.

“Bantuan ini berisi paket nutrisi, alat keperluan sehari-hari, dan alat bantu mobilitas,” jelasnya.

Sementara Bupati Sleman, Kustini Sri Purnomo, mengucapkan terima kasih kepada Sentra Antasena Magelang Kemensos yang telah memberikan bantuan kepada masyarakat Sleman. Diharapkan dengan adanya bantuan ini dapat meningkatkan kualitas hidup para lansia dan penyandang disabilitas di Kabupaten Sleman.

“Mengingat angka harapan hidup di Sleman itu tinggi, maka lansia harus sehat. Maka dengan bantuan ini semoga bisa menambah semangat para lansia dan disabilitas,” ungkapnya.

Kepala Sentra Antasena Magelang, Agung Suhartoyo, mengatakan bantuan ini merupakan tindak lanjut dari Asistensi Terintegrasi (ASTER) yang dilakukan pada 2022 lalu. Kegiatan ini dilakukan oleh Sentra Antasena Magelang bekerja sama dengan Dinas Sosial Sleman. Tujuannya yakni untuk menentukan masyarakat yang layak menerima bantuan ATENSI di tahun 2023 ini.