Rayakan HUT ke-17, RS Condongcatur Diharap dapat Terus Bersinergi dengan Pemkab Sleman

Sleman – Bupati Sleman Kustini Sri Purnomo hadiri puncak rangkaian Hari Ulang Tahun Rumah Sakit Condongcatur Depok Sleman ke-17 sekaligus meresmikan gedung baru rumah sakit umum tipe D, Selasa (1/8) siang. Rumah Sakit tersebut didirikan oleh PT. Karya Mitra Pratama pada tanggal 30 Juni 2006 lalu.

Dalam kesempatan itu, Kustini turut mengucapkan selamat serta memberikan apresiasi kepada RS Condongcatur yang telah 17 tahun berkiprah memberikan pelayanan kesehatan bagi masyarakat di Sleman. Kustini turut menyambut baik pembangunan gedung baru RS Condongcatur. Ia berharap, dengan selesainya pembangunan gedung baru ini dapat semakin meningkatkan kualitas pelayanan di RS Condongcatur.

“Dengan adanya gedung baru ini diharapkan dapat meningkatkan derajat kesehatan masyarakat di Kabupaten Sleman,” ujar Kustini.

Tidak lupa, Kustini juga mengajak RS Condongcatur untuk selalu bersinergi dengan Pemerintah Kabupaten Sleman dalam melaksanakan berbagai program kesehatan, salah satunya terkait penanganan stunting di Sleman.

Hal tersebut sesuai dengan tema yang diangkat pada HUT RS Condongcatur ke-17 ini, yaitu Bersinergi dan Berinovasi Tiada Henti.

Sementara itu, dalam sambutannya, Direktur RS Condongcatur, dr. Dewi Lestari, AIFO-K menerangkan gedung baru yang baru saja diresmikan itu akan dipergunakan untuk ruang ICU dan 13 kamar rawat inap.

“Tujuannya yakni untuk memberikan kenyamanan serta meningkatkan pelayanan bagi pasien RS Condongcatur,” kata Dewi. (Athiful/KIM Depok)




Sikapi Darurat Sampah, Masyarakat Diimbau Kelola Sampah dari Rumah Tangga

Sleman – Menyikapi kondisi darurat sampah yang terjadi akibat penutupan TPA Piyungan, DPRD DIY menggelar Sosialisasi Peraturan Daerah Istimewa Yogyakarta Nomor 3 Tahun 2013 tentang Pengelolaan Sampah Rumah Tangga dan Sampah Sejenis di Balai Kalurahan Kalitirto, Kapanewon Berbah, Sleman, Senin (31/7/2023). Hadir dalam acara tersebut adalah Ketua Komisi C DPRD DIY, Gimmy Rusdin Sinaga, dan perwakilan Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (DLHK) DIY.

Arihadi, Lurah Kalitirto dalam pengantarnya menyampaikan bahwa saat ini, dampak darurat sampah di Kalitirto mulai terasa. Salah satunya bisa dilihat dari menumpuknya sampah di balik pepohonan pinggir jalan jalan.

“Berbagai upaya telah dilakukan oleh Pemerintah Kalurahan Kalitirto untuk mengurangi timbulan sampah semaksimal mungkin, namun belum banyak menampakkan hasil yang signifikan,” ujar Arihadi.

Nanik Sri Handayani, dari Bidang Pengendalian, Perencanaan dan Kerusakan DLHK DIY mengingatkan dalam kondisi darurat sampah saat ini, perlu pemahaman  masyarakat bahwa yang paling bertanggungjawab terhadap sampah adalah para penghasil sampah itu sendiri.

“Karena itulah, perlu sinergisitas antara masyarakat dan pemerintah khususnya DLHK untuk menekan sekecil mungkin residu sampah yang dibuang ke TPA, baik melalui daur ulang, limbah plastik jadi bensin, budidaya maggot, pengomposan, dan lain-lain,” tuturnya.

Susanto, staf ahli Fraksi PDIP DIY menambahkan bahwa pengelolaan sampah rumah tangga dan sampah sejenis sampah rumah tangga dilakukan dengan cara pengurangan sampah, yang meliputi pembatasan timbulan sampah, pemanfaatan kembali sampah, dan pendaur ulangan sampah, serta penanganan sampah yang meliputi pemilahan, pengumpulan, pengangkutan, pengolahan dan pemrosesan akhir sampah.

Dalam kesempatan tersebut juga diusulkan agar Kalitirto membuat TPS3R, dan Gimmy Rusidin siap mengawal agar hal tersebut dapat direalisasikan. (M.A. Sanusi/KIM Tirto Gumregah Berbah).




Kuatkan Organisasi, FORKOM UMKM Tempel Gelar Pertemuan Rutin

Sleman – Forum Komunikasi (FORKOM) UMKM Kapanewon Tempel menggelar pertemuan rutin di Pendopo Embung Mororejo, Kapanewon Tempel, Sleman pada Selasa (1/8/2023). Kegiatan dihadiri oleh semua pengurus FORKOM UMKM Kapanewon Tempel dan Pengurus UMKM dari masing-masing Kelurahan se Kapanewon Tempel.

Petemuan dipimpin oleh Ketua FORKOM UMKM Tempel, Widiyarsih. Rapat membahas potensi dan permasalahan usaha kecil dan menengah dari masing-masing Kelurahan sekaligus solusi penanggulangannya.

Lebih lanjut dibahas persiapan UMKM untuk berpartisipasi pada agenda acara yaitu Gelar Budaya yang rencanannya akan diadakan pada 12-13 Agustus 2023 di Lapangan Lumbungrejo Tempel, serta Festival UMKM yang diadakan oleh Pemkab Sleman.

Untuk menyukseskan agenda tersebut, Widiyarsih meminta agar FORKOM UMKM Tempel dapat terus kompak dengan menjalin silaturahmi antar anggota.

“Bisa saling memberi masukan maupun inovasi inovasi untuk kemajuan UMKM se Kapanewon Tempel,” pungkasnya. (Sadhono Hadi/KIM Tempel)




Jadi Perwakilan Sleman di Lomba Tingkat Provinsi, LPMKal Bimomartani Dievaluasi

Sleman – Tim Evaluasi LPMKal tingkat Propinsi DIY tahun 2023 melaksanakan penilaian kepada LPMKal Bimomartani yang mewakili Kabupaten Sleman dalam Lomba LPMKal Tingkat Provinsi DIY, pada hari Senin (31/7/2023) di Kantor Kalurahan Bimomartani, Ngemplak, Sleman. Hadir dalam kegiatan tersebut Asisten Sekretaris Daerah Bidang Pemeritah dan Kesejahteraan Sleman, Kepada Dinas PMK kabupaten Sleman, Anggota DPD LPM Kabupaten, Panewu Ngemplak, Danramil, Kapolsek, Lurah dan pamong Bimomartani, Ketua LPM dan anggota pengurusnya.

HY Aji Wulantara, Asek I Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Sleman menyampaikan bahwa evaluasi terhadap LPMKal bukan tanpa alasan, tetapi memang LPMKal selama ini telah berkiprah dan mempunyai kegiatan riil dalam mengembangkan kelembagaannya.

“Demikian juga Bimomartani yang selama ini telah mengembangkan kegiatan inovasi  yaitu ipal komunal, budidaya ikan air tawar dan membangun ekonomi dengan ternak kambing,” tuturnya.

Aji menambahkan bahwa dalam evaluasi pasti mempunyai kekurangan dan kelebihan, sehingga arahan tim evaluasi dapat dijadikan sebagai catatan untuk mendorong kemajuan.

Erliana Setyowati, dari Biro Bermas DIY, sebagai Ketua Tim Evaluasi dalam sambutannya menyatakan bahwa LPMKal selama ini telah menjadi motor penggerak dalam pembangunan.

“Selain itu juga berkiprah dalam pemberdayaan masyarakat. Artinya LPMKal sudah terbiasa bekerja sama dengan pihak lain,” tukas Erlina.

Dirinya berharap, LPMKal ke depan juga bisa menjaga semangat gotong royong menuju masyarakat yang mandiri.

Pada kesempatan tersebut, Makomi Nurasyid, selaku Ketua LPMKal Bimomartani mempresentasikan tetang kiprah dari LPMKal Bimomartani.  Makomi secara runtut menjelaskan dari dasar hukum, visi-misi, program kerja dan kegiatan, sinergitas LPMKal-Kalurahan-lembaga -lembaga Kemasyarakatan dan Inovasi LPMKal yang meliputi pengelolaan IPAL Komunal, budidaya ikan air tawar dan peternakan kambing.

Selesai presentasi, tim juri melihat kegiatan administrasi LPMKal di Sekretariat LPMKal dengan melakukan wawancara dan melihat pembukuannya. Selain itu, tim juri juga melihat kegiatan inovasi di lapangan yang menjadi kegiatan andalan LPMKal Bimomartani.

Sebelum acara pelepasan, tim juri yang diwakili okeh Haryanto memberi kesan dan pesan yang pada intinya adalah bahwa lomba LPMKal ini bertujuan untuk menguatkan lembaga itu sendiri.

“Lomba juga merupakan bagian dari pembinaan utamanya untuk pemberdayaan masyarakat. Sedangkan inovasi yang telah dilakukan merupakan pengembangan masyarakat,” ujar Haryanto.

Tutik Wahyuningsih, Lurah Bimomartani yang melepas juri lomba menekankan bahwa fungsi strategis dari LPMKal adalah sebagai mitra kalurahan dalam pembangunan sehingga masih memerlukan pembinaan dan pendampingan untuk meningkatkan fungsinya. (Sutarto Agus/KIM Seyegan)




Meriahkan HUT RI Ke-78, Kapanewon Turi Gelar Lomba Green and Clean

Sleman – Dalam rangka memperingati HUT Kemerdekaan RI tanggal 17 Agustus 2023, Pemerintah Kapanewon Turi menyelenggarakan Lomba Green and Clean antar Kalurahan di Kapanewon Turi. Setiap kalurahan menyiapkan satu padukuhan yang akan diikutkan lomba kebersihan, dan akan dievaluasi. Proses evaluasi sendiri dimulai pada Selasa (1/8/2023) di Kembangarum Turi 13.

Acara dibuka dengan penyampaian profil Dusun Kembangarum Wetan oleh Taufik Aditya, perwakilan Kembangarum. Beberapa hal yang disampaikan antara lain tentang pengelolaan sampah, pemanfaatan pekarangan, fasilitas umum, rencana kerja, kegiatan PKK, kegiatan Kelompok Tani Turi Mulyo, kegiatan keagamaan, aturan merokok, pengelolaan air bersih, dan keamanan dusun.

Panewu Anom Turi, Azwar Effendi yang memimpin tim evaluasi mengapresiasi kegiatan yang dilakukan di Padukuhan Kembangarum. “Sudah baik, dan tertata,” tukasnya.

Ia juga menuturkan bahwa proses evaluasi harusnya dihadiri langsung oleh Panewu, namun berhalangan hadir karena ada ketugasan lain. (Suharno/KIM Kertomandiri)