Jelang Bertugas Saat Upacara HUT RI ke-78, Paskibraka Pakem Siap Dilatih

Sleman – Terpilih menjadi pasukan pengibar bendera (Paskibra) menjadi kebanggaan bagi siswa dan orang tua sekaligus amanah dari sekolah.  Oleh karena itu tugas sebagai paskibra harus dijalankan dengan sungguh-sungguh dan penuh tanggung jawab karena mengemban amanah.

“Terpilih menjadi anggota Paskibra memberikan banyak manfaat untuk masa depan kalian,” kata Rakhmat Harinawan Panewu Pakem saat memberikan arahan kepada 82 siswa-siswi yang terpilijh menjadi Paskibra Kapanewon Pakem pada Selasa (1/8/2023) di Lapangan Pojok Harjobinangun Pakem Sleman Daerah Istimewa Yogyakarta.

Meskipun baru Paskibra tingkat kapanewon, Rakhmat meminta para peserta agar tetap tekun, semangat, sungguh-sungguh dalam berlatih agar nantinya lancar bertugas dengan baik.  Calon siswa Paskibra berasal dari SMA Islam Pakem, SMK Sanjaya, SMK Hamong Putera, SMA N Pakem, MA Darul Hikmah, SMK Kanisius, SMK Muh Pakem, SMA Muh Pakem dan MAN 4 Sleman.

“Selama latihan para peserta akan belajar kedisiplinan, kepemimpinan, tanggung jawab, saling menghargai, saling menghormati hingga patrotisme,” ungkap Rakhmat.

Rakhmat juga mengingatkan kepada seluruh calon paskibra untuk memperhatikan kesehatan diri masing-masing. 

Ia menambahkan jika ada calon anggota Paskibra yang memiliki riwayat penyakit tertentu supaya melaporkan kepada tim kesehatan. 

“Tujuannya agar terdeteksi sejak dini guna mengantisipasi hal-hal yang tak diinginkan.  Komunikasi yang baik antara peserta dengan pelatih dan panitia akan turut memperlancar kegiatan latihan hingga pelaksanaan,” pungkasnya. 

Rakhmat selanjutnya menyerahkan kepada Tim Pelatih Paskibra Kapanewon Pakem.  Hadir dalam penyerahan tersebut Kapolsek, Danramil, KUA, Puskesmas, para kepala SMA/SMK/MA se-Kapanewon Pakem serta tamu undangan.  (Edy/KIM Sumber Biwara Moyudan)




Melihat Usaha Internet yang Jadi Andalan BUMKal Tamanmartani

Kalasan – Bidang usaha internet di Badan Usaha Milik Kalurahan Tamanmartani saat ini lebih memiliki Nilai ekonomi dibanding tiga bidang usaha lainya, sehingga mampu menopang keberlanjutan usaha BUMKal 5758 (Maju Mapan) Tamanmartani.

Direktur BUMKal 5759 Wawan Purwanto ketika dihubungi di kantornya Selasa (1/8/2023) menuturkan, BUM Kal yang ia pimpin memiliki empat unit Bidang Usaha yaitu Bidang Internet, Bidang BPJS Ketenagakerjaan, Bidang usaha Agen Air Mineral Daxu dan Unit Usaha Kelola Sampah.

“Di antara bidang usaha terdapat tiga yang merupakan penugasan dari lurah, penugasan itu lebih pada mengedepankan aspek sosial dari pada aspek bisnis. Penugasan kepada BUM Kal meliputi BPJS Ketenagakerjaan, kelola sampah dan air mineral. Ketiganya bersifat perlindungan terhadap masyarakat Kalurahan,” terang Wawan.

Di bidang Usaha Internet, lanjut Wawan, jumlah pelanggan internet adalah sebanyak 723. Sementara hasil survey kepuasan pelanggan internet melalui responden pengisi google form tentang pelayanan internet BUM Kal sangat baik 18,2%, baik 63%, kurang 18,2%.

“Untuk katagori tarif langganan, mahal 0%, terjangkau 72,7%, murah 9,4% dan murah sekali 18,2%. Sementara untuk respon petugas internet raspon lambat 9,1%. Sedang 36,4% dan respon cepat 54,5%,” jelas Wawan lagi

Terhadap pelayanan internet, Manajer bidang usaha internet Agus Hanif Hidayat menuturkan bahwa selama ini bidangnya tidak mengalami kendala yang berarti.

“Dari pelanggan komplain hanya pada saat listrik padam,” ujar Agus.

BUM Kal 5758 berdiri tahun 2015, sempat vakum, tetapi mulai bangkit pada akhir tahun 2020. Hingga saat ini mampu mengangkat tenagakerja sebanyak 17 orang dengan gaji diatas UMR. Saat ini BUMKal 5758 juga sedang melaksanakan upaya peningkatan bidang usaha yang lain. (Tri Joko S /KIM Kalasan)




Forum Warga Panwascam Gamping Dorong Masyarakat Ikut Awasi Pemilu

Untuk memperkuat kapasitas pengawasan, serta mendorong adanya pelibatan warga masyarakat yang lebih luas dalam kegiatan pengawasan penyelenggaraan Pemilu 2024, maka Panitia Pengawas Pemilihan Umum (Panwaslu) Kecamatan Gamping mengajak segenap pegawai Puskesmas Gamping I untuk turut andil dalam mengawasi tahapan Pemilu melalui kegiatan forum warga yang diselenggarakan di Aula Puskesmas Gamping I, Ambarketawang, Gamping, Sleman, Senin (31/7/2023) siang.

Kegiatan yang dihadiri oleh Kepala Puskesmas Gamping I, Andriyani diikuti sebanyak 50 pegawai di lingkungan Puskesmas Gamping I yang sangat antusias mendengarkan paparan materi yang disampaikan Ketua Panwaslu Kecamatan Gamping, Adnan Iman Nurtjahjo sekaligus sebagai Koordinator Divisi Sumberdaya Manusia, Organisasi, dan Data Informasi, yang dilanjutkan oleh Koordinator Divisi Penanganan Pelanggaran dan Penyelesaian Sengketa, Antonius Hery Purwito, serta Koordinator Divisi Hukum, Pencegahan, Partisipasi Masyarakat dan Hubungan Masyarakat, Kurniawan Prihandoko.

Dalam sambutan pembukanya, Kepala Puskesmas Gamping I, Andriyani sangat mendukung adanya kegiatan forum warga di lingkungan institusi yang dipimpinnya. Harapannya usai menerima materi terkait pengawasan partisipatif pemilu pihaknya dapat mengimplementasikan dan menciptakan karakter pengawasan pemilu yang melekat kepada masyarakat sehingga segala bentuk pelanggaran Pemilu bisa dilakukan pencegahan dan pengawasan secara langsung demi menekan jumlah pelanggaran Pemilu yang akan terjadi.

“Semoga kami memperoleh pengetahuan dan wawasan yang baru tentang pengawasan kepemiluan dan dapat berpartisipasi aktif di dalam proses Pemilu baik sebagai pengguna hak pilih, melakukan pendidikan politik ke sesama, serta membantu dalam pengawasan Pemilu,” tutur drg. Deni.

Adapun materi yang diberikan kepada para pegawai Puskesmas Gamping I yang keseluruhannya berstatus sebagai Aparatur Sipil Negara meliputi maksud dan tujuan diselenggarakan kegiatan forum warga, hakikat forum warga, simbol pengawasan partisipatif, manfaat adanya forum warga, serta terkait pengawasan netralitas Aparatur Sipil Negara melalui aplikasi SIAPNET Komisi Aparatur Sipil Negara yang dipaparkan oleh Ketua Panwaslu Kecamatan Gamping, Adnan Iman Nurtjahjo.

“Sesuai dengan yang tertuang pada Pasal 6 Undang-Undang Nomor 5 Tahun 2014 tentang Aparatur Sipil Negara (ASN) bahwa Pegawai Aparatur Sipil Negara terdiri atas Pegawai Negeri Sipil (PNS) dan Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK). Mereka wajib menaati ketentuan peraturan perundang-undangan yang diawasi oleh Komisi Aparatur Sipil Negara untuk menciptakan pegawai dan bebas dari intervensi politik untuk menciptakan Pegawai ASN yang profesional dan berkinerja, memberikan pelayanan secara adil dan netral, serta menjadi perekat dan pemersatu bangsa,” lanjut Adnan.

Selanjutnya Koordinator Divisi Penanganan Pelanggaran dan Penyelesaian Sengketa, Antonius Hery Purwito menyampaikan materi terkait tata pelaporan dugaan pelanggaran pemilu agar warga masyarakat dapat memahami tata cara pelaporaan adanya dugaan pelanggaran pemilu sesuai dengan regulasi yang ada.

Sedangkan Koordinator Divisi Hukum, Pencegahan, Partisipasi Masyarakat dan Hubungan Masyarakat, Kurniawan Prihandoko membahas tentang fungsi pencegahan yang sangat penting dilakukan karena melalui forum warga yang terdiri dari berbagai elemen masyarakat, saat ini diharapkan mampu untuk melakukan pencegahan di ranah masyarakat dimana fungsi pencegahannya belum dapat dilakukan secara maksimal. (Adnan Nurtjahjo|KIM Pararta Guna Kapanewon Gamping)




Mampu Kendalikan Inflasi Daerah, Pemkab Sleman Terima Intensif Dari Kemenkeu dan Kemendagri RI

Sleman – Pemerintah Kabupaten Sleman menerima alokasi intensif tahun 2023 dari Kementerian Keuangan dan Kementerian Dalam Negeri atas keberhasilannya dalam mengendalikan inflasi daerah.

Pemberian intensif tersebut diserahkan secara simbolis oleh Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian dan Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani kepada Bupati Sleman Kustini Sri Purnomo bertempat di Gedung Sasana Bhakti Praja, Kantor Kemendagri, Jakarta Pusat, Senin (31/7).

“Pemberian intensif fiskal untuk Pemkab Sleman ini sebagai bentuk apresiasi Pemerintah Pusat atas kinerja Pemkab Sleman dan seluruh pihak yang bekerjasama untuk mengendalikan inflasi daerah dan memberikan yang terbaik bagi masyarakat,” Kata Bupati Sleman, Kustini Sri Purnomo.

Pada penyerahan periode pertama di tahun ini tercatat ada 33 daerah yang ditetapkan sebagai penerima alokasi insentif tahun 2023 sebesar Rp 330 miliar. Pemkab Sleman menjadi salah satu penerima intensif fiskal dengan nominal intensif sebesar Rp 10,02 miliar.

Adapun kinerja pengendalian inflasi dinilai berdasarkan 4 hal, yaitu pelaksanaan 9 upaya yang menunjukkan pengendalian inflasi pangan yang telah dilakukan pemda, kepatuhan penyampaian laporan kepada Kemendagri, peringkat inflasi, dan rasio realisasi belanja tagging inflasi terhadap total belanja daerah.

“Terkait penggunaannya, Pemkab Sleman akan melaksanakan arahan pusat yaitu dipergunakan untuk mendanai kegiatan sesuai prioritas kebutuhan daerah yang manfaatnya diterima dan dirasakan langsung oleh masyarakat,” ujar Kustini.

Lebih lanjut, Kustini menyebut Pemkab Sleman terus melakukan berbagai upaya dalam mengendalikan inflasi daerah, sejumlah upaya tersebut diantaranya menyelenggatakan operasi pasar atau pasar murah, rapat koordinasi bulanan, high level meeting dan pemantauan pasar menjelang Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN), kerja sama antar daerah lain di dalam maupun luar DIY dalam rangka pemenuhan kebutuhan masyarakat, dan inspeksi pasar jika terdapat indikasi permasalahan stok atau harga.




Seyegan Gelar MTQ Tingkat Kapanewon Tahun 2023

Sleman – Kapanewon Seyegan menggelar Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) tingkat Kapanewon Seyegan tahun 2023 di Komplek Kapanewon Seyegan, Minggu (30/7/2023). Mengambil tema Dengan MTQ Kita Wujudkan Generasi yang Qurani, Cerdas, dan Berdaya Saing, MTQ ini diikuti oleh 170 peserta dari tingkat SD/MI, SMP/MTS, SMA, SMK, dan ponpes dengan cabat perlombaan Tilawah Qur’an, Tartil Qur’an, syahril Qur’an, Tahfidz Qur’an, Adzan dan Kaligrafi.

“Maksud dan tujuan dari MTQ yaitu sebagai forum atau wahana silaturahmi ulama- umara- kafilah dalam meningkatkan isi kandungan Al Qur’an,” ujar Hasyim, Ketua Panitia MTQ dan juga Ketua LPTQ Seyegan.

Ketua LPTQ Kabupaten Sleman, Muhsin Kalida, mengapresiasi pelaksaan MTQ ini, di mana para peserta terlihat sangan bersemangat mengikuti cabang perlombaan.

Ia juga menyampaikan bahwa Lembaga pengembangan Tilawatil Qur’an Kabupaten Sleman, saat ini terus berbenah dengan melakukan penguatan penguatan yaitu penguatan Sumber Daya Manusia (SDM), networking (jaringan) dan publish.

“Dengan penguatan yang dilakukan, saya berharap penyelenggaraan MTQ akan lebih baik dan profesional, serta penyelenggaraannya melibatkan sektor usaha untuk menunjang pendanaannya. Sekaligus dengan MTQ syiar Islam juga akan lebih meningkat,” ujar Muhsin.

Sementara itu Samino, Panewu Seyegan dalam sambutannya menyampaikan bahwa MTQ ini merupakan hajat tahunan yang mempunyai makna Syair dan Syiar.

“Syair dalam kandungan Al Qur’an yang digemakan di semua cabang yang dilombakan. Sedangkan syiar Islam ditengah kemajuan teknologi informasi yang sedikit banyak berdampak pada generasi muda,” ungkap Samino.

Untuk itu, lanjutnya, dengan membumikan Al Qur’an diharapkan menjadi bentuk kewaspadaan terhadap generasi muda dengan memberi ruang yang cukup untuk mempelajari Al Qur’an.

Perlombaan sendiri dimulai dari pukul WIB dan berakhir pukul WIB. Keluar sebagai pemenang untuk Lomba Tartil kategori putra adalah Raffa Ahza Adhitama dari padukuhan Kasuran, dan untuk kategori putri adalah Chayra Fayyola Nadhifa dari Margoagung. Untuk Lomba Tilawah anak, keluar sebagai pemenang untuk kategori putra adalah Gilang Aditya Siraed dari Sompokan, dan untuk putri adalah Cindy Asyila Fatika dari Ngino.

Untuk lomba Tilawah Remaja, pemenang kategori putra adalah M. Ayub Ali Hasyim dari Kamal Kulon, dan kategori putri adalah Raissa Zafira Salsabila dari SMA N 1 Seyegan. Untuk lomba Tahfidz 1 Juz dan Tilawah kategori putra, pemenangnya adalah M. Rasyid Hanafi dari MTs N 1 Sleman untuk putra, dan Ilfia Farah Al Haja dari Sompokan untuk putri. Sementara untuk Tahfidz 5 Juz dan Tilawah, tidak ada yang berhasil meraih peringkat satu, dan untuk MSQ berhasil diraih oleh MTS N 1 Sleman.

Untuk lomba Kaligrafi, Azka Shesari Basrio dari Jamblangan berhasil meraih peringkat 1 kategori putra, dan Kayla Nadin dari SMP N 1 Seyegan untuk kategori putri. Untuk adzan tingkat anak dimenangkan oleh Ahmad Munaji dari SD N Susukan, serta untuk tingkat remaja berhasil dimenangkan oleh Muh. Ma’ruf dari Terwilen.

Setiap pemenang masing-masing mendapatkan piala, sertifikat, dan uang pembinaan, serta berhak mewakili Kapanewon Seyegan pada lomba MTQ tingkat kabupaten.  (Sutarto Agus/KIM Seyegan).