Meriahkan Muscab, Muhammadiyah Berbah Gelar Pawai Ta’aruf

Sleman – Dalam rangka memeriahkan Musyawarah Cabang Pengurus Cabang Muhammadyah dan Pengurus Cabang Aisyiyah Kapanewon Berbah, Panitia  Musyawarah Cabang (muscab) menyelenggarakan pawai Ta’aruf yang melibatkan semua Amal Usaha Muhammadyah (AUM) yang ada di kapanewon Berbah. Dilaksanakan para Minggu (27/8/2023), pawai diawali dari halaman masjid Sulthoni Wotgaleh melewati jalan raya Berbah dan berakhir di halaman Kapanewon  Berbah, dengan waktu tempuh sekitar 80 menit.

Hadir dalam pelepasan pawai Bupati Sleman, Panewu Anom, Danramil, Polsek, Anggota DPRD, Lurah Kalitirto, Ketua PCM, Ketua PCA, Ketua KUA, MUI Berbah, IPHI Berbah, Hisbul Waton, Rois Masjid Sulthoni Wotgaleh. Relawan Lazismu, KOKAM, FKPM, warga Muhammadiyah.

Adapun peserta pawai adalah berbagai amal usaha Muhammadyah kapanewon Berbah terdiri dari SDM Noyokerten, SDM Semoga, SDM Bulu, SMPM Berbah, SDM Pajangan 2, SDM Karangharjo, SDM Pajangan 1, Guru TK ABA Berbah, UMKM, warga Muhammadyah Sendangtirto, SMKM Berbah, Hisbul Waton.

Ketua Pengurus Cabang Muhammadyah Berbah, Sudjarwo, dalam sambutanya menyampaikan bahwa muscap Pengurus Muhammadyah Berbah akan berlangsung satu hari pada hari Minggu 27 Agustus 2023 di Komplek SMKM Berbah.

“Dalam rangka Muscab juga diadakan kegiatan songsong muscab dengan berbagai kegiatan diantaranya jalan sehat Jumat 18 Agustus  dan Kirab Ta’aruf pagi ini,” ujarnya.

Sudjarwo menambahkan bahwa kirab ta’aruf diikuti oleh seluruh amal usaha Muhammadyah Berbah  dengan jumlah peserta 1898 terdiri dari guru dan murid TK, SD, SMP, SMK beserta warga Muhammadyah Berbah.

“Dengan kirab ta’aruf semoga bisa memperkuat silaturahmi dan ukuwah antar warga Muhammadyah,” tukasnya.

Bupati Sleman, Kustini Sri Purnomo mengucapkan selamat atas terselenggaranya muscab pengurus cabang Muhammadyah fan Aisyiyah Cabang Berbah. Ia berharap, dengan muscab dapat meneruskan program yang baik pada periode lalu bisa dipertahankan

“Semoga dengan kirab ta’aruf menjadi jalinan silaturahmi pimpinan dengan anggota warga Muhammadyah,” tambahnya.  (Kusnadi/KIM Berbah)




Perwosi Moyudan Gelar Lomba Senam Sleman Bangkit

Sleman- Perwosi (Persatuan Wanita Olahraga Seluruh Indonesia) Kapanewon Moyudan, Kabupaten Sleman menggelar lomba Senam Sleman Bangkit pada hari Sabtu (26/8/2023) di Pendopo Kapanewon setempat.

Panewu Moyudan Harsowasono dalam sambutannya menyampaikan bahwa lomba Senam Sleman Bangkit yang diselenggarakan merupakan prakarsa dari PERWOSI Kapanewon Moyudan. Ia juga menambahkan bahwa lomba diikuti oleh 12 regu dari 4 Kalurahan di Kapanewon Moyudan.

“Dalam lomba ini bukan kejuaraan yang kita utamakan, tetapi yang lebih utama adalah membudayakan senam agar kesehatan tetap terjaga.” Tutur Hasto.

Lebih lanjut Panewu Moyudan menyampaikan bahwa selain lomba senam dan senam masal juga digelar 57 stand UMKM produk unggulan Kapanewon Moyudan.

Siti Baroroh pengurus Perwosi Kabupaten Sleman dalam sambutannya menyampampaikan apresiasi kepada perwosi Moyudan yang telah menyelenggarakan lomba senam Sleman Bangkit dan senam massal.

Lebih lanjut Baroroh mengutarakan bahwa sampai saat ini sudah 14 Kapanewon yang dikunjunginya.

“Senam Sleman Bangkit ini merupakan hasil kolaborasi dari Dikpora, Dinas Pendikan dan Dinas Kesehatan yang sudah dipatenkan, jadi milik semua warga Sleman.” pungkas Baroroh.

Bupati Sleman Kustini Sri Purnomo dalam sambutannya mengucapkan terima kasihnya kepada Perwosi Moyudan yang telah menyelenggarakan lomba Senam Sleman Bangkit. Kustini berharap dengan senam bisa memupuk persatuan dan kesatuan.

“Kita sudah memasuki tahun politik, mari kita tetap jaga persatuan dan kesatuan, pilihan boleh berbeda tetapi paseduluran tetap kita wujudkan,” ajak Kustini.

Lebih lanjut ia mengungkapkan Senam Sleman Bangkit  yang hanya berdurasi tujuh menit tetapi merupakan gerakan budaya Sleman.

Selanjutnya Kustini juga menyerahkan tropfi kepada para juara. Keluar sebagai Juara 1 adalah Kalurahan Sumberagung, juara 2 Kalurahan Sumberrahayu, dan juara 3 Kalurahan Sumberagung. Sedangkan untuk juara harapan 1 dan harapan 2 dari Kalurahan Sumbersari.

Para juara selain menerima trofi juga diberikan uang pembinaan masing-masing untuk juara I sebesar  1 juta Rupiah, juara II 750 ribu Rupiah, juara III sebesar 600 ribu Rupiah. Sementara untuk juara harapan I dan II masing-masing mendapat 400 ribu Rupiah dan 300 ribu Rupiah. (Giek/ KIM Sumber Biwara Moyudan )




Tingkatkan Keamanan Lingkungan, Lumbungrejo Gelar Pembinaan Kamtibmas

Sleman – Pemerintah Kalurahan Lumbungrejo mengadakan Pembinaan Keamanan dan Ketertiban Masyarakat sekaligus Sosialisasi Perda nomor 12 tahun 2020 tentang Penyelenggaraan Ketentraman, Ketertiban Umum dan Perlindungan Masyarakat, bertempat di Aula Lantai 2 Balai Kalurahan Lumbungrejo, Kapanewon Tempel, Sleman, Jumat (25/8/2023).

Hadir dalam kesempatan ini, Kepala Jawatan Keamanan Kapanewon Tempel, Supardi Lurah Lumbungrejo, Al Hakim, beserta pamong kalurahan dari Carik sampai Dukuh, Ketua BPKal, perwakilan unsur relawan, satuan linmas, jaga warga, serta tokoh masyarakat lainnya.

Dalam sambutannya Lurah Lumbungrejo, Misbah Al Hakim mengapresiasi berharap kegiatan ini semakin menambah peran aktif menjaga ketertiban dan keamanan di wilayahnya masing-masing.

“Dari pembinaan ini dimohon kepada para pihak untuk mencegah kerawanan sosial yang bisa memicu konflik di tengah masyarakat, seperti masalah sampah, dimohon kesadarannya juga menjaga iklim politik ditahun pemilu mendatang, dan kami berharap jaga warga semakin aktif bersinergi dengan lainnya,” ungkap Misbah.

Materi yang disampaikan dalam acara Pembinaan KAMTIBMAS ini diberikan Kasubnit Bintipsos Ditbinmas Polresta Sleman, Aiptu Giri Sutopo. Dalam kesempatan ini Giri Sutopo menitikberatkan pembahasan tentang Peran Masyarakat Dalam Meningkatkan Kamtibmas dan Pencegahan Kejahatan Jalanan.

Dalam menyampaikan materi, Giri memfokuskan tentang  peran orang tua, tokoh masyarakat, lembaga Keamanan yang membantu pemerintah kalurahan didalam mengatasi permasalahan-permasalahan , konflik di masyarakat, sampai dengan restorasi justice. Selain itu disampaikan juga permasalahan apa saja yang bisa diselesaikan di tingkat bawah, sehingga diharapkan para pihak dapat memahami tugas dan kewenangannya sehingga jika terjadi permasalahan dapat diselesaikan.

“Tujuan diadakannya pembinaan ini tentu saja untuk menciptakan partisipasi dan peran aktif masyarakat terutama dalam memelihara Kamtibmas serta mendukung terselenggaranya sistem keamanan lingkungan dan mewujudkan masyarakat yang memiliki kemampuan deteksi dini serta problem solving,” ujar Giri.

“Pasalnya fungsi Binmas merupakan unsur pelaksana Polri yang tugasnya terhadap masyarakat  adalah pembinaan terhadap bentuk-bentuk pengamanan swakarsa (pam swakarsa) serta kerja sama dengan organisasi, lembaga, instansi, dan atau tokoh masyarakat guna peningkatan kesadaran dan ketaatan masyarakat terhadap hukum dan ketentuan peraturan perundang-undangan serta terpeliharanya keamanan dan ketertiban masyarakat,” imbuhnya lagi.

Terkait kejahatan jalanan, Aiptu Giri Sutopo menyampaikan bahwa kejahatan terjadi bukan hanya karena ada niat pelaku, melainkan karena ada kesempatan.

“Prinsip dalam dunia kriminalitas itu masih dan akan selalu relevan. Kejahatan jalanan akan marak jika kesempatan untuk melakukannya terbuka lebar. Kesempatan bisa datang ketika aparat kepolisian mengendurkan pencegahan ataupun pemberantasan dan warga melonggarkan kewaspadaan. Karena itu, sebagai pelindung masyarakat, Polri pantang abai barang sedetik pun memberikan perlindungan,” tutur Giri.

Menurutnya, operasi memberantas kejahatan jalanan semestinya tak kenal waktu. Operasi mesti dilakukan setiap saat untuk menutup celah para kriminal berbuat jahat. Rakyat butuh rasa aman kapan pun, di mana pun, dan menjadi tugas polisi untuk memberikan jaminan keamanan itu.

“Peran serta masyarakat sama pentingnya untuk menangkal kejahatan jalanan. Peran paling dasar ada dalam diri pribadi setiap orang untuk menutup kesempatan bagi penjahat. Jangan keluar malam jika tak ada kepentingan yang sangat mendesak, jangan pergi sendirian, dan berlakukan jam pasti kan anak anak kita sudah di rumah,” jelas Giri Sutopo.

“Keberhasilan penanggulangan kejahatan jalanan juga sangat ditentukan dengan sejauh mana partisipasi dan peran aktif masyarakat, artinya oleh setiap pihak. Mengingat Kepolisian tidak mungkin bisa bekerja sendiri. Perlu kerja sama sinergis antara kita semua, seluruh elemen masyarakat,” tambahnya.

Selanjutnya, narasumber yang kedua dari Satpol-PP kabupaten Sleman, yang dalam hal ini disampaikan Franciskus Xaverius Anom Krisjatmono, Polisi Pamong Praja Pertama Satuan Polisi Pamong Praja Kabupaten Sleman yang memberikan sosialisasi mengenai Perda nomor 12 tahun 2020, tentang Penyelenggaraan Ketentraman, Ketertiban Umum dan Perlindungan Masyarakat.

Secara garis besar disampaikan dalam perda ini mengatur tentang segala aspek penyelenggaraan trantibum termuat dalam 11 bab, 81 pasal, 135 ayat dan 51 halaman ini memuat sasaran dan objek trantibum, peran serta aktif dari berbagai pihak dalam penyelenggaraan trantibum, fungsi perlindungan masyarakat ( linmas ), serta penanganan penanganan kasus di masyarakat yang saat ini berkembang, diantaranya terkait sampah, miras, narkoba, dan penanganan penanganan kasus di tingkat sekolah. (Sbd/KIM Tempel)




Kenalkan Senam Khas Sleman, Perwosi Seyegan Gelar Lomba SSB

Sleman – Perwosi (Persatuan Wanita Olah Raga Seluruh Indonesia) Kapanewon Seyegan bekerja sama dengan pemerintah Kapanewon mengadakan lomba Senam Sleman Bangkit tingkat Kapanewon yang diadakan pada hari Jum’at ( 25/8/2023) dan diadakan di Pendopo Kapanewon Seyegan.

Kegiatan ini merupakan instruksi dari Perwosi Kabupaten untuk setiap Kapanewon mengadakan lomba SSB  di tahun 2023, yang penyelenggaraannya diserahkan kepada masing masing Kapanewon.

Diikuti oleh perwakilan dari 5 Kalurahan di Wilayah Seyegan dengan masing-masing Kalurahan mengirimkan 3 kelompok, lomba SSB ini akan memilih wakil Seyegan untuk lomba serupa tingkat Kabupaten.

Lomba ini dihadiri oleh ketua Perwosi Kabupaten sekaligus Bupati Sleman, Ketua Dekranasda Kabupaten Sleman, Dinas Koperasi, Panewu Seyegan, Danramil, Kapolsek, UPT Dinas, Pengurus Perwosi Kapanewon Seyegan, Forkom UMKM Seyegan, Lurah di wilayah Seyegan, Ketua TP PKK Kalurahan, dan seluruh peserta lomba SSB.

Panewu Seyegan, Samino berterima kasih kepada Perwosi Kapanewon yang sudah dapat menjalankan instruksi dari Perwosi Kabupaten intuk penyelenggaraan SSB tingkat Kapanewon. Samino melaporkan bahwa 15 kelompok dari 5 Kalurahan akan bertanding dalam SSB, sekaligus lomba SSB ini akan dipadukan dengan kegiatan Bazar  UMKM yang diikuti oleh 26 stand UMKM, 5 PKK Kalurahan, 1 Difabel dan 1 meja IKD.

“Adapun Gelar Budaya Yogya akan dilaksanakan besuk sabtu dengan menampilkan seni Jathilan dan pertunjukkan wayang kulit,” terang Samino.

“Harapannya, masyarakat Seyegan akan sehat dan terhibur sekaligus upaya pelestarian Budaya akan berjalan beriringan,” imbuhnya.

Kustini Sri Purnomo, Ketua Perwosi Kabupaten sekaligus Bupati Sleman, dalam sambutannya menyampaikan bahwa Lomba SSB ini diadakan dengan semangat  menuju Sleman yang Sehat, Sleman yang bangkit pasca covid.

“Sekaligus SSB ini diciptakan dengan memadukan unsur budaya lokal yaitu tarian badui, jathilan dan kubro sehingga tidak lepas dari kegiatan pelestarian budaya,” terang Kustini.

Harapan Kustini, SSB ini bisa disosialisasikan dan semua kalangan masyarakat Sleman dapat mengikutinya. Kustini dalam waktu dekat juga akan melaunching Senam Lansia Sembada yang memadukan unsur musik gamelan.

Acara dilanjutkan dengan pembukaan lomba SSB  oleh Bupati dan dilanjutkan dengan kunjungan stand UMKM.

Hasil lomba SSB tingkat Kapanewon Seyegan adalah Juara I Kalurahan Margoluwih, Juara II Kalurahan Margoagung, Juara III Kalurahan Margomulyo , Harapan I Kalurahan Margodadi dan Harapan II Kalurahan Margomulyo. (Sutarto Agus/KIM Seyegan,)




Update Data Kemiskinan, Kalurahan Sumberrejo Gelar Muskal

Sleman – Pemerintah Kalurahan Sumberrejo mengadakan Musyawarah Kalurahan tentang Updating Data Kemiskinan kabupaten Sleman tahun 2023 di Aula Kalurahan Sumberrejo, Kapanewon Tempel, Jumat (25/8/2023).

Kegiatan dihadiri oleh Lurah Sumberrejo, Anjar Purwanto, Ketua Tim Penanggulangan Kemiskinan ( TPK ) Muhidin beserta seluruh Kader TPK se Kalurahan Sumberrejo,  Ketua BPKal Sumberrejo Mulyono, , Kamituwa Sumberrejo Siwi Yuliati,SE Babinkamtibmas Sumberrejo, Muh Yudi, dan seluruh Dukuh se Kalurahan Sumberrejo, serta dihadiri juga oleh Nailun, pendamping PKH mewakili TKSK Kapanewon Tempel

Musyawarah Kalurahan ini bertujuan untuk  melaporkan hasil pendataan pada saat musduk di Padukuhan,  di mana data tersebut diperoleh dari data Dinas Sosial dan dimusyawarahkan kembali oleh setiap TPK (Tim Penanggulangan Kemiskinan) Padukuhan, apakah data tersebut masih layak apa tidak untuk masuk dalam data kemiskinan.

“Apabila masih ada pembaharuan maka akan diusulkan melalui mekanisme yang sudah diatur yaitu pengisian blangko MPM ( Mekanisme Pemutakhiran Mandiri ) yang dalam hal ini diampu oleh Kamituwa,” ungkap Anjar.

Anjar berharap, dengan adanya Muskal ini dapat mempermudah dan memperlancar dalam updating data kemiskinan yang nantinya akan di-input oleh TPSK (Tim Pendamping Sosial Kalurahan).

“Kami ucapkan juga terimakasih dan apresiasi kepada padukuhan padukuhan yang telah menyelenggarakan Musyawarah Padukuhan sehingga dengan adanya Muskal ini data dari tiap tiap padukuhan dapat di masukkan rekapitulasi tingkat kalurahan untuk diinput TKSK ke dalam sistem lebih lanjut,” tutur Anjar Purwanto. (SBD/KIM Tempel)