Sleman – Kelompok Tani DADI MAKMUR Padukuhan Jlegongan Kalurahan Margodadi Seyegan mendapat kunjungan dari Direktorat Pembenihan Tanaman Pangan Kementrian Pertanian untuk evaluasi display varietas. Kegiatan tersebut dilaksanakan pada hari Selasa (22/8/2023) di lokasi uji coba varietas yaitu di hamparan 1 Ha sawah milik Kelompok Tani Dadi Makmur Jlegongan.
Tim evaluasi Pusat didampingi Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan DIY, melihat langsung 10 jenis varietas yang ada di sawah kelompok tani sekaligus melihat dari dekat pertumbuhan varietas yang akan di evaluasi. Kesepuluh varietas yang ditanam oleh kelompok tani adalah Inpari 32, Inpari in Nutri Zinc, Pajajaran, IPB, Bridantara 8, Menor, Inpari 42, Cakrabuana, Mekonga dan Mapan.
Didampingi Ketua Kelompok Tani, tim mengulik berbagai hal berkaitan pertumbuhan tanaman, ciri fisik, jumlah rumpun, besar malai, ketahanan terhadap hama sampai dengan varietas yang paling disukai oleh burung.
Setelah kunjungan lapangan tersebut, tim mengadakan sarasehan dengan kelompok tani yang diadakan di rumah Ketua Kelompok Dadi Makmur, Tukimun di dusun Jlegongan.
Siti Rochayati, Kepala Bidang Tanaman Pangan Dinas Pertanian Kabupaten Sleman dalam pengantarnya menyampaikan selamat datang kepada Tim evaluasi sekaligus melaporkan bahwa secara fisik 10 varietas yang ditanam sudah bisa diketahui dan dengan display ini sangat diperlukan karena dapat membantu petani untuk mengenal varietas baru dari tanaman padi.
“Harapannya dengan hasil yang bagus ini, bisa disarankan kepada petani untuk menanamnya sekaligus juga akan disukai pasar sehingga penjualannya lancar,” ujar Siti.
Dina dari Direktorat Perbenihan dalam sambutannya menyampaikan bahwa tujuan display adalah untuk memperkenalkan varietas padi yang baru kepada petani supaya tidak terpaku pada satu jenis varietas saja. “Karena varietas yang terlalu sering ditanam, secara kualitas akan menurun,” tuturnya.
“Selain itu, display dimaksudkan untuk melihat perbedaan 10 varietas yang ditanam, dan membandingkan mana yang paling cocok,” lanjut Dina.
Sarasehan sendiri menghadirkan Ketua Gapoktan Margodadi, 10 petani yang menanam padi untuk uji vaietas dengan didampingi PPL dari BP4 Seyegan. Dalam dialognya, petani penggarap memang lebih menyukai tanaman padi varietas lama, cenderung tidak mau pindah ke varietas baru.
Disamping itu, petani selama ini menanam padinya dari hadil panen padi sebelumnya, sedangkan varietas yang baru, untuk penanaman berikutnya harus memberi di balai perbenihan.
Dari dialog yang terjadi, Vivi dari Direktorat Perbenihan memberikan sumbang saran kepada kelompok tani untuk mengevaluasi secara keseluruhan setelah panen, dipilih yang paling disukai diantara 10 varietas dan nanti akan dibantu untuk pengadaan benihnya.
Vivi juga sampaikan hasil tinjauan lapangan yang dilakukan terlihat perawatan yang belum optimal, masih banyak rumput liar yang tumbuh. Sekaligus Vivi juga memberi saran kepada kelompok tani untuk menanam padinya dengan varietas yang digilir.
“Hal ini perlu dilakukan untuk menjaga kualitas tanaman dan resistensi terhadap hama. Tanaman padi yang sering ditanam, hanya tahan terhadap satu jenis hama saja. Untuk itu, petani dimohon untuk mengganti dengan varietas yang lebih baik,” ujar Vivi.
Tukimun, mewakili Kelompok Tadi menyampaikan bahwa kendala yang dihadapi petani memang sangat beragam, kelangkaan pupuk yang berkaitan dengan kartu tani dan pengadaan benih yang masih silit menjadi permasalahan yang sering dihadapi petani.
Beni Sujendro, Ketua Gapoktan Margodadi di akhir sarasehan menyampaikan kepada Tim evaluasi, bahwa masih diperlukan kegiatan serupa di wilayahnya, untuk itu di tahun tahun mendatang masih ditunggu display varietasnya dari Direktorat Perbenihan. (Sutarto Agus/KIM Seyegan)