Peringati Haornas Ke-40, Bupati Sleman Ajak Masyarakat Tingkatkan Kualitas Hidup

Sleman -Peringatan Hari Olahraga Nasional (HAORNAS) ke-40 di Kabupaten Sleman, dilaksanakan dengan upacara bendera dan jalan sehat pada hari Rabu (13/9), di Lapangan Pemda Sleman.

Kegiatan ini diikuti oleh ribuan masyarakat Sleman yang terdiri dari pelajar dan ASN pemerintah Kabupaten Sleman. Bertindak sebagai inspektur upacara Bupati Sleman, Kustini Sri Purnomo.

Bupati Kustini, menyampaikan bahwa peringatan HAORNAS menjadi momen dukungan terhadap Desain Besar Olahraga Nasional. Sehingga, Pemkab Sleman terus berupaya untuk memberikan pelayanan dan kemudahan dalam menjamin terselenggaranya kegiatan olahraga bagi setiap warga.

Kustini menjelaskan, pembangunan olahraga tak hanya soal pencapaian prestasi namun juga terkait upaya peningkatan kualitas hidup masyarakat. Terutama karena rendahnya tingkat kebugaran masyarakat yang ditunjukkan dengan capaian SDI (Sport Development Index) masih di angka di tahun 2022 lalu.

“Olahraga juga tentang membangun kedisiplinan dan konsistensi, juga sportivitas dan kerja sama, yang semuanya penting untuk peningkatan kualitas hidup,” ujar Kustini.

Sebagai wujud nyata dari komitmen pembangunan olahraga, Pemkab Sleman telah membangun sport center yang di dalamnya terdapat fasilitas jogging track, ruang terbuka hijau dan sarana olahraga outdoor. Dengan fasilitas ini, Bupati berharap fasilitas olahraga semakin mendekat ke masyarakat hingga di tingkat kalurahan.

“Saya berharap fasilitas ini dapat membantu terciptanya kebiasaan berolahraga dan hidup sehat di semua kalangan masyarakat Sleman. Dengan olahraga, saya harap warga Sleman tetap dapat hidup berkualitas hingga lanjut usia,” jelas Kustini.




Bupati Sleman Resmikan Bangunan Olahan Pakan Ternak dan Unit Produksi Pakan Ikan Mandiri

Sleman – Bupati Sleman, Kustini Sri Purnomo meresmikan Bangunan Olahan Pakan Ternak dan Bangunan Unit Produksi Pakan Ikan Mandiri secara simbolis dengan memotong pita dilanjutkan memecahkan kendi dan menandatangani prasasti pada Selasa, (12/9) di Kelompok Ternak Sukorejo 1 Girikerto Turi. Hadir pula pada kesempatan tersebut, Direktur Pakan Direktorat Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan Kementrian Pertanian RI, drh Nur Saptahidayat.

Pada kesempatan tersebut, Kustini juga menyerahkan Bantuan Konsentrat Penguatan Sapi Betina Bunting kepada peternak, kemudian unit produksi pakan mandiri Budi Fish Farm serta sertifikat Cara Pembuatan Pakan Yang Baik (CPPB) kepada PT Satwa Nusantara Indonesia

Dalam sambutannya, Kustini mengatakan ketersediaan pakan ternak adalah faktor penting dalam menunjang optimalisasi budidaya ternak dan ikan. Pakan ternak yang bagus tentu pakan yang kandungan nutrisinya baik serta bersertifikat sehingga terjamin.

Ia juga mengatakan, dengan adanya bangunan pengolahan pakan ternak ini masyarakat bisa mandiri dalam memproduksi pakan untuk ternaknya khususnya di kelompok ternak Sukorejo 1 dan kedepan diharapkan juga mampu menyuplai kelompok ternak lain.

“Saya berharap dengan diresmikannya bangunan pengolahan pakan ternak dan unit produksi pakan ikan mandiri ini masyarakat bisa mandiri dalam memproduksi pakan untuk ikan dan hewan ternak tanpa perlu mengimpor sehingga biaya produksi bisa ditekan. Juga diharapkan bisa mencukupi kebutuhan kelompok ternak lain di Kabupaten Sleman,” ujarnya

Sementara itu, Kepala Dinas Peternakan dan Perikanan Kabupaten Sleman, Suparmono melaporkan bahwa pada tahun 2022 capaian Nilai Tukar Petani (NTP) Sleman sebesar 107,59 dari target 112,53. Sektor peternakan berkontribusi terhadap NTP sebesar 89,44 dan sektor perikanan 88,60 sehingga untuk meningkatkan NTP dengan cara menekan biaya produksi agar petani mendapatkan nilai jual produk hasil pertanian yang baik.

“Kami berkonsentrasi dalam sektor peternakan dan perikanan untuk membantu peternak dan pembudidaya dalam pengadaan pakan secara mandiri. Apabila peternak kita bantu dalam hal teknologi pengolahan pakan tentu akan mengurangi 70-80 persen biaya produksi sehingga bisa ditekan dan kesejahteraan peternak serta pembudidaya bisa meningkat,” jelasnya

Sejalan dengan hal tersebut, Direktur Pakan Direktorat Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan Kementrian Pertanian RI, drh Nur Saptahidayat berpesan kepada peternak untuk memanfaatkan seluruh sumberdaya dari ternak untuk diolah dan dijual sehingga menambah keuntungan. Salah satunya adalah kotoran kambing yang menjadi mayoritas ternak di Sukorejo 1 agar bisa dimanfaatkan menjadi pupuk organik karena beternak dan bertani tujuan utamanya adalah mencari pendapatan dan keuntungan sehingga dapat sejahtera

Pada tahun 2023 Kabupaten Sleman menerima fasilitasi Dana Alokasi Khusus (DAK) Bidang Pertanian untuk Pembangunan Olahan Pakan Ternak Anggaran 2023 sebanyak 1 unit di Kelompok Ternak Sukorejo I, di Sukorejo Girikerto Turi. Pembangunan olahan pakan ternak sudah selesai pada tanggal 16 Agustus 2023. Fasilitasi dari bangunan ini juga dilengkapi dengan peralatan pengolahan pakan ternak berupa mixer kapasitas 500 kg, disk mill, pelletizer, mesin jahit karung, karung, timbangan dan kendaraan roda tiga.  

Total nilai kegiatan yang diresmikan oleh Bupati Sleman pada kegiatan ini sebesar Rp. ,- yang terdiri dari fasilitasi peralatan pakan ikan mandiri sebesar Rp. ,- ; Bangunan olahan pakan ternak sebesar Rp. ,00 beserta alat dan mesin sebesar Rp. ,-. serta  Penguatan Sapi Betina Bunting sebesar Rp. ,-.




Peringati Harhubnas 2023, Bupati Sleman Bagikan Helm Gratis untuk Pengendara Sepeda Motor di Klebengan

Sleman – Menyambut Hari Perhubungan Nasional (Harhubnas) yang jatuh pada tanggal 17 September mendatang, Dinas Perhubungan Kabupaten Sleman membagikan sejumlah 52 helm kepada pengendara sepeda motor di sekitar GOR Pangukan, Tridadi, Sleman, pada Selasa (12/9) pagi. Kegiatan ini juga dihadiri oleh Bupati Sleman, Kustini Sri Purnomo.

Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Sleman, Arip Pramana, menyebutkan bahwa kegiatan ini juga dalam rangka kampanye keselamatan lalu lintas. Helm tersebut diberikan kepada pengendara sepeda motor yang melintas di depan GOR Pangukan, dan memenuhi syarat ketertiban berlalu lintas.

“Tertib itu artinya ber-SIM, STNK masih berlaku, memakai helm dan seterusnya. Jumlahnya 52 sesuai dengan peringatan Hari Perhubungan Nasional yang ke-52,” sebutnya.

Diharapkan dengan kampanye ini, masyarakat akan semakin sadar keselamatan berkendara, baik tertib dalam hal administrasi kendaraan, ataupun tertib memakai kelengkapan alat keamanan dalam  berkendara. Hal ini menurutnya juga sebagai langkah mendukung tema Harhubnas pada tahun ini yaitu “Melaju Untuk Transportasi Maju”.

Bupati Sleman, Kustini Sri Purnomo, pada kesempatan tersebut juga ikut membagikan sekaligus memakaikan langsung helm tersebut kepada sejumlah pengendara sepeda motor. Ia mendukung kegiatan ini guna mengingatkan pengendara sepeda motor untuk selalu mematuhi tata tertib lalu lintas, khususnya memakai helm sebagai alat keselamatan berkendara roda dua.

“Dengan kegiatan ini saya harap masyarakat semakin sadar untuk selalu memakai helm, jauh atau dekat selalu pakai helm,” kata Kustini.




Bupati Sleman Ajak Pemuda Terlibat dan Sumbang Gagasan Pembangunan Jangka Panjang Daerah

Sleman – Bupati Sleman Kustini Sri Purnomo menghadiri sekaligus membuka penyelenggaraan Musyawarah Rencana Pembangunan (Musrenbang) Kepemudaan dalam rangka menggali aspirasi dan perumusan strategi kebijakan bidang kepemudaan bertempat di Hotel Prima SR, Selasa (12/9).

Kegiatan yang diselenggarakan oleh Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Sleman ini melibatkan instansi vertikal, OPD Pemkab Sleman, dan seluruh organisasi kepemudaan di wilayah Sleman.

Bupati Sleman Kustini Sri Purnomo dalam sambutannya menyampaikan bahwa muserenbang kepemudaan ini menjadi sarana untuk brainstorming bertukar pikiran, dan berdiskusi tidak hanya untuk menginventarisir permasalahan bidang kepemudaan, tetapi juga tantangan yang akan dihadapi 20 tahun mendatang.

“Melalui forum Musrenbang ini, kami sangat mengharapkan masukan dari para narasumber dan peserta untuk menggali ide-ide agar semakin menyempurnakan rencana pembangunan jangka panjang daerah Kabupaten Sleman tahun 2025-2045,” katanya.

Pada kesempatan tersebut Bupati Sleman juga mengajak para pemuda untuk percaya diri dalam menyampaikan usulan, menyumbang gagasan maupun ide untuk membangun generasi yang produktif.

“Anak muda tentu menjadi penentu akan kemana dan akan seperti apa nantinya bangsa ini. Maka perlu adanya rasa percaya diri dari anak muda dalam menyampaikan gagasan dan idenya untuk pembangunan daerah ke depannya. Khususnya bagi kemajuan Sleman dalam kurun waktu 20 tahun mendatang. Saya yakin tidak ada yang tidak mungkin apabila dilakukan bersama – sama secara konsisten,” ujar Kustini.

Sementara itu, Kepala Dispora Sleman, Agung Armawanta menuturkan dalam murenbang kepemudaan dalam rangka Penyusunan Materi Bahan Rencana Pembangunan Jangka Panjang Daerah (RPJPD) ini akan dibahas usulan strategi dan kebijakan di bidang kepemudaan dalam menghadapi bonus demografi dan Indonesia emas tahun 2045. 

Ia menjelaskan dalam pelaksanaannya, Dispora Sleman juga menghadirkan narasumber Konsultan Kebijakan Fisipol UGM, Gabriel Lele, yang nantinya akan memberikan pemahaman dan membimbing para organisasi kepemudaan dalam menyelaraskan program dan kegiatan kepemudaan dalam menghadapi bonus demografi.




Baznas Targetkan Sleman Jadi Sentra Bawang Merah

Sleman – Bupati Kustini Sri Purnomo hadir dalam kegiatan panen bawang merah Lumbung Pangan Sleman yang dilaksanakan di Pondok Pesantren Bumi Cendikia Yogyakarta, pada Senin (11/9). Acara tersebut juga dihadiri oleh Pimpinan Baznas RI bidang Pendistribusian dan Pendayagunaan, Saidah Sakwan.

Kegiatan Panen Bawang Merah Lumbung Pangan Sleman, merupakan hasil kerjasama Baznas RI, Ponpes Bumi Cendikia dan PT. Elevasi Agri Indonesia (Elevarm) dalam merealisasikan pilot project untuk 50 mustahik (penerima zakat) di Desa Tirtoadi dengan komoditas bawang merah.

Usai dilaksanakan penanaman selama 2 bulan, Saidah Sakwan menyampaikan hasil petani Sleman di kawasan Tirtoadi dikatakan berhasil. Hal ini dinlai berdasarkan beberapa indikator keberhasilan.

“Indikatornya harga jual bisa di atas HPP dan produksinya dilihat dari sisi komposisi dan presentase. Jadi ini piloting, karena baru 50 mustahik dan baru satu desa yang kita kembangkan. Insya Allah kalau ini bagus akan kita replikasi di desa yang lain,” begitu keterangan Saidah.

Saidah menambahkan, salah satu target program ini adalah menjadikan Kabupaten Sleman menjadi sentra bawang merah. Dengan begitu, dapat pula menjadi pilar bagi penguatan lumbung pangan secara nasional. Selain itu, diharapkan dapat meningkatkan penghasilan petani agar mendapatkan kehidupan yang lebih berkualitas.

Bupati Kustini menyampaikan rasa bangga atas keberhasilan petani Tirtoadi dalam melakukan panen raya bawang merah. Juga disampaikan ucapan terima kasih kepada Baznas RI yang telah memberikan bantuan melalui kegiatan tersebut. Kerjasama ini, dikatakan Kustini sebagai pemacu motivasi bagi para petani untuk meningkatkan produktivitas pertanian Sleman.

“Hasil panen ini tentunya semakin memotivasi kelompok petani untuk meningkatkan produksi pertanian komoditas bawang merah di Kabupaten Sleman. Terlebih lagi lahan pertanian di wilayah Sleman ini relatif subur dan irigasinya tidak mengalami kesulitan,” kata Kustini.

Kustini juga berpesan kepada petani, agar melakukan manajemen yang baik. Sehingga diharapkan harga komoditas bawang merah akan stabil dan produknya selalu tersedia dipasaran dalam jumlah yang mencukupi.