Panwaslu Depok Harap Anak Muda Ambil Peran dalam Kawal Proses Demokrasi

Sleman – Dalam Sosialisasi Pengawasan Partisipatif bersama Pelajar dan Mahasiswa di wilayah Kapanewon Depok, Komisioner Panitia Pengawas Pemilihan Umum (Panwaslu) Depok Sleman Muhammad Muamar Zaenuddin Eksan berpesan untuk mengambil peran dalam Pemilu serentak 2024. Muamar menyatakan peran tersebut adalah turut aktif melakukan pengawasan dalam tiap tahapan pemilu.

“Anak-anak muda harus turut ambil peran dan bagian dalam pemilu 2024 nanti. Mari kita bergerak bersama untuk melakukan kerja-kerja guna memastikan demokrasi yang lebih baik lagi,” kata Muamar, Rabu (13/9/2023).

Kegiatan di Ruang Sasana Anglocita Tama Kantor Kapanewon Depok yang dikemas dengan diskusi pengawasan partisipatif semacam ini, menurut Muamar, diharapkan dapat membentuk komitmen bagi kalangan muda dalam mengawal dan mengawasi setiap tahapan pemilu.

“Pertemuan semacam ini menjadi penting karena ada titik kolaborasi Panwaslu Depok dan masyarakat dalam mengawal proses demokrasi,” tegasnya.

Koordinator Divisi Hukum, Pencegahan, Partisipasi Masyarakat, dan Hubungan Masyarakat ini pun menginginkan setiap kegiatan yang dilakukan Panwaslu Depok dengan stakeholder masyarakat dapat memberi titik temu demi melakukan pengawasan.

Hal demikian disebabkan karena kerja pengawasan yang dilakukan Panwaslu Depok sebagai salah satu pelaksana UU Pemilu dianggap sangat berat. Panwaslu Depok, menurutnya tidak hanya mengawasi semata, namun juga harus memastikan proses demokrasi berjalan sesuai regulasi yang ada.

“Jadi posisi masyarakat harus memiliki peran vital bersama dengan Panwaslu Depok di dalam mengawal demokrasi berjalan lancar,” pungkas alumnus Universitas Amikom Yogyakarta ini.

Muamar kemudian mengatakan bahwa Depok merupakan bagian dari wilayah Kabupaten Sleman dan memiliki luas wilayah yang cukup besar, dan berada di kawasan utara aglomerasi Kota Yogyakarta.

“Wilayah Depok terasa istimewa dengan keberadaan berbagai perguruan tinggi, objek vital, dan kawasan pemukiman baru,” ujarnya.

“Sehingga dalam pengawasan pemilu nanti kami membutuhkan partisipasi semua pihak untuk membantu, terutama anak-anak muda-mudi seperti teman-teman semua yang hadir ini,” pungkasnya. (Athiful/KIM Depok)




Perlunya Soliditas Tim Bagi Panwaslu Kecamatan

Sleman – Hubungan kerja yang harmonis dan mantab antara pimpinan dengan seluruh anggota di dalam organisasi sangat diperlukan dalam menciptakan tim yang solid. Karenanya, perlu membentuk suasana yang kondusif untuk menjaga relasi interpersonal diantara individu di dalam tim. Hal tersebut disampaikan oleh Abdul Karim Mustofa selaku pemateri pembinaan aparatur pengawas pemilu di lingkungan Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Kabupaten Sleman yang digelar di Hotel Indoluxe Yogyakarta, Rabu (13/9/2023).

Kegiatan yang mengangkat tema ‘Mewujudkan Prinsip SIMP Bagi Pengawas Pemilu Tingkat Kecamatan’ diikuti oleh Panitia Pengawas Pemilihan Umum (Panwaslu) Kecamatan se-Kabupaten Sleman termasuk Ketua Panwaslu Kecamatan Gamping, Adnan Iman Nurtjahjo yang didampingi Koordinator Divisi Hukum, Pencegahan, Partisipasi Masyarakat dan Hubungan Masyarakat, Kurniawan Prihandoko, dan Koordinator Divisi Penanganan Pelanggaran dan Penyelesaian Sengketa, Rahmat Mulyo Hartono.

Dalam paparan materinya, Karim menuturkan supaya tim dapat bekerja secara maksimal maka dibutuhkan pemimpin dan kepemimpinan. Adapun kepemimpinan bisa diraih apabila terdapat sikap saling menghormati dan berbagi beban yang berarti menyatukan visi, energi, bakat, serta sumberdaya yang dimiliki setiap individu atau anggota.

“Dengan bekerjasama menuju arah dan tujuan yang sama maka akan mempercepat tercapainya tujuan dan mempermudah dalam meraih hasil yang maksimal. Namun sebaliknya jika setiap individu bersikap egois dan tidak mempunyai kemampuan dalam membangun kerjasama tim maka akan menyulitkan tercapainya tujuan,” imbuh Karim.

Kaitannya dengan Panwaslu Kecamatan yang memiliki peran vital terhadap suksesnya pelaksanaan tahapan pemilu diwajibkan memiliki Soliditas, Integritas, Mentalitas dan Profesionalitas (SIMP) saat melaksanakan tugas, wewenang dan kewajibannya demi terwujudnya pemilu yang demokratis, jujur, adil, serta berintegritas.

“Komunikasi wajib dibangun untuk menjaga kekompakan tim sebagai sarana berkoordinasi antar individu dalam memberikan dorongan dan motivasi bagi yang lemah agar fokus terhadap tujuan organisasi yang akan diraih,” lanjutnya.

Di penghujung paparannya, Karim berharap agar seluruh Panwaslu Kecamatan beserta jajarannya dapat membangun tim yang solid dan melakukan pengawasan melekat pada setiap tahapan pemilu dengan berpedoman pada peraturan perundang-undangan demi terwujudnya visi Bawaslu menjadi lembaga pengawas pemilu yang terpercaya. (Adnan Nurtjahjo|KIM Pararta Guna Kapanewon Gamping)




Menguatkan Nilai kesetiakawanan Sosial Melalui Restorasi Sosial Berbasis Budaya Jawa

Tempel – Dalam upaya untuk menghidupkan kembali nilai luhur jati diri kepribadian bangsa yang terdiri dari solidaritas sosial, kesetiakawanan sosial, jiwa gotong royong, kebhinekaan, dan toleransi antar sesama, Dinas Sosial Daerah Istimewa Yogyakarta menggelar sebuah acara Restorasi Sosial Berbasis Budaya Jawa, Rabu (13/9/2023). Acara yang berlangsung di Balai Kalurahan Banyurejo, Tempel, Sleman ini diselenggarakan untuk menguatkan nilai-nilai kesetiakawanan sosial melalui restorasi sosial yang berbasis budaya Jawa, serta mewujudkan kesejahteraan sosial.

Acara ini tidak hanya melibatkan perwakilan dari Dinas Sosial Daerah Istimewa Yogyakarta, tetapi juga mengundang berbagai pihak yang memiliki potensi sumber kesejahteraan sosial dan tokoh masyarakat dari Tempel. Salah satu tokoh yang turut hadir dalam acara ini adalah Madiyono, Anggota DPRD DIY yang dikenal aktif dalam pembangunan sosial di wilayahnya.

Menurut Madiyono, kegiatan penguatan nilai-nilai kesetiakawanan sosial melalui restorasi sosial berbasis budaya Jawa diharapkan akan menjadi langkah penting dalam mengatasi berbagai tantangan sosial yang dihadapi oleh masyarakat.

“Dengan kerja sama antara pemerintah, potensi sumber kesejahteraan sosial, dan tokoh masyarakat, kita dapat membangun masa depan yang lebih baik, lebih berdaya, dan lebih inklusif untuk semua warga Negara,” ujarnya.

Acara ini juga dihadiri oleh Hajar Pamadi, seorang tokoh yang telah lama berperan dalam mendorong kebhinekaan dan toleransi antar sesama di masyarakat. Kehadiran tokoh-tokoh seperti mereka menjadi bukti komitmen kuat untuk mengembalikan semangat gotong royong dan memperkuat jaringan sosial yang erat di masyarakat. (Arief Hartanto)