Tanggulangi Kemiskinan, PKH Gamping Dorong Graduasi Keluarga Miskin

Sleman – Guna menanggulangi masalah kemiskinan maka Pemerintah Indonesia sejak 2007 menggulirkan Program Keluarga Harapan (PKH) dalam upayanya mempercepat penanggulangan kemiskinan di masyarakat. Program tersebut dirasakan cukup berhasil mengatasi kemiskinan khususnya di wilayah Kapanewon Gamping Kabupaten Sleman yang dapat dilihat dari menurunnya jumlah keluarga penerima manfaat Program Keluarga Harapan lantaran sudah menjadi keluarga mandiri.

Berakhirnya masa kepesertaan keluarga penerima manfaat karena telah mengalami peningkatan status kesejahteraannya atau graduasi menjadi keluarga mampu baik dari inisiatif pribadi maupun adanya dorongan dari tenaga pendamping sosial menjadi bahasan utama dalam Rapat Koordinasi Pimpinan Tingkat Kapanewon Gamping yang digelar di Hotel Pusaka Dua Gamping, Sleman, Kamis (21/9/2023).

Kegiatan yang dipandu oleh Kepala Jawatan Keamanan Kapanewon Gamping, Bambang Nurdianto dipimpin Panewu Anom Gamping, Dewanto Tri Nugroho, dan dihadiri Anggota Komisi D Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Kabupaten Sleman, Respati Agus Sasangka, Anggota Komisi B Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Kabupaten Sleman, Sri Riyadiningsih, beserta Perwakilan dari Puskesmas Gamping I, Puskesmas Gamping II, Pendamping Sosial Program Keluarga Harapan, Unit Pengelola Kegiatan  Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat, Balai Penyuluh Keluarga Berencana, Balai Penyuluh Pertanian, PPK dan seluruh institusi di tingkat kapanewon, termasuk Panitia Pengawas Pemilihan Umum Kapanewon Gamping.

Berdasarkan data riil di lapangan disebutkan oleh Koordinator Pendamping Sosial Program Keluarga Harapan Kapanewon Gamping, Nurin Swasti Kanthi bahwa jumlah peserta program keluarga harapan di wilayah Kapanewon Gamping saat ini sebanyak 2.857 keluarga penerima manfaat.

“Dari jumlah tersebut terdapat 94 peserta program keluarga harapan telah mengalami graduasi di tahun 2021 lalu, sehingga mereka semua telah mendapatkan bantuan dan pelatihan guna pengembangan usahanya di tahun 2023 ini,” lanjut Nurin dihadapan peserta rapat.

Dijelaskan, Graduasi Sejahtera Mandiri merupakan berakhirnya masa kepesertaan keluarga penerima manfaat program keluarga harapan dikarenakan terjadinya perubahan kondisi sosial ekonomi keluarga yang telah meningkat dan digolongkan sebagai keluarga mampu sehingga sudah tidak layak untuk memperoleh bantuan sosial berupa program keluarga harapan yang dikucurkan oleh dinas sosial.

Menanggapi hal tersebut, Respati Agus Sasangkan selaku Anggota Komisi D Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Kabupaten Sleman sangat mengapresiasi kinerja pendamping sosial program keluarga harapan di Kapanewon Gamping. Menurutnya, tujuan adanya graduasi adalah berupaya mempercepat pengentasan kemiskinan yang sejalan dengan tujuan program keluarga harapan, memastikan penerima manfaat bantuan sosial tepat sasaran, meminimalisir munculnya kesenjangan sosial, serta mewujudkan rasa keadilan sosial bagi masyarakat.

“Sebetulnya selain menerima uang bantuan sosial, keluarga penerima manfaat program keluarga harapan juga diberi pendampingan guna peningkatan kapasitas sumberdaya manusianya di bidang pendidikan, ekonomi, kesejahteraan sosial, kesehatan, serta program pemberdayaan agar usahanya berkembang,” tutur Respati menutup pembicaraannya. (Adnan Nurtjahjo|KIM Pararta Guna Kapanewon Gamping)