Komunitas Literasi Yogyakarta Upayakan Digitalisasi Tradisi Lisan

Guna melestarikan dan memelihara salah satu sumber sejarah berupa tradisi lisan yang merupakan warisan budaya tak benda di tengah masyarakat, maka Komunitas Literasi Yogyakarta mengupayakan adanya digitalisasi narasi tradisi lisan melalui inisiasi lokakarya pendokumentasian tradisi lisan yang digelar di Pendhapa Njero Kotagede, Yogyakarta, Sabtu (23/9/2023).

Lokakarya yang mengangkat tema ‘Menjaga Tradisi Lintas Generasi’ menghadirkan narasumber Dosen Fakultas Ilmu Budaya Universitas Gadjah Mada Jurusan Sastra Nusantara, Dr. Daru Winarti, dan Peneliti Fakultas Ilmu Budaya Universitas Gadjah Mada, Transpiosa Riomandha, M.A, serta Dr. Ratun Untoro, selaku Pegiat Tradisi Lisan sekaligus Ketua Asosiasi Tradisi Lisan.

Menurut Ketua Panitia Lokakarya Tradisi Lisan, Samantha Aditya Putri bahwa pihaknya menggandeng  Balai Pelestarian Kebudayaan  Wilayah X yang mengampu wilayah Daerah Istimewa Yogyakarta dan Provinsi Jawa Tengah, dengan Keluarga Alumni Sejarah Universitas Gadjah Mada (Kasagama) yang diikuti sebanyak 30 peserta dari berbagai komunitas masyarakat termasuk Paguyuban Sastra Budaya Jawa (Pasbuja) Kawi Merapi Kabupaten Sleman untuk menghasilkan karya tulis tradisi lisan yang didokumentasikan dalam bentuk e-book bunga rampai menjaga tradisi lintas generasi.

“Peserta lokakarya yang dibagi dalam dua kelompok ini bertujuan untuk melatih kemampuannya dalam menulis naskah tradisi lisan, mengupayakan digitalisasi kebudayaan, serta mempublikasikan tradisi lisan berupa buku sebagai sarana literasi masyarakat,” tutur Samantha.

Di samping menerima paparan materi dari seluruh narasumber yang mencakup pengantar tradisi lisan, teknik observasi masyarakat, dan teknik pendokumentasian, para peserta pun melakukan Funtrip didampingi Budayawan Kotagede Natsir Dabey, dan Pemandu Museum Kotagede, Devita berkeliling di seputaran Kotagede dengan berjalan kaki mengunjungi lokasi bersejarah diantaranya Masjid Perak Kotagede,  Rumah produksi makanan khas Kotagede (Kipo dan Kembang Waru), Rumah Pesik, Omah Indhise, Rumah Adat Joglo Agung Luthfi, Kampung Wisata Purbayan, Masjid Gede Mataram, Makam Raja-Raja Mataram, Sendang Putri, Sendang Kakung, serta Pasar Tradisional Kotagede sebagai tambahan wawasan dan pengetahuan sejarah bagi peserta.

“Di akhir program nantinya para peserta diharuskan mengikuti Focus Group Discussion untuk melakukan monitoring dan evaluasi berkaitan dengan hasil pengamatan atau observasi dari lapangan sebagai tahap awal untuk membuat e-book sebagai dokumentasi terhadap narasi yang dikumpulkan,” pungkasnya. (Adnan Nurtjahjo|KIM Pararta Guna Kapanewon Gamping)




Yayasan Rumah Yatim Salurkan Bantuan Bahan Pokok untuk 110 Pemanfaat

Sleman – Dalam rangka menyalurkan donasi dari para donaturnya, Yayasan Rumah Yatim menyalurkan program bantuan bahan pokok pada Senin (25/9/2023) terhadap 110 pemanfaat di Aula Kalurahan Donoharjo.

“Kegiatan ini bertujuan untuk menyalurkan dana dari para donatur Lembaga Rumah Yatim dengan sasaran kaum miskin dan dhuafa,” jelas Sri Lestari, Koordinator Kegiatan Penyaluran Program Bantuan Pokok.

Sri menuturkan, agar lebih efektif dalam menentukan calon pemanfaat  lebih tepat sasaran maka pihaknya bekerjasama dengan pihak Kalurahan yang lebih  memahami kondisi warganya.

Rumah Yatim adalah Lembaga Amil Zakat sekaligus lembaga sosial tingkat nasional yang berkhidmat secara profesional dalam membantu meningkatkan kualitas indeks pendapatan masyarakat dan menjadi lembaga sosial terdepan dalam pengasuhan dan pemberdayaan anak yatim dan dhuafa di Indonesia.

“Selain program bantuan bahan pokok, pogram Yayasan Rumah yatim diantaranya kemandirian yatim dhuafa, pendidikan, kesehatan, ekonomi, kemanusiaan dan wakaf,” jelas Sri lagi.

Sementara itu Kamituwa Donoharjo Dani Prasetyo dalam sambutannya menyampaikan terimakasih kepada Yayasan Rumah Yatim yang telah membantu bahan pokok untuk 110 warga kurang mampu di Donoharjo.

“Kami berharap bantuan ini  bisa bermanfaat serta memberikan keberkahan bagi kita semua,” tandas Dhani. (Endarwati/KIM Donoharjo Ngaglik)




1.564 KPM Margoagung Menerima Beras CPP

Pemerintah menyalurkan beras Cadangan Pangan Pemerintah (CPP) bagi 1564 Keluarga Penerima Manfaat (KPM) intuk alokasi 3 bulan yakni September, Oktober dan Nopember 2023.

Kegiatan tersebut dilaksanakan di Kalurahan Margoagung Kapanewon Seyegan pada hari Senin (25/9/2023) dengan melibatkan seluruh pamong termasuk Dukuh dan TKSK (Tenaga Kesejahteraan Sosial Kecamatan), TPSK (Tenaga Pendamping Sosial Kalurahan) serta pendamping PKH (Program Keluarga Harapan).

Tujuan Program ini adalah untuk membantu keluarga kurang mampu dalam memenuhi kebutuhan pangan keluarganya dan dalam rangka meningkatkan ketahanan pangan di Indonesia.

Masyarakat yang berhak menerima bantuan beras CPP adalah masyarakat yang dikategorikan dalam kondisi kemiskinan ekstrem.

1564 KPM  yang menerima beras CPP yang disalurkan melalui bantuan pangan bulog ini adalah data yang sesuai dengan DTKS (Data Terpadu Kesejahteraan Sosial)  Kemensos.

Beras yang diterima sebanyak 10 kg adalah rangkaian program penyaluran beras CPP tahap 3 tahun 2023. Untuk Kapanewon Seyegan sendiri pada tahap ini mengalokasikan sebanyak 6894 KPM.

Ludiman, Kamituwo Margoagung mengatakan bahwa jumlah sasaran KPM dari waktu ke waktu mestinya menurun. Hal itu bisa disebabkan karena ada KPM yang meninggal dunia dan tidak mempunyai ahli waris.

“Sedang pengusulan KPM baru harus melalui mekanisme verifikasi DTKS tahun mendatang,” ujarnya.

Ludiman juga menambahkan bahwa Kalurahan juga melaksanakan MPM (Mekanisme Pendataan Mandiri).

“Hal ini ditempuh bilamana ada permintaan dari warga masyarakat dengan mengetahui Dukuh setempat, diajukan oleh Kalurahan dan mengusulkan ke Dinas Sosial Kabupaten. Oleh Dinas Sosial disurvey dan nantinya ditetapkan,” ungkap Ludiman.

Berbicara masalah manfaat, Ludiman menyampaikan bahwa selain memenuhi kebutuhan pangan masyarakat, penyaluran Beras CPP ini juga untuk menahan gejolak meningkatnya harga pangan karena terjadi kekeringan yang panjang dan hama penyakit.

Ditempat yang sama, Sujarwo, Lurah Margiagung menyampaikan bahwa ada warga yang protes karena tidak dapat bantuan lagi. Sehingga perlu dilakukan pendekatan secara personal intuk meyakinkan yang bersangkutan sudah tidak layak lagi menerima bantuan karena sudah dianggap mampu.

Koordinator JPL (Jasa Prima Logistik), Dimas, mengatakan bahwa pelaksanaan di Margoagung relatif lancar dan terkendali. Ini dikarenakan ada koordinasi antara desa dan JPL, sehingga jumlah verifikator dengan petugas JPL relatif seimbang. Tugas dari JPL sendiri adalah mengambil foto KPM  yang nanti akan diupload melalui sistem. (Sutarto Agus/KIM Seyegan)




Pemkab Sleman Distribusikan Bantuan Logistik Kepada Relawan Kebencanaan Merapi

Sleman – Wakil Bupati Sleman, Danang Maharsa menyerahkan bantuan distribusi logistik dan peralatan kebencanaan Gunung Api Merapi kepada perwakilan komunitas relawan kebencanaan Merapi bertempat di Posko Utama BPBD Sleman, Jumat (22/9). Bantuan tersebut merupakan dukungan penanganan darurat siaga Gunung Api Merapi yang diberikan oleh Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB).

Sebelumnya BNPB memberikan bantuan tersebut dalam kunjungannya di Kantor BBPPKS Regional III Yogyakarta beberapa waktu lalu dan diterima langsung oleh Wakil Bupati Sleman.

Wakil Bupati Sleman, Danang Maharsa menyampaikan bantuan logistik dan peralatan kebencanaan ini merupakan komitmen Pemerintah dalam memberikan dukungan kepada relawan yang menjadi garda depan Pemerintah khususnya dalam kebencanaan Gunung Api Merapi.

“Tentunya ini (bantuan) sebagai komitmen Pemerintah untuk mendukung relawan yang selama ini membantu Pemerintah dalam kebencanaan khususnya di kawasan Gunung Merapi yang sampai saat ini, hampir tiga tahun statusnya masih siaga,” katanya.

Ia berharap, bantuan yang diberikan BNPB ini memberikan semangat dan menjadi motivasi para relawan untuk bisa mendampingi masyarakat dalam rangka penanggulangan bencana khususnya kebencanaan Gunung Api Merapi.

Sementara itu, Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Sleman, Bambang Kuntoro menuturkan dalam bantuan ini diserahkan kepada 21 perwakilan komunitas relawan kebencanaan Merapi.

Bantuan yang diserahkan terdiri dari 500 paket sembako, selimut, dan matras. Sementara bantuan lainnya yaitu mobil dapur umum yang disiagakan di posko BPBD, dan 1 unit ambulance yang diperbantukan di Kalurahan Purwobinangun.




SMP Muhammadiyah 3 Depok Gelar Workshop Robotic

Sleman – SMP Muhammadiyah 3 Depok Sleman (Mugadeta) sukses menggelar Workshop dan Trial Robotik untuk pelajar SD/MI se-Daerah Istimewa Yogyakarta, Sabtu (23/9/2023).

Kegiatan ini merupakan rangkaian Mugadeta Robotic Games (MRG) 2023. Terdapat sekitar 60 pelajar yang didampingi orangtua dan pendamping terlibat aktif dalam kegiatan ini.

Kepala SMP Muhammadiyah 3 Depok Sleman Hasanudin mengatakan bahwa SMP Mugadeta merupakan sekolah unggul milik persyarikatan Muhammadiyah yang telah menorehkan banyak prestasi di bidang teknologi dan robotika.

“Kegiatan Mugadeta Robotic Games (MRG) merupakan ajang tahunan yang sempat terhenti karena pandemi kembali dihadirkan kembali,” ujarnya.

Kegiatan ini diawali dengan pengenalan integrasi Science, Technology, Engineering, Art & Mathematics (STEM), Robotik dan Al Qur’an dalam pembelajaran di SMP Mugadeta bertajuk STREAM-Qu yang disampaikan oleh Ary Gunawan, Waka Kurikulum SMP Mugadeta yang merupakan alumni STEM & Digitalisation Majelis Dikdasmen & PNF Pimpinan Pusat Muhammadiyah dan Nanyang Polytechnic International (NYPi) Singapura.

Antusiasme peserta terlihat saat Trial Robot Trashporter yang akan digunakan dalam MRG 2023 mulai diperkenalkan oleh Isa Azni, Waka Kesiswaan dan Koordinator Ekstra Kurikuler SMP Mugadeta.

Robot Trashporter merupakan robot transporter yang didesain untuk memindahkan dan memilah sampah yang dioperasikan secara manual melalui kontrolel jarak jauh.

MRG 2023 didesain sebagai sebuah game edukasi robotik untuk mengenalkan robotik sejak dini.

“Gamifikasi dalam perlombaan ini adalah upaya mengenalkan robotik dan pemahaman dini tentang pentingnya pemilahan sampah sejak dini,” papar Isa. (Athiful/KIM Depok)