Bupati Sleman Ajak Pendamping Untuk Ikuti Perkembangan Zaman untuk PAUD-SD yang Menyenangkan

Sleman – Dukung gerakan transisi PAUD-SD yang menyenangkan, Bupati Sleman Kustini Sri Purnomo menghadiri dan memberikan arahan pada workshop pembinaan parenting, pada Rabu (27/9). Berlokasi di kantor Dinas Pendidikan Korwil Sleman, kegiatan melibatkan kepala lembaga PAUD dan perwakilan wali murid.

Bupati Kustini mengimbau kepada peserta, saat ini pendidik dan orangtua memiliki tantangan tersendiri dalam mendidik anak. Pesatnya perkembangan zaman, membuat pendamping harus ikut bergerak menyesuaikan diri dalam memberikan pendidikan yang berkualitas. Untuk itu, Bupati berharap, agar peserta dapat menggali ilmu sebanyak mungkin untuk lebih memahami gerakan transisi PAUD-SD yang menyenangkan.

“Perlu diingat bahwa kondisi anak saat ini berbeda dengan zaman orangtuanya. Sehingga sistem dan cara pendidikannya juga harus disesuaikan dengan zamannya. Silakan dipahami apa saja poin yang perlu diperhatikan, sehingga kita dapat bersama-sama meningkatkan kualitas pendidikan di Kabupaten Sleman,” kata Bupati.

Bupati menilai, orangtua dan pendidik adalah perpanjangan tangan pemerintah. Oleh karena itu, diharapkan peserta workshop dapat mensosialisasikan ilmu yang didapat kepada masyarakat luas.

Kepala Dinas Pendidikan Sleman, Ery Widaryana menjelaskan, workshop pembinaan parenting merupakan agenda bimbingan kepada kepala lembaga PAUD dalam mensukseskan gerakan transisi PAUD-SD yang menyenangkan. Dengan juga melibatkan perwailan wali murid, diharapkan keterlibatan orangtua turut meningkat dalam proses pendidikan anak.

“Dalam kegiatan ini kami berdiskusi dengan kepala lembaga PAUD untuk menyampaikan pola pembinaan anak-anak  dengan kegiatan masa transisi PAUD-SD yang menyenangkan. Dengan kehadiran orangtua, diharapkan juga bisa memahami dan memfasilitasi putra-putrinya di rumah,” jelas Ery.

Ery menambahkan, kegiatan ini dilaksanakan di 17 Kapanewon di Kabupaten Sleman. Ery berharap, pembinaan parenting dapat mendukung keberhasilan kegiatan transisi PAUD-SD yang menyenangkan.

Transisi PAUD ke SD yang menyenangkan merupakan gerakan bersama yang mendasari transisi peserta didik PAUD ke SD/MI/sederajat dengan cara yang menyenangkan dan dimulai sejak tahun ajaran baru.




Pemkab Sleman Canangkan Kawasan Pertanian Sehat Komoditas Telur Ayam Ras

Sleman – Pemerintah Kabupaten Sleman melalui Dinas Pertanian, Pangan dan Perikanan melakukan pencanangan Kawasan Pertanian Sehat Komoditas Telur Ayam Ras hari ini Rabu (27/9). Pencanangan dilakukan secara simbolis oleh Bupati Sleman, Kustini Sri  Purnomo dengan pemukulan kentongan dilanjutkan peninjauan kandang ayam di CV Sinar Permata, Kedung Sriti, Umbulharjo, Cangkringan

Hadir pula dalam acara tersebut Dekan Fakultas Peternakan Universitas Gadjah Mada, Budi Guntoro dan Ketua Presidium Pinsar Petelur Nasional, Yudianto Yosgiarso.

Kustini menyampaikan, upaya peningkatan kualitas produk pertanian dimaksudkan untuk meningkatkan kesejahteraan petani dan peternak di Sleman. Ia mengatakan pertanian yang sehat adalah pertanian yang dalam setiap aspeknya menanamkan karakter ‘sehat’ mulai dari input, proses, ouput, maupun petaninya sebagai pelakunya.

“Pertanian Sehat merupakan pertanian yang menanamkan karakter ‘sehat’ dalam setiap bagiannya baik input, proses, ouput, maupun petaninya sebagai pelakunya. Karena dalam proses produksinya menggunakan bahan-bahan yang ramah lingkungan, sehingga kelestarian lingkungan disekitarnya akan terjaga dengan baik dan hasilnya juga sehat untuk dikomsumsi,” jelasnya

Dengan peningkatan kualitas produk pertanian sehat diharapkan dapat meningkatkan nilai ekonomi hasil pertanian dan peternakan sehingga pada akhirnya dapat meningkatkan kesejahteraan petani dan peternak.

Untuk komoditas telur, jumlah produksi di Sleman mencapai ,5 ton. Dengan potensi yang besar ini maka komoditas telur ayam di Sleman layak dikembangkan menjadi pertanian sehat khususnya untuk komoditas telur ayam ras. Ia berharap agar Pencanangan Kawasan Pertanian Sehat Komoditas telur ini benar-benar dapat meningkatkan produktivitas dan kualitas telur ayam ras sehingga dapat menghasilkan produk sehat yang dapat meningkatkan pendapatan petani secara berkelanjutan.

“Dimulai dari komoditas  telur ini, diharapkan juga dapat mencukupi kebutuhan protein hewani masyarakat sehingga sangat mendukung upaya kita dalam menurunkan angka stunting di Kabupaten Sleman” ujarnya

Sementara itu, Kepala Dinas Pertanian, Pangan dan Perikanan Sleman, Suparmono mengatakan Kabupaten Sleman memiliki potensi pertanian pada komoditas ayam ras yaitu populasi ayam ras petelur sebanyak ekor dengan jumlah produksi ,5 ton dari 184 pengusaha salah satunya di CV. Sinar Permata Kedung Sriti. Oleh karenanya, diperlukan pencanangan Kawasan Pertanian Sehat untuk memberikan komoditi pangan hewani yang sehat, lingkungan yang lestari dan produk yang aman dikonsumsi.

“Kedepan Sleman harus bisa menyediakan makanan sehat bagi warganya. Produk pertanian harus sehat, dibudidayakan secara sehat dan menggunakan bahan yang tidak berbahaya bagi kesehatan,” jelasnya

Ia menambahkan dalam mewujudkan pertanian yang sehat khususnya untuk komoditas telur ayam ras maka dibutuhkan peternakan-peternakan ayam petelur yang sehat yaitu dengan menerapkan biosecurity 3 zona. Biosecurity 3 zona adalah zona merah, zona kuning, dan zona hijau dalam upaya mencegah masuknya bibit penyakit kedalam suatu areal peternakan, agar ayam yang dipelihara di dalamnya bebas dari ancaman infeksi penyakit yang belum pernah ada dalam lokasi peternakan tersebut.

Sejalan dengan hal tersebut, Dekan Fakultas Peternakan UGM, Budi Guntoro menyampaikan dukungan terhadap program ini. Ia berharap dengan produk pangan sehat dapat berimbas kepada naiknya taraf kesehatan masyarakat sekaligus mencegah stunting di Sleman.

“Dengan masyarakat mengkonsumsi produk telur ayam ras yang berasal peternakan yang menerapkan Kawasan Sehat maka bukan tidak mungkin mampu mencegah dan menurunkan prevalensi stunting khususnya di Sleman,” katanya




Desa Cinta Statistik Untuk Pengelolaan Data Berkualitas di Tingkat Kalurahan

Sleman – Wakil Bupati Sleman Danang Maharsa mencanangkan Kalurahan Margoagung, Kapanewon Seyegan sebagai Desa Cinta Statistik (Desa Cantik) yang merupakan program Badan Pusat Statistik (BPS) dalam rangka meningkatkan literasi statistik di wilayah Kalurahan Margoagung.

Pencanangan desa cantik dilakukan secara simbolis ditandai dengan penandatanganan piagam pencanangan desa cantik oleh Wakil Bupati Sleman dan Kepala BPS DIY bertempat di Balai Kalurahan Margogung, Rabu (27/9).

Kepala BPS DIY Herum Fajarwati mengatakan bahwa program desa cantik ini dilaksanakan setiap tahunnya. Ia menjelaskan pada tahun 2023, pencanangan desa cantik di DIY dilakukan pada dua Kabupaten yaitu Kulonprogo dan Sleman (Kalurahan Margoagung).

“Khusus untuk tahun 2023 ini hanya dua desa (dicanangkan), satu di Margoagung (Sleman), satu lagi di Kulonprogo, dengan tujuan meningkatkan literasi, pemahaman dari aparat Kalurahannya kemudian juga masyarakatnya terkait kesadaran statistik,” katanya.

Herum mengungkapkan bahwa selama ini data statistik di tingkat desa masih belum optimal. Ia mencontohkan, kebutuhan data di tingkat desa menjadi salah satu pertimbangan kebijakan baik di lembaga maupun di Kementerian. Namun, data yang diterima oleh lembaga maupun Kementerian masih belum maksimal.

“Selama ini, desa itu sering diminta data baik kementerian lembaga, tapi desanya tidak punya datanya, jadi kurang memanfatkan secara optimal. Maka lewat desa cantik itu dibina, jadi data yang dikumpulkan bisa dibagi pakaikan oleh semua OPD atau yang berkepentingan, dan ada standarisasinya data desa itu supaya antara desa satu dengan yang lainnya memiliki standar yang sama dan bisa dibandingkan,” jelasnya.

Kemudian, Herum juga mengatakan bahwa dalam memberikan pembinaan pengelolaan data statistik tingkat desa ini, terdapat tim atau yang disebut agen statistik yan merupakan tim dibawah binaan BPS.

Sementara itu, Wakil Bupati Sleman Danang Maharsa memberikan dukungan penuh dan juga apresiasi terkait program desa cantik di Kalurahan Margoagung, Seyegan.

Menurutnya, saat ini Kalurahan tidak hanya menjadi objek pembangunan, namun juga menjadi subjek yang terlibat dalam pembangunan. Salah satunya dengan menjalankan pemerintahan dan pembangunan berbasis data statistik yang valid.

“Data statistik yang akurat di tingkat Kalurahan tentu akan membantu Pemerintah Daerah dalam melaksanakan program sehingga dapat tepat sasaran,” katanya.

Danang menjelaskan, seluruh program baik Pemerintah Daerah maupun Pusat jika tidak diukung dengan data yang valid, dinilai tidak akan berjalan maksimal. Berdasarkan hal tersebut, Danang berharap program desa cantik ini dapat menambah pemahaman kepada aparat Kalurahan dan juga masyarakat sehingga mampu melakukan pengelolaan data statistik yang berkualitas (valid dan akurat).