Bupati Sleman Resmikan Jembatan Bonjotan Sardonoharjo

Sleman – Bupati Sleman Kustini Sri Purnomo meresmikan jembatan sepanjang 7 meter yang merupakan penghubung  4 padukuhan di wilayah Kalurahan Sardonoharjo, Kapanewon Ngaglik. Peresmian ditandai dengan pengguntingan pita oleh Bupati Sleman di atas jembatan Bonjotan, Senin (18/9).

Sebelumnya, jembatan yang terletak di jalan Bonjotan ini tidak bisa diakses oleh warga sejak bulan Oktober tahun 2022 akibat bencana banjir di sungai Klanduan yang mengakibatkan kerusakan jembatan.

Dukuh Candirejo, Sugeng Riyanto dalam laporannya menjelaskan rehabilitasi jembatan desa ini dilaksanakan mulai 21 Mei sampai dengan 15 Agustus 2023 dengan sumber dana Bantuan Keuangan Khusus (BKK) Kabupaten Sleman sebesar Rp dan Anggaran Pendapatan dan Belanja Kalurahan (APBKal) sebesar Rp .

Bupati Sleman Kustini Sri Purnomo menyampaikan apresiasi kepada kepada pihak-pihak yang telah membantu kelancaran kegiatan pembangunan jembatan Bonjotan ini.

Ia menilai jembatan ini dapat memudahkan aksesesibilitas dan mobilitas warga Bonjotan dan sekitarnya.

“Tentunya kemudahan mobilitas ini diharapkan dapat meningkatkan produktivitas dan efisiensi biaya sehingga dapat menggerakkan perekonomian dan kesejahteraan masyarakat,” katanya.

Lebih lanjut, Kustini juga menyebut pembangunan jembatan ini merupakan salah satu upaya untuk mengembangkan potensi di sekitar Bonjotan Sardonoharjo Ngaglik Sleman. Menurutnya Keberadaan sarana jembatan yang representatif ini akan mendorong dan memacu masyarakat maupun dusun- dusun disekitarnya untuk melakukan berbagai aktifitas sosial maupun ekonomi.

Dalam kesempatan tersebut Kustini juga berpesan kepada masyarakat untuk bersama – sama menjaga dan mrawat jembatan ini agar dapat bermanfaat dan dan berfungsi optimal dalam jangka waktu yang panjang.




Tinjau Gerakan Transisi PAUD-SD yang Menyenangkan, Bupati Ajak Guru Pahami Karakter Anak

Sleman – Bupati Sleman, Kustini Sri Purnomo, meninjau gerakan transisi PAUD ke SD yang Menyenangkan, di SD Negeri Kadisobo 2 Trimulyo, Senin (18/9). Di dampingi Kepala Dinas Pendidikan Sleman, Ery Widaryana, Bupati yang sekaligus berperan sebagai Bunda PAUD memberikan arahan sekaligus menilik kegiatan belajar mengajar.

Transisi PAUD ke SD yang menyenangkan merupakan gerakan bersama yang mendasari transisi peserta didik PAUD ke SD/MI/sederajat dengan cara yang menyenangkan dan dimulai sejak tahun ajaran baru.

Bupati Sleman, Kustini Sri Purnomo menyampaikan gerakan transisi PAUD ke SD yang Menyenangkan menjadi strategi untuk membantu siswa dalam menerima pembelajaran. Dengan sistem pembelajaran yang menyenangkan, termasuk dengan kolaborasi penggunaan permainan dan lagu, diharapkan dapat lebih mudah diterima anak-anak.

“Dunia anak-anak adalah dunia bermain. Jadi mari kita bimbing mereka agar bisa menikmati proses pembelajaran yang menyenangkan. Dengan lagu-lagu, permainan atau media pembelajaran sederhana yang mudah mereka pahami,” kata Kustini.

Kustini memberikan arahan kepada guru, agar anak-anak mendapatkan proses pembelajaraan secara bertahap. Kustini berharap agar guru dapat memahami karakter dan minat anak. Dengan begitu, proses pembelajaran diharapkan dapat berjalan lancar, mudah dipahami, dan tetap menyenangkan.

Kepala Sekolah SD Negeri Kadisobo 2, Sri Murtini melaporkan, SD Negeri Kadisobo 2 telah menjalankan gerakan transisi PAUD ke SD yang Menyenangkan. Hal ini diwujudkan dengan beberapa langkah di antaranya dengan pembentukan tim, penyusunan program dan PPDB.

“Kami juga telah melaksanakan masa pengenalan lingkungan sekolah selama 10 hari. Semoga dengan upaya ini gerakan transisi PAUD ke SD yang Menyenangkan dapat berjalan dengan baik,” ujar Sri Murtini.




Tingkatkan Kreativitas, Karang Taruna Pondokrejo Dilatih Menjadi Konten Kreator

Sleman – Sebagai upaya untuk mengembangkan kreativitas masyarakat, Dinas Sosial Kabupaten Sleman menggelar Pelatihan Menjadi Konten Kreator untuk Karang Taruna Pondokrejo yang diselenggarakan di Aula Kantor Kalurahan Pondokrejo, Kapanewon Tempel, Sleman, Senin (18/9/2023).

Kegiatan dihadiri oleh Kepala Dinas Sosial Kabupaten Sleman dan Lurah Pondokrejo. Dalam kesempatan ini juga turut hadir Juara 2 Pemuda Pelopor Kabupaten Sleman tahun 2021 di Bidang Pengelolaan Sumber Daya Alam, Lingkungan dan Pariwisata, Khusnul Ramadhani, serta 20 peserta pelatihan yang merupakan perwakilan Karang Taruna dari masing-masing padukuhan di wilayah Pondokrejo.

Lurah Pondokrejo, R. Widyatma mengatakan pelatihan konten kreator ini dirancang agar pemuda dan pemudi yang tergabung dalam karang taruna memilki kemampuan dasar dan minat untuk berkarir sebagai konten kreator profesional sehingga nantinya mampu memproduksi konten-konten kreatif dan edukatif.

“Tujuan diadakannya kegiatan pelatihan ini adalah untuk memberikan pengetahuan dan keterampilan dalam pembuatan konten yang menarik dan informative,” ujar Widyatma.

“Saya berharap para peserta pelatihan serius mengikuti pelatihan ini sehingga dapat menyerapkan ilmu yang diberikan dan direalisasikan dengan baik,” imbuhnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Sosial kabupaten Sleman, Mustadi, berharap pelatihan konten kreatif ini dapat dimanfaatkan semaksimal mungkin oleh peserta agar mendapat ilmu selepas pelatihan ini nanti.

“Karena sekarang ini keberadaan konten kreatif menjadi hal yang menarik dan ada di tengah-tengah kita, seiring perkembangan jaman yang kita harus bisa mengikutinya. Sehingga harapannya juga karang taruna yang mengikuti pelatihan ini dapat menjadi agen perubahan positif dalam komunitasnya,” tukas Mustadi.

“Pelatihan ini merupakan bagian dari upaya pemerintah kabupaten Sleman untuk membantu pemuda dan masyarakat dalam mengembangkan keterampilan yang relevan dengan perkembangan teknologi dan tren saat ini,” tambahnya. (SBD/KIM Tempel)




Berada dalam Satu Dapil, PPK Depok dan Berbah Koordinasi DPTb

Sleman – Menjelang gelaran Pemilihan Umum Tahun 2024 mendatang, berbagai persiapan dimatangkan oleh pihak penyelenggara, tidak terkecuali PPK Depok dan PPK Berbah. Pasalnya, kedua PPK ini berada dalam satu Daerah Pemilihan (Dapil), yaitu Dapil IV Depok-Berbah.

“Pemilu 2024 nanti, Depok dan Berbah masih berada dalam satu Dapil, yaitu Dapil IV,” papar Adi Yananta, saat Koordinasi dengan PPK Berbah, Senin (18/9/2023).

Melalui koordinasi yang dilakukan di Kantor PPK Berbah ini, Adi berharap dapat bertukar pikiran, pengalaman, dan ide dalam menyongsong pesta demokrasi lima tahunan tersebut, agar berjalan jujur, adil, terbuka, dan bermartabat.

Koordinator Divisi Teknis Penyelenggaraan PPK Depok Sleman itu menyoroti hal yang cukup krusial untuk dibahas di wilayah kerja PPK Depok dan Berbah adalah Daftar Pemilih Tambahan atau dikenal dengan DPTb.

“Daftar Pemilih Tambahan ini adalah daftar pemilih yang berisikan pemilih yang telah terdaftar dalam DPT di suatu TPS,” ujar Adi, kemudian melanjutkan, “namun dikarenakan keadaan tertentu pemilih tersebut tidak dapat menggunakan haknya untuk memilih di TPS di mana yang bersangkutan terdaftar, dan akan memberikan suara di TPS lain,” papar Adi.

Menurutnya, penting untuk dibicarakan adalah teknis dalam pergeseran pemilih DPTb, dari maupun ke wilayah kerja PPK Depok dan PPK Berbah.

“Dalam koordinasi kali ini, kita antisipasi apabila terjadi lonjakan DPTb yang signifikan di semua TPS di Depok, maka pergeseran pemilih yang masuk DPTb akan diutamakan dalam satu Dapil terlebih dahulu,” ungkap pria kelahiran Gunungkidul, 25 Januari 1970 ini.

Menurut Adi, jumlah TPS di wilayah kerja PPK Depok merupakan TPS terbanyak se-Kabupaten Sleman, berjumlah 428 TPS. Yang mana, 401 diantaranya adalah TPS Reguler, dan 27 lainnya adalah TPS Khusus yang tersebar di berbagai perguruan tinggi di wilayah Depok.

Selain Adi Yananta, hadir dalam koordinasi ini dari PPK Depok antara lain Hari Jumanto, Afif Budi Ermawan, Ibnu Bagas Dwi Apriandi, dan Rizky Dena Shafira. Sedangkan dari PPK Berbah hadir Ketua PPK Berbah Eko Prasetyo. (Athiful/KIM Depok)




Antisipasi Keamanan dan Ketertiban Umum, Panwaslu Depok Ungkap Variabel TPS Rawan

Sleman – Menjelang Pemilihan Umum 14 Februari 2024, Panitia Pengawas Pemilihan Umum (Panwaslu) Depok Sleman mulai memetakan potensi kerawanan dalam Tempat Pemungutan Suara (TPS).

“Pemetaan ini penting dilakukan sejak dini, mengingat banyaknya pelanggaran Pemilu terjadi di TPS, terutama di wilayah Depok,” ujar Komisioner Panwaslu Depok Huda Al-Amna, dalam Rapat Koordinasi Keamanan dan Ketertiban Umum yang diselenggarakan Kapanewon Depok, Senin (18/9/2023).

Menurut Huda, dalam melakukan pemetaan kerawanan TPS, terdapat beberapa variabel penting yang akan digunakan. Variabel pertama, menurut Koordinator Divisi Penanganan Pelanggaran dan Penyelesaian Sengketa ini adalah dilihat dari pengguna hak pilih.

“Poinnya dapat kita lihat dari penggunaan hak pilih dari Daftar Pemilih Tambahan (DPTb) dan Daftar Pemilih Khusus (DPK) dalam TPS tersebut,” ujarnya menjelaskan.

Selain itu, Huda turut menggarisbawahi terkait fokus pengawasan berkenaan dengan TPS yang dekat lokasinya dengan rumah sakit, perguruan tinggi, pondok pesantren, dan lembaga pendidikan lain.

Variabel kedua, lanjut alumnus UIN Sunan Kalijaga ini, berkenaan dengan model kampanye di TPS. Model kampanye bisa dengan menggunakan politik uang atau menghasut masyarakat dengan menggunakan isu politik suku, agama, ras, dan antargolongan.

“Kita punya pengawas TPS, nanti kita maksimalkan untuk mengawasi dan mengidentifikasi sebagai TPS rawan manakala ditemukan kampanye dengan metode yang telah melanggar aturan KPU maupun Bawaslu,” tambahnya.

Variabel lain yang menjadi fokus perhatian dalam pemetaan adalah netralitas penyelenggara itu sendiri. Huda bercerita tentang Pemilihan Umum 2019 lalu, bahwa terjadi indikasi kecurangan yang disebabkan oleh oknum penyelenggara itu sendiri.

“Penyelenggara harus netral, jangan mendukung salah satu pasangan calon apapun, baik Pilpres, DPD, maupun DPR di setiap tingkatannya,” ujar Sarjana Pendidikan ini.

Selain itu, menurut pria kelahiran Magelang Jawa Tengah ini, identifikasi TPS rawan juga mempertimbangkan dekat tidaknya dengan posko pemenangan salah satu kontestan Pemilu. TPS yang lokasinya dekat dengan posko pemenangan dapat diklasifikasikan sebagai TPS rawan untuk diantisipasi.

Rakoor yang diselenggarakan di Gedung Sasana Anglocita Tama Kantor Kapanewon Depok ini dipimpin oleh Kepala Jawatan Keamanan Kapanewon Depok Deni Irwandi. Selain Ketua Panwaslu Depok Adihanto Purnomo, hadir juga Jagabaya Kalurahan Condongcatur, Caturtunggal, dan Maguwoharjo. Dari Danramil 11 Depok hadir Serma Irsan Nurhadi, Serka Supa’at, dan Serda Bambang.

Adapun pihak Kepolisian, turut hadir pula Aiptu Zaenudin dan Bripka Bagyo dari Polsek Depok Timur, Aipda Widodo dari Polsek Bulaksumur, dan Aiptu Dodi Kurniawan dari Polsek Depok Barat. (Athiful/KIM Depok)