Jelang Pemilu 2024, Bawaslu Sleman Bangun Sinergi Media Massa

Menjelang pelaksanaan pemilihan umum serentak 2024 Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Kabupaten Sleman membangun sinergi yang lebih baik dengan awak media massa sebagai mitra penting dalam kerja pengawasannya untuk mengawal demokrasi dan memberikan informasi kepada masyarakat mengenai pengawasan tahapan pemilu melalui kegiatan sosialisasi pengawasan partisipatif yang digelar di Restoran Taman Pringsewu Yogyakarta, Senin (18/9/2023).

Kegiatan yang dipandu oleh Lukman Arse Mubarok diikuti sebanyak 33 jurnalis dari berbagai media cetak dan media elektronik termasuk Media Center Sembada Dinas Komunikasi dan Informatika Kabupaten Sleman dengan narasumber Ketua Bawaslu Kabupaten Sleman, Arjuna Al Ichsan Siregar dan Anggota Bawaslu Kabupaten Sleman, Raden Yuwan Sikra yang mengupas materi tentang potensi kerawanan pemilu 2024 di Kabupaten Sleman.

Dalam paparannya, Arjuna menekankan bahwa kegiatan pengawasan yang dilakukan Bawaslu Kabupaten Sleman kedepan menitikberatkan pada pencegahan kerawanan pada tahapan pemutakhiran data pemilih khususnya dalam penyusunan Daftar Pemilih Tambahan (DPTb), pencegahan kerawanan pada tahapan kampanye, pencegahan kerawanan pada tahapan persiapan logistik pemilu, serta pencegahan kerawanan pada tahapan pemungutan dan penghitungan perolehan suara yang dilakukan oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Sleman bersama jajaran dibawahnya.

Menurutnya, sesuai data otentik yang dimiliki Bawaslu Kabupaten Sleman potensi kerawanan dalam penyusunan daftar pemilih tambahan antara lain KPU Kabupaten Sleman bersama jajaran dibawahnya tidak secara optimal melayani pemilih yang hendak melakukan pindah memilih karenanya pada perhelatan pemilu 2019 lalu melakukan rapat pleno rekapitulasi daftar pemilih tambahan sebanyak 4 kali hanya mampu menjaring pemilih yang tergolong dalam pemilih tambahan di kecamatan Mlati, Cangkringan, Ngaglik, dan Ngemplak saja. Di samping layanan jemput bola ke titik pemilih yang potensial pindah memilih khususnya di perguruan tinggi berjalan lamban.

“Pada pemilu 2024 mendatang, jumlah daftar pemilih tetap di lokasi khusus di wilayah Kabupaten Sleman sebanyak pemilih yang tersebar di 23 lokasi khusus dan 45 Tempat Pemungutan Suara (TPS) yang meliputi 2  TPS Lembaga Pemasyarakatan atau rumah tahanan, 4 TPS Pondok Pesantren, 15 TPS Perguruan Tinggi, serta 2 TPS Panti Sosial atau Panti Rehabilitasi,” lanjut Arjuna.

Yang tidak kalah pentingnya adalah kerawanan pengadaan dan distribusi logistik pemilu  yang tidak tepat prosedur, tepat jumlah, tepat jenis, dan tepat waktu yang dapat menyebabkan terjadinya pemungutan suara lanjutan maupun pemungutan suara ulang. Ragam potensi kerawanan tersebut meliputi ketepatan ukuran atau spesifikasi logistik, keterlambatan pengiriman dan pendistribusian logistik pemilu, kesalahan pengiriman yang mengakibatkan surat suara tertukar antar daerah pemilihan, hingga jumlah logistik yang tidak sesuai dengan regulasi.

“Misalnya jumlah surat suara di tempat pemungutan suara berdasarkan ketentuan Pasal 350 Ayat 3 Undang-Undang Nomor 7 tahun 2017 yaitu jumlah pemilih dalam Daftar Pemilih Tetap ditambah dengan Daftar Pemilih Tambahan, serta ditambah 2% dari jumlah pemilih dalam Daftar Pemilih Tetap yang belum dipahami oleh penyelenggara pemilu di tingkat KPPS, PPS, dan PPK secara berjenjang,” tegasnya.

Adapun bentuk pencegahan yang diupayakan oleh Bawaslu Kabupaten Sleman diantaranya memberikan himbauan kepada KPU Kabupaten Sleman dan jajarannya beserta peserta Pemilu agar patuh terhadap regulasi selama berjalannya tahapan pemilu, melakukan sosialisasi kepada seluruh pihak terkait terhadap beragam potensi kerawanan pemilu dalam setiap tahapannya, serta melakukan pengawasan secara melekat pada setiap tahapan pemilu yang sedang berlangsung. (Adnan Nurtjahjo|KIM Pararta Guna Kapanewon Gamping)




Tingkatkan Kapasitas UMKM, Pasar Sabtu-Minggu di Kali Ledhek Diluncurkan

Sleman – Dalam upaya peningkatan kapasitas pengelolaan UMKM di Kabupaten Sleman, Pasar Sabtu-Minggu di Kali Ledhek Sanggrahan, Kalurahan Maguwoharjo, Depok, Sleman resmi diluncurkan, Minggu (17/9/2023).

Bekerjasama dengan Pemerintah Kabupaten Sleman, Pertamina Foundation menggulirkan pasar ini melalui program PFPreneur 2023.

Dalam penandatangan nota kerjasama antara Bupati Sleman Kustini Sri Purnomo bersama Presiden Direktur Pertamina Foundation Agus Mashud S Asngari, turut hadir pula Anggota DPD RI Gusti Kanjeng Ratu (GKR) Hemas.

Dalam kesempatan itu, Bupati Sleman Kustini Sri Purnomo berharap kesepakatan yang telah ditandatangi dapat memperkuat komitmen bersama untuk pemberdayaan masyarakat melalui UMKM, pengembangan potensi lokal.

Sehingga bisa memicu pertumbuhan ekonomi yang lebih baik serta mendukung adanya kolaborasi positif dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat, terutama di wilayah Kabupaten Sleman.

“Kerja sama dengan Pertamina Foundation ini diharapkan akan menjadi katalis yang mendorong pengembangan perekonomian di Sleman. Karena pelaku UMKM dapat memperoleh ilmu dan saran-saran strategis dalam membangun jaringan untuk memperluas pasar dan naik kelas,” ujar Kustini.

Sedangkan, GKR Hemas sepakat bahwa kegiatan perekonomian untuk UMKM di Pasar Kali Ledhek tersebut harus selalu didampingi karena bersifat baru.

Selain itu, istri Gubernur DIY Sri Sultan Hamengku Buwono X itu, berharap produk UMKM di pasar tersebut bisa meningkat kualitasnya seperti UMKM lainnya. Dengan demikian banyak UMKM asal DIY yang turut meramaikan produk unggulan UMKM Pertamina.

“Pasar Sabtu Minggu di Kali Ledhek ini luar biasa, dikemas dengan produk yang itu bisa menjadi produk unggulan. Harapannya beberapa kali pameran lagi bisa ada peningkatan,” ujarnya, menambahkan.

GKR Hemas turut berpesan kepada seluruh pemangku kepentingan, baik Pemkab Sleman maupun Pertamina Foundation agar memotivasi masyarakat di DIY, khususnya Sleman untuk maju agar tidak tertinggal dengan daerah lain.

“Melalui program PFPreneur ini saya harap dapat mengupayakan masyarakat lebih sejahtera lagi,” katanya. (Athiful/KIM Depok)




PPK Depok Siap Fasilitasi Proses Pindah Pemilih

Sleman – Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK) Depok Sleman menyatakan kesiapannya dalam memfasilitasi pengajuan pindah memilih untuk kepentingan Pemilihan Umum Tahun 2024 mendatang.

PPK Depok mengimbau kepada warga yang telah terdaftar dalam DPT dan tidak bisa menggunakan hak suaranya di daerah asal untuk segera mengurusnya.

Dalam Rapat Koordinasi Pendataan Daftar Pemilih Tambahan (DPTb), yang digelar bersama Panitia Pengawas Pemilihan Umum (Panwaslu) Depok, Jum’at (15/9/2023) pagi, Koordinator Divisi Teknis Penyelenggaraan PPK Depok Adi Yananta menyampaikan pengajuan pindah memilih bisa dilakukan di PPS dan PPK Depok maupun PPS atau PPK asal.

“PPK yang ada di Kecamatan maupun PPS yang ada di setiap Kalurahan atau Desa, sudah siap melayani warga untuk mengurus pindah pemilih,” ujar Adi.

Adi lantas menegaskan agar warga yang sudah pasti tidak bisa menggunakan hak suaranya pada pesta demokrasi 14 Februari 2024 mendatang di TPS asalnya, untuk segera mengajukan pindah pemilih tersebut.

“Jangan ditunda-tunda lagi, juga jangan terlalu mepet waktu mengurusnya,” lanjut Adi.

Mantan Pengawas TPS Pilkada 2020 ini menerangkan, pemilih yang berhak mengajukan pindah memilih antara lain pindah domisili, tugas belajar atau menempuh pendidikan di luar daerah, bekerja di luar domisili, menjalankan tugas di tempat lain saat hari pemungutan suara, menjalani rehabilitasi, menjadi tahanan serta menjalani rawat inap dan keluarga yang mendampingi.

“Bisa datang saja ke PPS maupun PPK dengan membawa dokumen kependudukan dan dokumen pendukung pindah memilih,” papar Adi.

Lebih lanjut, Adi menjelaskan batas akhir pengajuan pindah memilih dilayani sampai 30 hari menjelang pemungutan suara atau paling lambat 15 Januari 2024 mendatang. Akan tetapi, ada juga yang bisa dilayani hingga H-7, karena kepentingan tertentu, seperti rawat inap pasien, tertimpa bencana alam, menjadi tahanan lapas atau rutan, serta bertugas di tempat lain.

Rakoor yang diselenggarakan di Kantor PKK Depok ini dihadiri oleh Panwaslu Depok bersama Panwaslu Kalurahan/Desa se-Depok, perwakilan Kalurahan se-Depok, PPK Depok, PPS se-Depok. (Athiful/KIM Depok)




Purwobinangun Dikukuhkan Jadi Rintisan Kalurahan Budaya

Sleman – Sebagai bentuk fasilitasi gagasan masyarakat dalam pelestarian budaya, Bupati Sleman Kustini Sri Purnomo mengukuhkan Kalurahan Purwobinangun sebagai rintisan kalurahan budaya, Minggu (17/9). Bertempat di Barak Pengungsian Purwobinangun, Kustini memberikan apresiasi sekaligus ucapan selamat kepada seluruh pengurus yang telah dilantik.

Kustini mengatakan, semangat dan antusias tinggi dari masyarakat Purwobinangun menjadi wujud keseriusan bersama dalam menguatkan dan melestarikan budaya. Dengan begitu tujuan keberadaan rintisan kalurahan  budaya untuk memfasilitasi segala ide dalam pembinaan seni budaya diharapkan dapat tercapai dengan baik.

Kustini juga mengingatkan terkait komitmen Lurah dalam mendorong masyarakat untuk menggali potensi budaya di wilayah kalurahan. Untuk mewujudkannya, Kustini mendorong keterlibatan dan komitmen seluruh masyarakat dalam upaya ini.

“Dengan dikukuhkannya Purwobinangun sebagai rintisan kalurahan budaya akan semakin memperkuat gotong royong dan persatuan seluruh masyarakat. Tentu saja hal ini bisa diraih dengan kolaborasi dan peran serta seluruh pihak,” kata Kustini.

Sebagai tindak lanjut, Kustini berharap  semua kalurahan yang sudah menjadi rintisan kalurahan budaya dapat naik kelas menjadi kalurahan budaya. Kustini berpesan, agar Kalurahan Purwobinangun dapat mereplikasi berbagai langkah yang telah dilakukan kalurahan berstatus kalurahan budaya.

Sementara itu, Lurah Purwobinangun, Suasana menerangkan, pengukuhan rintisan kalurahan budaya juga dibersamai dengan penyelenggaraan  Gebyar Budaya Purwobinangun. Dengan tema Labuh Labet Ibu Pertiwi, kegiatan ini bertujuan untuk membangkitkan kembali kebudayaan di Purwobinangun. Hal ini juga didukung dengan semangat lebih dari 60 kelompok kesenian di Purwobinangun yang mendukung pembinaan seni budaya.

“Masyarakat sudah merindukan untuk menggelorakan seni budaya. Jajaran pamong kalurahan sangat mendukung semua kegiatan terkait pelestarian budaya. Dengan pengukuhan hari ini, semoga dapat membawa Kalurahan Purwobinangun menjadi kalurahan mandiri budaya,” jelasnya

Dengan adanya acara tersebut, Lurah Purwobinangun berharap dapat nempersatukan warga sehingga dapat menciptakan kerukunan melalui pertunjukan seni budaya.




Bupati Sleman Tandatangani Kerjasama Pengembangan UMKM Bersama Pertamina Foundation

Sleman – Bupati Sleman, Kustini Sri Purnomo menandatangani kesepakatan kerjasama antara Pemkab Sleman dengan Pertamina Foundation dalam rangka peningkatan kapasitas pengelolaan UMKM Sleman melalui program PFPreneur 2023 “Pasar Sabtu-Minggu Kali Ledhek”, Minggu (17/9) di Joglo Kali Ledhek, Sanggrahan Maguwoharjo.

Peluncuran PFPreneur 2023 dilakukan secara simbolis dengan pemukulan gong oleh GKR Hemas didampingi Bupati Sleman, Kustini Sri Purnomo dan Presiden Direktur Pertamina Foundation, Agus Mashud S. Asngari dilanjutkan dengan membunyikan alat permainan tradisional “otok-otok” oleh tamu undangan.

Bupati Sleman, Kustini Sri Purnomo berharap program PFPreneur dapat mendukung upaya pemberdayaan masyarakat, pengembangan potensi lokal dan peningkatkan kapasitas pengelolaan UMKM di Kabupaten Sleman. Melalui kesepakatan bersama tentunya semakin memperkuat komitmen bersama untuk pemberdayaan masyarakat, meningkatkan pengembangan potensi lokal dan pertumbuhan ekonomi serta mendukung adanya kolaborasi positif dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

“Kami berharap dengan adanya kerjasama dengan Pertamina Foundation ini akan menjadi katalis yang mendorong pengembangan perekonomian di Kabupaten Sleman.” ujarnya

Lebih lanjut, Kustini menyampaikan dukungan karena melalui program ini pelaku UMkM dapat memperoleh ilmu dan saran-saran strategis dalam menjalin partnership dan menambah jejaring atau koneksi untuk mewujudkan UMKM Sleman naik kelas.

Sementara itu Presiden Direktur Pertamina Foundation, Agus Mashud S. Asngari menyampaikan launching program ini mengusung tema “Pasar Tradisional Etalase Produk Unggulan Lokal” yang dimana bertujuan memperkenalkan PFPreneur kepada womenpreneur di Indonesia dalam peningkatan kapasitas produk unggulan lokal, menjalin partnership dengan pemerintah daerah guna pemberdayaan, memberikan akses kepada UMKM untuk dapat menunjukkan keterampilan dan menambah jejaring serta mewujudkan UMKM womenpreneur yang naik kelas.

“Ada 39 UMKM yang kita inject dan beri dorongan agar memiliki fondasi kuat agar bisa melesat menuju umkm modern. Mari kita sukseskan dan ramaikan Pasar Sabtu-Minggu Kali Ledhek ini,” ujarnya

Agus berharap program ini dapat sustain atau berkelanjutan dan berharap sinergi dukungan Pemkab Sleman dan PemKal Maguwaharjo dalam pendampingan sehingga pengunjung dapat meningkat di Pasar Sabtu-Minggu Kali Ledhek. Ia menambahkan Pasar Sabtu-Minggu ini juga menjadi event showcase bagi UMKM binaaan Pertamina Foundation.

Sementara itu, GKR Hemas juga mendukung program ini dan sekaligus berpesan kepada seluruh stakeholder baik Pemkab Sleman maupun Pertamina Foundation untuk terus memotivasi nasyarakat di DIY khususnya Sleman untuk terus maju dan tidak boleh tertinggal dari daerah lain.

“Butuh pendampingan untuk meningkatkan kualitas produk dan UMKM di DIY khususnya Sleman kemudian. Melalui program PFPreneur ini saya harap dapat mengupayakan masyarakat lebih sejahtera,” ujar GKR Hemas