Peduli Kesehatan Remaja, Puskesmas Depok Gelar Aksi Bergizi di SMPN 1 Depok

Sleman – Puskesmas Depok II dan SMP N 1 Depok berkalaborasi mengadakan kegiatan Aksi Bergizi bertempat di SMP N 1 Depok, Sleman, Jumat (15/9/2023).

Kegiatan diselenggarakan untuk mengajak warga sekolah khususnya pada siswi putri untuk terlibat dalam salah satu bentuk kampanye pencegahan anemia melalui gerakan kesehatan masa kini yang dikemas melalui Aksi Bergizi.

Kegiatan dimulai dari senam dan jalan sehat dilanjutkan dengan sarapan pagi bersama yang dihadiri Dinas Kesehatan Kabupaten Sleman,  Panewu Anom Kapanewon Depok dan Bhabinkamtibmas Condongcatur

Panewu Anom Kapanewon Depok, Wawan Hariawan dalam sambutanya menyampaikan kegiatan ini sebagai salah satu inovasi yang luar biasa dalam mengampanyekan kesehatan, khususnya pencegahan anemia pada remaja putri dan mencegah tengkes (stunting).

“Terutama mari bersama berkomitmen untuk remaja putri meminum TTD (Tamblet Tambah Darah) seminggu sekali, kami mengajak multisektoral saling mendukung serta kerjasamanya,” ucapnya

Sementara, Analis Kesehatan pada Kelompok Substansi Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Tidak Menular dan Kesehatan Jiwa Dinas Kesehatan Kabupaten Sleman, dr. Lina Nur Islamiyyah Yunus menyampaikan pentingnya meminum TTD (Tamblet Tambah Darah) yang merupakan salah satu upaya untuk mencegah anemia pada remaja putri

“Sarapan pagi juga penting dalam proses belajar dikelas agar siswa-siswi lebih fokus dan dapat mencapai prestasi yang baik, dan tidak lupa juga agar siswa-siswi melakukan aktivitas fisik sebagai bentuk untuk membugarkan tubuh menjadi sehat,” ucapnya.

Usai acara instruksi kepada siswi SMP N 1 dr. Lina memandu memberikan instruksi kepada siswi SMP N Depok 1 untuk meminum TTD bersama juga dilakukan penyerahan secara simbolis souvenir media edukasi Isi PiringKu

Nutrisionir Puskesmas Depok II, Ayu Wulandari selanjutnya memandu acara permainan dan pemberikan edukasi terkait Isi Piringku.

“Dengan adanya kegiatan ini harapannya Siswi-siswi di SMP N 1 Depok untuk rutin minum TTD (Tablet Tambah Darah) berkelanjutan yaitu diminum seminggu sekali serta melakukan sarapan dan aktitas fisik dan olahra untuk menjaga kebugaran tubuh,” tutupnya. (Wasana/KIM Depok)




Dihadapan Ketua OSIS SMK, Panwaslu Depok Tegaskan Pemilu Harus Diawasi

Sleman – Komisioner Panitia Pengawas Pemilihan Umum (Panwaslu) Kapanewon Depok Sleman Huda Al-Amna mengungkap beberapa alasan penting mengapa pemilu harus selalu diawasi.

Menurut Huda, pihaknya selalu bersiap dalam melakukan pengawasan melekat dalam setiap tahapan Pemilihan Umum Tahun 2024. Huda mengungkapkan, alasan pertama adalah mencegah terjadinya kecurangan dalam pemilu.

“Melalui pengawasan yang ketat, peserta  pemilu yang berniat curang akan sulit, sehingga dapat mengurangi peluang terjadinya pelanggaran,” ujar Huda dalam Sosialisasi Pemilu kepada Pemilih Pemula di Kapanewon Depok, Sabtu (16/9/2023).

Alasan kedua, lanjut Huda, dapat memastikan hak suara warga negara untuk menggunakan hak pilihnya dengan bebas dan tidak adanya tekanan dari pihak manapun.

Ketiga, tutur Huda, dinilai dapat meningkatkan kepercayaan publik. Dirinya menegaskan, pengawasan pemilu dapat meningkatkan kepercayaan publik terhadap hasil pemilu, termasuk kepada penyelenggara.

“Masyarakat yang melihat bahwa pemilu diawasi dengan ketat dan pemilihan dilakukan secara jujur dan adil, maka semua akan percaya terhadap hasil pemilu,” ungkapnya.

Koordinator Divisi Penanganan Pelanggaran dan Penyelesaian Sengketa ini melanjutkan, hal keempat, dengan mengoptimalkan partisipasi masyarakat. Sebab, menurut Huda menambahkan, dengan adanya pengawasan yang ketat, masyarakat akan merasa lebih aman dan nyaman dalam menggunakan hak suaranya.

Adapun yang kelima, papar Huda, dapat mendorong pemimpin yang terpilih berkomitmen pada kepentingan masyarakat.

“Pengawasan pemilu dapat memastikan bahwa pemimpin yang terpilih nantinya adalah orang-orang yang komitmen pada kepentingan masyarakat,” papar Huda melanjutkan.

“Karena mereka terpilih secara adil dan jujur, dan bukan karena kecurangan dan ketidakadilan,” terangnya.

Rakor yang digelar di Ruang Sasana Anglocita Tama Kantor Kapanewon Depok dihadiri oleh Ketua OSIS SMA 1 Depok, Ketua OSIS SMK Negeri 1 Depok, Ketua OSIS SMK Negeri 2 Depok, Ketua OSIS SMK PI Ambarukmo Depok, Ketua OSIS SMK YPKK 3 Depok, dan Ketua OSIS SMK Diponegoro Depok. (Athiful/KIM Depok)




Gaet Pemilih Pemula, PPS Condongcatur Gelar Sosialisasi Pemilu di Sekolah Kejuruan

Sleman – Panitia Pemungutan Suara (PPS) Condongcatur melaksanakan kegiatan Sosialisasi dan Simulasi Pemungutan Suara kepada siswa-siswi di SMK PI Ambarukmo 1 Sleman yang beralamat di Mancasan Dero, Condongcatur, Jumat (15/9/2023).

Sosialisasi Tahapan Pemilu disampaikan oleh Ketua PPS Condongcatur, Wuri Handayani meliputi waktu pelaksanaan Pemilu 2024, jumlah surat suara yang akan diterima, kategori surat suara pada Pemilu 2024, termasuk pula teknis Pindah Memilih bagi Siswa/i yang berasal dari luar Condongcatur

Usai Sosialisasi dibuka sesi tanya-jawab bagi Siswa/i yang belum paham terkait nama dan jumlah parpol peserta Pemilu 2024 dan dilakukan cek lokasi alamat TPS siswa yang telah mempunyai hak pilih dipandu membuka website :

Kegiatan dilanjutkan dengan Simulasi Pemungutan Suara di TPS dengan pemeran petugas dari para siswa siswi itu sendiri terdiri 7 siswa sebagai KPPS, 2 Siswa sebagai Linmas, 1 Siswa sebagai Pemilih Reguler, 1 Siswa sebagai Pemilih disabilitas, 1 Siswa sebagai Pendamping Pemilih disabilitas, 1 Siswa sebagai Saksi TPS dan 3 Siswa sebagai Saksi Parpol

Simulasi Pemungutan Suara berjalan dengan lancar, meriah dan antusiasme Siswa/i SMK PI Ambarukmo 1 Sleman sangat tinggi, diakhir acara Siswa/i yang berperan dalam Simulasi Pemungutan Suara mendapatkan bingkisan menarik dari PPS Condongcatur.

“Pemilih Pemula salah satunya adalah  usia anak SMA/K sederajat, diwilayah Condongcatur ada banyak sekolahan dari tingkat pendidikan Paud, TK, SD dan SMP, tetapi di Condongcatur hanya SMK PI 1 Sleman yang usia berhak memilih pada pemilu 2024 karena telah berusia 17 tahun dan kita laksanakan sosialisasi dan simulasi Pemungutan suara bagi pemilih pemula disini” ucapnya

Sosialisasi dan simulasi pemilu ini dihadiri PPS Condongcatur dan Sekretariat , perwailkilan PPK Depok, Pengawas Pemilu dengan peserta seluruh siswa dan guru SMK PI Ambarukmo 1 Sleman.

Kepala Sekolah SMK PI Ambarukmo, Esti Sumindari mengapresiasi kegiatan dari PPS Condongcatur untuk memberikan sosialisasi kepada siswa-siswinya yang baru pertama kali mereka akan menggunakan hak pilihnya pada Pemilu 2024

“Dengan Sosialisasi ini juga dapat menambah wawasan Siswa/i tentang tahapan-tahapan Kepemiluan sehingga siswa siswi kami dapat mengetahui tahapan pemilu juga mereka dapat belajar tentang demokrasi dimana dalam waktu dekat ini SMK 1 PI Ambarukmo juga akan melaksanakan Pemilihan Osis (Pemilos) sehingga dapat menanamkan kesadaran berdemokrasi yang baik untuk menggunakan hak pilihnya dan menumbuhkan semangat partisipasi,” ucapnya

Sementara Panwaslu Desa Condongcatur, Muhammad Rio Agywijaya yang turut hadir memantau dalam kesempatan ini  menyampaikan pentingnya pengawasan dalam Pemilu agar berjalan sesuai regulasi dan mencegah terjadinya pelanggaran dan berbagai bentuk kecurangan, harapannya para siswa-siswi juga turut menjadi pengawas partisipatif dalam pemilu 2024

“Acara sosialisasi pada kali ini cukup menarik karena audiens-nya teman-teman pemilih pemula di lingkungan sekolah, semoga ke depan ada sosialisasi lagi kepada komunitas atau kelompok pemilih pemula,” harapnya. (Wasana/KIM Depok)




Anggota DPRD DIY Sosialisasikan Perubahan Program Pembentukan Perda dan Perda Istimewa di Margomulyo

Sleman – Bertempat di Padukuhan Kamal Kulon, Margomulyo, Seyegan, Sleman, Kamis (14/9/2023), Anggota DPRD DIY dari Komisi D, Syukron Arif Muttaqien, SE mengadakan sosialisasi tentang Keputusan DPRD DIY nomor 64/K/DPRD/2023 tentang perubahan atas keputusan DPRD DIY nomor 80/K/DPRD/2023 yaitu Program pembentukan Perda dan/atau Perda Istimewa DIY tahun 2023.

Dihadiri kurang lebih 50 undangan yang terdiri dari Tokoh masyarakat, tokoh agama dan lembaga kalurahan, sosialisasi tersebut juga menghadirkan 2 pembicara dari Tenaga Ahli Dewan dan Akademisi.

Afika Rahman, Tenaga Ahli Fraksi PKB, dalam paparannya menyampaikan tentang program inisiatif Pemerintah DIY yaitu Raperda tentang RPJMD 2022 -2027,Raperda tentang perubahan atas Perda no. 4 tahun 2021 tentang Pengelolaan Informasi Publik, Raperda tentang pajak dan retribusi daerah, Raperda tentang Rencana Tata Ruang wilayah DIY Tahun 2023 – 2043, serta Raperda tentang Pencabutan Perda no. 1 tahun 2018 tentang pengelolaan usaha pertambangan mineral logam, mineral bukan logam dan batuan.

Selain itu ada juga Raperda istimewa prioritas tahun 2023 yaitu Raperda tentang Pengelolaan sampah Regional, Raperda tentang Ekonomi Hijau, Raperda tentang Pedoman Pendanaan Pendidikan, dan Raperda tentang Kemajuan dan Pembangunan Desa dan Kelurahan.

Pangky Febriantanto, Dosen Fisipol Universitas Proklamasi ’45 sebagai pemateri kedua memaparkan tentang Proses pembentukan Perda dan progres perubahan Propemperda DIY tahun 2023. Adapun sub bahasan yang dijelaskan adalah fungsi dan dasar hukum Perda, tahapan pembentukan Perda dan Rancangan Perda prioritas 2023.

Selanjutnya Pangky juga memaparkan tentang fungsi Perda, yaitu dibuat oleh DPRD dengan persetujuan bersama Kepala Daerah, wujud kewenangan yang diberikan kepada pemerintah daerah dalam rangka penyelenggaraan otonomi daerah, untuk memberdayakan masyarakat dan mewujudkan kemandirian daerah, instrumen kebijakan untuk melaksanakan otonomi daerah, peraturan Pelaksana dari Peraturan dan Indang undang yang lebih tinggi, sebagai penampung kekhususan dan keragaman daerah satu penyalur aspirasi masyarakat di daerah, dan Sebagai alat pembangunan dalam meningkatkan kesejahteraan daerah.

Syukron Arif Muttaqien, yang menutup kegiatan tersebut menyampaikan kepada peserta sosialisasi bahwa sebagai anggota DPRD DIY telah banyak yang dilakukan berkaitan dengan pendidikan, kesehatan, tenaga kerja maupun kebudayaan.

“Untuk masyarakat yang membutuhkan bisa menghubungi atau mengajukan program melalui proposal utamanya program jaminan kelangsungan pendidikan (JKP) yang pada akhirnya program tersebut dapat mengentaskan kemiskinan,” tutupnya. (Sutarto Agus/KIM Seyegan)




Polda DIY Gelar “Jumat Curhat” Bersama 130 Pegiat Wisata Sleman

Sleman – Kepolisian Daerah (Polda) Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) kembali menggelar program rutinan “Jumat Curhat Kapolda DIY” di Pendopo Kalurahan Maguwoharjo, Depok, Sleman, Jum’at (15/9/2023).

Kegiatan Jumat Curhat yang dihadiri 130 pegiat wisata di Kabupaten Sleman ini dipimpin langsung oleh Kapolda DIY, Irjen Polisi Suwondo Nainggolan didampingi Pejabat Utama Polda DIY, Kapolresta Sleman AKBP Yuswanto Ardi, dan Kepala Dinas Pariwisata Sleman Ishadi Zayid.

Di wilayah Kabupaten Sleman, pariwisata dinilai menjadi salah satu sektor yang menyumbang pendapatan terbesar kepada negara untuk kesejahteraan masyarakat. Karena itu, Polda DIY berinisiatif untuk memecahkan berbagai permasalahan yang ditemukan di lapangan oleh pegiat pariwisata di bumi Sembada.

“Mari kita obrolkan bersama, ke depan kita bisa bangun wisata baru, kemudian nanti kita carikan investor supaya semakin banyak investor masuk ke Yogyakarta,” ujar jebolan Akademi Kepolisian tahun 1994 itu.

Perwakilan Asosiasi Jeep Lereng Merapi Bambang mengharapkan Polda DIY bisa memberikan pendampingan dan monitoring bagi para wisatawan saat berkegiatan di Lava Tour Merapi.

Menanggapi hal itu, Kapolda DIY Suwondo Nainggolan menyatakan pihaknya akan berkoordinasi dengan Polresta Sleman untuk menindaklanjutinya. Menurut Suwondo, tidak hanya wisata Jeep saja, melainkan juga wisata lain yang tersedia di wilayah itu.

Khusus kepada driver Jeep Merapi, Suwondo turut berpesan untuk tetap mengutamakan keselamatan dan tidak ugal-ugalan. Hal itu, menurutnya, merupakan salah satu cara dalam memberikan rasa aman dan nyaman bagi para wisatawan yang berkunjung.

Program “Jumat Curhat Kapolda DIY” di Kalurahan Maguwoharjo Depok Sleman yang dimaksudkan untuk merima masukan dari masyarakat sehingga dapat memberikan rasa aman dan nyaman ini mendapatkan komentar positif dari Panewu Depok Sleman Wawan Widiantara yang turut hadir membersamai Kapolda.

Wawan menyatakan bahwa program unggulan Kapolda DIY ini dinilainya dapat mendengarkan keluhan warga secara langsung, tanpa sekat apapun.

“Saya mengapresiasi program Bapak Kapolda DIY, karena berkenan langsung mendengarkan keluhan warga, dan ini merupakan model baru komunikasi dengan masyarakat di akar rumput,” ujar Wawan. (Athiful/KIM Depok)